AKU BUKAN IDAMANMU

AKU BUKAN IDAMANMU
BAB 09 Apa artinya?


__ADS_3

Hari ini juga seakan-akan hari akhir sudah tiba. Sesuatu yang pahit benar-benar terjadi. Tetangga dan kerabat berdatangan. Rumah sesak di penuhi orang. Aku menangis tersedu-sedu. Dada ini rasanya sesak. Aku tidak mampu lagi untuk berdiri. Duduk lemas di pojokan. Para kerabat memberikan pelukan untuk menenangkan Aku. Orang-orang tidak tega melihatku seperti itu.


Beberapa Jam kemudian. Mobil Ambulance tiba di halaman rumah. Orang-orang segera menghampiri mobil itu. Seseorang yang tubuhnya tertutup dengan kain di angkat oleh para kerabat. Melihat itu, tangisku semakin keras.


“Khof, bangun”.


Seketika itu Aku langsung terperanjat. “Astaghfirullah”.

__ADS_1


“Dari tadi Kamu ngigau nggak bisa di bangunin. Kaya nangis-nangis gitu”.


“Mas_”.


“Kenapa? Kamu mimpi buruk lagi? ”


Air mata yang kutahan tidak bisa di ajak untuk kompromi. Tiba-tiba jatuh begitu saja. Mas Ab menyaksikan sendiri. Lantas memelukku.

__ADS_1


“tapi Aku takut Mas”.


“Sudah nggak usah mikir yang aneh-aneh ya. Kita do'akan semua keluarga Kita semoga selalu di lindungi yang Maha Kuasa”. Aku mengangguk lantas menghapus air mataku.


Akhir-akhir ini Aku sering mimpi hal-hal yang aneh. Pernah suatu malam saat menjaga Bapak, Aku tidur di samping beliau. Bapak memang bukan orang yang humoris. Tapi Aku tau Bapak adalah orang yang penyayang. Malam itu juga, seperti setengah sadar. Aku melihat Bapak memakai jubah putih wajahnya bersinar. Lantas membawa sebuah keris wasiat dari gurunya dan mengambil kitab suci. Bapak membuka sajadahnya, kemudian membaca kitab suci itu sambil memutar tasbihnya. Khusu'. Seperti biasanya saat beliau menghadap dan memohon ampunan kepada yang maha kuasa. Setelah melantunkan kitab sucinya, Bapak meletakkan kerisnya di samping tidurku. Barulah menyentuh keningku beberapa menit dalam keadaan Aku tidur. Aku baru ingat saat bangun tidur. Bahwa Bapak saat ini dalam keadaan lemah. Jangankan berjalan, bangun dari temat tidurnya saja susah. Bapak hanya bisa tidur terbaring dengan batuk-batuk. Itu mimpi aneh yang terjadi saat malam pertama sejak Aku pulang kerumah.


Malam kedua, Aku menemani Bapak tidur lagi. Aku tidak bisa jauh-jauh dari beliau. Aku sadar, Aku anak terakhir. Kalian tau sendiri bagaimana sayangnya orangtua kepada anak terakhir. Malam itu Aku tertidur lebih awal dari malam sebelumnya. Aku melihat ada segerombolan tentara kerajaan. Mereka membawa pedang sambil menunggang kuda. Bapak ku sendirian berdiri gagah hanya membawa keris wasiat dari gurunya si serang oleh bala tentara kerajaan itu. Peperangan pun telah pecah. Bapak bukan tandingan Mereka. Jelas saja Bapak kalah jumlah jika di bandingkan dengan Mereka. Awalnya Bapak kalah, darah segar menetes dari bibirnya. Tapi entah keajaiban darimana sangat tidak bisa di cerna dengan logika. Realitanya Bapak yang sudah babak belur kini bisa membalikkan keadaan. Tentara kerajaan yang gagah perkasa dan sudah terlatih itu tumbang satu persatu___. Sayangnya saat itu Alarm Sholat Subuhku berbunyi dan Aku harus bangun. Dan ternyata itu tadi hanya sekedar mimpi.

__ADS_1


Malam ketiga, Aku berkumpul dengan orang berpakaian putih-putih. Berjenggot panjang. Salah satu dari mereka adalah Bapak. Mereka semua membawa kitab-kitab klasik karangan ulama' terdahulu. Mereka berguru kepada Bapak, seperti pengajian yang Aku lihat di sekolah beasrama__. Tapi saat itu Aku terbangun karena Bapak minta minum. Dan Aku belum bisa menyimpulkan arti potongan mimpi yang belum genap itu.


Sayangnya tak hanya di malam hari saja yang terjadi mimpi-mimpi aneh. Siang hari juga___


__ADS_2