
Setelah citra membawa bianca kerumah sakit,citra pun menelvon arsenio dan juga arin.
Sudah 30 menit bianca berada di ruang oprasi karna memang harus di oprasi bagian kepalanya yg mengalami benturan keras.
Sesampainya dirumah sakit arsenio berbarengan dengan kedua orang tua nya dan juga orang tua citra.
Sesampainya di depan ruang oprasi,arsenio langsung menatap tajam ke arah citra.
Bukan cuman citra yg menunggu di depan ruang oprasi,tapi juga ada arsenio dan kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua citra.
Indah tak henti hentinya menenangkan citra yg tak berhenti menangis.
Disisi lain,arsenio mengutuk dirinya sendiri kerna dia mengizinkan citra membawa bianca jalan jalan dan terjadinya kecelakaaan tersebut.
"Bagaimana bisa begini citra???"arin mulai membuka suara dan bertanya kepada citra.
Arin bertanya dengan nada sangat lembut meski sedang menangis.
"Hiks,hiks,hiks"citra tidak sanggup menjawab pertanyaan arin karna memang masih sangat terkejut atas kejadian yg menimpa bianca.
Citra juga merasa bersalah dan dia juga menyalahkan dirinya atas kecelakaan bianca,tidak seharusnya citra meninggalkan bianca sendirian di dalam mobil.
__ADS_1
Arsenio mulai berjalan mendekat ke arah citra.
"Mau ngapain kamu??"cegah alexander
"Aku cuman mau bicara sama citra pah"sahut arsenio.
"Nanti saja kita bicarakan setelah oprasi bianca selesai"ujar alexander.
Setelah menunggu 1 jam lebih akhirnya oprasi bianca pun selesai dan bianca di pindahkan ke ruang rawat.
"Tolong jangan terlalu banyak yg masuk,dan jangan menganggu pasien"ucap suster yg merawat bianca.
Semua nya hanya mengangguk.
"Mama aja duluan,citra belakangan aja"ujar citra menolak.
Arin dan arsenio yg duluan melihat kondisi bianca yg masih belum sadarkan diri.
Setelah arin dan arsenio selesai melihat kondisi bianca,mereka berdua pun keluar dari ruang rawat bianca.
"Sama mau pernikahan saya dan citra di batalkan"ucap arsenio setelah keluar dari ruang rawat bianca.
__ADS_1
"Apa maksud kamu no???"tanya arin terkejut.
"aku mau batalin pernikahan mah"kata arsenio tegas.
Kedua orang tua arsenio dan juga citra dan kedua orang tua citra sangat terkejut dengan apa yg di katakan arsenio tadi.
"Tapi kenapa???"kini giliran hermasyah yg bertanya ke arsenio.
"Anda masih menanyakan kenapa??"ujar arsenio sinis.
"Jelasin ke kita semua arsenio kenapa kamu mendadak begini mau pernikahan kalian di batalkan"ucap alexander
"Bahkan dia belum jadi mama nya bianca,tapi dia udah buat celaka bianca,apa bisa orang teledor kaya dia bisa jagain bianca dan jadi mama yg baik buat bianca??jawabnya adalah enggak,dia sama sekali gak bisa jaga baik baik bianca buktinya sekarang bianca celaka karna keteledoran dia,"jelas arsenio tegas.
"No,ini bukan salah citra ini semua emang sudah jalan takdir allah nak,kamu gak bisa main nyalahin citra gitu aja,mikiri kamu no mikir"bentak arin.
"papa kecewa sama kamu no,bisa bisanya kamu langsung menyimpulkan masalah nya seperti itu,kamu itu udah dewasa no,seharusnya kamu bisa lebih berfikir dewasa jangan kekanak kanakan seperti ini"ujar arsenio.
"Mah pah bener yg di bilang pak arsenio,ini semua salah citra,andai aja citra gak ninggalin bianca sendirian di mobil gak bakalan terjadi musibah kaya gini,citra memang teledor,citra gak bisa ngurus anak,citra gak bisa jagain bianca,citra gak bisa jadi mama yg baik buat bianca,dan citra terima semua yg pak arsenio inginkan,kita batalin pernikahan ini"ucap citra lalu pergi dari hadapan arsenio dan meninggalkan rumah sakit.
"Ingat tidak ada kesempatan kedua buat kamu,kamu menyakitkan perasaan anak saya,dan camkan ini,kamu tidak akan bisa mendapatkan istri yg bisa menjaga dan merawat anak kamu dengan baik"ancam hermasyah yg sudah tidak bisa menahan emosi nya terhadap arsenio.
__ADS_1
Hemasyah dan indah pun pergi meninggalkan rumah sakit.