
setelah kepergian orang kepercayaan alexander untuk mencari informasi tentang jasad kedua orang tua citra,arsenio dan juga alexander berencana untuk memberitahu informasi yg sesungguhnya kepada citra.
"papa yakin??"tanya arsenio tidak yakin akan memberitahu berita duka tersebut.
"yakin"jawab alexander singkat.
"pah tunggu"cegah arsenio saat alexander hendak membuka pintu ruang rawat citra.
"apa lagi no??"tanya alexander.
"pah kita tunda aja yah ngasih tau citra berita ini"pinta arsenio.
"gak bisa no,citra memiliki hak untuk tau berita ini,kalo sampe citra tau berita ini dari orang lain,pasti citra akan kecewa sama kita berdua,pasti nanti dia akan beranggapan kalo kita menyembunyikan berita duka ini dari dia,kamu mau nanti dia marah sama kamu"jelas alexander.
"tapi arsenio gak tega pah"ujar arsenio.
"taga gak tega tatap kamu harus kasih tau semua ini sama citra"perintah alexander tegas.
"tapi pah"sahut arsenio.
"gak ada tapi tapian"tegas arsenio.
"huft"arsenio menghebuskan nafas berat.
akhirnya dengan berat hati arsenio melangkahan kaki masuk ke dalam ruang rawat citra.
tok tok tok
alexander mengetuk pintu ruangan tersebut sebelum masuk.
"siang semua nya"sapa alexander dengan memasang wajah senang.
"siang opa"teriak bianca amat sangat kencang.
__ADS_1
"husttt jangan berisik nanti adek kamu bangun"ucap arin.
"heheh maaf oma"ujar bianca.
"hai sayang"sapa arsenio kepada citra.
"hai mas"sapa balik citra.
"gimana keadaan kamu??maaf yah 2 hari ini aku gak nemenin kamu,aku harus ngurus masalah penting"jelas arsenio.
"aku baik baik aja kok mas,mas gak perlu kejalsin ke aku,aku paham dan mengerti kok,mas udah makan??"ucap citra sekaligus bertanya.
"udah kok sayang tadi barusan sama papa di kantin rumah sakit"jawab arsenio.
citra hanya mengangguk.
"hai putra papa yg paling ganteng"sapa arsenio kepada anak nya yg sedang berbaring manja di samping citra.
"maaf yah sayang,papa gak nemenin kamu selama dua hari ini sini,papa minta maaf yah,papa sayang kamu,cup"ucap arsenio setelah itu mencium kedua pipi sang putra yg terlihat tembem.
"pah kita ngomongin nanti aja yah"pinta arsenio tidak tega kalo melihat citra sedih lagi.
"gak bisa arsenio,kita harus memberitahu citra sekarang"bentak alexander.
"bisa gak usah debat dulu gak sih,kalo mau ngomong itu langsung aja ke inti nya,jangan debat dulu kaya gini"timpal arin.
"ok biar papa yg jelasin,jadi indah dan hermansyah adalah salah satu korban kecelakaan pesawat rute jepang ke jakarta dan semua jasad penumpang kecelakaan pesawat sudah di bawa pulang ke indonesia,tapi papa belum tau apakah indah dan hermansyah bisa di temukan jasad nya"jelas alexander memberanikan diri untuk memberitahu berita duka mengenai kedua orang tua citra.
dan detik itu pula air mata citra menetes begitu deras.
dan detik itu pula arsenio memeluk dan memberikan kekuatan kepada citra.
"aku mohon jangan nangis"pinta arsenio memohon.
__ADS_1
"kenapa berat banget sih cobaan yg allah berikan ke aku mas hiks hiks hiks"ucap citra masih belum bisa berhenti menangis.
"sayang di balik semua cobaan yg allah berikan ke hamba nya pasti allah sudah sediakan hadiah yg setimpal"jelas arsenio mencoba membuat citra tenang.
"hadiah apa mas yg di berikan allah setimpal sama aku,hadiah apa coba jelasin,gak bakalan ada hadiah yg bisa membuat hati dan jiwa aku kaya dulu lagi,aku gak bakalan bisa melihat kedua orang tua aku lagi untuk selama nya,aku gak bakalan bisa manja manjaan sama mama lagi,aku gak bakalan bisa curhat lagi sama mama dan papa kalo lagi ada masalah sama kamu"ucap citra kesal
"jadi kamu gak pernah anggap putra kita ini sebagai hadiah terindah yg allah berikan ke kehidupan kita?? apa kamu gak pernah anggap anak kita ada,dan kamu gak pernah anggap aku ada di kehidupan kamu,aku suami kamu,aku bisa jadi teman curhat kamu kapan pun dan di mana pun"ujar arsenio.
"no"bentak alexander.
"aku minta maaf sayang,aku gak maksud ngomong kaya gitu,aku minta maaf"ucap arsenio tulus dan memeluk tubuh citra sangat erat.
"jangan nangis,tuh liat putra kita ikut nangis juga,jadi kamu harus berenti nangis,kalo kamu gak berhenti nangis,anak kita juga gak berhenti"ujar arsenio mencoba membuat mood citra kembali lagi.
"mas aja yg gendong davano,dia kangen sama kamu mas"perintah citra masih menangis.
"yaudah iyah,"sahut arsenio lalu mengendong sang putra.
"kamu tenang aja yah nak,papa udah siapin semua urusan pemakan dan papa juga udah menyuruh orang kepercayaan papa untuk mencari informasi mengenai jasad orang tua kamu"jelas alexander menyakinkan citra.
citra hanya mengangguk tapi masih belum berhenti menangis.
**hari ini up dua doang yah guys.
ohh iyah apa masih belum bisa kebaca episode sebelum nya??
kalo belum komen dan kalo sudah juga harus komen supaya author tau yah.
jangan lupa like and vote.
jangan cuman tua baca aja,author nya capek mikir dan ngetik tapi kalian gak ngehargain novel nya author.
gak makan waktu lama kok guys kalo mau vote dan like.
__ADS_1
terima kasih sudah membaca para pembaca setia author.
doain author supaya cepet sembuh yah guys**.