
usia kandung citra sudah memasuki 4 bulan.
citra hanya manusia biasa yg bisa merasakan mengidam seperti ibu hamil pada umum nya.
pagi hari.
"mas"teriak citra dari dalam kamar.
semenjak citra hamil,ia sangat pemalas,dia tidak mau melakukan sedikitpun pekerjaan yg ringan ataupun berat.citra sangat sangat manja kepada arsenio,apapun yg citra inginkan harus di penuhi oleh arsenio kalo tidak citra akan marah bahkan mendiami arsenio sampai berhari hari.
arsenio hanya bisa bersabar dengan sikap citra yg berubah ubah setiap hari nya.
arsenio bahkan sering absen menjadi dosen karna permintaan citra,bahkan citra juga melarang arsenio mengajar kuliah.
"massa"teriak citra sangat cempreng.
"Iyah iyah kenapa sayang??"tanya arsenio panik dan berlarian ke arah citra.
"aku gak mau masuk kuliah hari ini"ucap citra.
"kamu manggil aku buat bilang itu doang??"tanya arsenio sedikit kesal.
bisa bisa nya citra memanggil nya dan membuat arsenio terkejut hanya karna ia ingin bilang kalo tidak ingin masuk kampus.
"kenapa ada yg salah sama ucapan aku??"tanya citra balik.
"enggak kok,kamu gak salah,ini salah aku,kenapa aku bisa begitu bodoh banget"ujar arsenio pasaran mengatai dirinya sendiri agar citra tidak marah dengan nya.
__ADS_1
"ohh baru tau kalo mas itu bodoh"timpal citra.
"apa??"teriak arsenio.
"jangan teriak teriak sakit tau kuping aku"tegas citra.
"gak sadar diri,dia teriak mau bikin pecah gendang telinga aku"gumam arsenio pelan.
"mas ngomong apa??"sahut citra sambil menatap tajam ke arah arsenio.
"aku ngomong kalo kamu cantik banget hari ini sayang"jawab arsenio gugup
"maksud kamu,aku cantik nya cuman hari ini doang,kemaren kemaren enggak gitu,kamu ngebelin banget sih mas"ucap citra marah dan kesal.
"ehh bukan gitu maksud aku sayang,kamu cantik setiap hari kok,tapi hari ini lebih cantik lagi dari hari biasanya"jelas arsenio membujuk citra agar tidak marah.
"sayang jangan marah yah"bujuk arsenio sambil duduk di depan citra yg sedang duduk di pinggir kasur.
arsenio duduk di tengah tengah paha citra dan menghadap ke perut sedikit buncit citra.
"maafin papa yah sayang,papa gak maksud buat mama kamu kesel ataupun marah,sekali lagi maaf yah sayang,dan papa minta tolong bisa bujuk mama kamu gak biar maafin papa dan gak marah lagi"arsenio mengajak berbicara sang calon buah hati nya.
"maaf yah sayang"arsenio mencoba berbagi cara agar citra tidak marah lagi.
"aku pengen bakso"ucap citra tiba tiba.
"ha??"arsenio kaget dengan perkataan citra
__ADS_1
"aku mau makan bakso mas,beliin yah sekarang juga,tapi bakso nya jangan bulat yah aku mau bakso nya bentuk segi tiga,terus kuah nya yg banyak dan pedes,dan bakso nta yg besar besar juga"jelas citra sejelas jelas nya.
"mana ada bakso segi tiga sayang"jawab arsenio.
"ohh jadi mas gak mau beliin aku nih,Yaudah biarin aja anak kita ileran"ucap citra.
"husttt jangan ngomong kaya gitu gak baik,yaudah iyah aku beliin sekarang juga"ujar arsenio dan bangkit dari duduk nya.
"jangan lama loh mas,"sahut citra.
"Yaudah aku pergi dulu"ucap arsenio tidak lupa mencium kening citra kilas dan juga perut sedikit buncit citra juga.
"eitttt tunggu dulu"cegah citra sebelum arsenio melangkahkan kaki nya keluar kamar.
"ada apa lagi??"tanya arsenio bingung.
"beliin aku juga es buah,tapi es buah nya jangan pake buah yah,ok itu aja sekarang mas pergi jangan lama lama tapi keburu aku gak mau lagi makan yg aku pesen tadi"pinta citra.
arsenio hanya bisa mematung di depan pintu kamar setelah mendengar permintaan citra yg amat sangat aneh.
citra meminta es buah tapi yg tidak ada buah nya,jadi gimana maksud nya itu,gak ngerti lagi dengan jalan pikiran citra.
**Alhamdulillah masih bisa sempetin up buat kalian meskipun kondisi yg tidak memungkinkan kan.
tapi author amat sangat berterima kasih kepada seluruh pembaca yg setia menanti kelanjutan cerita ini.
jangan lupa like and vote yah guys**.
__ADS_1