
sudah seminggu sejak terakhir arsenio menjenguk citra di rumah sakit,dan sudah seminggu pula arsenio tidak lagi pernah menjenguk citra di rumah sakit dengan alasan,tidak kuat bila harus melihat citra yg terus terusan tertidur di ranjang rumah sakit dan tidak ada perkembangan apapun.
flashback on
*hari di mana arsenio menjenguk citra di rumah sakit dan hari dimana para dokter juga sudah menyarangkan untuk mencabut semua alat bantu medis untuk citra.
arsenio sempat menolak bahkan memukul salah satu dokter yg mengatakan kalo alat bantu medis citra di cabut saja.
kembali di kejadian dimana dokter mengatakan ingin mencabut alat bantu medis citra.
"selamat pagi pak arsenio"sapa dokter yg baru saja masuk kedalam ruang rawat citra.
"pagi dok"sapa balik arsenio yg tengah mengenggap erat tangan citra.
"bisa kita bicara sebentar pak??"tanya dokter tersebut.
arsenio mengangguk dan mengikuti dokter dari belakang menuju ke luar ruang rawat citra.
"sebelumnya saya dan para pihak rumah sakit ingin meminta maaf sebesar besar nya atas ucapan yg akan saya katakan mungkin sedikit lancang,tapi ini harus saja katakan yg sejujur nya kepada bapak"ujar dokter itu setelah berada di luar ruangan.
"apa maksud dokter?? saya kurang paham,bisa tolong jelaskan lebih jelas lagi kepada saya dok"tanya arsenio tidak mengerti dengan maksud perkataan dokter barusan.
"saya ingin memberitahu,sebaiknya alat bantu medis ibu citra di cabut saja pak"ucap dokter itu sedikit gugup karna takut arsenio akan marah mendengar perkataan nya.
seperti ada batu besar yg menghantam dada arsenio saat mendengar perkataan dokter barusan.
"dokter bercanda kan"ucap arsenio mencoba sedikit tersenyum.
__ADS_1
"saya serius pak dengan apa yg saya katakan tadi"ujar dokter tadi dengan tegas.
bruk.
satu pukulan arsenio melayang ke pipi dokter itu.
"bisa bisa nya dokter bicara seperti itu,saya tidak mengizinkan siapapun membuka alat bantu medis istri saya"bentak arsenio dengan menarik jas yg di gunakan dokter tersebut.
dan seketika semua orang bahkan beberapa suster dan dokter lainnya mencoba mencegah agar arsenio tidak memukul dokter itu lagi.
"pak arsenio tolong tenang ini rumah sakit"ucap salah satu dokter yg melerai perkelahian antara arsenio dan dokter tadi.
"diam kamu"bentak arsenio.
"kalo sampai kamu membuka alat bantu medis istri saya,saya pastikan kamu akan membusuk dalam penjara"ancam arsenio.
"kamu kira kita masih bisa bicara baik baik setelah kamu bilang ingin membuka alat medis istri saya"ucap arsenio dengan nada suara membentak.
"arsenio"teriak seseorang dari arah kiri arsenio.
"lepas"perintah orang yg tak lain adalah abraham.
"apa apaaan kamu ini,ini rumah sakit jangan buat keributan di sini,"bentak abraham.
"pah,dia,dia berani berani nya bilang mau ngelepasin alat bantu medis citra pah,dia mau bunuh citra pah"ucap arsenio sambil menunjuk ke arah dokter tadi yg sudah berada sedikit jauh dari arsenio.
"kamu sudah dewasa arsenio,coba kamu lebih berfikir jernih dan dewasa,mungkin menurut dokter itu sudah jalan yg terbaik untuk citra"jelas abraham.
__ADS_1
"sampai kapan pun aku gak akan memberikan izin kepada siapapun untuk mencabut alat bantu medis citra"tegas arsenio*.
flashback off.
pagi hari di rumah kediaman keluarga abraham.
tring tring tring
(bayangin aja itu suara bunyi telepon rumah yah guys)
terdengar suara telfon rumah berbunyi.
dan yg mendengar nya adalah arsenio yg sedang sibuk memberikan susu kepada baby devano.
arsenio berjalan menuju ke sumber suara.
"halo"ucap arsenio setelah menerima panggilan telepon tersebut.
"kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahu kalau ibu citra sudah sadar"ucap seseorang dari balik telepon.
"apa??"ucap arsenio kaget.
**maaf yah guys baru up lagi.
dan author mau ngasih tau kalo cerita ini sebentar lagi tamat yah guys.
jangan lupa like,vote,and komen.
__ADS_1
😍😍😍**