AKU ISTRI DOSENKU

AKU ISTRI DOSENKU
hari pernikahan


__ADS_3

Hari ini adalah tepat hari dimana citra dan arsenio akan bersatu dalam ikatan pernikahan yg sah menurut agama dan negara.


Tapi pernikahan arsenio dan citra di adakan dirumah sakit tempat bianca di rawat.


Semua persiapan yg telah di atur oleh kedua orang tua citra dan juga arsenio terpaksa di batalkan,karna kondisi bianca yg cukup parah dan tidak memungkinkan untuk membuat pesta pernikahan pada saat bianca di rawat.


Flashback on


Malam hari


"Pah bi mau ketemu mama"pinta bianca masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit.


"Nanti ya sayang"jawab arsenio beralasan.


"Pokoknya bi mau ketemu sama mama"ucap bianca berteriak.


"Bi,mama kamu mungkin masih sibuk sayang,nanti kalo udah gak sibuk pasti dia kesini"ujar arin.


"Iyah sayang,nanti opa sendiri yg jemput mama kamu yah"kata alexander.


"Bi mau nya sekarang,bi mau ketemu mama sekarang juga"kata bianca masih berteriak.


"Bianca"bentak arsenio.


Bianca yg merasa di bentak pun tiba tiba menangis karna di bentak oleh arsenio.


"No"cegah arin agar arsenio tidak membentak bianca lagi.


"Kamu ini apa apaan sih no,anak kamu tuh sekarang lagi sakit,seharusnya kamu tuh kasih di kasih sayang yg lebih bukan malah bentak betak kaya gini"ucap alexander tegas.


"Maaf sayang"kata arsenio sambil memeluk bianca yg masih menangis.


"Bi mau ketemu mama pah"ucap bianca lirih.


"Telvon mama pah"pinta bianca.


"Biar mama aja yg telvon citra"kata arin.


Tut tut tut.


"Halo"ucap arin setelah telepon tersambung ke citra.


"Iyah mah kenapa???"tanya citra di balik telepon.


"kamu bisa kesini sebentar gak,soalnya bianca mau ketemu sama kamu"ucap arin.


"Hemm maaf mah,citra lagi sibuk"ujar citra.


"Sebentar aja nak"pinta arin.


"Maaf mah,kalo gitu udah dulu yah mah soalnya citra di panggil sama mama"ucap bianca.


"Tapi....."


Tut tut tut


Sebelum arin menyelesaikan perkataan nya,citra lebih dulu memutuskan sambungan telepon nya.


"Huft"arin menghela nafas berat.


"Kenapa sayang??"tanya alexander ketika melihat arin dengan wajah lesunya setelah selesai menelvon citra.


Arin hanya menggeleng kepala pertanda kalo citra tidak mau datang untuk menjenguk bianca.


"Mama gak mau ketemu sama bi yah oma,pasti mama marah sama bi hiks hiks hiks,karna bi gak nurut sama mama"


"Seharusnya bi nurut sama mama hiks hiks,seharusnya bi gak turun dari mobil,seharusnya bi tunggu mama selesai beli kue baru bi beli somay,pasti mama marah sama bi hiks hiks hiks"ucap bianca sambil menangis tersendu sendu.


"Mama gak marah sama kamu kok bi"kata arsenio menyakinkan bianca.


"Kalo mama gak mama kenapa mama gak mau kesini hiks...hiks... hiks... hikss,pasti mama marah pah,bi gak nurut sama mama"ujar bianca

__ADS_1


"Enggak sayang percaya sama om"timpal arin.


"Pah,bi mau ngomong sama mama hiks hiks"pinta bianca.


"Telvon pake hp oma aja yah"ujar arin.


"Biar aku aja sayang"ucap alexander.


Arin hanya mengangguk.


Tut tut tut.


Tersambung.


"Halo"ucap citra di balik ponsel.


"Mama hiks..hiks"


"Mama ini bianca"ucap bianca lagi.


"Mah bianca kangen"


"Mama marah yah sama bi,bi janji jadi anak patuh,bi gak bakal nakal mah,bi kangen mah hiks hiks hiks "tidak sanggup melanjutkan kata katanya akhrinya bianca hanya bisa menangis dan mengatakan kalo dia merindukan citra.


"Mama kok gak ngomong sih hiks hiks"sahut bianca yg tidak dapat jawaban dari citra.


"Bi gak boleh cengeng mama gak suka bi cengeng"ucap citra di balik telepon.


"Iyah bi janji gak cengeng tapi mama kesini yah bi kangen mama hiks"sedikit demi sedikit tangisan bianca berkurang.


"Bi mama gak bisa"kata citra.


"Kenapa mah??"tanya bianca penasaran.


"Karna papa kamu"jawab citra.


"Papa kenapa mah??"tanya bianca lagi.


"Mama bi mohon mama kesini yah,bi kangen banget sama mama hiks hiks"kembali pecah tangisan bianca.


"Maaf.."


Tut tut tut


Hanya kata 'maaf'yg terakhir citra katakan sebelum memutuskan sambungan telepon nya.


"Mah,mama"panggil bianca karna tidak mendengar suara citra lagi.


"huaaaaaaaaa"tangisan bianca pecah ketika melihat sambungan telvon nya terputus.


"Bi"arsenio memanggil bianca lembut.


"Papa,bi kangen sama mama hiks hiks"ucap bianca sambil memeluk tubuh arsenio.


Karna cukup menguras tenaga bianca saat menangis,akhirnya bianca tertidur pulas.


Tapi di pertengahan malam,bianca memanggil manggil citra di dalam tidur nya.


"Bi"arsenio mencoba membangunkan bianca yg masih setia memanggil manggil citra.


"Kenapa no"tanya arin terbangun dari tidurnya mendengar suara arsenio dan juga bianca.


"Mah,bianca badannya panas banget"ucap arsenio panik dan segera menekal tombol darurat.


Tak lama setelah itu tubuh bianca kejang kejang.


"Bi"teriak histeris dari arin,alexander dan juga arsenio melihat tubuh bianca kejang kejang.


"Tolong keluar dulu pak buk"pinta dokter yg akan memeriksa kondisi bianca.


"saya mau disini"ucap arsenio tegas.

__ADS_1


Dokter pun hanya bisa pasrah saja dan mulai memeriksa bianca.


"Mama"panggil bianca setelah tubuhnya tidak lagi kejang kejang.


Arsenio yg mendengar itu segera keluar dari ruang rawat bianca.


"Kamu mau kemana no??"tanya arin setelah melihat arsenio keluar dengan tergesa gesa.


"Ada urusan penting mah"jawab arsenio..


"Apa lebih penting dari anak kamu"bentak alexander.


"Urusan ini penting untuk bianca pah mah"sahut arsenio.


Arsenio begegas pergi ketempat tujuan nya.sesampainya di tempat tujuan,arsenio dengan kasar mengetuk pintu rumah yg di datangi saat ini.


Tok tot tok


"Silahkan masuk tuan"pembantu rumah tangga citra mempersilahkan arsenio masuk.


Ternyata arsenio datang malam malam kerumah citra.


"Citra ada bi??"tanya arsenio to the point.


"Ada tuan,tapi udah tidur"kata bibi.


"Bisa tolong bangunin bi"pinta arsenio.


"pak arsenio"citra kaget melihat seseorang yg berada di ruang tamu nya tengah malam seperti ini.


Arsenio tidak menghiraukan perkataan citra dan langsung saja memeluk tubuh citra dengan sangat erat.


"Maaf"ucap arsenio lirih.


"Maaf untuk apa pak??"tanya citra.


"Apapun"jawab arsenio.


"Saya mohon kita tetap lanjutkan pernikahan yg sudah kita rencanakan"pinta arsenio.


"Tapi bukanya bapak udah batalin pernikahan nya"kata citra masih dengan posisi di peluk oleh arsenio.


"Saya mohon,ini demi bianca,bianca tidak salah apa apa,ini salah saya,kamu boleh nyiksa saya setelah kita menikah nanti,saya mohon"pinta arsenio sambil melepas pelukanya dan menatap citra dengan raut wajah memohon.


"Bapak harus minta saya kepada orang tua saya lagi,dan saya akan ikutin semua keputusan kedua orang tua saya"ucap citra.


Setelah mengatakan itu,citra begegas membangunkan kedua orang tuanya dan tidak lupa mempersilahkan arsenio duduk.


"Untuk apa kamu kesini"ucap hemansyah membuat lamunan arsenio teralihkan.


(Part ini di lewatin aja,kalian hayalin aja sendiri part ini)


Arsenio menyakinkan kedua orang tua citra,segala usaha di kerahkan arsenio agar kedua orang tua citra mau menerima nya lagi.


Waktu berjalan sayang panjang saat arsenio memohon kepada kedua orang tua citra untuk melanjutkan pernikahan nya dengan citra.


Dan tidak di sangka kalo kedua orang tua citra menerima arsenio kembali.


Citra mengantar arsenio kedepan rumah.


"Makasih"ucap arsenio setelah sampai di depan mobil nya yg terparkir di depan rumah citra.


Citra hanya mengangguk sambil tersenyum.


Cup


Arsenio mengecup kening citra kilas.


Setelah arsenio mengecup kening citra,arsenio pun berpamitan dengan citra.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2