AKU ISTRI DOSENKU

AKU ISTRI DOSENKU
boleh???


__ADS_3

Malam hari.


Sudah seminggu usia pernikahan arsenio dan citra.dan sudah seminggu juga arsenio mencoba untuk tidak menyentuh citra,arsenio juga tidak mau terlalu memaksa citra untuk berhubungan suami istri.


Citra juga sebenarnya merasa amat sangat bersalah karna tidak memperbolehkan arsenio untuk menyentuhnya,sejujurnya citra sangat sangat belum siap memberikan mahkota berharga nya kepada arsenio.


Tapi sebagai seorang istri memang itu sudah kewajiban memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani seorang suami.


Dan sebagai seorang suami juga tidak boleh terlalu memaksakan kehendaknya terhadap istrinya.


Walaupun citra belum memperbolehkan arsenio menyentuh nya tapi citra tidak melarang kalo arsenio mencium nya.


"Bi udah tidur??"tanya arsenio tiba tiba setelah citra keluar dari kamar bianca.


"Udah mas"jawab citra.


"Mas butuh sesuatu??"tanya citra.


Arsenio hanya menggeleng kepala


"Terus kenapa mas keluar dari kamar,kenapa gak tidur?"tanya citra bertubi tubi.


"Aku nungguin kamu,kamu lama banget sih jadi aku susulin aja kesini"jawab arsenio.


"Yaudah ayo ke kamar"ajak citra


Dan di jawab anggukan oleh arsenio.


Mereka bedua beriringan menuju ke kamar mereka.


"Aku mau ngomong sesuatu"ucap arsenio setelah sampai di kamar mereka berdua.

__ADS_1


"Ngomong apa mas"citra mengambil posisi duduk di ranjang bersama arsenio.


"Boleh??"tanya arsenio.


Citra merasa bingung dengan pertanyaan arsenio gak menurut nya tidak jelas itu.


"Boleh apa mas??"tanya citra balik.


"Apa boleh aku minta hak sebagi suami??"tanya arsenio dengan tegas.


"A..ku"perkataan citra terpotong oleh arsenio.


"Aku tau kamu belum siapa,tapi ini sudah hak aku sebagai suami dan itu sudah kewajiban kamu sebagi istri harus melayani aku"jelas arsenio.


"T....api mas" lagi lagi perkataan citra di potong oleh arsenio.


"Jangan salahkan aku kalo suatu saat nanti ada perempuan lain yg melayani aku"ucap arsenio tegas mungkin seperti membentak.


"Hiks... Hiks..hiks,maaf mas"ucap citra sambil menangis.


Arsenio merasa prustasi,bukanya dia mendapatkan hak nya malah mendapatkan citra menangis tersendu sendu.


"Lupain aja,ayo tidur udah malam"ujar arsenio tanpa menenangkan citra yg sedang menangis.


"M..as"lirih citra.


"Kenapa??"tanya arsenio cuek dan dengan posisi tidur membelakangi citra yg sedang menangis.


"Aku minta maaf hiks hiks"citra meminta maaf setulus tulusnya.


"Aku udah maafin kamu,sekarang mendingan tidur lupain pembicaraan kita tadi"ujar arsenio.

__ADS_1


"Aku memang egois jadi istri mas,aku gak ngerti perasaan kamu,bahkan aku melarang suami aku buat menyentuh aku,bahkan aku melarang mas untuk mengambil hak mas sebagai suami,aku minta maaf mas,aku belum bisa jadi istri yg baik buat kamu"jelas citra masih dengan terisak isak.


"Kalo kamu udah tau kamu kaya gitu kenapa masih ngelakuin itu"timpal arsenio.


"Mas maaf,"ucap citra.


"Aku udah bilang kalo aku udah maafin kamu"ujar arsenio.


"Mas kita solat dua rakaat dulu sebelum melakukan hubungan suami istri"ajak citra.


"Aku gak mau kamu ngelakuin nya dengan terpaksa"ucap arsenio.


"Aku gak terpaksa mas"ucap citra sedikit berteriak.


"ini udah hak mas,dan ini juga udah jadi kewajiban akus sebagai istri untuk melayani kebutuhan jasmani dan rohani kamu"jelas citra.


Tak butuh waktu lama mereka solat,setelah solat mereka kembali ke atas kasur untuk menyelesaikan semuanya.


"Kamu yakin??"tanya arsenio.


Citra hanya mengangguk malu.


Bulan dan bintang dan malam serta kesunyian menjadi saksi bersatu nya mereka tanpa ada jarak sedikit pun.


Dua insan yg sudah dikatakan utuh menjadi pasangan suami istri yg sesungguhnya.


Mereka melakukan tanpa ada keterpaksaan sedikit pun.


Arsenio pun bertanya dengan serius kepada citra apakah dia tidak terpaksa melakukan ini dan jawabannya adalah tidak ada paksaan sama sekali.


Malam ini arsenio dan citra melewati malam dengan sangat bahagia,bahkan keduanya melupakan sebelumnya mereka berdua berdebat hebat karna hanya masalah melakukan hubungan suami istri.

__ADS_1


__ADS_2