Aku Jadi Yang Kedua

Aku Jadi Yang Kedua
Dua Puluh Tujuh


__ADS_3

Siang hari sepulang sekolah, Maryam dan Sulaiman diantar oleh Rayhan ke rumah Zia. Rayhan singgah sebentar di rumah itu untuk makan siang bersama Zia. Dari ruang makan terdengar suara Sulaiman yang bercanda bersama Maryam di ruang tengah.


"Ma syaa Allah, kamu pintar masak Zi," ucap Rayhan setelah makan satu suapan dari piringnya.


"Cuma menu sederhana Mas, sayur bening daun kelor dan ikan kembung goreng, sambelnya sisa tadi pagi yang Mas ga mau makan," sahut Zia.


"Mungkin karena kamu yang masak Zi,"


Zia hanya mencebik mendengar pujian Rayhan.


"Apa mungkin karena aku masaknya dengan cinta, dan penuh harap bahwa Mas Ray akan senang memakannya," ucap Zia.


"Bisa jadi, ketulusanmu yang membuat makanan ini terasa enak, ma syaa Allah," ucap Rayhan.


"Umma, Maryam ngantuk katanya," ucap Sulaiman yang datang ke meja makan.


"Iya bobok di kamar atas ya, Sulaiman juga, kasurnya kan ada atas bawah, bisa dipakai satu-satu,"


"Mas bentar aku antar anak-anak ke kamar ya," ucap Zia. Rayhan mengangguk mengiyakan.


"Yuk Maryam, Sulaiman juga, kita ke atas," ajak Zia. Dan mereka bertiga ke atas ke kamar Maryam.


Rayhan terus menikmati makan siangnya hingga habis, dan mencuci piringnya sendiri.


"Mas jangan, biar aku aja yang nyuci, mas Ray taruh aja di situ," ucap Zia yang turun dari tangga.


"Ga pa pa," sahut Rayhan.


"Makasih kalau gitu," ucap Zia yang memeluk Rayhan dari belakang, seperti di film-film romantis itu.


"Kamu ngapain sih Zi," tanya Raihan yang menjadi geli.


"Nggak papa Mas pengen gini aja sebentar," sahut Zia.


Raihan sudah selesai mencuci piringnya dan mencuci tangannya, kemudian mengelap tangannya dengan handuk yang tersedia di sana. Dan setelah itu dia berputar kemudian memeluk Zia.


"Kamu belum selesai makannya Zi, cepat selesaikan, nanti setelah itu kita bersantai sedikit lagi," ucap Rayhan.


"Baik Mas aku selesaikan makan siangku, Mas jangan kemana-kemana ya temenin aku aja di sini," sahut Zia yang kemudian melanjutkan makan siangnya.

__ADS_1


"Aku ke mobil sebentar ya Zi mau ambil laptop, habis ini ada meeting Zoom dengan klien, boleh ya aku meeting di sini," ucap Rayhan.


Zia hanya mengangguk dan tersenyum, karena mulutnya sekarang masih penuh dengan makanan.


Rayhan telah kembali dari mengambil laptop kemudian ia duduk di hadapan dia dan membuka laptopnya di sana. Kemudian ia memulai meetingnya dengan klien.


Zia menyelesaikan makannya sambil melihat suaminya Rayhan yang sedang serius bekerja dengan klien. Rayhan terlihat sangat berwibawa dan sangat tegas membuat Zia semakin terpesona dan jatuh cinta pada Rayhan.


Satu jam kemudian Meeting itu selesai dan Rayhan harus kembali ke kantor, Zia dengan berat hati melepas Rayhan untuk bekerja kembali ke kantor.


"Aku tinggal dulu ya Zi nanti sore Insya Allah aku jemput anak-anak untuk kita bawa ke kedai ayamnya Alfina," ucap Raihan.


"Baik Mas aku tunggu ya nanti sore, mas hati-hati jalan ke kantor," sahut Zia.


"Baik aku pergi dulu ya sayang, Assalamualaikum," ucap Rayhan Seraya mencium kening Zia.


"Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh," sahut Zia.


.


.


Sore harinya Zia telah menyiapkan Sulaiman dan Maryam untuk diajak pergi ke kedai ayam goreng milik Alfina, menunggu Rayhan menjemput terlebih dahulu.


"Nah itu Abi datang," ucap Zia.


"Abi !!!" seru Sulaiman dan Maryam yang langsung berlari menghambur memeluk Rayhan.


"Sudah lama kalian menunggunya?" tanya Rayhan.


"Nggak juga bi," sahut Sulaiman.


"Tapi kami pengen segera makan ayam Bi," sahut Maryam.


"Oke kita berangkat sekarang, ayo Zi kita berangkat," ucap Raihan.


"Sebentar Mas aku matikan air kerannya dulu," sahut Zia.


Dan mereka pergi ke sekolah untuk menjemput Aisyah terlebih dahulu baru kemudian menuju kedai ayam goreng milik Alfina.

__ADS_1


Sesampainya di katai ayam di kedai Alfina anak-anak langsung turun dan berhambur masuk ke dalam ruko.


"Wah akhirnya datang juga Ummi sudah lama menunggu kalian," ucap Alfina.


Afina menyiapkan satu box besar berisi ayam goreng, kemudian beberapa nasi putih di atas piring.


"Mau nambah apa lagi? Kentang goreng, atau sosis goreng?" tanya Alfina.


"Aku mau sosis," sahut Maryam


"Aku mau kentang goreng aja," sahut Sulaiman.


"Aisyah mau apa?" tanya Alfina.


"Aku mau minum aja Ummi mau Milo," jawab Aisyah.


"Baiklah Umi siapin dulu ya," ucap Alfina.


"Fatimah kemana Al?" tanya Rayhan.


"Fatimah lagi tidur di atas Mas," sahut Alfina dan dia segera menyiapkan tambahan dan minuman untuk anak-anak.


"Kamu mau minum apa Dek Zia?" tanya Alfina aku air putih aja Mbak sahut Zia.


"Wah selera kalian sama, kamu dan Mas Ray sama-sama suka air putih, dia jarang minum yang manis-manis ya," ucap Alfina.


Zia hanya tersenyum mendengarnya. Rayhan naik ke atas untuk melihat putri kecilnya Fatimah, dan tak lama kemudian dia turun bersama si kecil Fatimah.


"Fatimah mau makan?" tanya Zia, Fatimah hanya mengangguk dan menguap karena masih mengantuk.


Setelah itu mereka semua makan bersama dengan bahagia, terutama Rayhan yang terlihat bahagia melihat kedua istrinya saling akur, anak-anaknya juga terlihat saling menyayangi.


Setelah selesai Alfina menutup kedai dan pamit pulang bersama Aisyah Sulaiman dan si kecil Fatimah.


"Mas aku pamit pulang dulu ya, makasih sudah mau datang semuanya," ucap Alfina.


"Aku yang terima kasih Mbak sudah merepotkan Mbak Al, terima kasih ya atas makanannya," ucap Zia.


"Baiklah hati-hati di jalan Al, jangan ngebut pelan-pelan aja jaga anak-anak ya," ucap Rayhan, kemudian mereka berpisah di sana.

__ADS_1


Sedangkan Rayhan bersama Zia dan Maryam pulang ke rumah Zia.


Di dalam mobil, Alfina juga merasa sedih karena tidak bisa mengajak Rayhan pulang bersama, karena Rayhan masih harus bersama Zia malam ini dan besok, dalam hati kecilnya Alfina juga merasa sakit, namun itu sudah menjadi pilihannya untuk berbagi suami dengan Zia adik madunya.


__ADS_2