Aku Jadi Yang Kedua

Aku Jadi Yang Kedua
Dua Puluh Sembilan


__ADS_3

Rayhan pergi ke reuni bersama Alfina. Di dalam perjalanan tak henti- henti Alfina tersenyum dan bersyukur karena bisa pergi bersama Rayhan kembali. Tangannya menggenggam tangan Rayhan dan menciuminya seperti sudah lama tidak berjumpa.


"Kamu ini kenapa sih Al Kok tumben tangan aku diciumin terus, kangen ya?" tanya Rayhan yang heran dengan kelakuan Alfina, tidak biasanya dia bucin seperti itu.


"Ya iyalah Mas namanya juga nggak bertemu sama suami, pasti kangen," sahut Alfina.


"Aku rasa kamu sekarang banyak berubah Al," ucap Rayhan.


"Aku? Berubah? Berubah bagaimana Mas?" tanya Alfina.


"Ya berubah, biasanya kamu cuek sama aku, sekarang di dekatku kamu mau pegang tangan dan cium-ciumin tanganku," ucap Rayhan.


"Ah iya Mas mungkin aja aku merasa ada saingan, jadi aku tidak mau kalah dengan adik maduku, aku lebih rajin bersih-bersih aku lebih rajin merawat diri, karena aku takut kamu dicuri," tutur Alfina.


"Kamu tenang saja, Zia bukan orang yang seperti itu, Insya Allah dia tahu kok posisinya," ucap Rayhan menenangkan hati istri pertamanya.


"Ya semoga saja terus seperti ini ya Mas,"


"Eh ..Mas Ray betah di sana? Di rumahnya Dek Zia?" tanya Alfina.


"Ya alhamdulillah," sahut Rayhan.


"Alhamdulillah kalau gitu, aku ikut senang, dek Zia baik-baik saja kan, aku khawatir dia akan terlalu capek menuruti kemauanmu hehehe," ucap Alfina sambil cengengesan.


"Wah berarti selama ini aku sangat merepotkanmu Al, apalagi aku sudah menyuruhmu merawat anak sebanyak itu, maafkan aku ya Al," ucap Raihan.


"Gimana ya... Aku juga senang bisa melayani Mas Rayhan, bisa merawat anak-anak, karena tahu pahala dari Allah itu sangat besar bagi seorang wanita yang mau merawat keluarganya sendiri," sahut Alfina.


"Alhamdulillah Terima kasih Al, Alhamdulillah aku sangat bersyukur mempunyaimu dan juga sekarang aku punya Zia," ucap Rayhan.


"Rumah ada keperluan sesuatu atau tidak Al? Kalau ada kita mampir untuk membelinya," tanya Raihan.


"Nggak ada Mas Alhamdulillah udah ada semuanya nanti saja pas Mas pulang ke rumah kita belanja sama anak-anak ya," sahut Alfina.

__ADS_1


"Baiklah My Honey Baby," ucap Rayhan.


Rayhan menyetir dengan kecepatan sedang menikmati pemandangan kota bersama istri pertamanya, dalam dalam hatinya rindu juga dengan Alfina, bersyukur istri seperti Alfina dan juga Zia.


"Mas bahagia punya dua istri?" tanya Alfina.


"Ah... kenapa pertanyaan kalian sama, ya kemarin Zia juga tanya seperti itu," ucap Rayhan yang tersenyum.


"Lalu Mas jawab apa?"


"Oke... aku akan jawab yang sama dengan apa yang aku katakan pada Zia, untuk saat ini aku bahagia punya kalian berdua," jawab Rayhan.


"Kenapa saat ini jawabannya? Apa Mas pikir suatu saat kita tidak akan bahagia?" tanya Alfina.


Lagi-lagi Rayhan tersenyum di buatnya karena pertanyaannya juga Sama dengan Dengan Zia, kompak bener nih dua istri...batin Rayhan.


"Iya karena saat ini kalian bersamaku hidup rukun dan damai, kalian tidak bertengkar, tidak saling iri, tidak saling mendendam, saling menyayangi, aku ikut bahagia melihatnya, tapi kalau sampai kalian ada perselisihan, ada pertengkaran, aduh... aku nggak tahu lagi harus gimana, aku pasti sedih," jawab Rayhan.


"Aamiin..." ucap Rayhan ikut mengamini.


Selang berapa lama mereka sampai hotel tempat reuni kampus diadakan. Rayhan menggandeng tangan Alfina masuk ke dalam ruang pertemuan Hotel itu, di sana telah ada teman-teman dekat Rayhan yang juga mengenal Alfina.


"Al..kamu sama teman-temanku yang perempuan di sana ya, aku di sini sama Bayu dan yang lainnya," ucap Rayhan.


"Baik Mas," sahut Alfina, kemudian dia pergi ke tempat teman-teman Rayhan yang perempuan.


.


.


Sementara di rumah Zia... Zia sedang sibuk memasak makan siang untuk anak-anak sambil mengawasi mereka bermain. Aisyah membantu Zia memasak di dapur.


"Umma masak apa?" tanya Aisyah.

__ADS_1


"Ini Umma mau bikin ikan gurami saus asam manis, kamu doyan kan makan ikan? Adik-adik gimana doyan juga nggak?"


"Iya umma semuanya doyan kok sama ikan, aku boleh bantu umma?" tanya Aisyah.


"Tentu saja boleh dong, Umma minta tolong potong-potong wortelnya juga buah nanasnya ya, ini talenannya, ini pisaunya, kalau sudah ditaruh mangkuk sini ya, hati-hati waktu menggunakan pisau,"pesan Zia.


"Oke Umma," sahut Aisyah. Hingga tiga puluh menit mereka sibuk di dapur, akhirnya siap juga makan siang untuk Aisyah dan adik-adiknya.


"Udah siap Ais, panggil adik-adikmu gih," pinta Zia


"Baik Umma," sahut Aisyah. Kemudian ia memanggil adik-adiknya untuk pergi ke meja makan.


"Ayo cuci tangan dulu semuanya jangan lupa pakai sabun ya," ucap Zia, Aisyah membantu Fatimah mencuci tangan, kemudian mereka makan bersama di meja makan.


Zia sangat senang kedatangan anak-anak ini, anak-anak Mas Rayhan dan Mbak Alfina sangat sopan dan baik... batin Zia.


Tidak ada dari mereka yang menganggap Zia atau Maryam merebut kasih sayang ayahnya, karena Rayhan juga tetap menyayangi mereka. Setelah makan mereka semua shalat dhuhur dan kembali bermain di ruang tengah.


Zia membereskan sisa makan siang dan mencuci piring di dapur. Setelah selesai, ia menengok ke ruang tengah, ternyata anak-anak sudah tertidur, pantas saja tidak ada suara dari 10 menit yang lalu. Anak-anak tidur berjajar di atas karpet kemudian dia mengambil bantal dari kamar atas untuk dipakaikan kepada anak-anak yang tidur di karpet.


Kemudian Zia sendiri naik ke lantai atas untuk istirahat sebentar. Badanmya sangat lelah, namun matanya tidak bisa terpejam, masih terpikirkan bagaimana senangnya Alfina diajak Raihan untuk acara reuninya.


"Kapan ya mas Ray mau mengajakku keluar... tapi aku harus tahu diri kalau aku hanya istri kedua... mungkin mas Ray enggan harus publish ke orang-orang kalau dia punya istri dua..." lirih Zia.


"Ah lebih baik Aku mandi saja biar segar badan ini..." gumam Zia kemudian pergi ke kamar mandi, Zia mandi di bawah pancuran shower, rambutnya ia tutup dengan shower cap agar tidak kebasahan.


Lagi asyik-asyiknya mandi, tiba-tiba Rayhan membuka pintu kamar mandi.


"Mas!!" ucap Zia memelototkan matanya karena terkejut. Spontan ia menyambar handuk dan menutupi tubuhnya.


"Ssst!!!" ucap Rayhan.


"Mba Al?" tanya Zia.

__ADS_1


__ADS_2