
Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Sekarang ia sudah naik kelas. Tak pernah Linda bayangkan akan berpisah dengan seseorang yg ia cintai, itu amatlah berat. Walaupun ia selalu berdebat hal² yang tidak penting bahkan terkesan seperti anak kecil yang manja. Manjalani sebuah hubungan dengan jarak yang memisahkan. Ya Kejujuran harus yang paling utama. Ia juga selalu berfikir yang tidak² terhadap Luqman, ia takut jika di Pondok sana Luqman akan mendapatkan seseorang yang lebih biak dari dirinya. Ia memang bukan lah seseorang yang sempurna, dan ia juga percaya bahwa di dunia ini tak ada yang sempurna karna kesempurnaan hanya lah milik Allah SWT. Tapi ia juga tak bisa memungkiri, bahwa ia juga bukan santri yang baik agamanya, ilmu yang ia miliki tak seperti santri² yang berada di pondok pesantren. Ia sangat takut jika kepergiaan Luqman ini akan menjadi hal yang sangat menyakitkan. Tapi di sisi lain ia juga tak boleh egois, i aharus percaya bahwa di sana Luqman akan belajar dan meraih cita² nya. Bukan untuk bersenang². Mau tidak mau ia harus mengikhlaskan kepergiaanya.
Hari² sebelum perpisahannya dengan Luqman Ia gunakan dengan banyaknya kenangan² yang sudah ia lakukan bersama tapi tetap dengan syariat agama.
Tepat 2 hari sebelum perpisahan ini adalah hari ulang tahun Luqman. Dimana Linda memberikan sebuah hadiah kecil untuk Luqman. Ia bertemu di tempat yang berbeda bukan lagi di taman Belakang Pesantren. Melainkan di tepi Danau yang tak jauh dari Rumah Linda.
"Assalamu'alaikum habibii Qollbii, ada apa mengajak ku bertemu di sini?" tanya Luqman
"Waalaikumsalam, Mabruk alfaa Mabruk akang ku, Habibii Qollbii ku. Doa yang terbaik untukmu selalu ku panjatkan. Alhamdulillah sekarang telah beranjak usia mu kang, semoga barokah ya kang di usia mu ini, dan semoga akang lebih biak dari sebelumnya dan bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ini ada sedikit kenang² an dari adik untuk akang, semoga akang suka ya. Boleh ko langsung di buka."
"Ya Allah adikku, habibii Qollbii ku, kenapa kamu repot² seperti ini. Akang hanya butuh doa² yang terbaik dari adik saja. Ndak usah seperti ini." ucapnya sambil membuka bungkusnya
"Ya Allah dik, ini bagus banget sarungnya. Dan kenapa kamu bisa tau ini warna favorit akang. Padahal akang belum pernah bilang lho dek." ucapnya dengan bahagia
"Lho yang bener kang? berarti sehati dong. Ya sudah ayok makan² akang yang teraktir sekalian sebelum dari akang"kata Linda sambil nyenggir.
" Ayok, mau makan apa?" katanya
"Emb, adik sih pengen bakso kang. Akang gimana?" tanya Linda
"Ya sudah ayok" ajak Luqman
*
*
Dua hari telah berlalu kini hari yang tak di harapkan. Keduanya akan berpisah dengan jarak yang membatasinya. Luqman pun berpamitan ke rumah Linda, setelah ia berpamitan kepada Pemilik pondok sebelumnya. Ia bertemu dengan kedua orang tua Linda dan Linda juga. Keluarga Linda pun tak tau akan maksud kedatangan Luqman ke rumahnya. Setelah Luqman menjelaskan awalnya Ayah Linda juga sedih, tapi apa boleh buat Beliau tak berhak untuk melarangnya menimba Ilmu di sana.
"Assalamu'alaikum" ucap Luqman
"Waalaikumsalam" ucap keluarga Linda
__ADS_1
"Eh nak Luqman, tumben Rene? meh ketemu Linda? kae Linda lagi neng taman mburi. (Eh nak Luqman, tumben ke sini? mau ketemu Linda? itu Linda ada di taman belakang" ucap Ayah Linda
"Nggih bapak, tapi saya juga ke sini ingin bertemu dengan keluarga bapak, saya mau berpamitan un...." belum selesai ucapan nya di potong ibu Linda
"Lho emang nak Luqman meh neng endi tho? ono pamitan segala" sela ibu Linda
"Ini bu, saya mau Pindah pondok Ke Rembang hari ini. Saya juga mau berbicara dengan Linda berdua apakah boleh?" jawab Luqman
"Oh yo oleh tho nak." jawab Ayah Linda
"Bu tolong panggilkan Linda ya" pinta Ayah Linda pada ibu Linda
"Eh iiyo nak, hati² kalo begitu, jaga diri baik² ya di sana, bapak. hanya bisa mendokan yang terbaik untukmu, semoga betah di tempat yang baru ya nak, walau sebetulnya bapak masih ingin kamu berada di sini, tapi ya mau bagaimana lagi itu sudah keputusan mu dan keluarga mu untuk masa depan mu. Semoga sukses ya nak. Ya sudah bapak tak ke toko dulu ya, sudah siang ini, belum di buka tokonya." ucap Ayah Linda
"Nggih bapak, Terima kasih. Hati² nggih pak." jawab Luqman
Tak lama kemudian Linda datang seorang diri, Ibunya melanjutkan pekerjaan rumahnya sebagai ibu rumah tangga.
"Waalaikumsalam, eh adikku, Habibii Qollbii ku, kenapa sedih begini?" jawab Luqman
"Akang jadi pergi sekarang?" tanya nya lemas
"Iya dek, akan ke sini mau pamit dengan adikku yang manis ini. Sudah dong jangan sedih trs, akang jadi berat ini meninggalkan adik. Akang di sana untuk menuntut ilmu dik, bukan untuk hal lain. Dan akang kan sudah janji nanti kalo ada kesempatan akang akan kabari adik terus. Sudah ya senyum dong." bujuknya
"Janji ya kang akang kabari adik bagiamana pun caranya" ucapnya
"Iya, tapi di sini akang mau adik berjanji untuk akang, apakah adik mau?" tanya Luqman
"Iya mau kang, tapi akan juga harus berjanji untuk adik" jawabnya
"Adik janji, akan selalu menjaga hati adik untuk akang, dan menunggu akang kembali untuk menghalalkan adik." katanya
__ADS_1
"Iya kang adik janji akan menjaga hati adik untuk akang, adik juga ingin akang berjanji untuk adik. Jaga hati akang untuk adik, apapun yang terjadi akang akan kembali ke adik lagi. Janji kang?" kata Linda serius.
"Iya dik akang janji akan menjaga hati akang untuk adik seorang Linda Amelia, sekarang adik harus senyum jangan sedih lagi" bujuknya
"Iya kang, adik akan selalu bahagia biar akang senang. Tapi kang adik takut kang, ada sesuatu yamg membuat adik tak bisa berfikir jernih kang, adik sayang sama akang, adik cinta sama akang. Akan harus kembali lagi ke adik, kang jangan pernah lupakan adik ya." ucapnya sudah tak bisa membendung butiran kristal yang ada di pelupuk matanya
"In Syaa Allah dik, akang akan kembali ke adik lagi atas kehendak-Nya. Sudah jangan bersedih lagi ya. La tahzan InnaIllaha Ma'anaa. Kalo adik kangen dengarkan sholawat Ya Habibal Qolbi ya dik, in Syaa Allah juga adik akan kembali tenang." kata Luqman
"Iya kang, ya sudah akang hati² ya di Jalan, Semangat buat akang" jawab Linda
"Adik juga semangat, sudah kelas 12, sebentar lagi juga mau lulus, adik harus melanjutkan untuk mencapai cita² adik ya. Ya sudah akang pamit. Salam dan maaf buat Ayah dan ibu ya dik. Assalamu'alaikum" kata Luqman
" Iya kang" dengan suara parau
Linda sebenarnya juga tak rela melapas Luqman, tapi ia juga tak boleh egois. Iya juga harus berjuang kembali sekarang. Apalagi ia juga sudah menginjak kelas 12, waktunya untuk berjuang kembali.
DATANG UNTUK PERGI, PERGI UNTUK KEMBALI
Secuil harapan..
Apakah kelanjutan ceritanya, pasti penasaran kan? Tunggu episode selanjutnya yang akan semakin menegangkan dan In Syaa Allah akan ada kejutan² di episode² selanjutnya.. Ya ada bumbu² sedikit lah ya.. hehe
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
*Jangan lupa Tinggalkan Vote, Like dan Comment ya Guys.. 💞💞💞 Biar tambah semangat nulisnya..
Maaf jika masih ada banyak typo..🙏🙏
HAPPY READING.. 📖
Salam sayang dari Author 💗
__ADS_1
Continued..