
Malam setelah melaksanakan sholat Isya' semua santri harus mengikuti kegiatan mengaji di ndalem nya Abah kyai. Sebelum itu Nafis sahabat Linda sudah tiba di rumah Linda. Saat mereka berjalan menuju ke arah pesantren tidak sengaja bertemu dengan santri Putra yang tengah berjalan bergandengan tangan dengan saudaranya.
"fis, liat deh itu yang tadi pagi aku ceritakan." kataku
"Ealah itu, aku mah kenal sama tuh anak. Dia memang seperti itu malu², apalagi kalo sama lawan jenisnya. Cie kamu kepo ya." seru Nafis
"Eh man Luqman, ini ada ukhty yang mau kenalan sama kamu." teriak Nafis kepada Luqman
"Afwan mb, ini mb yang tadi kemaren jatuh itu kan? bagaimana kaki nya masih sakit apa ngga.?" tanya nya dengan khawatir
Baru kali ini Luqman mau berbicara dengan lawan jenis nya selain keluarga nya. Ya Nafis adalah kerabat jauh dari Luqman itu kenapa Luqman mau berbicara dengannya.
"Kacang kacang kacang, di sini ada orang tapi tak di hiraukan. Yang ngajak bicara siapa, malah bicara dengan yang lain." sindir Nafis
"Apa sih fis, kamu itu." kata Linda
"Mb kenapa bisik² saya tanya lho" kata Luqman
"Ah, iya kang. Kan sudah liat saya bisa jalan ya berarti sudah sembuh. Sudah tau kenapa bertanya" ketusnya
"Apa salah saya ya mb kenapa mb nya marah² terus kalo sama saya? saya minta maaf jika saya punya salah sama mb. Saya awalan fis, buruan masuk. Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan
'Iya, ya kenapa aku marah² terus kalo sama dia. Padahal dia juga sudah baik membantu aku ketika jatuh, sampai di antarkan ke rumah. Kalo di lihat² ya dia manis, baik, sopan, dan kaya nya dia juga sangat menghormati perempuan.' batinnya
"Weh Lin, yah malah melamun nih anak, ayok cepat keburu abah rawuh" ajak
Nafis
"Pasti mikirin si Luqman ini, ayok jalan. Jangan bilang kamu suka ya sama dia pada pandangan pertama. Aaa Linda." teriaknya sambil menarik lengan Linda
"Ah apaan sih Fis, siapa juga yang suka sama dia. Engga ada engga. Em, sudah ayok jangan di tarik², aku bisa jalan sendiri." kataku
SKIP NGAJI
Selesai ngaji Linda berjalan ke asrama, dia ingin bertemu dengan teman² nya dan melanjutkan hafalannya. Di lain tempat Nafis yang masih berada dibelakang menunggu Luqman keluar.
"Nih anak kalo di tungguin ngga dateng², tapi kalo sama Linda selalu ketemu aja. Emang ya jodoh itu ngga kemana." gerutu Nafis
"Assalamu'alaikum, ukhty" kata Luqman
"Kenapa marah², nanti cepat tua lho" sambung Luqman sambil cekikikan
"Enak aja kalo ngomong. Nyumpahin aku cepet tua kamu" jawab Nafis yg belum sadar kalo itu Luqman
"Saya salam ko tidak di jawab." katanya
__ADS_1
"Eh iya, Waalaikumsalam." ucapnya dan berbalik badan ternyata si Luqman
"Eh kamu itu ya di tunggu dari tadi ko lama banget, jamuran aku di sini dari tadi." sambung nya sambil mengerutu
"Ah iya, afwan. Ada apa ukhty mencari ku" katanya sambil pandangannya mencari sesuatu
"Kamu nyari apa? sandal kamu? atau apa?" Goda nya padahal ia tau kalo Luqman tengah mencari sahabatnya itu
"Ah anu itu aku lagi mencari Mas didit" katanya
"Mas didit atau sahabat ku itu." tanya nya sambil menyelidik
"Hehe kamu tau aja, aku sebener nya mau tanya tentang mb Santri itu. " katanya dengan malu²
"Ah iya iya, gimana cerita" ucapnya sambil menunjukkan wajah serius.
"Begini ukhty, aku itu sering banget mengamati dia, entah kenapa setiap liat wajahnya dan senyumannya itu lho bikin adem hati dan pikiran, sampai² nih ya jantung ku seakan-akan seperti punya riwayat sakit jantung berdebar kencang. Tapi sayang, dianya cuek, judes tak selalu marah² dengan ku padahal kau tak pernah ada salah sama dia. Aku juga tidak tau apakah aku Suka atau hanya kagum, yang jelas senyumannya selalu menghantui pikiran ku. Bahkan aku saja tidak tau namanya, boro² mau tau namanya. Setiap bertemu aja selalu marah" ucapnya sambil lesu
"Oh jadi seperti itu, dia itu memang cuek anaknya apalagi kalo sama lawan jenis nya. Tapi kalo sudah kenal ya dia ngga bisa pisah, udah seperti orang gila. Eh btw kau juga heran awalnya sama kamu waktu liat kamu berbicara panjang lebar dengannya. Padahal biasanya kamu tidak pernah merespon perempuan, tenyata oh ternyata ada udang di balik bakwan tho." ucapnya
'Ini kesempatan buat kompor-kompirin si Linda sama si Luqman xixi..' batinnya
"Eh ini man, dia itu paling nati sama cowok. Tapi setelah bertemu dengan mu Dia suka sama kamu. Aku sebenernya tidak mau bilang sama kamu takut dia marah. Tapi setelah tau, kamu juga suka apa salahnya jujur ya ngga?"
" Yang benar fis, tolong dong sampaikan ke dia besok suruh ketemu di Taman Belakang Pesantren ya". Ucapnya dengan berbinar
"Ikhlas ngga kamu sih bantuin sepupu" sambil bersunggut
"Ya sudah kalo tidak mau. Assalamu'alaikum bye" kata Nafis
"Iya, iya kamu mau apa?" jawabnya
"Nanti aku fikirkan dulu ya." katanya sambil berjalan menuju asrama putri.
Setelah sampai di asrama putri ia menuju kamar yang biasa di tempati Linda jika sedang di Pesantren. Ia segera bergegas masuk ke dalam kamar tanpa mengucap salam sambil ngos-ngosan
Ceklek
"Waalaikumsalam" ucap yang punya kamar
"Hehe Assalamu'alaikum" Ucap Nafis
"Kamu tuh ya Fis, kebiasaan banget masuk kamar tanpa salam" ucap salah satu santri
"Ya maaf, aku punya cerita yang bakal buat kalian kaget." katanya sambil menggoda Linda
"Apa sih Lin, ini lagi setor hafalan sama mb Mud. Diem dulu" katanya
__ADS_1
"Ya lanjutkan." katanya Nafis
.
.
"Ada apa?" tanya Linda
"Itu ada kang santri yang naksir kamu." kata Nafis
"Iya udah tau banyak yang suka biarkan saja. Paling juga main²" Katanya cuek
"Ih ini bukan santri sembarangan lho ya. Nanti kalo dia udah sama orang lain kamu nyesel." goda Nafis
"Udah ah jangan bertele². Ayok pulang, sudah malam" katanya
"Itu kang² yang bantuin kamu kemaren, yang biasa nya kamu sebut gandengan sesama jenis itu itu suka sama kamu" ceplos Nafis
"Haha tidak mungkin lah, jangan ngaco kamu. Sudah ayok pulang, semakin malam semakin ngelantur omongan mu Fis." katanya
"Mb aku pulang dulu ya. Assalamu'alaikum" sambung nya pada mb asrama
"Waalaikumsalam" ucap serempak
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Depan rumah Linda.
"Besok kita ke taman Belakang Pesantren ya. Si Aa' Luqman sudah menunggu di sana, sore ya." ucap Nafis yang tak di hiraukan oleh Linda
"TITI DJ. Waalaikumsalam" sambil masuk ke rumah
Skip kamar
'Apa iya ya yang di katakan Nafis, kalo kang itu suka sama aku. Ah ngga mungkin. Tapi aku juga suka sebenernya sama dia. Ah mungkin ini hanya bercanda, tidak mungkin kan dia suka. Biar lah urusan hati Biar Allah yang menggerakkan Nya. Tidak boleh berharap terhadap manusia. Berharap lah kepada Allah.' batinnya
Setelah terbuai dengan pikirannya sendiri tanpa sadari ia sudah terlelap dalam dunia kapuk nya..
* Jangan lupa Tinggalkan Vote, Like dan Comment ya Guys.. 💞💞💞 Biar tambah semangat nulisnya..
Maaf jika masih ada banyak typo..🙏🙏
HAPPY READING.. 📖
Salam sayang dari Author 💗
Continued..
__ADS_1