Aku Kamu Dan Jodoh

Aku Kamu Dan Jodoh
EPISODE 16


__ADS_3

Linda masih berada di undak²an itu, ia masih merasakan lemas di kakinya. Ia tak bisa berjalan, ia ingin sekali menangis, tapi di cegah oleh mb Alvi itu. Tak lama kemudian Linda sudah agak membaik, walau belum bisa berjalan seperti biasa. Mb Alvi mengajak Linda untuk berjalan ke arah Ridwa dan temennya itu, Linda pun setuju dan di papah oleh mb alvi.


"Dek, kuat jalan? kita ke sana saja ya, sama Hendra dan Ridwan" ajak mb alvi


"Iya mb" ucapnya sambil lemas


Linda berjalan di papah oleh mb Alvi agar sampai ke arah Ridwa dan temannya.


Kini Linda sudah sampai dan duduk di samping Ridwan. Ridwan menyembunyikan rasa khawatirnya, dan berusaha untuk menghibur Linda. Dan mb Alvi selalu memperingatkan agar Linda tak melamun.


"Lho dek Linda kenpa? sakit? masak yg namanya Linda bisa sakit juga. Tak kira semua penyakit takut sama kamu dek? haha.. kan kamu cuek judes, cerewet wes opo wae lah kuwi haha.. ternyata seorang Linda bisa sakit juga ya? haha" ucap Ridwan menggoda Linda untuk menghilangkan rasa khatirnya


Tak lama setelah Ridwan berkata seprti itu Linda pingsan


"Dek Lin, hey dek" ucap mb alvi sambil menepuk pipi dan pundaknya


"Lha wan, Linda pingsan tenan, ya Allah iki tho piye wan" sambung mb alvi khawatir


Ridwan semakin khawatir, ia mencoba membangunkan Linda, ia mencoba untuk membacakan surah² agar Linda kembali sadar. Tak lama setelah itu Linda sadar


"Dek, kaki mu kasih lemes? bisa jalan ndak?" tanya mb alvi, Linda hanya mengangguk kembalian


"Dek jangan melamun ya, istigfar yg banyak, baca sholawat" sambung mb alvi


Tak lama Linda kembali tak sadar kan diri, ia pingsan 3x. Setelah pingsan nya yg ketiga Linda merenggek untuk kembali ke tempat transit yang, ia tak mau lama² di sana, ia juga merasakan panas di bagian pundaknya sebelah kiri


"Mb panas, ayok pulang" ucapnya lemas sambil memegang pundak nya.


"Tapi kamu masih lemes ndak kakinya? kita istirahat dulu saja ndak papa" kata mb alvi


"In Syaa Allah bisa mb ayok pulang mb" paksanya


"Tak papah aku sama Hendra wae, ngko nek kaki lemes meh bilang, kita duduk lagi" ucap Ridwan sambil berdiri


Linda mencoba berdiri di bantu oleh mb Alvi nya. Saat tangan Ridwan ingin menyentuhnya, ia menepisnya.

__ADS_1


"Dek, darurat. Maaf ya aku menyentuh tangan mu lagi" jawab Ridwan pasrah


'Ya Allah maaf kan aku ya Allah, walaupun masih ada pembatas nya, tapi tak seharusnya seperti ini. Ini juga darurat, jika aku tidak menerimanya lantas bagaimana aku akan kembali' batinnya linda


Akhirnya Linda mau di papah oleh Ridwan dan Hendra. Saat berjalan beberapa langkah, Linda kembali merasa kan lemas, dan panas. Mereka mencoba untuk duduk di depan rumah depannya. Linda di tidurkan di pangkuan alvi.


"Wan, hen iki piye? kasihan kalo seperti ini terus?" tanya alvi khawatir


"Begini saja. Wan, kamu ambil motor, bawa k sini, trs Linda bonceng ke, men ndang balik, ojo ng kene trs saake cah iki" jawab hendra


"Oh iya sek, aku tak rono sek berarti ya" ucap Ridwan tanpa sadar bahawa motonya ito motor laki².


Saat Ridwan sampai di tempat transit ia baru sadar, bahwa ia mengendari dgn motor laki² nya. Bagaimana ia akan membawa Linda nanti (Bayangin ya Linda itu baru sadar pingsan lagi sadar lagi, bagaimana ia akan memboncengkan Linda menggunakan motor laki² nya apalagi lewat jalan setapak dan di tengah laut) bayangin bagaimana takutnya Ridwan. Ia mau minjam motor matic tapi tak ada di orang di sana. Alhasil ia tetap menggunakan motornya


Saat di tengah perjalanan Ridwan berpapasan dengan semua peserta yg sudah selesai berziarah. Ia tak peduli, yang ia pikir kan Linda. Saat Ridwan sudah sampai sana Linda sudah sadar, dan ia mencoba untuk berjalan keluar sampai keluar dari hutan mangrove. Linda pingsan lama sekali dan itu yg terakhir di dalam hutan mangrove.


Linda pun di bantu dengan Hendra dan Alvi untuk naik ke motor Ridwan. Setelah Linda naik, ia berjalan duluan. Meninggalkan Hendra dan Alvi di belakang. Di tengah perjalanan Ridwan mencoba mengajar Linda berkomunikasi karna ia takut jika Linda pingsan lagi


"Lin, pegangan yg erat, peluk gpp, jangan pegangan di pundak. Kamu juga jangan pingsan lagi lho ya, iki kita jalan naik motor di tengah laut lho ya." goda Ridwan


"Tangan e tho pegangan pinggang aja, jangan di pundak, takut jatuh" kekeh nya


"Modus ya" elak nya


Tak lama mereka berdua sampai di tempat transit. Linda turun dan di papah untuk masuk ke tempat aula, di sana teman² nya lagi makan, Linda pun langsung rebahan, ia masih tak kuat. Sampai temennya itu datang membawakan makanan, minum dan obat maagnya. Tapi Linda memilih untuk tidur terlebih dahulu. Kegiatan akan di lanjutkan pukul 9 pagi. kini masih ada waktu untuk bebersih diri dan istirahat. Teman² Linda pun meninggalkan Linda yg tengah beristirahat untuk membersihkan diri mereka masing². Tak lama Linda bangun dan di sana ada beberapa panitia. Mb ismi yg melihat Linda bangun segera menghampirinya, dan mengajaknya untuk makan. Saat Linda memasukkan makananya ia merasa mual dan akhirnya berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan makananya.


Setelah ia kembali dari kamar mandi mb ismi kembali untuk memaksa Linda makan dan minum obat. Setelah selesai ia mengantar Linda untuk membersihkan diri. Tak lama ia selesai membersihkan diri, kegiatan selanjutnya akan segera di mulai. Linda kembali memasuki aula, dan mb ismi kembali ke tempat konsumsi. Saat Linda masuk dan duduk ada salah satu peserta yang sama² orang kendal, ia mencoba untuk berbicara dari hati ke hati dengan Linda. Ya namanya Lutfi, ia juga bisa melihat yang tak kasatmata


"Dek, duduk sini depannya mas" ajak mas Lutfi, Linda pun mengangguk dan duduk bersila di depannya


"Dek, mas mau bicara, tapi adik jangan marah, jangan ngambek, apalagi musihi mas jangan nya" katanya sambil mencoba memegang lutut Linda. Linda pun mengangguk


"Tenan ya jangan marah, ini penting mas harus bicara sama kamu" ucapnya


"Iya mas, bicara a" jawab Linda

__ADS_1


"Dek, entah kapan waktunya kamu bakal kena, entah itu nanti, besok, atau nanti kamu sudah punya suami atau anak, kamu bakal kena tapi..." ucapnya hati² dan segera di potong oleh Linda


Linda yg paham akan arah pembicaraannya pun marah "Cukup mas, ndak perlu sampean bilang seperti itu" ucapnya tersulut emosi, dan pergi meninggalkan mas Lutfi keluar dari aula, dan kembali ke tempat kunsumsi, di sana ada beberapa mb². Mb² yang ada di sana pun bingung, melihat Linda berlari sambil menangis, mereka khawatir. Dan yang di tanya pun tak menjawab.


Salah satu dari mereka pun pergi dari sana dan mencoba menemui mas yud, alumni rebana yang memiliki ilmu. Mas yud pun datang, saat bersamaan dengan datangnya mas yud Linda pun kembali pingsan. Akhirnya Linda akan di bawa ke tempat transit barang² peserta dan panitia. Saat akan memasuki tempat tersebut mas yud kaget kenapa di ruangan yang ini.


"Ini kenapa di sini tempat nya, bukannya di sana?" tanyanya sambil menunjuk ruangan lain


"Iya mas, ruangannya di pindah. kita di kasih ruangan yang ini" jawab salah satu panitia


"Waduh" jawab mas yud sambil pasrah dan tak tau harus bagaimana


Linda pun sadar saat akan di bawa ke ruangan ini. Tapi saat akan memasuki ruangan tersebut Linda kembali pingsan lagi. Mereka menidurkan Linda. Dan Linda pun bangun, tapi...


...*...


......*......


......*......


...*...


Penasaran dengan kisah selanjutnya? Apa yg terjadi dengan Linda?


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


*Jangan lupa Tinggalkan Vote, Like dan Comment ya Guys.. 💞💞💞 Biar tambah semangat nulisnya..


Maaf jika masih ada banyak typo..🙏🙏


HAPPY READING.. 📖


Salam sayang dari Author 💗


Continued..

__ADS_1


__ADS_2