Aku Kamu Dan Jodoh

Aku Kamu Dan Jodoh
EPISODE 8


__ADS_3

Hari pun berganti. Siang ini seperti biasanya setelah pulang sekolah ia aka ke asrama Pondok untuk melakukan aktifitas nya seperti biasanya. Tapi Lain dengan Luqman yang tidak mengikuti kegiatan mengaji di Pondok, dia izin untuk keluar dari Pesantren. Ya dia pergi untuk menemui orang tua Linda sesuai yang di katakan Linda kemaren. Walau badannya belum pulih betul tapi ia nekat u tuk bertemu orang tua Linda. Setelah sampai di Tokonya ia masuk lewat tokonya, karna dia tidak tau kalo toko itu ternyata ada ruang tamu dan ruang makannya.


"Assalamu'alaikum Pak." sapa Luqman


"Waalaikumsalam, mau mencari barang apa ya mas?" ucap karyawan ayah Linda. padahal karyawannya belum tua² amat xixi


"Ah bukan pak, ini saya mau bertemu ayahnya Linda. Apakah bapak ayahnya Linda nggih?" tanya nya sopan


"Oh bukan mas, saya karyawannya. Itu bapak lagi di dalam, ada perlu apa ya.? Nanti saya sampaikan." ucap karyawannya


"Ini, saya kemaren di utus ayah nya Linda untuk menemui nya." ucap Luqman to the point


"Oh mas Luqman tho, lho bukannya kata Bapak masnya lagi sakit ya.?" tanya karyawan itu


"Eh iya² langsung masuk saja, lewat pintu samping ya. Btw jangan panggil pak ya, keliatan saya tua banget hehe. panggil mas aja, paling kita beda beberapa tahun tidak banyak." sambung nya lagi


"Hehe nggih mas, Ini saya sudah sehat makanya langsung kemari." jawab Luqman


"Owlah iya², ya sudah monggo mas langsung masuk saja ya lewat pintu samping." ucap karyawannya


Tak lama Luqman masuk ke toko itu dan menunggu ayahnya Linda di ruang tamu. Selang beberapa menit ayahnya Linda pun menghampiri Luqman.


"Assalamu'alaikum, iki mesti nak Luqman yo? tapi ko neng kene, ndak yo iseh loro? (ini pasti nak Luqman ya? Tapi ko ada di sini, bukannya lagi sakit ya?)" tanya ayah Linda


"Waalaikumsalam salam Bapak, iya ini sudah sembuh saya nya pak. Alhamdulillah." ucap Luqman sambil mencium tangan ayahnya Linda.


"Maksud Bapak nyeloke awkmu Rene iku tak kon ngewangi bapak neng toko nang, iso po ora? 3 dino wae, karyawan e bapak seng 2 izin muleh kampung jare ono acara. Dadi ora ono seng ngewangi. Piye iso tah ora? (maksud bapak memanggil kamu ke sini itu untuk membantu bapak di toko nang, bisa apa tidak? 3 hari saja, karyawane bapak yang 2 izin pulnag kampungada acara. Jadi tidak ada yang membantu. Gimana bisa apa tidak?" tanya ayah Linda


"In Syaa Allah bisa bapak, nanti saya izin sama Abah kyai juga." ucap Luqman


"Yo wes nang nek gono. Bapak karo meh takon niat mu marang anake bapak iku serius tah dolanan? kai bapak jawaban seng iso nyakin ke bapak. (Ya suda kalo begitu. Bapak juga mau tanya niat mu kepada anak bapak itu serius atau hanya mainan? kasih bapak jawaban yang bisa menyakinkan bapak.)" kata ayah Linda


'Bismillah ya Allah' batin Luqman


"In Syaa Allah serius bapak, saya melihat Linda itu berbeda dari perempuan yang lain. Dia mandiri, sederhana, sholehah, dan bisa menjaga diri dari yang bukan mahromnya. Saya juga tulus menyayangi dan mencintainya. Saya juga sadar diri, bahwa masa depan saya dan Linda masih panjang. Maka dari itu saya ingin mengajak berta'aruf dulu sampai kita lulus SMA ini. Dan setelah lulus In Syaa Allah saya akan mengkhitbah Linda. Dan semoga Dia adalah Tulang rusuk yang di takdirkan untuk saya. Saya juga tidak bisa berharap banyak dari Linda bapak, tapi saya kaan berusaha untuk membahagiakan putri bapak dengan semampu saya. Saya akan tetap menjaga jarak dengan nya sampai ikatan halal itu bisa kami gapai kelak. Yang terpenting saya berusaha dulu biar Allah yang menghendaki. Saya hanya bisa berdoa yang terbaik untuk kamu berdua. Dan saya sadar saya tidak bisa memberikan apapun selain ilmu saya yang saya dapatkan selama saya di Pondok untuk membimbing Linda menuju Jannah-Nya." terang Luqman


"Ucapan mu bisa di terima tapi bapak hanya akan melihat usaha untuk. membuktikan semua itu, bapak hanya akan memantau kalian. Jangan pernah sakiti atau membentak dia nak, karna bapak pun tidak pernah Berkata kasar dengannya apalagi membentaknya, bimbing dia dengan halus tapi juga harus tegas. Dia itu banyak kekuranganya, tidak seperti yang nak Luqman lihat. Jika nak Luqman serius maka Terima lah kelebihan dan kekurangannya. Bapak percaya dengan mu nak. Semoga kalian berjodoh, tapi jika tidak berjodoh maka harus saling merelakan dan ikhlas, karna takdir Allah kita tidak pernah tau."

__ADS_1


"In Syaa Allah Bapak. Terima kasih untuk nasihatnya dan dukungannya. Kalo begitu saya kembali lagi ke Pesantren dan In Syaa Allah besok saya akan bantu bapak di toko. Saya permisi bapak. Assalamu'alaikum" ucap Luqman sambil mencium tangan ayah Linda.


"Waalaikumsalam" ucap ayah Linda


Setelah pertemuan nya dengan ayah Linda, Luqman sangat bahagia. Ia tak habis² nya mengucap syukur, karena apa yang ia bayangkan itu salah. Awalnya ia takut untuk bertemu dengan ayah Linda. Tapi setelah bertemu ia sangat bersyukur ternyata ayah Linda amatlah baik dan bijaksana. Ia tak pernah mengekang anak² nya selagi apa yang di lakukan mereka itu masih hal yang baik dan wajar.


Sore hari setelah mengaji Luqman pun berjalan ke arah taman belakang Pesantren, ia tak tau jika di sana juga ada Linda. Ia segera menghampiri Linda untuk menagih jawaban yang akan di berikan oleh Linda.


"Assalamu'alaikum habibii Qolbii" sapa Luqman


"Waalaikumsalam kang. Lho kang Luqman di sini lagi? apakah sudah sehat tho kang?" tanya Linda


"Alhamdulillah habibii Qolbii, aku sudah sehat. Sekarang aku mau menagih jawaban yang akan kamu berikan untukku.?" jawab Luqman


"Ah itu, kang Luqman bertemu dulu dengan ayah, nanti saya kasih tau setelah kang Luqman bertemu ayah. Besok ya kang Luqman bertemu ayah, dan besok saya beri jawabannya." tawar Linda, sebenarnya ia gugup mau memberikan jawabanya


"Kalo besok saya tidak bertemu ayah kamu bagaimana?" goda Luqman


"Ya saya anggap kang Luqman tidak serius dengan ucapannya. Ya sudah saya mau kembali ke asrama lagi. Assalamu'alaikum" jawab nya ketus sambil berjalan ke asrama


'nyebelin. kenapa juga aku harus beharao dengan nya jika dia saja hanya main². hmm' batinnya


langkah Linda terhenti dan kembali menghadap ke belakang. "Kamu pasti bercanda kan kang? orang saya saja kemaren nyuruh kang Luqman buat istirahat ko. Kan masih sakit." ucapnya ketus


"beneran habibii Qolbii, besok aku di suruh bantu di toko selama e hari karna 2 karyawannya izin pulang kampung." jawab Luqman


'apa bener yang di katakan kang Luqman, tapi sejak kapan karyawan ayah pulang kampung. Kan mereka asli orang sini semua bukan orang jauh. Lagian maksud ayah apa coba nyuruh kang Luqman buat bantu jualan di toko. Kaya ngga ada orang aja. Kan masih ada saudara, sepupu, dan adik' batinnya sambil menatap mata Luqman untuk mencari kebenarannya.


"Terus akang bisa?" tanya nya dengan mode cuek


"In Syaa Allah bisa, kang Luqman juga nanti malam setelah ngaji mau menghadap Abah untuk meminta izin selama 3 hari itu. Apa sih yang engga buat habibii Qolbii ku" ucap Luqman sambil tersenyum manis


"Emb oke deh kang, selamat bertugas ya kang semangat buat akang dan jawaban saya buat akang emmmmmm apa ya.?" sambil mengoda luqman


" jang bikin penasaran ukhty " nego Luqman dengan jantung berdebar


"saya tidak...." menggantung kalimatnya

__ADS_1


"ayolah dek, jang membuat semakin penasaran" cemas khawatir menjadi satu


"Tidak menolak kang" jawabnya cepat


"Bisa ulangi lagi dek?" tanya Luqman dengan mata berkaca² bahagia


"tidak ada pengulangan kang, kalo bermasalah dengan telinga besok periksa sebelum ke toko ayah." jawab nya ketus


"Ya Allah habibi Qolbii ku ini nih ya. Tapi Alhamdulillah dek. Kang Luqman bersyukur sekali" ucap Luqman dengan bahagia


"Ya sudah kang, akang kan sudah dengar kan. Saya pulang ya?" Jawab Linda tak kalah gugup dan bahagia


"sekarang kamu jangan pake kata saya lagi ya terkesan formal banget" tawarnya


"terus saya harus manggil apa untuk menunjukkan diri sendiri? Aku kamu saja ya?" jawabnya


" ya panggil aja adik gitu biar tambah syahdu, kamu panggil aku akang saja atau pake habibii Qollbii juga lebih baik" ucap luqman


" tergantung konteksnya yak, nanti saya pake apa hehe" jawabnya sambil tercengir


"Tuh kan saya lagi" protes luqman


" Iya² akang ganteng, adik pulang dulu ya. Keburu maghrib. Ayok kang, Assalamu'alaikum" jawabnya, pipinya sudah merah merona karena malu


"Waalaikumsalam" jawabnya sambil geleng²..


'Alhamdulillah ya Allah' batinnya


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


*Jangan lupa Tinggalkan Vote, Like dan Comment ya Guys.. 💞💞💞 Biar tambah semangat nulisnya..


Maaf jika masih ada banyak typo..🙏🙏


HAPPY READING.. 📖


Salam sayang dari Author 💗

__ADS_1


Continued..


__ADS_2