Aku Kamu Dan Jodoh

Aku Kamu Dan Jodoh
EPISODE 7


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu dan berganti. Pagi ini tampak cerah dengan kicauan burung² di atas pohon. Langit yang nampak Biru membuat Semangat membara. Iya beberapa hari ini Linda tak pernah ke Pesantren ia se ja nak menghindari orang² Pesantren dan sahabatnya itu. Setiap pulang Sekolah ia langsung membantu Ayah nya di toko. Ayahnya pun sempat bertanya apakah Linda sudah memberi tau seseorang itu untuk menemui Ayahnya. Tapi Linda belum memberitahukan kepada Luqman. Dan di lain tempat Luqman sempat kecewa kepada Linda, karena ia sudah menunggu di taman belakang Pesantren kala itu, tapi tak kunjung datang. Nafis pun sudah berusaha untuk memberi tahu kan kepada Linda mengenai hal itu. Tapi ia tak bertemu Linda. Di sekolahan pun ia tak bertemu dengan Linda. Entah lah kemana anak itu pergi tanpa kabar seperti ini, bagaikan di telan bumi saja. Iya tepat di hari ini, Linda memutuskan untuk menemui Luqman. Pikirnya nanti sore setelah ia membantu ayahnya, dan Sekalian lalaran di Pondok.


Setelah selesai melaksanakan kewajibannya sholat ashar ia langsung bergegas menuju Pesantren. Di pertengahan jalan ia berpapasan dengan salah satu santri putra yang tak lain adalah temannya Luqman. Tapi kali ini ia tak melihat Luqman bersama anak tersebut. Lantas ia mencoba untuk bertanya dengan nya, walau sebenernya ia engga bertanya kepada lawan jenis nya.


"Assalamu'alaikum kang, afwan ana mau bertanya apakah boleh?" tanya Linda sambil menunduk


"Iya neng pripun nggih. (Iya neng bagaimana ya)" jawab santri itu


"Ana mau tanya, teman akhi yang biasanya bareng akhi itu kemana ya? Ko tumben ana tidak melihatnya?" tanya Linda


"Oh A' Luqman ya neng. Ituu.. aanu neng A' Luq..... " jawabnya gugup


Sebelum santri itu menjawab dengan lengkap Linda sudah memotong omongan santri tersebut "Ada apa ya kang? bicara yang jelas. Ada apa dengan Dia?" tanya nya dengan khawatir


"Itu neng, A' Luqman sakit sudah 3 hari ini, panas nya belum turun² neng, Sudah mau di periksa ke klinik Pesantren tidak mau neng. Bilang nya nanti juga pasti sembuh, ini hanya kecapekan saja." jawabnya


"Innalillahi, terus gimana keadaanya sekarang kang? ya Sudah nanti setelah selesai ngaji akhi ketemu ana di sini ya. Sekarang ana ke apotik sebentar mumpung ini ngajinya belum di mulai ana ke apotik dulu. Nanti obatnya kasihkan ke dia ya kang. Ana awalan kang. Assalamu'alaikum" jawab Linda sambil berjalan ke arah apotik


Di perjalanan ia tak tenang dan terus merasa bersalah.


'ya Allah apakah dia sakit gara² aku. Maaf kan hamba mu ini ya Allah, berikanlah kesehatan. Setelah ini hamba akan menjawab semuanya sesuai kata hati hamba.' batinnya


Setelah selesai mengaji ia bertemu dengan santri tersebut untuk memberikan obat yang tadi ia beli. Ia juga tak lupa menyampaikan pesan untuk Luqman jika sudah sembuh, ia menunggu Luqman di taman belakang Pesantren karena ada hal yang ingin di sampaikan. Setelah kepergian santri tersebut awalnya ia akan ke asrama tapi ia urungkan, ia berjalan ke taman belakang Pesantren untuk mencari ketenangan. Tak lama ia duduk di bangku tersebut tiba², ada seseorang yang datang mendekatinya. Awalnya ia tak menghiraukan siapa yang datang pasti seseorang yang sedang mencari ketenangan juga seperti dirinya. Tapi tak dapat ia pungkiri, ternyata yang datang adalah.....


Yak Luqman, bukankah ia sedang sakit? tapi mungkinkah ini Luqman atau hanya halusinasi nya saja.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum ukhty. Kenapa ada di sini? sendiri pula. " tanya nya


"Waalaikumsalam" jawabnya seakan tak peduli dengan pertanyaan nya


"Ukhty" panggil nya


"Ada apa sih kang, ganggu orang saja! kalo mau mencari ketenangan cari sendiri, jangan mengganggu orang lain!" bentaknya dan belum tau kalo yang datang adalah dia yang ia harapkan


"Habibi Qolbii" panggilnya lagi


Linda mematung, tak bergeming pikirnya 'Masak iya dia kang Luqman, dia kan lagi sakit, tapi panggilan itu. Itu yang kang Luqman berikan untuknya. Ah ngga mungkin ini pasti halusinasi ku, karna aku merindukannya. Apa barusan yang aku katakan merindukan. Apakah aku bener² merindukan dia sampai² aku mendengar panggilan nya "


"Assalamu'alaikum habibii Qolbii." panggilnya dengan ketulusan


'iya bener ini ngga salah lagi, ini pasti kang Luqman, hanya dia yang punya panggilan itu untukku." batinnya sambil menenggok ke belakang


"Iya ukhty, saya sakit waktu itu. Tapi sekarang sudah sembuh, karna melihat dan bertemu dengan mu sakit apapun itu akan sembuh, karna kamu adalah obatnya. Dan kenapa habibii Qolbii meminta maaf, kan ngga ada salah." katanya


"Pasti saya kan yang membuat kamu sakit seperti ini, karna tidak ada kabar beberapa hari ini." ucapnya sambil menyalahkan dirinya sendiri


"Dengar habibii Qolbii ku, sakit itu datang nya dari Allah bukan dari kamu, aku juga bersyukur bisa di berikan nikmat sakit oleh Allah, berarti Allah masih sayang dengan ku dan ingin menghapus sedikit dosa² yang ada. Jadi kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri ya. Sekarang tersenyumlah biar aku bisa lebih sehat lagi." ucapnya sambil tersenyum


"Hehe alhamdulillah." kata Linda


"Habibii Qolbii, boleh kah aku bertanya kenapa mengajak ku untuk bertemu? apakah kamu akan menjawab pertanyaan ku tempo hari yang lalu.?" tanya nya penuh selidik

__ADS_1


"Hehe jawabnya nanti saja ya, sekarang saya mau menyampaikan pesan untuk kang Luqman dari ayah. Ayah meminta kang Luqman untuk bertemu di Toko besok. Tapi karna kang Luqman sedang sakit, ketemunya kalo sudah sembuh saja ya.? Nanti tak sampaikan ke ayah, kalo kang Luqman sedang sakit." tawarnya


"Jam berapa habibii Qolbii?" tanya nya dengan wajah yang berbinar


"Terserah kang Luqman saja bisanya jam berapa. Tapi jangan malam ya kang. Kan tokonya sudah tutup kalo selesai ngaji malam. Dan lagi jgn di paksakan besok ya kang, pikirkan kesehatan kang Luqman juga. Bertemu ayah kalo sudah sehat saja. Ayah pasti bisa memahami ko." jelasnya


"In Syaa Allah" ucapnya sambil tersenyum manis


"Ya sudah kang, mari pulang. Syafakillah kang Luqman, jangan lupa obat nya di minum ya." kata Linda sambil memberikan suport kepada Luqman


"Iya iya habibii Qolbii. ukhty jalan dulu, aku si belakang ukhty. Ukhty mau ke asrama kan ya?" tanya nya


"Iya kang."


Setelah sampai di asrama mereka berpisah. Dan di sana mereka merasa bahagia walau pun itu hanya sebuah ucapan, tapi bentuk kasih sayang yang orang² berikan itu berbeda. Luqman pun menyadari bahwa apa yang ia dengar tantang Linda yang super cuek, judes itu ternyata salah. Ia malah semakin mencintainya karena perhatian dan kesederhanaan yang ia miliki.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


* Jangan lupa Tinggalkan Vote, Like dan Comment ya Guys.. 💞💞💞 Biar tambah semangat nulisnya..


Maaf jika masih ada banyak typo..🙏🙏


HAPPY READING.. 📖


Salam sayang dari Author 💗

__ADS_1


Continued..


__ADS_2