
Seminggu berlalu, hari ini mereka akan melaksanakan kegiatan Diklat 1 di Gunung Muria, Kudus selama 3 hari 2 malam. Banyak kegiatan yang mereka rancang agar kegiatan tidak membosankan dan peserta akan tetap semangat.
Dihari kedua semua peserta akan naik untuk berziarah menuju makam Sunan Muria tersebut. Mereka berjalan bersama menyusuri jalan setapak untuk sampai ke atas.
Linda salah satunya, ia berjalan bersama teman² nya. Ia tak berjalan berada di paling belakang barisan. Ia tak kuat untuk berjalan naik ke atas. Tepat sudah ia sampai di tengah² ia beristirahat sebentar, lalu di lanjutkan lagi. Ketika ia melanjutkan kembali, ia tak merasakan kelelahan, ia mencoba untuk terus bisa sampai di atas. Kejadian tak di duga, ia tak sanggup untuk berjalan ke atas dan ia tak merasakan rasa lelahnya sampai pada akhirnya ia pingsan.
"Dek, ko pucat? kamu sakit? kalo lelah istirahat saja ya?" tanya mb nazil
"Engga mb, Linda kuat, ayok mb" jawabnya
"Jangan di paksa dek. Kalo sakit bilang sakit, kalo kuat bilang kuat. Kamu itu, sudah ayok istirahat sebentar." titah mb Nazil
"Iya mb" jawabku
*
*
"Mb ayok udah enakan, jalan lagi biar sampai atas" seru ku kepada mb² yg ada di sana. Kebetulan di sana perempuan semua, yang laki² berada di belakang nya.
"Beneran dek? kalo masih sakit mending kita turun saja. Ngga usah di lanjutkan" perintah mb Eni
"In Syaa Allah kuat mb. Sudah ayok jalan, Linda ndak papa" jawab ku.
Akhirnya merek berjalan lagi. Baru beberapa langkah untuk naik, ia merasakan kakinya serasa lemas dan akhirnya Linda berjalan sempoyongan. Jika di belakang nya tak ada orang sudah pasti ia akan terguling di tangga itu.
"Dek, ngga papa kan?" tanya mb Sekar sambil merangkul adik kesayangannya itu.
"I.. yaa mb" ucapnya sambil terbata² dan pada akhirnya jatuh pingsan, dan belakang nya ada seseorang yang menangkap nya.
__ADS_1
Ya, sosok itu yang Linda kagumi, Mas Ridwan nya. Walaupun Ridwan juga sebenarnya tak berani menyentuhnya, tapi apa boleh buat, keadaan darurat yang memaksanya.
"Lho dek, Lin. Bangun dek" ucap Ridwan sambil mengangkat Linda untuk di letakkan di tempat yang bisa di buat istirahat.
"Mb Sekar ini si Linda kenapa bisa tiba² pingsan, untung saja aku di belakangnya, kalo tidak entah lah mb" sambungnya khawatir
"Dia itu kelelahan wan, sudah tak suruh istirahat dan tak ajak turun ngga mau dia. Memang keras kepala, dan tak mau melewatkan moment untuk bisa naik ke atas. Padahal dia juga tau sendiri kalo kelelahan bakalan drop badannya. Tapi ia tak peduli kan itu." jawab mb Sekar khawatir
"Lho emang dia ada penyakit po mb? sakit apa?" tanya Ridwan penasaran dan khawatir, tapi tak ia tunjukkan rasa itu
"En...gga ada, cuman ya itu kalo kelelahan ia bakal drop" ucap mb Sekar sambil gugup dan mencoba mencari alasan.
"Kamu kalo mau jalan lagi ngga papa dek, biar mb yang ngurusi Linda, nanti tak suruh turun naik ojek kalo sudah siuman." sambung mb Sekar
"Ealah mb, engga mb, aku ikut di sini aja nemenin mb Sekar sama Linda" ucap Ridwan
Tak lama kemudian Linda bangun dari pingsan nya. Ia mencoba untuk menyadarkan diri nya sendiri, setelah beberapa menit ia sudah mulai sadar beneran ia ingin tetap melanjutkan ke atas, tapi di cegah oleh mb Sekar dan mas Ridwan nya.
"Alhamdulillah dek kamu sudah sadar" ucap mb Sekar dan Ridwan bersamaan
"Sudah ayok, turun tak pesenin ojek. Biar naik ojek turunnya, ndak usah ke atas lagi. Pikirin kesehatanmu, lain waktu saja kita ke sini lagi." ucap mb Sekar tegas
"Tapi mb.. " ucap Linda di potong oleh Ridwan
"Sudah dek, bener kata mb Sekar, lain waktu saja kita ke sini lagi, sekarang fokus sama kesehatan kamu, lagian juga masih ada kegiatan yang lain lagi. Bisa jalan ngga? Yok tak papah sampe tukang ojeknya itu." jawab Ridwan
"Bisa mas, tapi kaki ku beneran tadi itu tiba² lemes mas, dan takut kalo ngga bisa gerak semua badannya, makanya langsung pingsan tadi" ucap Linda sambil tertunduk
'bagaimana aku bisa rangkulan sama mas Ridwan, orang aku sama dia aja bukan mahrom nya. Ya Allah jauhkan hamba darinya, dan kenapa detak jantung ku berpacu lebih cepat, aku memang mengaguminya, tapi aku juga tidak bisa seperti ini dengannya.' batin Linda
__ADS_1
"Emb, itu mas biar di tuntun sama mb Sekar saja aku mas, nanti merepkan mas Ridwan" tolaknya
"Santai dek, kan ada pembatas nya, kita tidak bersentuhan langsung, dan ini darutlrat, in Syaa Allah ngga papa" jawab Ridwan
'Iya darurat, tapi ya ngga harus aku sama kamu rangkulan mas, nanti kamu bakal denger dong suara detak jantung ku, kan aku ngga mau, dan iya sih bener ini darurat, tapi ah tetep aja ngga enak' jawabnya dalam batin
"Aku sama mb Sekar aja mas" tolaknya
"Sudah dek, jangan keras kepala, ayok mb Sekar ngga kuat, nanti kalo. kamu tiga pingsan lagi gimana" perintahnya dengan nada keras
Akhirnya mau tidak mau Linda menurut, walau di hatinya sangat gelisah dan memohon ampun kepada-Nya. Karna tak ingin mendebat Ridwan.
*
*
3 hari berlalu, kini mereka sudah kembali ke kampus lagi, dan melaksanakan kegiatan seperti biasanya. Sejak kejadian di Kudus itu Linda dan Ridwan semakin akrab, Linda yang terus membantengi dirinya agar tak mudah untuk bisa menerima seseorang yang hadir dalam hidupnya ke dalam hatinya. Memang itu semua tak mudah untuk Linda. Linda hanya mengganggap semuanya teman dan sedulur.
Setelah kegiatan diklat 1, biasanya akan ada diklat 2 untuk menentukan yang kaan menjadi penggurus di dalam organisasi ini. Jeda antara diklat 1 dan diklat 2 biasa nya 3 bulan. Dan kali ini Linda akan mengikutinya lagi.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
*Jangan lupa Tinggalkan Vote, Like dan Comment ya Guys.. 💞💞💞 Biar tambah semangat nulisnya..
Maaf jika masih ada banyak typo..🙏🙏
HAPPY READING.. 📖
Salam sayang dari Author 💗
__ADS_1
Continued..