
Tiga bulan kemudian, dan seminggu lagi akan di adakan kegiatan diklat 2 sebelum puasa ramadhan. Kegiatan ini sangat mepet dengan datangnya bulan suci Ramadhan. Linda bingung ia ingin pulang kampung dulu sebelum kegiatan, tapi ternyata keadaan tidak bisa memaksa Linda untuk pulang karna banyaknya tugas kuliah sebelum Libur Ramadhan. Ia bersama dengan sahabatnya yaitu wati, kemana² selalu bersama. Seperti saat ini ia sedang mengerjakan tugas di kosnya Wati. Sebelum ke Kosnya ia memberi kabar dulu kepada sahabatnya itu untuk memastikan apakah ia ada di kosnya atau tidak.
'Assalamu'alaikum wati, kamu di kos? Aku mau ke sana kita buat tugas di kos mu atau mau di taman kampus saja?' tanya ku melalui pesan WA nya
'Waalaikumsalam, em enaknya di mana ya lin? kita sambil ngetime gitu gimana? masak buat tugas di kos terus, kali² keluar gitu biar dapet inspirasi' balas wati
Tak lama Linda menelvon wati "ya sudah ayok kita ke taman MAJT aja ya? nnti setelah itu kita buat jogging gimana? kalo iya aku otw kos mu, kamu siap², 5 menit aku sampai kos mu. Tunggu di luar" jawab ku
"Oke" jawab wati
*
*
Mereka sudah sampai di tempat tujuan mereka, mereka sedang asyik dengan laptop mereka masing-masing, setelah selesai Linda bercerita kepada Wati mengenai perasaannya. Hanya kepada wati ia menceritakan kan semua sebagian kisah hidupnya.
"Wat, kamu ndak yo masih ingat mas rebana itu kan ya anak ekonomi, dia itu semakin ke sini, semakin menunjukkan sikap pedulinya pada ku. Aku sungkan, ya walau tak dapat di pungkiri aku sebener nya suka. Tapi ya aku tak terlalu banyak berharap kepada manusia lagi setelah kejadian itu. Aku takut hal itu akan terjadi lagi, ketika aku membuka hati untuk seseorang. Biarlah perasaan ini aku sendiri yang merasakan." ujar nya
"Lin, ngga semua laki-laki itu seperti itu, coba lah untuk tetepa berteman baik dgn dia. Lupakan dan ikhlaskan masa lalu kamu. Itu akan menghambat masa depan kamu secara tidak langsung. Dengar, bukan maksud aku untuk mengurui mu atau apa. Tapi ya, kamu itu belum bisa mengikhlaskan dia yang pernah ada dalam hidupmu. Aku tau itu semua pasti akan bisa hilang dari ingatan mu walau tak bisa menutup luka di hatimu. Tapi percayalah, jika kamu ikhlas melepasnya makan kamu akan mendapat kebahagian yg lain melalui pintu yang lain. Tak ada salahnya kamu menyukai mas Ridwan itu. Kalo di lihat, dia juga baik orangnya, tanggung jawab, mandiri, pekerjaan keras, dia saja katamu kuliah sambil merintis usaha, dan katamu juga tabungannya untuk dia, ayah ibu, dan calon istrinya naik haji. Jika kamu berjodoh dgn nya aku akan sangat bahagia, kau mendukung, dia tak akan pernah mengecewakan mu, sekarang fokuslah kuliah dulu, masalah hati biar Allah yg mengatur jalannya seperti apa. Jangan pernah selipkan nama daa setiap doa malam mu, tapi selipkan sebuah harapan untuk pendamping hidupmu itu seperti apa. Karna terkadang apa yg menurut kita baik belum tentu menurut Allah itu baik, bisa jadi sebaliknya. Sudah lah jangan galau², dan jangn takut akan sebuah rasa. Karna rasa itu adalah fitrah setiap manusia, bagaimana kita menyikapinya. Pasrahkan semua sama yg pada Allah yang maha Segalanya." ucap wati panjang lebar
"Terus seiki piye? kamu jadi ikut acara diklat itu lagi?" sambung Wati
"In Syaa Allah wat, aku gak jdi pulang minggu depan saja setelah selesai diklat, di rumah nnti ngga ada 1 hari nggapapa, yang penting bisa jumpa keluarga. Dan Terima kasih masukannya. Doakan semoga aku bisa ikhlas melepasnya tanpa takut rasa sakit lagi" ucap Linda.
*
*
__ADS_1
Seminggu berlalu, kini Linda sedang mempersiapkan barang yg harus ia bawa untuk mengikuti kegiatan, acara itu dilaksanakan kamis sampai sabtu
Mereka kumpul di depan gedung UKM, setelah mereka kumpul semua mereka segera berangkat. Linda tidak ikut bersama teman²nya naik Truck. Ia memilih membonceng kakak tingkat nya yg naik motor, karena Linda tak bisa naik Truck. Pasti sebelum sampai tujuan ia akan mabuk dulu.
Kini rombongan itu sudah sampai tempat untuk melakukan kegiatan, yaitu di daerah makam Apung. Rombongan itu transit di sebuah SD dan Kelurahan yg tak jauh dari tempat makam apung tersebut. Setelah mereka sampai di tempat transit, mereka melakukan kegiatan, sampai sore. Saat Linda akan memasuki tempat transit di sebuah SD tersebut, Linda merasakan ada sesuatu yg berbeda. Ya, salah satunya ruang kelas yang sampingnya bangunan yg di robohkan, dan di sana banyak sekali pohon mangrove. Ia tertarik untuk mendekat ke sana, ia semakin penasaran dengan tempat itu, saat ia akan melangkah tiba² ada seseorang yang menepuk bahunya, jadi ia urungkan untuk melihat ka sana. Saat Linda akan berjalan ke ruang aula, ia penasaran ia ingin kembali ke tempat itu lagi, tapi lagi² temannya yg lain memperingati untuk segera ke aula. Linda tak jadi ke sana. Entah kenapa ia sangat penasaran dengan tempat itu, seperti ada orang yang menuntun ke sana.
Saat menjelang maghrib mereka ISHOMA sampai ba'dha isya'. Setelah selesai ISHOMA, mereka akan melakukan kegiatan selanjutnya sampai jam 10 malam, pada saat kegiatan berlangsung Linda merasakan sakit di perut nya, pikirnya itu hanya maag biasa, tapi ia juga sudah makan. Temen Linda yang berada di samping nya itu sadar bahwa Linda tengah merasa kesakitan, tapi Linda masih Linda tahan, karna tak mau merepotkan orang lain.
"Lin, kamu kenapa?" tanya jellin
"Nggapapa jel" jawab Linda
"Nggapapa bagaimana? orang perutmu mbok pegangin trs, kamu sakit? tak bilangin mb² nya ya? biar kamu bisa istirahat?" kata jellin khawatir
"Engga jel, ngga usah nggapapa, sudah kamu duduk sini aja sama aku" jawab Linda
Tak di sangka ada salah satu kaka tingkat yang melihat Linda dan jellin.
"Kamu knpa dek lin? sakit?" tanya mb Ismi
"Engga mb nggapapa hehe" jawabnya seakan tak terjadi apa²
"Bilang aja lin biar di kasih obat" bisik jellin
Linda terdiam, "Iya mb, Linda sakit perut, kayanya maaghnya kambuh mb" jawab jellin
"Ya sudah sebentar ya tak ambilkan obat" jawab mb ismi.
__ADS_1
Linda satu kelompok dengan Mas ridwan nya, waktu itu ia duduk di paling belakang, yg laki² berada di depan. Setelah selesai kegiatan malam itu, peserta diklat di perbolehkan untuk istirahat. Dan mereka akan di bangunkan jam 3 pagi untuk persiapan ke makam apung, untuk berziarah ke sana dan menunggu adzan subuh di sana. Ridwan baru tau setelah kegiatan itu berakhir, ia nampak cemas dgn keadaan Linda.
Tepat pukul setengah 4 pagi mereka sudah berbaris di di depan aula, peserta aka berangkat ke makam tengah laut melewati hutan mangrove. Sebelum mereka jalan, peserta di tanya terlebih dahulu oleh Panitia, apakah ada yg sedang sakit, entah itu hanya pusing atau apa, tidak di anjurkan untuk ikut kegiatan itu. Tapi Linda diam, dan akan tetap ikut ke sana, walau temannya itu sudah melarang Linda ikut. Tapi yah yang nama nya Linda itu keras kepala, dia akan tetap ikut bersama rombongan itu ke makam tengah laut.
Saat perjalanan mereka melewati jalan tengah laut, yang hanya setapak, bisa di lewati oleh kendaraan bermotor. Dan dari jalan itu lah pemandangan pagi hari bisa terlihat, selain bisa melihat sunset, kita juga bisa melihat sunrise di pagi hari. Pemandangan yg indah bukan, ya Linda yg biasanya nomor satu untuk melakukan foto terhadap pemandangan yg langka ini. Tapi kali ini ia tak seperti biasanya, temen² nya yg mengajak nya pun sudah membujuk nya untuk ikut, tapi Linda sedang tidak mood waktu itu. Ia berjalan sendiri meninggalkan teman² nya.
Saat sudah hampir sampai dengan hutan mangrove Linda berpapasan dengan salah seorang warga yang tinggal di sana. Linda di peringati oleh orang sana, bahwa di sana banyak sekali makhluk tak kasat mata.
"Lho nduk ko sendirian? jangan jalan sendirian, di dalam banyak penunggunya, kamu nunggu temen² mu itu yang di belakang atau kmqu cepet nyusul temenmu yang di depan, jangan melamun juga" ucapan salah seorang warga dan berlalu pergi meninggalkan Linda sebelum Linda menjawabnya.
Linda buru² jalan ke depan, ia mengejar mb² yg ada di depannya. Jika ia menunggu teman² nya di belakang pasti akan sangat lama pikirnya karna mereka masih jauh.
Saat Linda sudah memasuki hutan mangrove, ia masih berjalan sendiri, sampai ia melewati sebuah undak²an untuk masuk ke area makam tersebut tiba² saja kaki Linda kembali lemas tak bisa bergerak. Ia tak bisa merasakan apa² lagi. Ia masih sadar kalau itu. Tapi untung saja d sana sudah banyak mb dan mas yang berusaha menolong Linda. Saat semua peserta sudah sampai di undak² itu, mereka masuk semua ke area makam dan masjid itu. Tapi Linda dan beberapa panitia, peserta yang berada di belakang. Di belakang juga ada Ridwan dan temennya yg sakit, Ridwan yang menjaga temannya itu. Linda masih duduk di undak² an sana bersama salah satu panitia perempuan bernama mb alvi. Ridwan yang melihat Linda lemas seperti itu, ia sangat khawatir akan keadaan Linda. Tapi ia bingung untuk mendekatinya.
Penasaran dengan kisah selanjutnya? Apa yg terjadi dengan Linda dan apakah ridwan akan menolong Linda.?
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
*Jangan lupa Tinggalkan Vote, Like dan Comment ya Guys.. 💞💞💞 Biar tambah semangat nulisnya..
Maaf jika masih ada banyak typo..🙏🙏
HAPPY READING.. 📖
Salam sayang dari Author 💗
Continued..
__ADS_1