
Setelah kejadian itu, Linda tidak kembali ke kampus karena sakit. Dia masih izin. Dan tak lama pun Ramadhan datang. Ia jalani seperti biasa. Walau terkadang masih terlintas bayang² masa lalu. Karena bagaimanapun di tempat tinggalnya ini lah kisah cinta yang menyakitkan itu terjadi.
Setelah seminggu berlalu, Linda yang menikmati Ramadhan di rumah tak menyadari bahwa ia juga harus kembali ke perantauan. Di perantauan sana lah ia juga akan melupakan masa lalunya. Ia begitu menyibukkan diri, mengikuti banyak sekali kegiatan. Agar tak ada celah waktu untuk memikirkannya.
Dan Setelah kejadian itu Linda, juga semakin dekat dengan beberapa kakak tingkatnya. Banyak yang mengagumi Linda. Tapi takb banyak juga yg tidak suka dengan Linda.
Ya Ramadhan kali ini sangat berbeda, ia menjalani seorang diri, tanpa ada sanak keluarga yg menemaninya. Tapi itu tak membuat Linda khawatir, karna ia juga bisa menikmati bersama teman²nya.
Ia juga selalu bersama dengan sahabatnya. Bukannya ia tak punya banyak teman, tapi jika ia sudah merasa nyaman dengan 1 orang, kenapa dia harus mencari yg lain. Ia sangat sulit untuk bisa percaya dengan orang, apa lagi lawan jenis nya.
"Lin, nanti sore mau buka puasa sama apa? atau kita buka di luar aja?" tanya wati
"Masak aja lah, aku deh yang masak, aku tau kamu tak bisa masak. haha" candanya.
"Ngece banget kamu, aku yo bisa masak. Emang kamu doang lin. hmmm" jawabnya
"Kalo kita masak, apa keburu? kita aja baru pulang jam 5 sore ini, dan bentar lagi maghrib" sambung nya
"Tenang ada chef Linda, semua bisa di atur, yang penting bahannya masih ada kan ya.?" ucapku
"Masih. Ya udah ia sana masak bu nyai" canda wati
Seperti biasa Linda paling tak suka kalo dia di panggil seperti itu. Ya memang ucapan itu doa. Tapi ya, belum saat nya ia di panggil seperti itu. Ilmu nya saja belum ada apa²nya. Dan pada Akhirnya Linda pun ke dapur untuk memasak.
Saat waktu buka tiba mereka berbuka puasa. Ada yang merasa sedih ada yg tidak. Karena ada sebagian dari mereka yang masih ingin menikmati puasa kali ini bersama keluarga mereka di rumah masing². Tapi tidak bagi Linda dan sahabatnya. Ia malah senang akan moment ini, dimana moment ini yang nantinya akan mereka rindukan ketika sudah lulus.
Setelah mereka selesai, tak lama lagi mereka akan melaksanan sholat tarawih. Semuanya tarawih di masjid kampus, tapi tidak bagi Linda. Ia malah sholat tarawih di camp rebana, karena sholat tarawih dan ngaji bersama juga merupakan kegiatan mereka.
*
*
Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Linda sangat sibuk dengan tumpukan² tugas nya. Sebentar lagi mereka akan pulang kampung dan akan menyambut hati Raya Idul Fitri. Linda menghabiskan sisa waktu yg ada di semarang dengan berbagai aktivitas lainnya. Ia juga belakangan ini selalu berbuka puasa di Camp, mereka selalu masak².
Hari ini Linda selesai kuliah langsung menuju camp mereka, tepat masih ashar. Di sana sudah ramai anak² rebana. Seperti biasa mereka akan masak bersama, berbuka bersama, tarawih bersama, ngaji bersama. Untuk itu mereka selalu iuran untuk beli bahan yang akan di masak.
"Yuh² iuran yuh, seikhlasnya, buat buka puasa, mumpung pada di sini." Seru Dimas
"Ini, aku sama Linda" ucap Ridwan sambil mengeluarkan uang 20rb
"Lho mas, ngga usah, ini aku juga masih ada ko" tolak ku
"Sudah anggap aja aku mentraktir mu" ucapnya
"Wah cie² wan, langsung dadi iki, ojo kalah kro adik² mu, udah pada gandeng semua" ucap Hendra
Mas ridwan pun hanya menanggapi dengan senyuman. Di sisi lain juga ada yang mengamati nya, siapa lagi kalo bukan Mas Khoir. Ia memang mengagumi Linda, sejak Linda menjadi mahasiswa baru. Dan ia yang mencoba untuk melindungi Linda selama ini, tanpa Linda sadari.
^^^'Jika kau bahagia dengannya, aku hanya mampu untuk melindungi mu dari jauh, aku yakin Ridwan juga orang baik, tidak salah jika kamu dengannya, biarkan rasa ini aku sendiri yg memiliki, aku tau kepedihanmu yg selama ini kamu sembunyikan dari mereka, aku tak mampu untuk selalu menghiburmu secara langsung. Dan aku pun sudah tau jika kamu memiliki kelebihan. Aku kan menuntunmu untuk bisa kamu gunakan dengan baik, Kalah sebelum berjuang. Tapi kebahagiaanmu adalah yang utama, kau tak perlu tau akan sebuah rasa ini' batin mas khoir^^^
"Udah sana, siapa yang mau belanja? " tawar mas khoir
"Linda sama Ridwan aja tu"jawab mb Ismi
"Iya, sekalian ngabuburit berduan" goda anggun
__ADS_1
"Gak bagus, perempuan sama laki² bukan mahromnya pergi berduaan, apalagi masih puasa, batal puasanya" jawab Ridwan
"Hee bener yo mas, aku di sini aja, biasa seng masak. Sana belanja" suruh Linda
"Iya² bu nyai sama pak yai udah ceramah, kita bisa apa" jawab Nanda
"Ayuk jel" sambung Nanda pada jellin
Yang lain hanya tertawa mendengarnya. "Emang kamu bisa masak Lin?" tanya Ridwan
"Ngece banget ya Allah mas, aku tho bisa masak" jawab nya ketus
"Yang bener, ya udah nanti masak khusus aku ya" goda Ridwan, entah kenapa dia suka sekali mengoda Linda, tapi dia juga tau batasannya.
"His, kerepmu lah mas" jawabnya sambil marah sambil keluar camp, menuju masjid untuk sholat ashar
Tak lama kemudian, Nanda dan jellin pun sampai di camp, dan yang sholat di masjid pun sudah selesai. Linda pun memasak, di bantu dengan temen nya. Semua Linda yang meracik, sudah seperti dapur milik sendiri.
"Perempuan kalo bikin sambel, biji cabainya masih kelihatan, berrti belum profesional, jadi yg belum bisa di katakan sudah pantas apa belum." ucap mas khoir tiba², membuat candaan
"Aku bisa yo mas" jawab Anggun
"Aku yo iso mas" jawab Mb Eni
"Sambel nya nanti tak buatin aku" jawab Linda yang tak mau kalah.
Setelah selesai masak², tak lama kemudian terdengar suara adzan. Mereka segera berbuka. Ada es buah, es teh, teh anget, tumis kangkung, sayur bayam, tempe, ayam, tahu goreng, tak lupa sambel tomatnya. Seketika ada yang berkata
"Ini yang buat tempe gorengnya siapa? Iki tempe atau kartu Atm? " tanya mas hanif
"Wah cocok ini kalo buka usaha gorengan, untung banyak. Kalo ngiris tempe tipis banget, udah seperti kartu Atm. haha" goda mas hanif
Linda pun diam menahan malu. "Tapi enak dek, masakan mu. Pas, Apalagi sambelnya bikin nagih" jawab Mb Minah
"Iya enak banget ini, besok buka warung ya" ucap Mas Angga
Dan masih banyak lagi pujian yang dia dapatkan. Tapi tak ada komentar apa pun dari mas Ridwan, seseorang yang ia harapkan.
"Wan kae lho murung wajah nya, kamu nikmati wae makanan e" goda mas Hendra
"Apa tho hen, udah diem makan" ucap Ridwan
*
*
Setelah kejadian itu Linda dan Ridwan pun agak renggang. Linda mencoba untuk menjauh, ia sadar kembali akan perasaannya. Ia sangat takut jika kejadian masalalu akan terulang kembali. Tapi tidak dengan Ridwan, ia mencoba menemui Linda sebelum pulang kampung. Ia mengirim pesan kepada Linda
^^^'Assalamualaikum Dek, ada waktu senggang kapan, sebelum pulang kampung?' (Ridwan)^^^
'Waalaikumsalam Sore ini mas, pulang kuliah. Nanti aku langsung pulang kampung. Kenapa?' (me)
^^^'Ndak papa, tapi ko cepet banget kamu pulang kampung, kenapa ngga besok sore atau siang aja?' (Ridwan)^^^
'Hehe biasa mas, kangen yang di rumah. Emang kenapa kalo aku pulang hari ini?' (Me)
__ADS_1
^^^'Besok mau ngajak ke suatu tempat, sebelum aku pulang dek, tapi ya udah karna kamu juga mau pulang hari ini?'(Ridwan)^^^
^^^'Lain kali saja, Tpi nanti ketemu aja ya di taman kampus? Setelah kamu selesai kuliah'(Ridwan)^^^
'Iya'(me)
Sore setelah selesai kuliah jam Setengah 5 Sore. Ia langsung ke menuju taman kampus, untuk menemui Ridwan.
"Assalamu'alaikum mas, sudah lama.? Maaf lama, dosen e baru selesai" tanya ku
"Oh tidak dek. Dek, kamu yakin pulang sekarang? sudah sore besok saja ya? pagi. Bentar lagi maghrib, nanti kamu kemaghriban di jalan. " ucap Ridwan
"Engga apa mas. Aku setelah ini lngsung pulang, barang² ku juga sudah tak packing semua, tadi pulang kuliah bisa langsung pulkam." ucapku
"Eh iya, mas Ridwan ada apa? kenpa ngajak bertemu?" sambungku
"Eh ini, mau ngajak kamu buka puasa bareng, sekalian mau tanya alamat lengkap mu mana dek?" tanya Ridwan gerogi
"Eh, aku mau pulang ig mas, lain kali saja. Kan sudah buka puasa bareng terus tho? masalah alamat ada apa ya mas Ridwan tiba² tanya itu?" tanya ku
"Iku dek, anak² rebana biasa berkeliling ke rumah nya sedulur² yang lain." elak mas Ridwan
"Emb gitu, ya sudah nanti tak WA ya. Dan maaf belum bisa buka bareng, lain kali saja, kita makan bareng²mas, kalo sudah sampai sini lagi. hehe" jawab ku mengalihkan pembicaraan
"Emb, oke lah. Beneran ya di beritahu." jawab Ridwan
"Nanti kalo sudah sampai rumah kabari ya dek." sambungnya
Linda pun, Segera pulang ke kos untuk mengambil barang² nya, dan tak lupa ia mampir di kosnya sahabatnya untuk berpamitan. Sahabatnya akan pulang esok hari.
Maaf ya Author jarang up, masih banyak sekali tugas² yang harus author kerjakan, Dan doa kan ya semoga bisa segera selesai. Jadi bisa sering² up.
Buat kalian, yang sudah setia membaca, dan memberikan like, vote, dan yang kirim pesan ke author, author ucap akan Terima kasih banyak.
Author juga sampai bingung alurnya hehe sudah sampai mana. jadi ini author tuangkan aja apa yang ada di pikiran. Semoga bisa nyambung ya. hehe.. Author bener² lagi buntu ini pikiran. Tapi ya di maklumi saja ya.
Dan mohon maaf belum ada yang menarik seperti lapak² sebelah yang sudah bagus² ceritanya. Tapi In Syaa Allah author bakal selalu kasih kalian kejutan di episode² selanjutnya.
Author juga bingung, siapa yang harus di sandingkan dengan Linda. hehe.. ayok menurut kalian siapa ya jodohnya?
penasaran? Ikuti terus kisahnya, dan jangan lupa berikan saran dan kritikan kalian ya.. suapaya author lebih semangat up nya. dan sykur² bisa up setiap hari walaupun 1 hehe.. 😁
Tapi tetep di tunggu ya kelanjutannya.. 🤗🤗🤗🤗
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
*Jangan lupa Tinggalkan Vote, Like dan Comment ya Guys.. 💞💞💞 Biar tambah semangat nulisnya..
Maaf jika masih ada banyak typo..🙏🙏
HAPPY READING.. 📖
Salam sayang dari Author 💗
Continued..
__ADS_1