Aku Kamu Dan Jodoh

Aku Kamu Dan Jodoh
EPISODE 6


__ADS_3

Keesokan harinya, di Sekolah Linda tak fokus dengan pelajarannya. Ia masih bergelut dengan fikirannya sendiri, bagaimana ia akan menjawab pertanyaan yang Lumqan lontar kan tempo hari yang lalu. Bagaimana ia akan berbicara kepada orang tua nya mengenai hal ini. Jujur ia tak pernah menceritakan sesuatu yang berhubungan dengan lawan jenis kepada orang tua nya, kecuali sahabat² nya. Tapi di sisi lain ia senang karena seseorang yang ia kagumi juga mencintainya dan mengajak berta'aruf. Selain itu ia juga bimbang di usia yang masih amat muda dan masa depan yang masih panjang, sedangkan dia juga masih ingin fokus mondok dan bersekolah. Apakah secepat ini, untuk memulai kehidupan baru.


Setelah pulang sekolah ia kembali ke Rumah, ia tak mendapati Ibu dan ayah nya di Rumah. Ia segera mencari di Toko tempat ayah dan Ibu nya bekerja. Ya mereka memiliki usaha Sendiri, yaitu Pedagang alat Elektronik di Daerah nya. Walaupun tidak besar tapi alhamdulillah selalu ramai pembeli dan di kenal oleh orang² luar kotanya juga.


Kebetulan hari ini toko tidak terlalu ramai, ia ingin menyampaikan tapi kepada kedua orang tuanya. Tapi ia urung kan niatnya kembali. Pikirnya akan bercerita nanti saja, di Rumah setelah makan malam.


.


.


Sore berganti malam, ia segera pulang ke rumah untuk mempersiapkan makan malam. Hari ini ia urung kan untuk ke Pesantren, karna ia belum siap jika harus bertemu dengan Luqman setelah tempo hari itu. Ketika sahabatnya Nafis menghampiri di rumah, ia bilang ada acara jadi tidak berangkat ke Pesantren dulu.


Setelah selesai makan malam ia berkumpul di ruang keluarga, saat ini semuanha berkumpul dengan lengkap. Biasanya ia tak pernah ikut untuk berkumpul bersama. Karena ia harus ke Pesantren untuk mengaji di sana.


"Ayah, Ibu. Linda mau bertanya dan bercerita boleh?" tanya nya


"Ya jelas boleh tho nduk. piye ono opo ko gelisah meni ketoke. (Ya jelas Boleh tho nak. Gimana, ada apa ko kelihatannya gelisah banget)" ucap Ibu nya


"Em itu bu, yah.. " katanya gugup


"Cerito tho nduk, ojo wedi.(cerita aja nak, jangan takut)" kata ayahnya


"Ini yah, bu, sebenernya ada yang mengajak berta'aruf salah satu santri Putra dari Abah Malik." jawabnya dengan gemetar


"Sampean iku iseh cilik nduk cah ayu, masa depan yo iseh dowo gono ko. Cita² mu iku wae durung mbok raih. Mbok maneh cah iku opo wes duwe kerjanan dewe tho ko enak men ngajak² anake wong, meh di pakai opo anak bojone. (kamu itu masih kecil nak cah ayu, masa depan juga masih panjang. Cita² mu saja belum di raih. lagian apa anak itu sudah punya kerjaan sendiri tho, ko berani ngajak anak orang, mau di kasih makan apa anak sama istrinya)." kata Ibunya


"Nek mung meh ta'aruf yo ora popo, men saling mengenal. Sopo reti iku jodohe Linda. Lagian yo cah pondok iku yo apik, masalah kerjanan yo ngko nek wes wayahe kan yo ono. Opo maneh santri, tawadhu' karo kyai ne malah apik. Entuk barokahe Kyai ne. Wes tho bu. Cae kon moro ngadep Bapak neng toko. (kalau hanya ta'aruf ya tidak apa², biar saling mengenal. Siapa tau itu jodohnya Linda. Lagian juga anak pondok itu ya bagus, masalah kerjanan ya nanti ada jika sudah saatnya. Apalagi Santri, tawadhu' sama kyai nya itu tambah bagus. Mendapat barokahnya kyai. Sudah tho bu. Anaknya suruh datang menemui Bapak di Toko.) kata ayahnya


"Nggih Bapak. (Iya Bapak)" Jawabnya


Setelah pembicaraan itu ia masuk kekamar untuk belajar. Di kamar setelah selesai belajar ia masih bergelut dengan pikirannya, dan membuat ia tertidur dgn sendirinya.


.

__ADS_1


.


Di lain tempat di Waktu yang sama. Setelah isya' semua santri melakukan ngaji di ndalem bersama Abah. Ya Nafis berangkat sendiri kala itu, biasanya ia selalu bersama dengan Linda. Dan di lain tempat juga ada yang merasa gelisah karena seharian itu tidak bertemu dengan gadis yang ia harapkan untuk bisa menerimanya. Setelah selesai mengaji ia harus bertemu dengan Linda, ia meminta bantuan kepada Nafis.


"Lho fis, ko sendirian si Linda kemana?" tanya salah satu santri putri


"Iya nih mb, dia izin ngga berangkat ada acaranya." jawab Nafis


"Owalah, yang sabar ya di tinggal ngga lama ko, jangan galo-galo nan.. xixi" jawab santri itu


Di saat hendak mau ke ndalem ia berpapasan dengan Luqman, tidak berpapasan melainkan Luqman yang menunggu di lorong itu, berharap ada bidadarinya yang lewat. Tapi ternyata malah ia ketemu si kupret Nafis.


"Assalamu'alaikum, ukhty. Ko sendirian temennya mana yang biasanya bareng itu?" tanya Luqman tho the point


"Eh, waalaikumsalam. Yah kamu itu bisa nya ngatin mulu. Cie nyariin cie." goda Nafis


"Linda kemana fis? Ko tidak kelihatan?" tanya Luqman


'aku kibulin kamu man Luqman hehe, biar panas hatimu, aku pengen lihat kamu cemburu apa tidak sama Linda... xixi' batin Nafis


"Wkwk.. nyariin Linda kamu, dia tadi bilang mau pergi. Dan aku lihat tadi sama laki-laki" kata Nafis sambil cekikikan dalam hatinya


"Ah yang bener kamu fis, itu paling adiknya yang cowok kan? atau sepupunya paling" jawab Luqman sambil menenangkan pikirannya.


"Iya bener, buat apa aku bohong, kalo dia sepupu atau adiknya aku udah hafal, pasti aku di ajak. Nyatanya aku ngga di ajak. Ya berarti aku ngga kenal dong." katanya sambil cemberut


'Apa iya ya yang di bilang Nafis. Berarti tidak ada harapan dong buat dia menerima aku, apa aku sudahi saja ya. Bilang kalo kemaren itu hanya bercanda, tidak serius. Ah tapi kalo dia sepupunya dan aku memutuskan untuk membatalkannya aku pasti tidak akan bisa bersatu dengannya. Gimana ya ini. Ah aku ajak bertemu saja lah besok, seperti kemaren. Aku sampaikan ke Nafis.' batinya


"Em, fis boleh minta tolong ngga?" tanya nya


" Iya apa?"


"Bilang sama Linda besok suruh bertemu dengan ku di tempat yang kemaren ya, dan jam nya seperti kemaren saja." jawab Luqman

__ADS_1


"Eits, tapi itu tidak gratis lho ya. hehe.. kemaren kan aku juga. belum bilang mau minta apa.? berarti Double ya" katanya sambil berbinar


"Halah satu saja yang kemaren atau yg sekarang." nego Luqman


" Ya sudah kalo tidak mau, aku juga tidak mau bilang ke Linda." katanya sambil cemberut


"Iya iya, oke. kamu mau apa?" tanya Luqman pasrah


"Emb itu, aku tampung dulu oke. Aku tagih kalo sudah saatnya. Berarti aku punya 2 kesempatan hadiah dari kamu ya." katanya sambil berbinar


"Iya" jawab nya pasrah


"Ya sudah sana masuk, keburu Abah Rawuh. Aku awalan dulu ukhty. Assalamu'alaikum. Jangan lupa sampaikan." katanya sambil berjalan arah ndalem


"Yes, waalaikumsalam" jawabnya sambil tersenyum kemenangan.


'Berhasil deh kau kibulin tuh anak. xixi' batin Nafis


.


.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


* Jangan lupa Tinggalkan Vote, Like dan Comment ya Guys.. 💞💞💞 Biar tambah semangat nulisnya..


Maaf jika masih ada banyak typo..🙏🙏


HAPPY READING.. 📖


Salam sayang dari Author 💗


Continued..

__ADS_1


__ADS_2