
Sore itu adalah moment yang sangat membahagiakan bagi kedua insan yang jatuh cinta. Tapi salah satu dari mereka tak ada yang mau jujur akan perasaan yang mereka rasakan. Menunggu lama pun tak ada yang membuka percakapan. Sampai² datang lah seseorang yang menjadi saksi cinta mereka.
"Ehem ehem bisa mati berdiri aku di sini melihat kalian berdua tak ada yang berbicara sepatah kata pun dah seperti patung pancoran di Tugu Muda." ledek Nafis
"Apaan sih kamu fis, kenapa kamu ngajak aku ke sini dan kang ini kenapa ada di sini?" tanya nya
"Apa kamu sudah hilang ingatan atau jangan² kamu sudah tua lagi makanya jadi pelupa" Goda Nafis
"Ya sudah aku pulang saja dari pada berdiri ngga jelas seperti ini. Assalamu'alaikum" sambil berjalan meninggalkan Nafis dan Luqman
"Mb santri, Ukhty tunggu" ucap luqman sambil gemeteran
Linda berhenti dan kembali berbalik "Ada perlu apa ya kang? Kalo cuman mau basa basi seperti yang lain mending saya pulang saja." ucapnya lagi
"Em anu mb, itu" ucapnya gugup
"ona anu wae. Seng jelas tho kang! (ona anu saja. Yang jelas tho kang! )" katanya sambil bersunggut
"Itu mb, katanya Nafis kamu suka sama saya?" jawabnya sambil gugup
'Ini apa²an coba sih Nafis. Pake buka kartu sama dia juga. Mau di taroh dimana muka ku Ya Allah.. Semua ku serah kan Kepada-Mu hidup mati jodoh rejeki tak ada yang tau. Tapi jika memang dia jodoh ku berilah kemudahan dalam setiap langkah kami' batinya sambil melamun
"Mb, ukhty." katanya sambil menyadarkan ku dari lamunan
"Eh iya kang, gimana tadi? Maaf saya tidak mendengar dengan jelas. Bisa minta tolong di ulangi." kata Linda
Tarik Nafas terlebih dahulu. "Itu kata Nafis kamu suka sama saya? apakah benar?"
__ADS_1
"Lho bukannya kata Nafis malah kamu yang suka sama saya ya kang.? Jangan memutar balikkan fakta deh ya." ucapnya tak Terima (Padahal hatinya berbungga-bunga cinta nya terbalaskan xixi)
"Ya sudah kalo seperti itu mb" ucapnya sambil kecewa
'lho malah dia sedih. Bukannya merayu lagi atau memperkuat opininya malah sudah nyerah.' batin Linda
"Mb, kalo saya jujur boleh?" tanya nya
"Iya tafadhol" kata ku
"Saya suka sama mb, sejak pertama bertemu. Mata itu, senyum itu membuat saya terus memikirkannya. Ketika melihat mb jantung saya seakan berlari lebih cepat seperti akan terlepas dari tempatnya. Tapi saya sadar, saya tidak ada apa² nya untuk bisa bersanding dengan mb. Saya hanya laki-laki yang tak sempurna. Tapi In Syaa Allah saya memiliki ilmu dan agama yang baik. Baru kali ini saya bertemu dengan perempuan sampai mau berbicara banyak kecuali sama ibu dan keluarga saya. Kamu Istimewa bagi saya. Bolehkah saya Egois agar mb menjaga hati mb untuk saya.? Saya sadar kita masih terlalu muda dan masa depan masih panjang, saya juga masih ada cita-cita dan Ibu saya. Saya ingin membahagiakan Ibu saya. Saya sangat menghormati Ibu saya. Dan Ibu saya pernah berkata jangan pernah permainkan hati perempuan karena jika sekali kamu menyakitinya sama saja kamu menyakiti Ibu kamu sendiri. itu pesan dari Ibu saya. Maka dari itu In Syaa Allah saya akan membahagiakan mb semampu saya." ucapnya sambil menatap matanya
Linda menatap mata Luqman dengan menyelidik untuk mencari tahu apakah iya berbohong atau tidak. Tapi ia hanya melihat ketulusan yang ia dapatkan.
"Em gimana ya kang, kita masih terlalu muda untuk mengambil keputusan. Kita jalani saja seperti air yang mengalir. Saya juga sebenernya suka sama kamu kang. Tapi saya juga tidak ada apa² nya untuk bersanding dgn mu kelak. Maka dari itu saya akan kubur perasaan saya kang. Dan sekarang kamu menjelaskan semuanya. Saya hanya takut akan satu hal, jika kamu tidak menepati janji yang kau ucapkan lalu pergi begitu saja. Sekarang kita sudah sama² tau akan perasaan masing² jadi mau seperti apa,? bersahabat atau berteman?" tawarnya
"Andai berpacaran sebelum menikah itu di perbolehkan, maka saya akan meminta itu. Tapi Pacaran tidak di perbolehkan, maka apakah boleh saya berta'aruf dgn mb nya?" tanya nya penuh harap
"Hehe belum mb. Boro² mau tanya mb, kalo ketemu saja mb nya marah² terus." katanya
"Hehe" senyumnya
'Aduh senyumnya itu lho mb bikin hati adem bener' batin Luqman
"Sekarang perkenalkan nama Saya Luqman As-Shofa mb. Nama mb siapa?" tanya nya
"Mau di jawab nama Panggilan atau nama panjang ini kang hehe" jawab Linda sambil bercanda
__ADS_1
"Kalo boleh nama lengkap beserta walinya mb" jawabnya
'Nih orang ternyata bisa ngomong panjang kali lebar juga ya. Tak kira ngga bisa ngomong. Astagfirullah.' batin linda
"Nama Linda Amelia, panggil nya terserah mau yang mana. Untuk wali nanti saja ya kalo sudah waktunya hehe" Jawab nya
"Ya sudah saya panggil Habibi Qolbii saja ya?" jawabnya
"Artinya apa ya kang hehe?" tanya Linda
"Nanti saya jawab kalo mb Habibi Qolbii sudah menjawab yang tadi."
'ih tuh kan dia malah ngajak main tebak² kan. Orang tinggal jawab aja artinya apa susah nya sih. Emang ya nyebelin ya nyebelin. Tapi sayang.' batin Linda
"Ya sudah kalo begitu saya permisi dulu. Assalamu'alaikum." jawabnya sambil berjalan menjauh
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Tunggu kelanjutannya apakah Linda akan menolak atau menerima ta'aruf dari nya.?
Penasaran, Simak terus ya.. 😍
* Jangan lupa Tinggalkan Vote, Like dan Comment ya Guys.. 💞💞💞 Biar tambah semangat nulisnya..
Maaf jika masih ada banyak typo..🙏🙏
HAPPY READING.. 📖
__ADS_1
Salam sayang dari Author 💗
Continued..