
Setelah mengantarkan makanan Linda kembali pulang ke rumah. Ia mengerjakan tugas sekolah dan belajar bersama dengan teman-temen sekolahnya hingga waktu menunjukkan sudah ahsar ia bergegas untuk membersihkan rumah dan segera kembali ke Pesantren lagi untuk mengikuti ngaji sore dengan yang lainnya. Di pertengahan jalan ia melihat beberapa santri putra dan di goda karna banyak santri yang kagum dengan dirinya bukan satu atau dua santri putra saja. Tetapi pada saat itu ada salah satu santri yang membuat ia menjadi ingin melihatnya karena geli yaitu santri yang tengah bergandengan tangan dengan santri putra lainnya yang tak lain adalah saudaranya sambil menunduk kan kepala. Dari awal melihatnya pun sudah penasaran.
Setelah ia sampai di asrama putri ia segera bertanya kepada sahabat-sahabatnya.
"Mb meh reti ora? kae lho mosok ya ono santri putra ko gandengan tangan kro cah lanang. Iyo nek podo wedok e gak masalah lho ya, lanang karo lanang ko. (Mb mau tau tidak? itu ada anak santri putra yang bergandengan tangan sama anak putra juga. Iya kalau sesama perempuan masih wajar, lha ini laki-laki sama laki-laki.)" ucapnya
"Mosok tho lin? ko gono banget yo, biasa ne gak ono seng koyo gono ko. Dan biasane yo sampean ora tau merhatike santri putra ko iki tiba-tiba ngomong ke santri putra, Jangan-jangan sampean naksir iki. (masak iya lin? ko begitu banget ya, biasanya gak ada yang kaya gitu. Dan biasanya kamu engga tau memperhatikan santri putra, ini tiba-tiba bicara santri putra, Jangan-jangan kamu suka ya. )" ucap salah satu santri putri
"Iyo iki tumbenan, kesambet opo neng ndalan mau (iya iki gak biasanya, ketempelan apa di jalan tadi)" ucap fadhilah
"Ora gono mung yo aneh nemen gono lho wes cae nunduk, gandengan karo podo lanange sisan. Ndak yo neng kene ono santri anyar? (tidak begitu aneh saja dia juga menunduk, bergandengan sama sesama laki-laki. Di sini ada santri baru? )" ucapnya
"iyo iki ono santri anyar ndek mau isuk tekone karo sedulur ne nek ora salah. (iya ini ada santri baru tadi pagi sama saudaranya kalau tidak salah.)" ucap salah satu santri putri
"Wes-wes ayo ndang ngaji kae abah seleksi rawuh. Ngosipe mengko maneh. (sudah-sudah ayo ngaji abah keburu datang. Gosipnya nanti lagi)" ucap senior santri
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
__ADS_1
Setelah selesai mengaji ia berjalan tegesa-gesa untuk kembali ke rumah. Di tengah jalan ia terserimpet sarung yang ia kenakan dan akhirnya jatuh dan hidung mencium tanah. Di lain tempat ada santri putra baru yang tengah memperhatikan dari jauh ya laki-laki itu tak lain adalah Luqman, ia yang selalu menunduk ketika bertemu dengan perempuan. Tapi karna ia tak tega melihat perempuan yang terjatuh akhirnya ia tolong dengan tangan dan kaki yang gemetar.
"Assalamu'alaikum mb, mb nya jatuh ya? " ucap luqman
"Waalaikumsalam apa kamu tidak lihat saya tegeletak di tanah seperti ini, bukannya bantuin malah bertanya" sambil bersungut-sungut
"Saya mau bantuin mb tapi saya bingung mau bantu gimana, kan kita belum muhrim mb" ucapnya
"Subhanallah, ya cari apa kek gitu yang bisa menjadi pembatas buat bantuin bangun" ucapnya dengan keras
"Sebentar mb saya cari kayu dulu" ucapnya sambil berjalan di sekeliling mencari kayu yang tak jauh dari tempat Linda
"Sudah lah kang tidak usah mencari jika tidak ketemu saya bisa berdiri sendiri" ia mencoba berdiri tapi tak bisa karna kakinya kesleo
"Ini sudah dapat mb tapi bukan kayu, tapi karung beras" ucap Luqman
"Emang saya barang mau di masukin karung beras" ucapnya sambil emosi dan menahan sakit
__ADS_1
"Haha.. ya tidak tho mb masak mb nya mau di masukin karung beras nanti di kira saya penculik anak orang" ucap Luqman
"Lha terus buat apa?" ucapnya
"Ya buat bantu mb buat pegangin tangan mb biar bisa berdiri. Maaf ya mb tak pegang tanganya. " ucapnya sambil gemetaran
(ini bukannya kang yang tadi gandengan sama laki-laki ya, tak kira dia suka sesama jenis wkwk, tapi dia bantu aku aja dengan gemeter gitu apa emang bener ya dia tidak suka sama perempuan. Tapi kalau di lihat-lihat orang nya manis juga senyumnya itu lho ya Allah mengoda iman) ucap Linda dalam hati
"Mb ayok bangun malah melamun" ucap Luqman lagi
"Eh iya kang" ucapnya
"Ini mb nya mau kembali ke pesantren atau bagaimana ya mb?"
Emmm sampai di sini dulu ya... Author gantung ceritanya
jangan lupa tinggalin jejak 👣👣 biar semangat buat nulisnya
__ADS_1
jangan lupa di favorite ya biar ada notif kalo ada episode baru..💞