
Setelah berhari², berbulan² Linda mencoba untuk bangkit kembali. Dan di mulai dari sini kehidupan yang sebenarnya akan di mulai, ia sudah melupakan tentang kebersamaannya dengan Luqman, walau hatinya masih sakit. Ya, luka di hati tak bisa selama nya bisa kembali seperti semula, pasti akan meninggalkan sebuah luka yang tak bisa di lupakan.
Kini Linda sudah masuk ke Universitas yang sudah ia daftar waktu itu, dan tak di sangka ia juga masuk ke dalam jurusan yang di pilihkam oleh seseorang di masa lalunya. Tapi ia juga tak bisa untuk kembali memilih lagi atau berputar haluan. Ia mencoba menikmati apa yang sudah ia dapatkan sekarang.
Di Universitas ini lah kisah cinta yang baru ia dapatkan, walau tak mudah untuk memastikan hatinya pada lawan jenisnya akibat trauma yang ia dapatkan dulu.
Linda mengikuti sebuah Kegiatan kemahasiswaan kerebanaan di Universitas nya, walau di sana perempuan dan laki-laki akan berkumpul jadi satu dalam sebuah tempat yg dinamakan camp. Sampai terkadang banyak cemoohan yang ia dapatkan dari beberapa teman lawan jenisnya. Tapi di sisi lain ia juga mendapat dukungan dari orang² yang bisa memahami di dirinya.
Setelah Linda menjalani serangkaian kegiatan di Universitas nya sebagai mahasiswa baru, ia juga harus mengikuti serangkaian kegiatan di Ukm yang ia ikuti itu. Dan salah satu kegiatannya yaitu Diklat, dimana kegiatan ini dilaksanakan di luar kampus, ya lebih tepatnya juga di daerah wisata yang terdapat makam di tengah laut.
Di UKM ini ia juga sudah mengenal kaka tingkatnya, di UKM ini juga rasa ke keluargaan itu begitu kental, panggilan akrab ketika bersama adalah Mas/Mb.
Saat ini ia sudah bisa sejenak melupakan apa yang pernah terjadi di rumah. Walaupun belum sepenuhnya bisa untuk mengikhlaskan kepergiaan nya. Sejujurnya ia masih sangat menyayangi nya. Mengapa takdir seperti ini, memisahkannya dengan seseorang yang berhasil mengisi hatinya dan memberikan warna di dalam hidupnya.
Apa yang ia rasakan terhadap seseorang di masa lalu nya ia pernah merasakan akan hal itu, tapi ia tepis agar tidak mengganggu pikirannya, sampai pada akhirnya apa yang ia rasakan beneran terjadi.
Awalnya Linda belum sadar akan kemampuan² yang ia miliki, sampai ia bertemu dengan seseorang yang mampu untuk menuntunnya menggunakan kemampuannya membantu orang² di sekitar.
__ADS_1
Sebelumnya ia hanya bisa merasakan keberadaan yang tak kasat mata, ia hanya bisa menggunakan firasat yang ia miliki. Sampai Ia menyadari bahwa ia memiliki kelebihan.
*
*
Di tempat ia melaksanakan kegiatan pembelajaran di program pendidikan biologi, ia belum memiliki teman atau seseorang yang bisa berteman baik dengannya. Karena ia tipe orang yang cuek terhadap apapun, ia berbicara sepatah dua patah kata jika itu penting.
Setelah beberapa hari ia menjalani perkuliahan, ada seseorang yang mencoba untuk mendekatinya entah itu laki-laki atau perempuan, untuk berteman dengannya. Linda pun menerima mereka, walau belum bisa terbuka. Linda tak bisa langsung akrab dengan seseorang baru ia temui, ia akan mencoba untuk beradaptasi terlebih dahulu, mencoba memahami lingkungan sekitarnya.
"Hay, kita sekelas kan? boleh kita berteman?" sapa kedua orang itu
"Nama ku Setiyowati, panggil saja wati. Aku dari Rembang. Kita berteman?" Ucap wati
"Nama ku Mufti Fakhudin dari Kendal" ucap Mufti
"Ah iya nama ku Linda, senang bertemu kalian, semoga kita bisa berteman sampai jannah-Nya. Aku juga dari Kendal" jawab ku
__ADS_1
"Wah kita dari satu daerah, nanti bisa pulang kampung bareng ya." jawab mufti
"In Syaa Allah" jawab ku.
Lama² mereka akrab, dan bisa saling memahami satu sama lain karna sudah terbiasa bersama. Semoga persahabatan ini bisa membawa perubahan bagi Linda untuk bisa melupakan masa lalunya.
Linda juga mengikuti banyak sekali kegiatan, mencari kesibukan untuk.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
* Jangan lupa Tinggalkan Vote, Like dan Comment ya Guys.. 💞💞💞 Biar tambah semangat nulisnya..
Maaf jika masih ada banyak typo..🙏🙏
HAPPY READING.. 📖
Salam sayang dari Author 💗
__ADS_1
Continued..