Aku Menantu Bukan Pembantu

Aku Menantu Bukan Pembantu
Part 5


__ADS_3

Sudah dua tahun Azizah menjalani rumah tangga dengan Jerry. Tak terasa, waktu bergulir dengan cepat. Azizah juga sudah mulai terbiasa dengan sikap dan perlakuan Ibu Mertuanya. Sekarang ia lebih bersikap tak mempedulikan omongan Ibu Mertuanya itu.


Rafael juga tumbuh menjadi anak yang pintar dan penurut. Ketika Azizah sedang sibuk mengerjakan tugas rumah, jarang sekali Rafael rewel dan seperti mengerti akan kondisi Bundanya itu.


Terdengar suara nada dering dari gawai Azizah dan itu dari Mamah Azizah.


"Halo, Mah. Ada apa?"


"Mamah mau mengabarkan bahwa si Aisyah berenti sekolah dan sekarang sedang hamil."


"Ya, Tuhan. Bagaimana bisa itu terjadi? Bukankah Aisyah adalah anak yang penurut?"


"Semenjak kakakmu menikah, Aisyah tak lagi terurus. Jarang yang ada memerhatikannya. Ayahmu sudah tua, jadi tak begitu bisa memantau pergaulannya."


"Terus pacarnya mau bertanggung jawab?"


"Iya, besok akan dilaksanakan akad nikahnya. Kamu bisa datang kan?"


Sejenak Azizah terdiam, ia bingung harus pulang atau tidak. Namun, dirinya belum berani untuk pulang ke rumah Ayahnya itu.


"Zizah? Kenapa diam saja?"


"Azizah gak bisa janji, Mah."


"Ya sudah. Kamu baik-baik ya di sana."


"Iya, Mah. Mamah juga jaga kesahatan ya.".


Setelah selesai percakapan di telepon dengan Mamahnya, Azizah langsung mengirim pesan ke Aisyah.


[Aisyah, kamu hamil?]

__ADS_1


Tak lama Aisyah pun membalasnya.


[Iya, kenapa?]


[Duh, Syah. Kakak udah bilang kamu jangan bergaul sama anak-anak seperti itu. Udah gitu kamu pake berenti dari sekolah. Sayangkan kalo pendidikan kamu berakhir begitu saja.]


[Haha ... lucu ya. Apa perlu aku kirim kaca ke rumah mertua kakak? Gak lihat, kakak sendiri bagaimana? Sok-sok nasehatin aku segala. Mamah juga udah biayain kuliah kakak mahal-malah. Kakak juga berenti kan?]


[Tapi, Syah, kakak menasehati agar kamu tak seperti aku. Agar tak merasakan bagaimana susahnya saat kita di jalan yang salah. Kakak memang salah, bukan berarti bangga apa yang sudah terjadi]


[Ah sudahlah! Jangan ceramah! Diri sendiri aja belum bener, udah segala nasehatin orang. Masih mending aku dong? Sedangkan Kakak sudah keluar jalur.]


Azizah sangat kecewa dengan balasan Aisyah. Adiknya itu selalu menyalahkan dirinya. Sebagai seorang kakak, ia sangat sedih mendengar Aisyah berkata seperti itu. Dia dibenci dan dimusuhi oleh adiknya sendiri.


"Kamu, kenapa, Bun?" Jerry yang baru saja pulang mengerjakan skripsi, ia menghampiri Azizah sedang termenung.


"Ini tadi Mamah aku nelpon, katanya Aisyah hamil," tutur Azizah.


"Terus sekolahnya gimana?" Jerry terkejut mendengar tentang Aisyah.


"Sayang banget ya, Bun," ujar Jerry.


"Aku sedih aja, Aisyah selalu menyudutkan dan menyalahkanku apa yang terjadi sama dia," ungkap Azizah.


"Ya udah, kamu yang sabar ya, Bun." Jerry berusaha menguatkan Aisyah.


Azizah sangat merasa bersalah kepada kedua orang tuanya. Harusnya dia yang menjaga dan merawat Aisyah. Namun, ia malah mengecewakannya. Sekarang ditambah lagi Aisyah juga sudah di luar batas pergaulannya.


Sebenarnya, Azizah dan Aisyah mempunyai seorang Kakak. Satu Ayah dan beda Ibu. Ayahnya dulu pernah menikah sebelum dengan Mamah Azizah, tetapi bercerai dengan istri pertamanya dan lalu menikah dengan Mamahnya.


Dari kecil Azizah dan Aisyah dirawat oleh kakaknya itu. Karena cukup jauh perbedaan usianya dengan Azizah, jadi Kakaknya yang mengurus mereka, di saat Mamahnya kerja di luar negeri. Sekarang kakak mereka telah menikah dan ikut dengan suaminya.

__ADS_1


****


Jerry sudah selesai menjalani skripsinya dan hanya tinggal menunggu wisuda. Namun, Jerry dan Papahnya bertengkar, lantaran ia kesal karena tak dipinjamkan mobil.


Papah Jerry mengusir anak sulungnya itu.


"Kalau kamu tak patuh dengan orang tua, pergi saja dari sini! Tapi jangan ajak Azizah dan Rafael!" Emosi Papah Jerry meluap.


"Jerry akan tetap membawa Azizah dan Rafael!" sahut Jerry.


Azizah pun mengikuti Jerry, mereka membawa baju seadanya. Karena tak tau ingin kemana, Azizah menghubungi Tari, yang sekarang sudah menikah dah tinggal di Bekasi.


[Tar, lu dimana?]


[Gue di rumah.]


[Gue ke tempat, lu ya?]


[Nah gak kejauhan memang, dari Bogor ke Bekasi?]


[Abis mau gimana lagi, gue gak ada tujuan lagi.]


[Ya udah kalau gitu. Emang ada apa sih, Zah?]


[Nanti kalau udah sampe tempat lu, gue ceritain. Kirim aja alamatnya dan patokannya, karena gue naik Bus.]


[Iya, Zah. Turun di Terminal Bekasi aja, nanti suami gue yang jemput. Rumah gue gak jauh dari terminal.]


[Oke, Tar. Entar gue kabarin, kalau udah sampe.]


[Oke sip]

__ADS_1


Azizah pun menuju ke rumah Tari yang ada di Bekasi. Keterpaksaan ini dilakukan, karena ia hanya bisa menuruti perkataan suaminya itu. Entah sampai kapan ini akan mereda, padahal besok acara perayaan wisuda Jerry akan dilaksanakan.


Bersambung ....


__ADS_2