Aku Menikahi Musuhku

Aku Menikahi Musuhku
Part 21


__ADS_3

Nara sangat bahagia dilamar dengan amat romantis oleh Alden. Meskipun tak sadar dengan rencana awal ia tetap menjalani hubungan dengan Alden apa adanya.


Wanita itu sedang berdiri di tepi jendela sambil menatap ke jari manisnya yang tersemat cincin tunangannya bersama Alden.


Beberapa hari lagi mereka akan resmi menikah. Sungguh amat tak menyangka jika akan secepat ini. Tapi Nara tak peduli dan hidup bahagia adalah hal yang lebih penting menurutnya. Nara bahkan lupa siapa orang yang telah membunuh orangtunya dan ingin menguasai hartanya. Ia terlalu terbuai dengan cinta hingga Rose orang pertama yang menyarankan hal itu merasa sangat bingung dan sekaligus ketakutan jika Nara akan tenggelam pada kelamnya kehidupan.


Ia menghampiri Nara yang beberapa hari lagi resmi menjadi istri dari Alden. Suster cantik itu berdiri di samping Nara dan memandang ke arah yang sama dengan Nara.


Nara merasakan jika ada kehadiran seseorang di sampingnya membuat ia menatap ke arah perempuan tersebut. Nara terkejut tapi ia mengulum senyum.


"Rose."


"Nara. Bagaimana hari mu setelah melewati beberapa hari yang cukup lama bersamanya dan bahkan tengah mengandung anaknya?"


Aldara menatap ke arah perutnya. Perutnya perlahan semakin terlihat membuncit. Wanita itu menghela napas panjang sembari menatap ke depan dengan pandangan bahagia.


"Kau tahu aku sangat bahagia. Mungkin ini jalan yang dimaksud Tuhan bahwa penderitaan akan berlalu jika kau dapat berhasil melewatinya. Aku sekarang bahagia dengan hidup ku yang dulu aku anggap masa-masa sengsara."


Rose mengehela napas panjang mendengar jawaban yang keluar dari mulut Nara. Tapi bukan itu yang ia harapkan dari Nara. Tapi adalah balas dendam yang dilakukan oleh wanita itu. Tapi sayangnya Nara malah terbawa pesona Alden.


"Kau benar-benar buta akan dirinya." Nara langsung menatap ke arah Rose. Ia menyatukan keningnya mendengar ucapan yang keluar dari mulut Rose tersebut.


"Apa maksud mu?" tanya Nara dengan tidak enak.


Rose menatap Nara dengan amat serius. Ia meletakkan kedua tangannya di samping punggung Nara dan kemudian memberikan intimidasi kepada Nara.


"Kau tahu apa tujuan mu untuk menerima Alden? Sudah aku peringatkan jangan kau terbawa pesona dirinya dan kau tetap terbawa dengan ketampanan milik Alden."


Nara teridam. Jadi itu alasan beberapa hari ini Rose selalu mendiamkan dirinya. Ia tahu salah karena tak bisa menjalankan misi dengan baik dan malah benar-benar tak berhasil karena dirinya yang jatuh cinta di tengah-tengah.


"Maafkan aku. Kali ini misi ku gagal. Dan kau pasti akan sangat marah kepadaku."

__ADS_1


Rose tersenyum tipis. Nara tak mengerti dengan situasinya. "Aku tidak marah kepadamu Nara. Aku hanya peduli pada mu agar dia tak keenakan dan terus berada di lumpur hitam dan malah kau akan terseret dengan masalahnya."


Nara diam menatap ke arah Rose. Benarkah saat ini ia juga jatuh ke dalam kubangan lumpur? Dan itu terseret ke dunia hitam milik Alden dan secara terang-terangan ia mendukung perilaku buruk Alden dan bahkan mengkhianati orangtuanya.


"Aku tahu saat ini aku benar-benar hitam. Maafkan aku karena tak bisa mengendalikan hasrat ku. Tapi mau bagaimana lagi? Aku sudah terlanjur jatuh cinta dan juga sedang mengandung anaknya. Apa aku tega melukai hati ayah dari anak ku ini?" tanya Nara dengan mata yang berkaca-kaca.


Rose tak mampu lagi berbicara jika Nara sudah seperti ini. Ia pun memilih diam dan mempercayai pilihan Nara.


"Kau yang telah memilih jalan ini. Ku harap kau tak akan menyesal Nara. Alden tak akan berbuah jika ia tak merasakan sakit dan juga kehilangan. Jika ingin melihat seseorang memiliki hati maka kau harus menyakiti batinnya dan apakah ia terluka atau tidak." Kemudian rose pun pergi membuat Nara masih terdiam di tepi jendela itu sembari menangis dan menatap ke arah hamparan pemandangan di depannya.


"Maafkan aku papa mama. Kali ini anak mu benar-benar mengambil jalan yang salah."


Nara tak salah. Memang ia tak mudah untuk melupakan Alden terlebih lagi ia hidup bersama Alden cukup lama dan banyak kenangannya bersama Alden. Itu semua tak semudah itu untuk dilupakan.


Nara ternyata sudah menyukai Alden cukup lama dan kali ini ia baru sadar dengan perasannya. Tapi sebenarnya ada titik di hatinya yang merasa benci kepada Alden.


_____________


Apalagi Nara begitu cantik di depannya. Melihat Nara yang seperti itu membuat hasrat Alden membucah dan hendak menerkam Nara di tempat ini juga.


Tapi untungnya Nara sedikit waras dan menolak ajakan konyol seorang Alden.


"Kau tahu kau sangat memalukan," ucap Nara yang menjauhkan kepala Alden dari lehernya. "Jika kau sekali lagi seperti ini Paman maka kau harus tidur di luar."


Wajah Alden cemberut tidak senang mendengar jawaban dari Nara. Sebuah bencana besar jika ia tidur di luar.


"Kau benar-benar tega kepada suami mu ini."


"Hey kita belum menikah." Nara menyandarkan Alden yang entah kenapa semenjak Nara menjatuhkan diri pada pria itu kepribadian Alden berubah dan sangat manja.


Tapi tentunya untuk sifat pisikopatnya tak akan pernah berubah. Alden sampai sekarang sangat mengerikan dan masih ditakuti oleh siapapun.

__ADS_1


Alden berjalan keluar dari ruangan ganti baju.


"Alden!"


Alden menatap ke arah Monica yang turut datang ke tempat fitting. Wanita itu tercengang melihat bosnya tang tampil rapi dengan balutan jas pengantin.


Monica memandang ke arah Edgar yang juga sama terperangah. Mereka menggelengkan kepala tak percaya melihat jika bosnya bisa juga tampak terlihat good boy.


"Kau benar-benar tampan."


Alden menyeringai mendengar ucapan Monica.


"Apakah saat ini kau tengah terpesona pada ku? Oh maafkan tapi sayang aku hanyalah milik Nara."


Monica pun berubah menjadi muak saat mendengar pertanyaan Alden tersebut. Ia kira pria itu akan berubah menjadi pria yang kalem ternyata sama saja seperti dulu.


"Sudahlah aku lelah kepadamu. Kau benar-benar sangat konyol dan tak pantas untuk menjadi orang baik."


Nara pun keluar dan melihat jika ada Monica dan Edgar di luar. Ia tahu mereka karena sering beberapakali berjumpa.


"Hay Monic."


"Hay Nara. You are so beautiful."


"Thanks."


____________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.

__ADS_1


__ADS_2