Aku Menikahi Musuhku

Aku Menikahi Musuhku
Part 7


__ADS_3

Nara terkejut mendengar pernyataan yang disampaikan oleh pria yang duduk di sampingnya. Ia merasa tak senang, tapi juga sangat penasaran dengan ucapan pria tersebut.


"Apa yang kau katakan? Tidak mungkin Paman ku seperti itu. Kau berbohong." Nara tak bisa menerima yang disampaikan oleh laki-laki itu. Ia merasa selama ini Alden sangat baik kepadanya dan tak pernah berbuat jahat kepadanya, mana mungkin jika itu adalah Alden.


"Oh ya?" tanyanya dengan smirk yang menunjukkan sesuatu yang misterius. "Terserah kau mau percaya pada ku atau tidak. Yang penting aku sudah mengatakan yang sebenarnya."


Nara terdiam dan tampak wajahnya terlihat jika wanita itu tidak tenang, seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Ia memejamkan mata dan berusaha untuk tetap pada keyakinannya agar tak mempercayai orang baru. Bisa saja dia ingin menghancurkan hubungan baiknya dengan Alden.


"Kau berbohong. Kau hanyalah orang asing yang mencoba untuk dekat dengan keluarga ku. Kau pikir aku akan percaya begitu saja?"


Laki-laki tersebut hanya tertawa sumbang mendengar ucapan konyol Nara. Nara tak tahu saja jika dia adalah seorang tokoh penting dalam hidup perempuan tersebut.


"Sudah aku katakan bukan? Jika kau akan tahu suatu hari nanti."


Nara merasa terhasut. Tapi ia ingat saat Alden mengatakan jika dia tak boleh percaya dengan siapapun.


"Kau pikir aku bodoh yang hanya bisa mempercayai mu."


Nara menatap ke depan dan melihat jika mobil pamannya terparkir di depannya. Yang mengejutkan pria itu tengah berdiri di depan mereka dengan tatapan tajam yang mengarah kepada pria yang ada di sampingnya.


Nara memperhatikan kedua orang itu yang tampak bertatapan dengan sangat serius. Ada sesuatu di balik netra mereka yang tak diketahui oleh Nara.


Nara merasa bingung dan berusaha untuk mencairkan suasana.


"Paman kau sudah datang?" Nara menyapa dengan sangat ceria.


Alden menatap sekilas Nara lalu mendengus kasar. Pria tersebut memejamkan matanya dan menarik tangan Nara. Ia pun menyembunyikan Nara di punggungnya.


Nara terkejut dengan perlakuan Alden yang tiba-tiba. Tapi meski begitu ia tetap untuk diam.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


"Hanya menceritakan suatu fakta yang sebenarnya." Tangan Alden terkepal. Urat-urat di tangannya menyembul saking marahnya mendengar ucapan orang di depannya.


"Kau sangat lancang dan sudah terlalu jauh melangkah."

__ADS_1


"Apakah aku peduli dengan itu?"


"Kau tahu sendiri akibatnya."


"Nyatanya aku tidak takut," ujarnya yang meremehkan Alden.


Nara meraih tangan Alden lalu menariknya masuk ke dalam mobil.


"Paman sudahlah. Jangan berbicara dengannya. Dia memang sedikit gila."


Alden melirik sekilas Nara. Lalu kemudian ia pun masuk ke dalam mobil dengan hentakan kaki yang tersulut emosi.


Nara ketakutan melihat Alden yang seperti itu. Ia kerap melihat Alden marah tapi tak pernah melihat Alden yang semarah ini.


"Paman."


"Apa yang kalian lakukan?" Nara terkesiap. Ia menundukkan kepala.


"Dia menghampiri ku dan mengatakan sesuatu."


"Dia mengatakan jika kau adalah pembunuh orang tua ku." Dan bertepatan setelah mengatakan hal itu Nara langsung menitikkan air mata. Ia takut jika apa yang dikatakan oleh pria tadi adalah faktanya.


Nara tak tahu harus melakukan apa jika memang terbukti kebenaran ucapan pria tadi. Ia sangat menyayangi Alden yang selalu mendidiknya dan menjaganya saat ia kecil hingga ia tumbuh remaja.


Tapi dia juga akan sakit hati kepada Alden. Balas dendam tetaplah balas dendam dan Nara tak bisa memilih Alden jika memang Alden lah yang membunuh orang tuanya.


Alden menatap Nara yang menangis. Pria itu hanya diam tak melakukan apapun. Ia memandang ke depan dengan tatapan kosong.


"Sudah aku katakan jangan mempercayai siapa pun. Mereka ingin merusak hubungan baik kita. Kau masih tetap tak percaya dengan itu. Bagaimana mungkin kau mudah terprovokasi dengan ucapannya? Apa kasih sayang ku selama ini masih kurang? Hanya kejadian konyol saja jika ada seorang yang selalu di sampingnya ia bunuh. Aku tak mungkin sekejam itu membunuh atasan ku."


Nara menatap Alden terkesima. Ia terbuai dengan kata-kata yang Alden keluarkan. Dan detik itu pula Nara pun menyunggingkan senyumnya.


"Kau benarkan Paman?" tanya Nara bahagia.


Melihat senyum Nara yang tampak cantik membuatnya diam-diam merasa bersalah. Tapi Alden berusaha untuk menepisnya. Ia tak semudah itu tersentuh. Apalagi oleh anak dari musuhnya.

__ADS_1


"Tentu. Tidak mungkin aku akan berbohong kepadamu."


"Ingat jika kau berbohong Kepadaku. Maka akulah yang akan membunuh mu Paman."


Alden tersenyum tipis.


"Mulai saat ini kau harus percaya kepadaku."


"Aku selalu percaya pada mu Paman."


Begitu besar kepercayaan yang ditaruh Nara pada Alden. Tapi sayangnya semua yang dikatakan oleh pria itu hanyalah bulanan.


___________


Alden menatap Nara yang tertidur di mobilnya. Wanita itu tampak kelelahan usai bersenang-senang di mall.


Untuk kesekian kalinya Alden menerima keinginan Nara dan menemani anak gadis itu yang di mana di mata Alden dia masih seperti anak-anak.


Wajah Nara tampak sangat polos. Tak terbayangkan jika dia mengetahui kebenarannya. Alden tidak takut karena ia memiliki kuasa. Meskipun Nara tahu maka ia akan memaksa Nara agar tetap di sampingnya seumur hidup.


"Nara. Kau akan selalu menjadi orang yang ada di samping mu. Karena kau lahir hanya untuk menemani ku. Kau adalah hidup ku." Alden menatap tajam Nara lalu mengecup sekilas bibir Nara yang sudah menjadi miliknya.


Nara adalah gadis yang paling cantik yang pernah ada di muka bumi. Dari Nara kecil ia sudah terpukau dengan kecantikan Nara. Tapi hanya sebatas kagum. Ia berpikir jika membesarkan Nara adalah sesuatu keajaiban baginya.


Nara bisa menjadi pendampingnya. Dan benar saja ketika Nara besar visual yang dimiliki oleh wanita itu tak mengecewakan hingga Alden tak akan pernah melepaskan Nara. Apapun akan ia lakukan agar Nara bisa berada di sampingnya.


Alden mengangkat tubuh Nara dan kemudian membawa masuk wanita itu. Sudah sangat lama ia menjaga Nara. Di mana saat itu ia pertama kali memasuki keluarga Nara di saat usianya 16 tahun dan Nara masih berumur 6 tahun. Ia membantai keluarga Nara ketika ia berusia 20 tahun.


Tergolong orang yang muda tapi memiliki pengaruh besar di umurnya yang masih muda dan berhasil membentuk organisasi Mafia terbesar di dunia. Dan memiliki pikiran licik di saat ia berusia 10 tahun. Tak ayal Alden pantas dijuluki pria berdarah dingin dan mengerikan.


___________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.

__ADS_1


__ADS_2