Aku Menikahi Musuhku

Aku Menikahi Musuhku
Part 9


__ADS_3

Ternyata rasa penasaran terhadap pekerjaan Alden tak berhenti sampai tadi malam. Nyatanya ia masih mencari tahu apa pekerjaan Alden.


Ia merasa takut jika Alden adalah seorang kriminal. Bukan dirinya tak percaya kepada pria itu, hanya saja ada bisikan misterius yang membawanya sampai berpikir sejauh ini.


Di lain sisi pertemuannya dengan seorang pria misterius tempo hari yang mengatakan Alden adalah pembunuh orangtuanya membuat Nara tak bisa tenang. Meski ia berusaha menyangkal dam menganggap jika dia hanyalah berbohong kepada-nya karena ingin menghancurkan hubungan baiknya dengan Alden tapi ternyata semua itu tak semudah itu untuk dilakukan.


Nara benar-benar tak bisa tenang dan terus ingin mencari tahu lebih dalam lagi siapa seorang Alden. Menurutnya Alden adalah pria dengan sejuta misteri yang belum dapat ia tebak karena selama ini laki-laki tersebut tampak biasa saja di depannya dan pandai menyembunyikan sesuatu.


"Nara ayo kamu pasti bisa. Tenanglah, Paman tak akan berani kepada mu. Mana mungkin dia akan memarahi mu."


Nara meyakinkan diri sendiri agar bisa melakukan langkah yang sangat jauh ini. Wanita itu sudah membulatkan tekadnya jika ia akan mencari tahu. Apapun nanti hasilnya ia harus menguatkan mental untuk menerima faktanya.


Nara memandang tempat kerja Alden dan menarik napas terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangan pria itu.


Di sana ia pun mulai memakai sarung tangan agar tidak terdeteksi oleh Alden. Ia tahu jika raungan kerja Alden penuh dengan perangkat yang melindungi keamanan pekerjaannya.


Nara pun mulai membuka komputer Alden. Beberapa kali ia berusaha untuk membuka sandi dari komputer itu tapi percobaannya selalu gagal.


Nara mendesah panjang. Ia pun mulai lelah dan ingin menyerah. Tapi bayang-bayang lautan fakta terus mendorongnya untuk melakukan hal yang lebih jauh.


"Apakah setelah ini Paman akan marah?" tanya Nara dan berusaha untuk menyingkir dari sana. Melawan hati nuraninya. "Tapi bagaimana jika ada rahasia yang menyangkut aku?" Nara sangat gelisah. "Tapi tidak mungkin."


Nara pun bingung dan berpikir untuk mencobanya sekali lagi. Jika ia tak berhasil maka Nara memutuskan untuk menyerah. Maka wanita itu membuka komputer itu lagi dan berjuang memasukkan sandi secara acak.


Pada percobaan terkahir Nara yang sudah menyerah pun secara tiba-tiba komputer itu terbuka. Nara terbelalak dan menatapnya tak percaya.


Tapi ada yang lebih mengejutkan Nara. Wallpaper dari komputer itu adalah dirinya yang menggunakan baju yang sangat tipis.


Nara berusaha untuk menepis kemungkinan-kemungkinan yang selalu ditunjukkan oleh otaknya. Tak mungkin Alden memiliki niat jahat padanya. Alden sangat baik.


Nara pun mencari file-file Alden. Ia pun mulai membaca beberapa berkas dan email pria itu. Betapa terkejutnya Nara saat membaca semua berkas itu. Di mana menunjukkan jika ada transaksi ilegal dan selain itu juga terdapat kejahatan-kejahatan fatal.

__ADS_1


Nara tak percaya tapi ini semuanya nyata. Jadi hal apa yang mengatakan jika yang ia lihat adalah sebuah kebohongan. Di sana tertulis jelas perjanjian yang disetujui oleh kedua pihak dan juga ada tanda tangan Alden.


"Tidak mungkin Paman." Nara ingin menangis melihat lautan fakta yang ada di depannya.


Selain itu ia juga mendapatkan sebuah rahasia yang sangat menyakitkan. Jika semua aset dari orangtuanya yang seharusnya menjadi miliknya malah sekarang di atas nama kan dengan nama Alden.


Air mata sudah merembes keluar dari sarangnya. Nara tak sanggup lagi menerima semua kenyataan ini. Alden ternyata sangat jahat dan dia mendekati Nara agar bisa berakting di depan media dan juga bisa memegang harta warisan Nara dengan alibi untuk menjaganya sebelum Nara besar.


Nara tak peduli dengan harta itu. Ini bukan masalah harta tapi masalah kepercayaan yang dikhianati.


"Kau benar-benar jahat. Seperti ini kah kau memperlakukan kami dan menganggap aku hanyalah sumber uang mu, Paman? Apakah semua perhatian mu selama ini tulus kepada ku? Oh Tuhan kenapa sangat menyakitkan." Nara menangis dalam diam. Ia berusaha untuk kuat walau ia tak akan mampu.


Nara terus menyelam semakin jauh. Ia pun mencari fakta lain yang disembunyikan oleh Alden. Mengingat jika Alden berbohong dan bisa saja perkataan pria tempo lalu ada benarnya. Alden lah yang membunuh orangtuanya.


Nara mendapatkan sebuah chat yang sangat disembunyikan. Juga ada beberapa fakta yang berusaha untuk dilenyapkan mulai dari CCTV. Nara mengamatinya lebih dalam dan ia rasanya hendak pingsan di tempat ketika ia melihat sebuah cctv pada malam kelam itu.


Terdengar juga percakapan mereka. Begitu jelas dan Nara melihat sendiri Alden yang berubah menjadi orang yang sangat baik setelah membunuh orangtuanya. Selanjutnya ia pun menyelamatkan Nara seolah-olah dialah yang telah menjadi pahlawan.


"Sudah puas melihatnya?" tanya Alden yang berdiri di depan pintu.


Nara terkesiap dan langsung memandang ke arah di mana pria itu berada. Ia ternganga tak percaya jika Alden ada di sini.


Nara yang sudah tahu segalanya langsung menghindar dari laki-laki tersebut. Ia berusaha untuk keluar dari ruangan ini dan jika perlu ia akan keluar dari rumah ini selamanya.


"Kau!! Kau iblis."


"Kau baru tahu. Dan aku tak perlu lagi menyimpannya lebih jauh. Bagaimana dengan fakta kali ini? Apakah kau merasa tertarik."


"Aku membenci mu Alden!!" teriak Nara histeris. "Kau paman terburuk ku. Orangtua ku pasti kecewa karena selama ini aku selalu mematuhi mu. Aku tinggal dengan orang yang telah membunuh ayah dan ibu ku, hiks."


"Tak perlu ditangisi Nara. Semuanya sudah terlanjur. Kau tak bisa membalikkan mereka ke dunia dan kau juga tentunya tak akan bisa kabur dari ku Nara."

__ADS_1


"Tapi kenapa?"


"Karena aku tak akan pernah melepaskan mu."


Nara hanya tertawa pelan penuh dengan tekanan.


"Kenapa kau membunuh majikan mu sendiri?"


Alden pun berpikir mungkin sudah saatnya ia menceritakan yang sebenernya kepada Nara.


"Kau ingin tahu Nara? Karena dari awal niat ku ingin berakting dan merampok rumah mu. Aku sudah memasuki organisasi Mafia dari aku kecil. Aku dibesarkan penuh dengan darah. Kau tak perlu takut." Alden mendekati Nara dan Nara berusaha untuk menghindar dari pria itu. "Hingga aku sadar jika anak majikan ku sangat cantik. Jika dipikir-pikir menunggunya besar bukanlah pilihan yang buruk. Dan aku benar. Kau sangat cantik dan juga... Menggairahkan."


Nara membuka matanya. Seolah ada aba-aba buruk. Ia harus segera pergi dan menjauh dari laki-laki pisikopat si Alden.


"Kau!! Kau benar-benar ba.jingan... tunggu aku akan membunuh mu. Aku akan membalaskan dendam orangtua ku."


Nara melangkah cepat tapi tangannya ditarik oleh Alden.


"Kau tidak akan pernah bisa kabur dari ku Nara."


Alden mengangkat tubuh Nara dengan entengnya lalu membawanya ke kamarnya.


"Kita nikmati malam ini. Mungkin sudah saatnya aku berbuka dari puasa ku selama ini terhadap tubuh mu." Alden mengurung tubuh Nara lalu mencuri ciuman yang sangat dalam dari Nara.


Bahkan Alden tak peduli dengan pemberontakan Nara.


____________


Tbc


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.

__ADS_1


__ADS_2