
Landon, Inggris.....
Sepasang suami istri yang bernama Daniel Hildert dan Mikayla Lee yang memiliki hubungan harmonis yang telah menikah belasan tahun dan telah dikaruniai 3 orang anak. Dan ketiga anak nya perempuan. Anak pertama dan kedua kembar seiras yang sekarang tengah menempuh pendidikan di universitas dan mengambil jurusan bisnis dan management. Sedangkan anak bungsu mereka duduk di bangku kelas tiga SMA.
Anak kembar mereka bernama Yvona Dayla Hildert dan Vyona Dayla Hildert. Teman-teman sekelas biasanya memanggil mereka Yvon dan Vyon. Sedangkan anak bungsu mereka bernama Alicia Dedaisy Hildert. Ia merupakan anak yang bisa dibilang paling cantik diantara kakak kembarnya itu. Kulitnya putih bersih dan mulus, meskipun tidak semulus kulit kakak kembarnya itu. Rambut panjang dan hitam pekat serta lembut seperti sutra. Ia memang tinggi bahkan tingginya hampir sama dengan kakak kembarnya itu.
Ia merupakan anak yang penurut serta berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia juga murid yang pintar di sekolah, walau tidak sepintar kakak kembarnya itu. Walaupun begitu Cia sangat mahir dalam memainkan alat musik.
Baik itu gitar, biola maupun piano. Selain itu juga, ia sangat pandai menggambar dan juga melukis. Sedangkan, dari kedua kakaknya itu, tak satupun yang dapat bermain alat musik. Maka dari itu jika ayah dan ibunya memuji Cia, kakaknya akan menatap sinis ke arahnya lalu pergi ke kamarnya.
Teman-temanya biasanya memanggilnya Cia. Teman-temannya sangat menyukainya karena ia orang yang suka menolong dan ramah kepada siapa saja. Tapi di satu sisi Cia sedikit jahil dan selalu bersikap dingin kepada teman laki-lakinya. Berkebalikan dengan kakak kembarnya itu yang terkenal sombong dan juga semena-mena karena mereka berasal dari keluarga yang bisa dibilang lumayan kaya.
Kakak kembar nya itu tidak mempunyai banyak teman seperti Cia, karena mereka bilang tidak butuh teman. Temannya hanya ada beberapa bahkan bisa dihitung dengan jari.
Mungkin mereka tidak ingin teman karena mereka merasa sudah memiliki teman dari kecil yaitu kembarannya sendiri tentunya. Namun walaupun kakaknya itu kembar, sifat mereka agak berbeda. Kakak pertamanya, Yvon sangat sombong dan selalu iri kepada Cia. Namun Cia selalu diam saja dan tetap menyayangi kakaknya itu. Sedangkan kakak keduanya, Vyon lebih baik daripada Yvon namun ia takut dengan Yvon yang selalu menyuruhnya agar menjauh dari Cia.
Sebenarnya dari kecil Cia tau bahwa kakaknya tidak menyukainya. Entah apa yang membuat kakaknya seperti itu namun Cia selalu diam dan memilih untuk tidak menghiraukannya. Mungkin karena mereka saudara tiri. Ya, Cia dan kakaknya merupakan saudara tiri karena mereka berbeda ibu. Ayah mereka menikah dua kali dan ibu Cia merupakan istri kedua. Istri pertama tuan Hildert yang tak lain adalah ibu dari kakak kembarnya itu sudah lama meninggal karena kecelakaan maut yang menimpanya.
Tapi meskipun saudara tiri, Cia sayang kepada kakanya tapi tidak dengan kakaknya. Kakaknya selalu berpura-pura baik di hadapan kedua orang tua mereka. Saat orang tuanya pergi bekerja, kakak kembarnya itu selalu menyuruh nya mengerjakan pekerjaan rumah, seperti mengepel, menyepu, mencuci dan lainya yang seharusnya dilakukan oleh para pembantu di rumahnya.
Flash Back On...
Beberapa tahun lalu, saat Cia duduk di bangku SMP dan kakaknya di bangku SMA, ayahnya membeli loker untuk menaruh buku serta barang-barang lainnya untuk ketiga anaknya. Sang ayah, Tuan Hildert membeli satu loker yang sangat besar dan dua loker yang ukuran nya lebih kecil. Namun jika digabungkan kedua loker kecil itu hampir sama besarnya dengan loker yang pertama.
Karena kakak Cia kembar, sang ayah memberikan loker yang paling besar untuk mereka berdua, dan dua loker yg lebih kecil untuk Cia. Namun kakak pertama Cia, Yvon tidak setuju dengan keputusan ayahnya. Yvon memang serakah dan bisa dibilang sangat-sangat serakah dan membenci Cia.
"Ayah mengapa Cia diberikan dua loker, bukankah dia masih SMP dan buku serta barang-barangnya juga tidak terlalu banyak. Ayah tidak adil" ucap Yvon dengan wajah masam nya dan melipat tangannya di depan dada sambil melirik sinis ke arah Cia. Cia hanya diam, sebenarnya ia juga tidak suka dengan perlakuan kakaknya, namun karena sifat nya yang lebih dewasa dari kakaknya ia memilih untuk diam daripada membuat suasana semakin kacau.
"Yvon, ayah kan sudah bertindak adil. Ayah memberikan kalian loker yang lebih besar karena kalian kembar. Yasudah, apa yang kau inginkan?" ucap tuan Hildert mulai pasrah. Ia tau jika keinginan anaknya itu tidak dituruti ia bisa saja mengurung diri di kamarnya dan tidak mau makan. Padahal menurut Cia biarkan saja kakaknya itu mengurung diri tohh juga nanti jika lapar ia akan keluar untuk makan.
Ayah mereka memang lebih menyayangi kakak kembar Cia, bahkan sangat memanjakannya. Cia tidak terlalu dekat dengan ayahnya melainkan ia sangat dekat dengan ibunya.
"Begini saja, menurutku lebih baik Cia menggunkan satu loker saja, sedangkan loker yang satunya dipakai untuk buku-buku majalah lain" ucapnya puas karena ayahnya memilihnya.
"Yasudah kalau begitu. Cia, bagaimana menurutmu?" tanya ayahnya
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa ayah" ucap Cia yang tetap tersenyum meskipun sebenarnya ia tak menyetujui. Karena walaupun masih duduk di bangku SMP buku pelajaran Cia tidak kalah banyaknya dengan buku sang kakak. Sebab Cia sering pergi ke toko buku untuk membeli beberapa buku seperti novel dan buku sejarah tentang Dewa Dewi Yunani Kuno dan Mesir serta buku tentang Romawi kuno. Cia memang sangat menyukai sejarah tentang Yunani Kuno dan juga Romawi, ia juga suka cerita tentang Mesir. Dan walaupun pada akhirnya ia mendapatkan loker yang kecil tapi tidak ada rasa benci yang muncul di hatinya kepada kakak tirinya itu.
"Anak baik" ucap sang ayah tersenyum ke arah Cia serta mengusap lembut puncak kepala Cia.
Cia jarang mendapat pujian dari sang ayah, seperti halnya saat ia mendapatkan nilai tertinggi di kelas, ayahnya hanya akan memujinya sesaat saja. Dan hanya mengatakan "anak pintar, pertahankanlah" hanya kalimat itu saja yang ayahnya ucapkan. Dan setelah selang beberapa hari ia tidak akan mendapatkan pujian lagi. Maka dari itu jika ia mengikuti lomba ataupun mendapatkan nilai bagus, ia tak akan memberi tahu ayahnya, ia hanya akan memberi tahu ibunya. Karena baginya, sia-sia ia mengatakan hal itu pada ayahnya dan ayahnya akan selalu berpihak pada kakaknya. Ayahnya selalu membangga-banggakan kedua kakaknya itu di hadapan saudara maupun rekan kerjanya.
Dan selain itu juga, jika setiap ada teman Cia yang datang berkunjung ke rumahnya, Kakak pertama Cia, Yvon pasti memarahinya.
"Kenapa ribut sekali? Aku jadi merasa sangat terganggu" bentak nya kepada Cia, bahkan kakaknya itu tidak segan-segan membentaknya di depan teman-temannya.
Tapi jika yang datang berkunjung adalah teman-teman kakaknya, Cia sama sekali tidak mempermasalhkannya. Ia akan berdiam di kamar sambil membaca buku ataupun menggambar.
Flash Back Off.......
Namun setelah ia duduk di bangku SMA ini ia sadar bahwa ia tidak akan tinggal diam jika kakak-kakaknya menindasnya lagi. Ia sudah tidak tahan dengan sikap kakaknya itu. Maka dari itu ia mencoba untuk melawan. Dan bersikap lebih tegas lagi.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Cia merupakan anak yang mandiri. Ia tidak pernah membangunkan kedua orang tuanya atau pun ibu pengasuhnya untuk menyiapkan sarapan dan bekal nya. Ibunya selalu bercerita kepada teman-teman ibunya bahwa Cia anak yang sangat mandiri dan tidak ingin menyusahkan orang tua.
Sampainya di dapur, ia segera memakai apron berwarna hijau emerald itu dan mulai mengambil peralatan serta bahan masakan
Namun tiba-tiba ada seseorang yang memegang pundak kirinya. Karena kaget Cia pun berteriak "Aaaaaaaa" teriaknya sambil menutup kedua telinganya.
"Astaga, nona kenapa teriak-teriak, ini bibi. Bibi jadi ikutan kaget non" ucap Bi Rina sambil memegangi dadanya dengan tangan kirinya.
"Ihhh bibi, gak lucu tauu, Cia kan jadi kaget" ucapnya sambil memukul lengan bi Rina pelan. Cia benar-benar kaget saat ini, pasalnya dua hari lalu temannya mengajak pergi ke bioskop untuk menonton film horor. Sebenarnya Cia tidak suka film horor, ia akan terbayang-bayang jika sampai di rumah, Cia lebih memilih film action daripada film horor. Namun karena pada saat itu ulang tahun temannya, ia jadi tidak bisa menolak ajakan temannya. Apalagi teman satu kelasnya.
"Maaf nona, bibi hanya mau menyapa dan membantu. Ehh nona malah keget" ucap Bi Rina
Bi Rina adalah pengasuh Cia dari kecil. Bi Rina lah yang selalu melindungi Cia jika kakak-kakak Cia menidasnya. Sebenarnya Bi Rina ingin mengadukan hal itu pada tuan rumahnya, namun Cia selalu melarangnya. Cia takut hal itu akan merusak rumah tangga ayah dan ibunya. Dan ia tidak mau hal itu terjadi.
Bisa saja ayah dan ibunya bertengkar hanya karena aduannya itu. Gadis itu bilang bahwa Tuhan pasti membalasnya. Namun karena tidak tahan lagi Bi Rina hanya melapornya kepada nyonya rumah itu yang tak lain adalah ibu kandung Cia.
Sebenarnya ibu Cia sudah tau, namun ia juga berterima kasih kepada Bi Rina karena sudah melindungi Cia dari kakak-kakaknya. Ibu Cia adalah orang yang sibuk, sebenarnya ayah Cia menjadi sukses seperti sekarang berkat ibunya. Ibunyalah yang berasal dari keluarga kaya dan juga mempunyai pekerjaan yang lebih mapan daripada ayahnya.
__ADS_1
Bi Rina lah yang selalu menemani Cia dan menghibur Cia. Bahkan kadang Bi Rina mengajak Cia ke rumahnya untuk bermain dengan anak Bi Rina. Anak Bi Rina perempuan dan umur nya sama dengan Cia. Awalnya saat Bi Rina mengajukan permintaan untuk membawa Cia kerumahnya ditolak oleh ibu Cia, namun setelah Cia ikut memohon akhirnya ia diperbolehkan main ke rumah Bi Rina. Bahkan sekarang anak Bi Rina menjadi teman baiknya.
Niala Roselia nama anak Bi Rina. Cia biasanya memanggilnya Nia tapi kadang ia juga memanggilnya Lala. Dan baru kali ini mereka satu sekolah. Dari Paud sampai SMP mereka berbeda sekolah. Namun hal itu tidak menjadi penghalang untuk menjalin persahabatan mereka.
"Nona ingin memasak apa untuk bekal sekolah hari ini, sini Bibi bantu nona" ucap Bi Rina yang mulai mengiris kentang untuk digoreng.
"Aku hanya akan membuat sandwich bi" ucap Cia yang mulai meletakan selada, irisan tomat dan juga mentimun pada rotinya.
"Apakah nona akan pulang telat hari ini?" tanya Bi Rina. Bi Rina sangat sayang pada Cia
Ia sudah menganggap Cia anaknya sendiri.
"Iya bi, Cia ada ekstra tambahan hari ini" ucap Cia sembari tersenyum ke arah Bi Rina. Dan Cia juga merasa begitu. Cia sudah menganggap Bi Rina ibunya dan ia juga selalu mencium punggung tangan Bi Rina jika ia bersngkat ke sekolah.
"Bi, tolong buat kentang goreng itu lebih banyak ya. Aku akan membaginya dengan Nia" ucap Cia yang berjalan ke arah rak untuk mengambil kota makannya.
"Apakah tidak apa-apa nona?bukankah nona sangat menyukai kentang goreng?" tanya Bi Rina kepada Cia.
"Tidak apa-apa bi, kita harus saling berbagi. Lagipula ia teman terbaikku bukan" ucap Cia tersenyum.
Bi Rina hanya tersenyum menatap Cia. Cia gadis yang sangat baik.
Bi Rina tau Cia sangat menyukai kentang goreng. Bi Rina tau segela hal yang disukai oleh Cia. Mulai dari hobi, makanan kesukaan, minuman kesukaan, pelajaran yang Cia suka dan yang lainnya. Bahkan Bi Rina tau siapa saja nama teman-teman yang dekat dengan Cia.
"Yasudah, nona pergi bersiap saja, biar bibi yang melanjutkan menyiapkan bekal untuk nona" ucap Bi Rina yang mengusap pipi Cia dengan lembut.
"Baiklah terima kasih Bibikuuu sayangg" ucap Cia yang memeluk bibi kesayangannya itu. Cia segera meniki tangga menuju kamarnya untuk bersiap-siap ke sekolah.
"Selama ini nona sudah hidup susah, padahal berasal dari keluarga terpandang. Semoga kedepannya nona selalu bahagia, sukses dan mendapatkan jodoh yang baik pula" ucap Bi Rina mendoakan Cia.
Sementara di kamar Cia.........
Setelah 20 menit, Cia keluar dari kamar mandi dan bersiap mengenakan seragam sekolahnya,menyisir dan merapikan rambutnya lalu memakai bando berwarna peach yang sangat cocok bila dipadukan dengan seragam Cia.
Cia bukanlah anak yang suka berdandan berjam-jam di depan cermin hanya untuk merias wajah. Ia tidak begitu senang melakukan hal itu. Ia lebih senang merawat rambutnya. Karena rambutnya halus, maka rambut Cia mudah ditata.
__ADS_1
Walaupun dalam kondisi berantakan sekalipun, Cia masih terlihat cantik. Sangat berbeda dengan kakak-kakak tirinya yang selalu menghabiskan waktu berjam-jam di kamar mandi dan juga di depan cermin untuk merawat diri. Kakak Cia iri dengan penampilan Cia. Kakak Cia memiliki rambut yang bergelombang dan sedikit keriting, maka dari itu kakak Cia selalu pergi ke salon agar rambutnya bisa seperti Cia. Tapi walaupun ke salon berkali-kalipun rambut kakaknya itu tidak pernah berubah hanya lurus sesaat nanti juga kembali lagi.