
"Menjauhlah sedikit tuan,,,, aku tidak kenal siapa kau dan kenapa menahanku disini" Cia kesal dengan sikap pria didepannya itu.
"Alicia....Namaku Aliciaaaa..kau sudah puas?" tanya Cia kepada pria itu, ia memperkenalkan diri dengan nada yang tinggi sambil sedikit berteriak
"Baiklahh.....Aliciaa...aku akan mengingatnya" pria itu tersenyum licik dan meletakkan tangan kiri nya disaku celana Cia. Tentu saja Cia kaget dengan tangan pria itu. Ia berpikir bahwa pria itu adalah pria mesum. Cia pun tak segan-segan mendorong pria itu.
"Kauu...pria mesum" ucap Cia yang segera pergi namun tiba-tiba saja ia pingsan dan untungnya pria itu menangkap dengan gerakan yang sangat cepat.
"Heii....manis,ada apa dengamu? Bangunlah...heii" ucap pria tampan itu yang sedikit panik sambil menepuk-nepuk pipi kanan Cia berharap agar gadis cantik itu segera sadar
"Siall....dia pingsan. Tapi membuat ku merasa beruntung" senyum licik terlihat jelas di wajahnya itu.
Ia lalu membopong Cia keluar dari toilet. Di luar toilet tersebut, ada seorang pria yang berdiri disana seperti sengaja menunggu sesuatu.
"Tuan muda...akhirnya anda kembali. Sebentar lagi akan ada ra....." belum sempat pria itu berbicara tiba-tiba saja pria tampan di toilet menatap tajam ke arahnya.
"Batalkan saja...kita pulang terlebih dahulu...dan kau pergi temui gadis yang menunggu nona ini, bilang padanya temannya pingsan dan aku membawa nya kau juga boleh mengajak nya bersama" ucap pria itu dengan ekspresi datar serta dingin.
"Baik tuan muda" ucap pria itu yang sepertinya adalah sekertaris dari pria yang ia panggil tuan muda tadi
Siapa gadis itu, tuan muda tidak pernah sama sekali menyentuh seorang wanita. Walaupun ia melihat seorang wanita pingsan di tenag jalan pun ia akan menyuruh aku atau bodyguard yang lain untuk menggendongnya. Ucap pria itu bergumam sendiri
"Permisi nona, apakah kau menunggu seorang teman mu yang sedang pergi ke toilet" tanya pria itu kepada Nia. Nia tentu saja terkejut dibuatnya.
"Siapa kauu???......tunggu bagaimana kau tau aku menunggu temanku yang sedang pergi ke toilet??" tanya Nia semakin dibuat panik dan sedikit takut. Namun ketakutan nya sedikit berkurang, pasalnya pria yang berada di hadapan nya merupakan pria yang bisa dibilang tampan.
"Maaf nona,, temanmu tadi pingsan di kamar mandi dan tuan muda membawa nya ke rumah, jika anda ingin pergi menemui nya maka ikutlah bersama saya" ucap pria itu lagi
"Apa??...Cia pingsan...?" Tentu saja hal ini membuat Nia sangat terkejut. "tungu dulu tunggu, bagaimana mungkin aku bisa percaya padamu?" Nia mulai sadar bahwa ia tidak boleh percaya dengan pria asing
"Bukankah ini gelang teman anda?" tanya pria itu lagi sambil menunjukan sebuah gelang berwarna coklat yang tak lain adalah gelang persahabatan mereka
"Cepat bawa aku menemuinya" tanpa basa basi ia langsung menyambar gelang yang ada di tangan pria itu dan menarik tangan nya untuk segera mengantar nya menemui sahabat kesayangannya itu
Dalam perjalanan, Nia tampak sangat khawatir dan terlihat terus menggosok-gosokkan tangannya. Pria yang sedang mengemudi itu pun menyadari hal itu.
__ADS_1
"Tenanglah nona, tuan muda akan merawatnya" ucapnya berusaha untuk menenangkan Nia
"Bagaimana aku bisa tenang, di negara ini dan di kota ini kami hanya tinggal berdua, kami bukan orang sini dan juga aku sangat memahami Cia, dia memang tidak akan pernah menceritakan jika dia ada masalah" ucap Nia yang sedikit panik dan berbicara dengan nada yang sedikit tinggi.
Ternyata gadis ini sangat peduli dengan temannya. Jaman sekarang sangat sulit menemukan teman sejati. Ucap pria itu dalam hati
Setelah sampai di kediaman tuan muda itu, Nia dibuat menganga karena rumah itu sangatlah besar halaman nya pun luas. Nia sampai tidak sadar bahwa pria yang mengajak nya kesini sudah membukakan pintu untuknya
"Ehhh...ohhh terima kasih" ucap nya yang sedikit canggung
"Dimana Cia? Aku ingin segera menemuinya" ekspresi gadis itu berubah seketika
"Mari saya antar nona" Mereka pun berjalan beriringan menuju pintu utama yang bisa dibilang sangat besar. Pilar-pilar rumah itu besar bak istana raja.
Seampainya di sebuah kamar, Nia pun berlari melihat kondisi Cia
"Ciaa......"belum sempat ia berada lebih dekat dengan temannya itu, sepasang mata menatap tajam ke arahnya. Sontak, Nia menghentikan langkahnya.
"Emmm.....terima kasih tuan sudah membawa temanku dan memeriksa kondisi nya" ucap Nia sambil membungkung. Pria ini tampan sekali, Cia kau sangat beruntung hehehhe ucap Nia dalam hati.
"Dia hanya sakit kepala karena kelelahan, sebentar lagi juga ia akan sadar" kata seseorang yang tak disadari oleh Nia berada tepat di sampingnya
-----------------------------------------------------------
"Uggghhhh.....dimana aku??Kepalaku sakit sekali" ucap Cia yang berusaha untuk duduk. Ia pun melihat Nia tidur di sampingnya dengan posisi duduk di lantai dan kepalanya berada di ranjang
"Astaga Nia....dari kapan ia seperti ini? Aku sungguh merepotkan nya" ia pun tersenyum melihat sahabatnya itu. Namun tiba-tiba saja ia mengingat hal yang terjadi di toilet cafe tadi siang. "Siapa yang menolongku? Aku ingat wajah yang terakhir ku lihat adalah pria mesum itu. Ahhh tapi bisa saja aku berhalusinasi,,tidak mungkin pria mesum itu menolongku" Cia bergumam sendiri dan hal itu membuat Nia terbangun
"Astaga....apa aku membangunkanmu?" tanya Cia.
"Emmm...kau sudah sadar? Kau tau betapa cemas nya aku, jika kau sakit mengapa tidak bilang padaku? Untung saja ada pria baik yang menolongmu" ucap Nia yang sedikit mengomel.
"Kau tau? Pria itu sangat tampan dan juga tinggi" ucap Nia dengan mata yang berbinar-binar. "Semua pria yang ada di sini tampan-tampan. Yang pertama tuan muda yang menolongmu, yang kedua sekertaris nya yang mengantarku kemari, dan yang ketiga tentu saja dokter yang memeriksa kondisimu tadi. Hahhhh.....betapa beruntung nya kita hari ini bis melihat wajah-wajah para malaikat" ucapnya lagi dengan penuh semangat.
Cia hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat sikap sahabatnya itu. Namun tiba-tiba saja ia melirik sebuah foto yang bisa dibilang cukup besar di dinding berwarna abu-abu itu. Betapa kaget nya ia melihat wajah pria yang ia temui di toilet tadi.
__ADS_1
Jadi ternyata benar bahwa pria mesum itu yang menolongnya. Nia menyadari perubahan wajah Cia. Yang awalnya terukir sedikit senyuman namun hilang begitu saja secara tiba-tiba.
"Heii ada apa denganmu?" tanya nya yang sedikit khawatir
"Apakah pria itu yang menolong ku?" tanya Cia sambil menunjuk sebuh foto yang ada di dinding.
"Yaps...tepat sekali, ia tampan bukan" ucap Nia yang mengedipkan sebelah matanya.
"Ayoo kita pergi dari sini sekarang Nia. Aku merasa sudah baikkan" uca Cia yang melepas selimutnya dan segera menapakkan kakinya di karpet bludru itu.
"Tapi kenapa? Setidaknya kau harus mengucapkan terima kasih padanya" tanya Nia yang bingung dengan Cia
"Aku akan berterima kasih melalui surat. Ayolah Nia aku hanya ingin pulang" Cia memelas kepada sahabatnya itu. Nia juga tidak tega melihatnya dan akhirnya mengiyakan Cia.
-----------------------------------------------------
Sebuah mobil berhenti di depan rumah megah itu....
"Selamat malam tuan muda" ucap kepala pelayan kepada pria tampan itu.
"Dimana gadis itu?" tanya nya penasaran
"Emm...maaf tuan, nona itu sudah pulang sekitar dua jam yang lalu. Katanya ia ingin pulang dan tidak ingin merepotkan tuan. Dan ia menitipkan surat ini" ucap kepala pelayan dengan wajah yang sedikit ketakutan
"Baiklah...siapkan makan malam untukku" ucap nya kemudian dan langsung menuju ke kamar. Ia pun segera membaca surat yang ditulis oleh gadis itu.
Isi Surat.....
Untuk tuan yang tidak aku ketahui namanya, aku sangat berterima kasih kepada tuan karena sudah menolong dan merawatku dan juga meminjamkan kamar nan megah kepadaku untuk beristirahat. Tapi aku tidak ingin merepotkan tuan jadi aku pulang bersama temanku. Tapi aku masih mengingat sikap cabul mu tadi siang saat di toilet, namun aku berpikir untuk memaafkan mu, karena menurutku laki-laki memang mayoritas seperti itu. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih tuan. Salam Alicia.
Setelah membaca surat itu, bukannya marah, tuan muda itu malah tertawa. Ia merasa gadis itu sangat menarik. "Ternyata namamu Alicia ya? Tapi aku selalu mengingatmu sebagai gadis kentang goreng" ucap nya sambil tersenyum licik dan mencoret nama Alicia dan menggantinya dengan "Gadis kentang gorengku"
"Akhirnya aku bertemu denganmu"
-------------------------------(@_@)---------
__ADS_1
Baca terus ya, jangan sampai lewat satu episode pun. Like, comment and vote
Terima Kasih~~~🤗