
Satu bulan kemudian......
"Ciaa......... Tunggu aku" teriak seorang gadis dengan irama langkah yang cepat. Gadis itu adalah Nia sahabat Cia dari kecil
"Mengapa kau berteriak? Apa kau tidak malu? Pandangan para karyawan tertuju padamu" ucap Cia kepada Nia yang telah sampai menghampiri Cia di dekat kantin di kantor tempat Cia dan Nia berkerja sekarang.
Ya......mereka berdua telah bekerja di Carlosta Group, yang tak lain adalah perusahaan milik keluarga Carlosta. Dan pemiliknya adalah lelaki super tampan yaitu tuan Muda Darren Chaiden Carlossta.
Mereka berdua sudah bekerja di Carlosta Group kira-kira baru 2 pekan lalu. Dan hal yang tak terduga saat diterima bekerja di Carlossta Group yaitu, posisi Cia yang langsung menjadi sekertaris dari Tuan Muda Darren.
Awalnya Cia menolak akan hal itu, sebab Harrol, sekertaris Darren mengatakan bahwa tuan muda Darren tidak pernah mengangkat seorang dari salah satu karyawannya yang menjadi sekertaris kecuali Harrol. Apalagi sangat banyak para pegawai wanita yang ingin mendapatkan posisi sekertaris di perusahaan Carlossta Group.
Hal itu lah yang Cia takutkan. Ia takut ia akan menjadi buah bibir di Carlossta Group. Pasalnya ia karyawan baru dan langsung menempatkan posisi sekertaris yang banyak diincar karyawan lain yang sudah lama bekerja disana.
Tapi Darren memaksa Cia dan mengancam bahwa jika ia tidak ingin menjadi sekertarisnya maka ia tidak akan menerima Nia di perusahaannya. Tentu saja ancaman itu berlaku pada Cia, pasalnya ia tidak ingin mengecewakan Nia yang ingin bekerja di perusahaan ternama tersebut.
Tapi semenjak Cia bekerja untuk Darren, ia merasa Darren adalah pria yang baik dan ia betah bekerja untuk Darren. Selain itu dengan adanya sekertaris Harrol, membuat pekerjaan Cia ringan, sebab Harrol selalu membantu dan menjelaskan secara rinci tentang apa yang Cia tidak paham tentang pekerjaannya itu.
------------------------------------------------------
Tok..... Tok.... Tok....
"Masuk" terdengar suara seorang pria yang tengah berada di dalam ruangan miliknya.
"Selamat siang tuan, ini kopi anda" ucap Cia yang memberikan secangkir kopi kepada Darren.
Saat Cia mendekat ke arah meja kerjanya, Darren terus menatap Cia dan mengukir senyuman tipis di wajahnya. Ia begitu senang melihat Cia karena ia menyukainya, namun ia tau, Cia tak punya perasaan spesial padanya. Itu karena mereka baru bertemu beberapa bulan yang lalu, maka dari itu Cia tidak mungkin memiliki perasaan spesial kepada Darren. Tapi bagi Darren malah sebaliknya... Ia merasa Cia adalah gadis manis dan juga tangguh. Selain itu, Darren telah menyelidiki Cia, bahwa Cia selalu menolak semua pria yang menyatakan cinta padanya, walaupun dari keluarga terpandang. Maka dari itu ia merasa tertarik dan menyukai Cia
"Tuan kenapa anda menatapku?" tanya Cia yang merasa heran dan risih, sebab Darren tak henti-hentinya menatap Cia
"Emmm tidak ada" ucap Darren sambil melepas kaca matanya.
"Owhh begitu" jawab Cia yang mengambil secarik kertas yang jatuh. Mungkin karena tumpukan berkas laporan yang memenuhi meja kerja Darren, sehingga banyak berkas yang berhamburan ke lantai.
__ADS_1
Namun Darren kembali memandangin Cia dengan lekat
"Cia......" panggil Darren tiba-tiba.
"Ya tuan...." respon Cia dengan cepat karena Darren memanggilnya. Ia segera berdiri menghadap ke arah Darren
"Jadilah kekasihku..." ucap Darren tiba-tiba dan tentu saja hal itu membuat Cia sangat terkejut mendengarnya, bahkan kedua bola mata Cia hampir lepas rasanya.
"Ha?.... Ehh maksudku Tuan tapi emm..
..." ucap Cia bingung ia harus menjawab apa
"ehhh aku bercanda" jawab Darren dengan senyuman lebar yang terukir di wajahnya. Pose menawan Darren dengan jari-jemari yang saling dikaitkan yang menopang dagu dengan sebuah pulpen hitam yang berada di tangan kanannya membuat Darren terlihat seperti seorang top model dunia.
"ohh iya heheh" jawab Cia sambil terkekeh, entah kenapa ia merasa sangat malu menatap wajah Darren saat itu
Astaga....... Tuhann mengapa wajahnya sangat tampan, senyumannya menyilaukan huhuhu, aku sangat terkejut tadi, sampai-sampai jantungku seperti berhenti berdetak. Ucap Cia dalam hati
Dan Cia pun kembali memunguti kertas yang berhamburan tadi.
"Ya?........ Ohh hemm sudah tuan, saya sudah makan siang tadi" jawab Cia yang masih merapikan tumpukan berkas di meja kerja Darren
"Baiklah... Besok kau ikut denganku makan siang bersama salah satu client bisnis ku" perintah Darren kepada Cia. Ia tidak lagi menatap wajah Cia. Entah kenapa wajah Cia sangat cantik dan menggemaskan di matanya, dan itu membuat nya tak tahan untuk selalu mendekatinya
"Baik tuan muda.....permisi" jawab Cia sambil membungkukkan badannya. Sedangkan Darren hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk.
Cia.... Apa kau tidak mengerti bagaimana perasaanku padamu. Kau tau.... Bahwa aku serius mengatakan pertanyaan tadi padamu. Kauu terlalu cepat melupakanku, padahal kita pernah bertemu. Ucap Darren dalam hati sambil menyandarkan badannya di kursinya.
------------------------------------------------
Malam hari, Apartemen Cia & Nia...
"haissss..... Lelahnya" keluh Cia sambil mendaratkan badannya pada sofa di ruang tengah
__ADS_1
"Ada apa denganmu? Apakah pekerjaanmu sungguh melelahkan?" tanya Nia yang membawa nampan berisi dua cangkir teh.
"Yaa..... Begitulahh, sedikit melelahkan tapi berkat sekertaris Harrol pekerjaan itu menjadi lebih mudah" jawab Cia yang merasa lega karena sekertaris Harrol yang selalu membantunya di kantor
"Ya dia memang pria yang baik dan dia juga pria yang sangat tampan, meskipun tidak setampan Tuan Muda Darren" ucap Nia dengan wajah berbinar-binar sambil mengambil remote tv dan mulai menonton acara kesukaannya
"heyyyy..... Apa kau menyukainya?" tanya Cia tiba-tiba kepada Nia. Sontak Nia kaget dan memalingkan wajahnya ke arah lain
"Tentu saja tidak" jawab Nia dengan wajah malu-malunya serta memalingkan wajahnya
"Benarkahhh? Lalu kenapa kau memalingkan wajahmu dariku hah?" ucap Cia yang terus menggoda sahabat baiknya itu
"Sudahlahh Cia..... Berhenti menggodaku" jawab Nia dengan nada yang sedikit tinggi, wajah nya memerah saat itu.
"Hahahhahahaha...... Aku sangat senang menggodamu, kau tampak menggemaskan Nia hahahha" ucap Cia yang menertawakan Nia yang masih terlihat kesal
"owhhh begitu yaa.....kemari kau akan kuberikan kau hadiahh special hehehhe" ucap Nia dengan senyuman iblisnya
"hahhhahahah hentikan Nia hentikann, ini gelii hhahahahah sangat gelii, hentikann" ucap Cia yang tak tahan karena Nia menggelitikinya
"Aku tidak akan berhenti sampai kau tertawa mengeluarkan air mata hhhha" jawab Nia dengan tawa jahatnya seperti memperagakan adegan di film-film
"Cukup-cukup..... Kumohon hentikann" teriak Cia yang membuat Nia mengghentikan kegiatannya menggelitiki Cia. Dan Nia pun mengakhiri kegiatannya karena ia telah melihat Cia mengeluarkan air mata karena tertawa. Mereka Benar-benar sahabat yang setia dan ada dalam suka dan duka. Itulah persahabatan mereka
Mereka pun membenarkan posisi duduk mereka masing-masing
"Besok aku tidak bisa makan siang bersamamu di kantor" ucap Cia tiba-tiba, yang membuat Nia tiba-tiba menoleh kearah Cia
"Kenapa? Kemana kau akan pergi?" tanya Nia penasaran
"Besok tuan Darren mengajak ku makan siang di luar bersama client nya, jadi besok aku tidak bisa menemanimu makan siang" jawab Cia tersenyum manis ke sahabatnya itu
"Owhh baiklahh.... Tidak apa-apa, kita harus bekerja dengan baik" ucap Nia yang mengukir senyuman semangat di wajahnya
__ADS_1
Hmmmm aku rasa Tuan Muda Darren mulai bertindak kepada Cia hehehehe, ini adalah berita bagus, aku harus memberi tahu tuan Darren makanan apa yang disukai oleh Cia