ALICIA Is Mine

ALICIA Is Mine
Cia 12: Menyetujui Tawaran


__ADS_3

Di apartemen Cia dan Nia...


"Cia apa yang akan kita lakukan sekarang? Apa kau sudah menemukan hal yang kita cari?"


"Entahlah.... Sebenarnya tadi tuan muda Darren menawarkan pekerjaan padaku" jawab Cia dengan wajah lesu nya. Entah kenapa iya merasa sangat lelah hari itu. Lelah karena tertimpa hal yang tak terduga dan lelah karena memikirkan dimana ia dan Nia akan bekerja sekarang.


Entah kenapa setelah mereka berdua pindah ke korea dan jauh dari sanak saudara, mereka sulit mendapatkan pekerjaan. Dari hal ini lah Cia belajar bahwa hidup tanpa orang tua yang dekat dengan kita sangatlah sulit.


"Lalu mengapa kau tidak menerima tawarannya Cia?" tanya Nia penasaran. Ia tau, Cia bukanlah orang yang akan melewatkan kesempatan bagus. Pasalnya Nia telah berbicara banyak hal kepada sekertaris Darren yaitu Harrol bahwa di dalam perusahaan Carlosta group, sangat sulit bagi para karyawan yang ingin bekerja disana agar diterima. Dan sekarang mereka mendapatkan tawaran langsung dari pemilik perusahaan tapi Cia menolak nya. Dan hal itu sangat disayangkan bagi Nia.


"Entahlah....aku tak tau pasti, hanya saja aku tak ingin kita berdua berhutang terlalu banyak pada nya" jawab Cia dengan senyumannya.


"Darren telah menolong ku untuk kedua kalinya, aku tak ingin berhutang budi lagi padanya untuk ketiga kalinya" jelas Cia kepada Nia yang setia mendengarkan omongan Cia.


"Ya..... Aku mengerti apa yang kau pikirkan, tapi menurutku dia pria yang baik Cia" ucap Nia berusaha meyakinkan Cia


"Ya aku tau itu...... Aku hanya waspada saja, karena kita hanya berdua di kota ini dan dia adalah pria asing yang baru beberapa kali kita temui" ucap Cia lagi dengan memandangi jendela kamar


Nia mulai pasrah dengan pemikiran Cia. Mengapa Cia begitu waspada, apakah tuan muda Darren juga melakukan hal yang tercela pada Cia? Tapi dia sudah menolong Cia dua kali dan tidak mungkin pria terhormat dan dingin seperti Tuan Muda Darren melakukan hal tercela seperti itu. Begitulah isi pikiran Nia


"Tapi Cia.... Pikirkan lah sekali lagi, dimana kita akan mencari pekerjaan lagi.... Ayolahh kita terima saja penawaran dari tuan muda Darren ya..." ucap Nia memohon pada Cia.


"Jika kau mau... Kau bisa bekerja disana Nia" jawab Cia masih dengan senyum manisnya. Ia tau Nia pasti menginginkan bekerja di perusahaan besar seperti Carlosta Group, tapi entah kenapa Cia tidak berminat untuk menjadi pegawai disana.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin aku meninggalkan mu seorang diri. Itu tidak akan terjadi. Jika kau tidak ingin bekerja disana aku juga tidak akan bekerja disana" ucap Nia dengan menatap lekat wajah Cia


"Apa kau lupa dengan janji kita.... Kita akan selalu bersama, sampai kapanpun oke?" ucap Nia sambil menggenggap kedua tangan Cia


Cia pun memeluk sahabat satu-satunya itu. Sahabat yang sedari kecil menemani nya dalam suka maupun duka. Walaupun terkadang terjadi pertengkaran kecil, namun mereka berdua memiliki oemikiran yang dewasa sehingga pertengkaran itu cepat terselesaikan.


Ada rasa haru sekaligus senang yang menyelimuti hati Cia. Haru karena Nia selalu setia padanya hingga sekarang dan senang karena Nia tak meninggalkannya dan selalu bersama dengannya.


Di dalam kamar yang tidak begitu luas namun bersih dan tertata rapi itu menjadi saksi betapa setia nya persahabatan mereka berdua.


Apakah aku terlalu egois? Haruskah aku menerima penawaran tuan muda Darren? Jika aku tidak bekerja disana maka Nia juga tidak akan bekerja disana, padahal ia ingin bekerja diperusahaan besar seperti Carlosta Group. Ucap Cia dalam hati


Saat makan malam tiba Cia dan Nia segera menyiapkan alat dan bahan untuk memasak makan malam mereka.


"Ohh benarkah? Dari mana kau mengetahui hal itu" tanya Cia kepada Nia. Sebenarnya ia tak merasa heran akan hal itu. Sebab ia sudah mengenal Nia sejak lama, temannya itu memang seperti seorang reporter, ia mengetahui segala berita saat masih di sekolah dulu.


Dan menurut Cia, telinga Nia seperti telinga gajah yang siap mendengar gosip-gosip panas yang beredar.


"Aku mengetahui nya dari internet, dan juga aku mendengarkan seorang pria yang sedang berbicara pada kasir swalayan saat aku membeli sayur. Pria itu mengatakan bahwa sepupunya bekerja di Carlosta Group dan menjadi manager disana" jelas Nia panjang lebar kepada Cia


Seperti yang Cia duga, temannya mendengar pembicaraan orang lain. Walaupun itu merupakan hal yang tidak baik, namun Nia tidak bisa lepas dari hal itu, yaitu menguping pembicaraan orang lain.


"Ohh begitu" jawab Cia singkat dan dibalas anggukan oleh Nia

__ADS_1


Setelah hidangan siap, Cia dan Nia pun menghabiskan hidangan yang mereka berdua masak. Yaaa walaupun tidak mewah namun kebahagian terpancar di wajah keduanya.


"Emmm.....Nia...aku sudah memikirkan hal ini" ucap Cia ragu-ragu ingin mengatakan maksudnya.


"Apa itu?" tanya Nia penasaran sambil mengelap bibirnya dengan tisu kering.


"Aku menyetujui penawaran Tuan Muda Darren, bagaimana jika kita menemuinya dan mengatakan hal ini padanya?" tanya Cia yang membuat Nia memandang Cia dengan tidak percaya. Pasalnya tadi Cia dengan tegas menolak penawaran tersebut, dan sekarang ia menyetujuinya.


"Benarkah? Kau menyetujuinya"tanya Nia memastikan apa yang ia dengar tadi.


" Yaa... Setelah aku pikirkan kembalj, seperti nya aku menyetujui nya dan akan bekerja disana" jawab Cia dengan senyuman manis yanh selalu terukir di wajahnya.


"Yeeyyyy akhirnya" ucap Nia dengan gembira sambil beranjak dari kursi dan segera memeluk Cia


"Baiklah aku akan menghubunginya" ucap Nia dengan senang sambil menunjukan kartu nama Carlosta Group yang ia pegang di tangannya


"Tunggu duluu...... Dari mana kau mendapatkan kartu nama Carlosta Group? Bukankah kartu nama itu ada padaku dan aku meletakkan nya di dalam dompetku? " tanya Cia penasaran


"Ohhh ehhh ini......aku mendapatkan nya dari sekertarisnya, tuan Harrol.... Aaa yaaa tuan Harroll sekertarisnya.... Kau tau bukan" jawab Nia sedikit gelegapan


"Ohh begitu....baiklah aku akan mencuci piring ini terlelbih dahulu" ucap Cia yang mengemasi piring-piring kotor dan segera membawanya ke washtafell untuk dicuci bersih


Fiuuhhhh untunglah Cia percaya padaku....

__ADS_1


Ucap Nia dalam hati


__ADS_2