
Keesokan harinya........
Mobil milik Darren melaju dengan kecepatan standar melewati jalan raya yang tampak ramai kala itu. Cuaca cerah dengan matahari yang terik yang menyinari seluruh kota serta langit berwarna biru cerah nan bersih yang dihiasi dengan awan-awan putih yang tampak seperti kapas. Selama perjalanan menuju restourant, keheningan menyelimuti seisi mobil.
Pasalnya di dalam mobil hanya ada mereka berdua dan tanpa sekertaris Harrol. Maka dari itu Cia merasa sedikit canggung dan tak berani untuk memulai percakapan. Sedangkan Darren diam membisu tak mengatakan sepatah katapun atau bertanya sesuatu pada Cia. Ia tampak sangat fokus mengemudikan mobilnya dengan pandangan yang selalu tertuju ke depan.
Cia tau, bahwa Darren adalah pria yang irit bicara, maka dari itu ia memilih untuk duduk diam sambil menikmati pemandangan jalan yang ia lihat dari dalam kaca mobil.
Beberapa menit kemudian......
Sebuah mobil mewah berwarna hitam elegan tengah parkir di depan sebuah restoran mewah. Mobil yang tak lain adalah milik tuan muda Darren itu membuat banyak mata memandang kearah tersebut, apalagi saat sang pemilik mobil keluar dari mobilnya
Tentu saja banyak orang yang sedang berlalu lalang terpukau dengan wajah dari seorang CEO muda nan tampan tersebut.
Berbeda dengan Cia, Cia merasa dapat lepas dari keadaan canggung di dalam mobil bersama Darren. Lega rasanya. Dan Cia pun tampak menghela nafas panjang sambil mengelus dadanya pelan.
Sesuai janji..... Darren mengajak Cia makan siang di restoran tersebut bersama client yang akan ia temui.
Mereka berdua pun masuk ke dalam restoran. Harum masakan yang sedap menusuk hidung Cia dan tentu saja membangkitkan selera makan Cia. Cia pun nampak mengukir senyuman bahagia, tentu saja ia senang bila ada yang mengajaknya makan apalagi jika ditraktir oleh bos sendiri.
Akhirnya sampai juga, di tempat yang aku tunggu-tunggu, aku tak sabar ingin makan, perutku lapar sekali dan tentu saja Makan adalah prioritas pertama ku hehhehh ucap Cia dalam hati
Darren hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat ekspresi Cia yang begitu imut baginya. Sebenarnya dari tadi bahkan saat di mobil pun, Darren selalu curi-curi pandang melihat wajah Cia. Tapi Cia tidak pernah menyadari bahwa Darren selalu memperhatikan ya. Mungkin karena Cia takut untuk menatap mata yang terkesan tajam itu.
Darren dan Cia melihat sekeliling untuk mencari client tersebut.
Dan ternyata client tersebut sudah lebih dahulu sampai disana bahkan sudah memesankan meja. Darren dan Cia pun segera menghampiri client tersebut
__ADS_1
"selamat siang, tuan Carlossta" ucap client tersebut sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Darren
"Selamat siang" jawab Darren membalas ucapan salam dan jabat tangan dari client nya itu
Cia hanya diam dan tersenyum saat client itu menganggukan kepalanya ke arah Cia
"Baiklah apa sebaiknya kita pesan sesuatu?" tanya client tersebut sambil tersenyum ke arah Cia. Darren merasa tidak nyaman, sebab client nya sekarang adalah seorang pria yang bisa dibilang usianya lebih muda dua tahun darinya. Dan semenjak tiba di restoran, client nya itu selalu menatap Cia dan tersenyum manis.
"Ehem....apa tidak bisakah langsung ke intinya?" tanya Darren yang membuat clientnya itu reflek melihat ke arah Darren
"Ahh iya baiklah..... Maafkan aku, kau pasti sangat sibuk tuan CEO" jawab clientnya itu dengan nada santainya
Begitulah akhirnya, Cia hanya mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Namun sesekali Darren menyuruhnya untuk mengambil dan menyiapkan dokumen yang mereka bawa.
Jujur saja.....Cia sangat bosan mendengar percakapan dua pria yang berada satu meja dengannya itu. Entah apa yang mereka bicarakan Cia tak begitu paham. Namun ia berusaha untuk bekerja sebaik mungkin demi perusahaan.
"Apa kau lelah?" tanya Darren kepada Cia. Ia tau bahwa Cia sangat bosan tadi, tapi apa boleh buat, Darren harus menjalankan tugasnya sebagai seorang CEO yang handal dan telah dipercayai oleh banyak orang.
"Emmm.... Tidak, ini kan sudah menjadi tugasku menemani anda tuan" jawab Cia sambil tersenyum hangat kearah Darren.
Darren tidak menjawab apapun dan tetap menatap wajah Cia dengan lekat. Sebenarnya Cia merasa malu saat Darren menatap nya dengan tatap yang tak ia ketahui apa maksudnya itu.
"Pesan apapun yang kau suka" perintah Darren yang sudah menyambar buku menu dan melihat-lihat sajian yang tertera di daftar menu
Baru saja Cia melihat halaman kedua dari menu tersebut tiba-tiba Darren memanggil pelayan dan meminta pelayan tersebut mencatat menu yang akan mereka pesan
"2 beef steak, creme brulee, 2 croissant" ucap Darren kepada pelayan yang tengah berdiri di sampingnya
__ADS_1
"Untuk minum nya kau saja yang pilihkan" perintah Darren kepada Cia. Cia sontak terkejut pasalnya tadi Darren menyuruhnya memesan apapun yang ia inginkan, alhasil Darren yang memilihkan makanan untuk mereka berdua. Dan sekarang tiba-tiba menyuruhnya memilih minuman untuk mereka berdua
Aku tak mengerti pemikiran pria ini, baiklah aku akan memilih menu minuman yang kumau. Ucap Cia dalam hati tak mau kalah
"Emm.....aku pesan dua jus avokad" ucap Cia dan pelayan itu langsung menulis semua yang Cia dan Darren pesan
"Apa ada lagi tuan dan nyonya?" tanya pelayan tersebut
"Tidak" jawab Darren singkat
"Baiklah kalau begitu saya un..."
"Ohh tunggu.... Satu porsi kentang goreng" ucap Darren tiba-tiba
"Baik tuan dan nyonya" ucap pelayan itu undur diri
Apa? Tuan dan nyonya katanya. Dasar.... apakah pelayan itu pikir aku dan Darren memiliki hubungan seperti itu? Hubungan kami hanya atasan dan bawahan saja. Huh tapi mengapa ekspresi nya datar sekali seolah-olah tidak terjadi apapun. Atau jangan-jangan ia sudah terbiasa dipanggil seperti itu jika berjalan dengan seorang wanita? Ucap Cia dalam hati
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Darren, sebab ia melihat Cia terus memandangnya dan seperti melihat melihat seorang penjahat
"Emm tidak ada" buru-buru Cia memalingkan wajahnya ke arah luar jendela.
Gadis ini.....apa yang tengah ia pikirkan tentang sampai membuatnya berekspresi seperti itu. Ucap Darren dalam hati sambil mengukir senyuman tipis di wajah tampannya.
🍟🍟🍟🍟🍟🍟🍟🍟🍟🍟
Like, comment, vote, and rate ya... Terima kasihh
__ADS_1