ALICIA Is Mine

ALICIA Is Mine
Cia 7 : Ingin keluar


__ADS_3

Darren Chaiden Carlosta adalah seorang CEO dari Carlosta Grup. Pria tampan yang mempunyai postur tubuh yang tinggi dan juga dada bidang dan kekar. Memiliki tinggi badan sekitar 186 cm.


Ia berasal dari keluarga kaya raya. Kedua orang tuanya memang berasal dari keluarga kaya. Namun, ibunya sudah meninggal dan ia tinggal bersama ayah dan juga adiknya. Adiknya bernama Calvin Efrain Carlosta.


Ibunya bernama Moona Lee yang merupakan orang korea, dan ayahnya yang bernama Steven Carlosta, orang Amerika.


Darren merupakan murid yang pandai saat ia bersekolah dulu bahkan ia sering loncat kelas karena ia pintar dan mampu menguasai pelajaran yang harusnya tidak dipelajari oleh anak seusianya.


Maka dari itu ia sudah menggantikan posisi ayahnya saat ia berusia 20 tahun. Sejak kematian ibunya, ayahnya sering melamun walaupun kadang ia menunjukkan wajah tenang padahal di dalam hatinya ia masih mengingat mendiang istrinya.


Tapi terkadang sang ayah tidak merasa kesepian karena ada putra keduanya yang sangat konyol dan sangat ceria, yaitu Calvin, adik Darren.


Namun, semenjak umur Darren, putra sulungnya itu menginjak usia 27 tahun, sang ayah kerap memaksa nya untuk menikah dan memberikan nya cucu. Namun, Darren selalu menolak dengan alasan ia sibuk bekerja dan menurutnya tidak ada wanita yang ia cintai. Ayahnya juga tau, bahwa darren tidak pernah membawa wanita ke rumahnya, bahkan ia tidak pernah terlibat skandal berkencan dengan seorang wanita.


---------------------------------------------------------


Malam harinya di aparteman Cia dan Nia.......


"Ciaa...aku sudah membuatkan kita makan malam...jadi cepatlah nanti makanannya di....." Nia yang tadinya berbicara dengan sedikit berteriak tiba-tiba saja berhenti berbicara saat ia melihat Cia menatap lekat sebuah kartu nama.


"Cia...apa yang kau lihat sampai seserius itu?" tanya Nia berjalan ke arah ranjang dan duduk di samping Cia


"Emm tidak ada, tiba-tiba saja aku menemukan sebuah kartu nama di saku celanaku" ucap Cia sembari tersenyum. "Yasudah,,kalau mari kita makan terlebih dahulu" jawab Cia yang menarik tangan Nia keluar dari kamarnya dan menuju meja makan.


Di meja makan sudah tersedia hidangan sederhana yang dibuat oleh Nia. Dan tentu saja tak lupa, Nia membuatkan kentang goreng untuk Cia. "Selamat makan" ucap Cia sambil menyatukan kedua telapak tangannya. Sedangkan Nia sudah melahap duluan makanannya.

__ADS_1


"Apa sakit kepalamu sudah benar-benar sembuh?" tanya Nia merasa khawatir kepada Cia. "Tentu saja. Dan sekarang aku baik-baik saja" jawab Cia dengan penuh keyakinan, agar tidak membuat sahabatnya itu merasa khawatir.


"Jika kau belum benar-benar pulih, sebaiknya kau istirahat saja dulu, besok kau tidak usah bekerja dulu" Nia merasa sedikit khawatir walaupun Cia sudah mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Pasalnya Cia tidak mau mengatakan kepada Nia jika ia sakit.


"Aku sungguh tidak apa-apa Nia, berhentilah mengkhawatirkan ku ya. Kau juga harus menjaga kondisi tubuhmu sendiri" jawab Cia sambil tersenyum dan mengelus punggung tangan Nia.


"Baiklah jika kau bilang begitu" Nia pun pasrah dan membalas senyuman Cia. Mereka berdua pun membersihkan meja makan dan juga mencuci piring bersama. Setelah selesai bersih-bersih, Cia dan Nia kembali ke kamar masing-masing. Kamar yang tidak luas tapi juga tidak sempit. Barang-barang di kamar Cia sangat tertata rapi. Dan tak lupa Cia selalu membawa foto ibunya dan juga dirinya yang ia pasang bingkai dan meletakkannya di meja kecil di samping ranjangnya.


Setelah selesai membersihkan diri, Cia merebahkan tubuhnya di atas ranjang berwarna biru laut tersebut. Ia terus saja memandngi langit-langit kamarnya. Entah apa yang membuat nya tidak bisa tidur.


Sebenarnya Cia bimbang, ia dan Nia ingin segera keluar dari perusahaan tempat mereka bekerja sekarang. Dan sekarang ia sudah menemukan perusahaan yang bagus untuk tempatnya bekerja, namun yang membuat ia mengurungkan niatnya melamar pekerjaan disana ialah, ia takut bagaimana nanti jika bertemu dengan pria mesum itu lagi. Jadi Cia merenung pada malam itu dan memutuskan untuk mengatakannya pada Nia besok.


---------------------------------------------------------


"Uhhh.....kenapa silau sekali" ucapnya yang setengah sadar, dan mencoba untuk membuka kedua matanya yang rasanya sangat sulit untuk dibuka. "Mengapa cepat sekali pagi hari, sepertinya aku baru saja menutup mataku dan sudah pagi sekarang" ucapnya lagi yang tetap berbaring di ranjang serta memakai kembali selimut nya sampai ke bagian leher hingga menutup semua badan Cia.


Namun tiba-tiba saja ia duduk tegak di atas ranjangnya dan membuka matanya lebar-lebar.


"Tidakk.....aku harus bangun, aku ingin meminta persetujuan dengan Nia tentang perusahaan kemarin"


Cia pun segera merapikan tempat tidurnya dan segera bergegas membersihkan diri ke kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berpakaian,Cia menemui Nia di kamarnya.


"Nia.....kau didalam?" tanya Cia dengan kepala yang muncul jika di lihat dari dalam kamar Nia. Kamar Nia tampak sepi sekali. Cia pun akhirnya masuk dan tiba-tiba saja....Darrrrr..."Aaaaaaa"teriak Cia. Tentu saja ia sangat terkejut. Ternyata Nia bersembunyi di balik pintu kamarnya. Dan masih mengenakan handuk mandinya.


"Mengapa kau bersembunyi di balik pintu? Apa kau ingin membuatku pingsan lagi hah? Jantungku rasanya ingin melompat keluar" ucap Cia dengan ekspresi yang mengatakan bahwa ia sangat terkejut, sampai-sampai tangan kanan nya tidak lepas dari dada nya.

__ADS_1


"Heheheh...maafkan aku, aku pikir mengejutkan mu itu sangat seru, dulu kau sering menjahiliku, tapi sekarang aku akan membalasnya hahhhahh" tawa Nia yang mendapat pukulan kecil di lengan kirinya.


"Sudahlah.....ada yang ingin kubicarakan denganmu" ucap Cia yang wajahnya tiba-tiba tampak serius. "Mengapa kau serius sekali? Apakah ini hal yang sangat penting untuk dibicarakan?" tanya Nia sedikit penasaran. Cia pun menarik tangan Nia untuk duduk di ranjang, wajah Cia masih sama yaitu wajah sedang serius ingin mengatakan hal yang sangat penting.


"Lihatlah ini terlebih dahulu" ucap Cia yang memberika sebuah kartu nama kepada Nia.


"Apa ini?" tanya Nia yang penasaran, ia pun melihat bahwa itu adalah sebuah kartu nama suatu perusahaan. "Carlosta Grup" bacanya pelan. "Dimana kau mendapatkannya" tanya Nia yang kemudian menoleh ke arah Cia yang dari tadi memandangi nya.


"Entahlah, aku tidak tau. Ak bertanya padamu bagaimana jika kita keluar dari perusahaan OX itu dan melamar pekerjaan disini?" tanya Cia yang tampak gembira, pasalnya ia benar-benar ingin pindah dari perusahaan tempat ia bekerja sekarang.


"Emmm....apakah tidak lebih baik jika kita menunggu seminggu lagi?" tanya Nia. "Seminggu lagi? Tapi kenapa? Apa kau tidak ingin mengundurkan diri dari sana?" tanya Cia dengan wajah yang sedikit memelas. "Maksudku bukan begitu...kau tau bukan direktur kita orangnya sangat pelit.


Jika kita menunggu seminggu lagi dan hari itu adalah hari terima gaji, jika kita keluar besok, kita mungkin saja akan diberikan gaji yang sedikit, bahkan kemungkinan setengah gaji kita pun tidak akan diberikan"jawab Nia menjelaskan kepada Cia yang tampaknya serius mendengarkannya.


"Bukankah dalam surat perjanjian saat itu tertulis bahwa karyawan yang keluar sebelum satu bulan akan digaji selama masa kerja nya sebulan?" tanya Cia, sebab ia ingat isi surat perjanjian tersebut


"Disana memang tertulis seperti itu, tapi aku sudah menanyakan hal ini pada senior kita dan....katanya seperti itu. Jadi kita harus menunggu 1 mingggu lagi" jawab Nia sambil tersenyum. "Hufttt...baiklah" ucap Cia malas, ia ingin segera keluar dari perusahaan tersebut.


"Ohh iya, aku dengar kemarin Lusya mengundurkan diri. Ada apa dengannya?" tanya Cia yang penasaran. Lusya merupakan teman mereka di kantor, ia anak yang cantik dan juga ceria. Dan menurut Cia, aneh saja jika ia tiba-tiba mengundurkan diri tanpa memberitahunya, sebab Lusya dan Cia bisa dikatakan teman dekat.


"Entahlah, aku juga tidak tau, dan karyawan lain juga tidak ada yang bergosip tentang Lusya" jawab Nia yang merasa heran dengan tangannya yang ia letakkan di dagunya.


"Sudahlah...biarkan saja, kita harus memikirkan pekerjaan kita yang menyebalkan ini yang hanya tersisa satu minggu...yeyyyy horeeeee" ucap Cia semangat. Ia benar-benar tidak sabar untuk segera mengundurkan diri dari OX tempat ia dan Nia bekerja sekarang.


Semoga suka ya bacanya, jangan lupa like, comment and vote😍

__ADS_1


__ADS_2