ALICIA Is Mine

ALICIA Is Mine
Cia 4


__ADS_3

Flash Back On........


"Haii Cia..."ucap Nia yang melihat Cia sedang piknik di bawah pohon rindang yang ada di taman. Saat kecil Cia memang sering pergi ke taman sendiri dan membawa beberapa makanan. Saat itu Cia membawa kentang goreng dan juga beberapa roti. Cia juga menawarkan roti itu pada Nia dan


Nia menerima nya dengan senang hati.


"Ambilah apapun yang kau mau, aku senang berbagi denganmu" ucap Cia yang tersenyum manis.


"Sebentarya, aku ingin mencuci tanganku di keran yang ada di sana" ucap Cia yang menunjuk ke arah keran yang ia maksud. Nia pun mengangguk paham. Namun tiba-tiba Nia berteriak...


"Ciaaa bolehkah aku meminta kentang gorengmu?" Nia berteriak dengan nyaring, namun sia-sia ia berteriak Cia tetap tidak dengar karena perbedaan jarak yang lumayan jauh.


"Yahh dia tidak dengar, yasudahlah aku makan saja, bukankah tadi ia bilang ambilalah apapun yang ku mau.


Lagi pula Cia merupakan tipe orang yang suka berbagi kan" Nia pun mengambil kotak berisi kentang goreng itu dan mulai memakannya dengan saus. Namun saat Cia datang dan Nia tak menyadari hal itu ia terus menamyantap kentang goreng yang Cia bawa.


"Niaaaa,, apa yang kau lakukan? Mengapa kau memakan kentang gorengku? " amarah Cia memuncak dengan nada yang sedikit membentak Nia. Tentu saja hal itu membuat Nia kaget. Pasalnya ia tak pernah melihat Cia, sahabatnya itu yang merupakan gadis yang polos dan manis di luar tapi tegas di dalam itu sampai marah seperti ini.


Bi Rina yang sedang duduk di bangku taman yang tadinya datang berasama Nia pun kaget melihat Cia memarahi Nia. Nia memang tidak mengetahui bahwa Cia sangat menyukai kentang goreng, maka dari itu ia sangat kaget meluhat Cia seperti itu.


"Ciaa.. Maafkan aku aku tidak tau bahwa kau sangat menyukai kentang goreng, sungguh ak minta maaf ya. Cia maafkan aku" ucap Nia yang matanya mulai berkaca-kaca.


"Nona, maaf kan Nia ya, bibi lupa memberitahunya jika nona sangat menyukai kentang goreng. Maafkan bibi ya nona" Bi Rina mewakili permintaan maaf Nia yang sekarang sedikit terisak karena menangis.


"Cia.... Sungguh maafkan aku, aku benar-benar tidak tau, kumohon jangan memutuskan hubungan persahabatan denganku ya" Nia terus memohon kepada Cia. Sedangkan Cia hanya diam seoerti tengah memikirkan sesuatu. Dari kecil, Cia memang memiliki sikap yang dewasa dan suka mengalah, namun jika itu terkait dengan kentang goreng ia akan bersikap egois bahkan akan berdiam diri jika ada yang merebutnya darinya.


"Ciaaa...." ucap Nia yang mulai menghapus air matanya dengan punggung tangannya.


"Sudahlah,, lupakan saja dan aku tidak akan memutuskan persahabatan ku denganmu. Tapi kau harus ingat dan tanam dalam-dalam di pikiranmu jangan pernah mengusik kentang gorengku" ucap Cia kemudian yang menarik tangan Nia agar memperlihatkan wajahnya.


"Nia sudahlah aku memaafkanmu, dan berhenti menangis. Aku tidak mungkin memutuskan persahabatanku denganmu. Kau teman terbaikku" ucap Cia sambil tersenyum ke arah Nia

__ADS_1


"Sungguh? Terima kasih Cia" Nia pun memeluk Cia dengan erat. Sebenarnya menurut Nia itu merupakan kejadian yang konyol baginya, mengapa tidak, karena baru kali ini ia bertemu dengan seseorang yang akan marah bahkan mengamuk jika mengambil makanan kesukaannya seperti kentang goreng. Nia merasa temannya ini sangatlah unik dan juga sedikit lebay.


Bi Rina pun lega mendengar bahwa Cia mau memaafkan perbuatan Nia yang membuat Cia marah tadi.


Flash Back Off........


"Baru kali ini bukan, kau mau berbagi kentang gorengmu denganku hehehh" ucap Nia yang masih sedikit tidak percaya karena Cia mau berbagi kentang gorengnya dengan Nia.


"Iya, seperti nya aku ingin merubah diriku, mengubah sifatku agar tidak marah saat ada yang memakan kentang gorengku. Kau tau? Baru sekarang aku menyadarinya bahwa ternyata dulu aku sangat konyol dan lebay ya." ucap Cia sedikit terkekeh mengingat-ingat sikapnya dulu yang tidak pernah mau berbagi kentang goreng miliknya.


" Ya ya begitulahh kau, tidak pernah sadar. Kau kan memang lebay hahhah" jawab Nia yang terus mengambil kentang goreng milik Cia.


"Tapi aku akan membaginya denganmu saja" ucap Cia tersenyum


"Astaga aku merasa terhormat karena anda mau berbagi kentang gorengmu denganku yang mulia..... hahhhh" jawab Nia dengan nada yang sedikit berpura-pura memperagakan sebuah film.


Saat jam pulang sekolah.......


Hampir setiap akhir pekan mereka pergi ke sana,espresso dan juga mocacino disana sangat enak, Cia menyukai Cookies&cream milkshake tapi kadang ia juga membeli Milkshake rasa Ret velvet.


Kue disana juga sangat enak, biasanya Cia membeli kue black forest dengan hiasan buah cerry, terkadang ia juga membeli donat.


Cia sangat menyukai makanan dan minuman apapun asalkan rasa coklat, karena baginya rasa coklat adalah rasa nomor satu.


Terkadang ia pergi ke Oreant Cafe bersama beberapa temannya jika ada kerja kelompok. Namun Cia sering menghabiskan waktunya berdua di Oreant Cafe bersama dengan Nia.


"Cia..akhir-akhir ini kau sering mengajak ku pergi keluar. Apakah ada sesuatu yang terjadi padamu?" tanya Nia sedikit khawatir. Nia tau bahwa kakak Cia sangat membenci Cia, maka dari itu Cia lebih senang jika ia keluar dari rumah dan jalan-jalan bersama teman-temannya.


"Tidak, tidak ada yang terjadi. Kau tau, terkadang aku berpikir, mungkin saat sudah terjun ke dunia lapangan kerja, aku ingin kerja di luar negara ini. Mungkin aku akan ke korea atau ke jepang" jawab Cia sambil menyruput Milkshake nya.


"Tapi kenapa? Apa kau akan meninggalkan ku sendirian disini?" Tanya Nia lagi, ia sebenarnya tau Cia adalah seorang gadis yang sangat mandiri dan tidak suka bergantung kepada orang lain. Wajahnya terlihat bahagia diluar namun sedih di dalam.

__ADS_1


"Tidak,, bukan begitu maksudku. Tapi jika aku mengatakan hal ini pada ibuku, mungkin saja ibuku setuju. Karena tante ku memiliki rumah disana. Kau tau kan, tanteku sangat sayang padaku. Bahkan lebih dari ayahku sendiri" jawab Cia yang menundukan kepalanya dengan raut wajah yang sedih.


"Tapi jika kau mau, kau bisa ikut denganku. Kita cari pekerjaan bersama-sama. Bagaimana? Apa kau mau?" tanya Cia kepada Nia. Ekspresinya berubah seketika, dari sedih jadi senang.


"Emm... Sebenarnya sih, aku mau-mau saja. Tapi....aku tidak ingin merepotkan mu dan juga tantemu" jawab Nia yang terlihat ragu. Ia sebenarnya ingin pergi bersama Cia, namun ia takut jika ia ikut malah akan merepotkan Cia.


"Tidak apa-apa, aku akan berbicara pada tanteku ya. Dan juga jika kau merasa tidak nyaman, kita bisa menyewa apartemen berdua bukan?"jawab Cia yang mengerti akan pemikiran Nia.


Nia hanya mengangguk tanda setuju.


"Tapi aku harus mendapatkan ijin dari ibuku" Ucap Nia tersenyum ke arah Cia.


Cia tau Nia sangat mengkhawatirkan ibunya, namun Cia yakin Bi Rina pasti mengijinkannya. Cia merasa sangat beruntung memiliki Nia dan juga Bi Rina yang selalu bersikap baik dan ramah padanya. Walaupun Bi Rina lebih sering memperlihatkan kasih sayangnya kepada Cia, namun Nia tidak pernah merasa iri terhadap Cia. Karena ia paham betul bagaimana kehidupan Cia selama ini.


"Kau tau...kemarin aku bermimpi buruk, dan mimpi itu menyangkut keluarga ayahku" ucap Cia menceritakan soal mimpi nya kemarin karena mimpi itu serasa berputar-putar dikepalanya.


"Ohh ya apa itu?" tanya Nia yang sedikit penasaran. Pasalnya keluarga dari ayah Cia tidak menyukai ibu Cia. Padahal, berkat bantuan dari ibu Cia keluarga ayah Cia tidak akan sesukses sekarang. Keluarga ayahnya juga tidak menyukai Cia, padahal Cia selalu bersikap ramah kepada mereka. Tapi Cia selalu diam saja. Maka dari itu, jika ayah Cia mengajaknya pergi ke rumah orang tua ayahnya, Cia sering beralasan besok ada ujian di sekolahnya, padahal itu tidak benar.


Cia selalu mendapatkan perlakuan buruk disana seperti halnya saat Cia dan kakak kembarnya duduk berjejer, salah satu dari keluarga ayahnya pasti hanya menyapa dan memeluk kedua kakaknya itu, dan Cia seperti tidak dianggap disana.


"Kau tau bukan, keluarga ayahku membenci ibukku?" tanya Cia yang sebenarnya jawabannya pun sudah ia ketahui.


"Kemarin aku bermimpi bahwa, saat keluargaku pulang ke rumah ayahku, ibuku benar-benar tidak dianggap disana, dan kedua kakakku yang selama ini ibuku yang membiayai hidupnya pun melawan nya. Kau tau, aku merasa kasihan pada ibuku, padahal aku selalu berpikir betapa baiknya ibuku yang menyekolahkan mereka saat ayahku tidak memiliki apa-apa" ucap Cia yang matanya mulai berkaca-kaca. Nia pun segera mengambilkan tisu untuk sahabatnya itu.


"Aku selalu ingin pergi jauh hanya berdua saja bersama ibuku, tapi ibuku selalu bilang bersabarlah roda pasti akan berputar, sebenarnya aku sudah tidak kuat lagi dengan sikap kakakku yang selalu iri padaku, menyuruhku ini dan itu. Apa sebenarnya salahku?" ucap nya sambil menangis.


"Maka dari itu, setelah lulus SMA nanti aku akan pergi bersama ibuku, itupun jika ibuku mau dan aku juga akan mengajakmu bersama ku" ucapnya lagi sambil tersenyum ke arah Nia.


Nia pun bangkit dari kursi nya dan duduk di samping Cia. Nia memeluk Cia sembari mengusap-usap punggungnya agar Cia lebih tenang.


Dari kecil hidup Cia seperti pembantu, dulu keluarga Cia tidaklah sesukses sekarang, dan dulu di rumah Cia tidak ada pembantu. Kakak Cia menyuruhnya menyapu dan mengepel seorang diri. Jika orang tua mereka datang.. kakak pertamanya Yvon, langsung menyuruh Cia mandi dan dialah yang memegang sapunya. Agar terlihat bahwa dialah yang membersihkan rumah seorang diri. Betapa licik nya kakaknya itu.

__ADS_1


__ADS_2