
Sesampainya di kediaman Darren yang amat megah, Darren bergegas membuka pintu mobil dengan Cia yang masih dalam gendongannya.
Dengan langkah yang sangat tergesa-gesa, Darren segera menyuruh kepala pelayan untuk menghubungi dokter.
"Cepat hubungi Aland, jika dia tidak datang dalam 10 menit aku akan membuatnya menjadi pengemis di jalanan" perintah Darren kepada kepala pelayan.
"Baik tuan muda" ucap kepala pelayan itu dengan membungkuk kan badannya kemudian bergegas pergi untuk menghubungi dokter.
Sepatu hitam mengkilat yang Darren kenakan pun menapakkan jejaknya di setiap anak tangga yang ia pijak dengan langkah yang tergesa-gesa.
Sesampainya di dalam kamar, Darren segera membaringkan tubuh Cia secara perlahan serta tak lupa Darren menyelimutinya.
Kamar mewah dengan dekorasi elit serta hangatnya suhu ruangan menggambarkan kenyamanan yang amat sangat bagi yang memasuki kamar itu.
Harrol sang sekertaris yang sangat setia itupun berdiri di dekat pintu menunggu arahan dari atasannya itu.
"Harrol.." ucap Darren tiba-tiba dan membuat Harrol sedikit terkejut.
"Ya tuan muda? Apa ada yang bisa saya bantu?" jawab Harrol dengan sopan. Ia dapat melihat jelas bahwa tuan mudanya itu sangat mengkhawatirkan kondidi gadis itu.
"Kau pergi lah temui teman dari gadis ini dan bawa ia kemari" ucap Darren dengan ekspresi yang sepertinya masih terlihat sedikit emosi akibat ulah direktur cabul perusahaan OX itu. Dengan emosi yang belum mereda, Darren segera mengambil remote AC untuk mendingan kan suhu ruangan, entah mengapa ia merasa gerah sekali. Ia pun melonggarkan ikatan dasi yang ia kenakan.
"Baik tuan muda" jawab Harrol dengan cepat dan sopan
"Ohh iya...satu lagii. Katakan pada Bi Salma untuk membeli satu set pakaian wanita" ucap Darren yang tak henti-hentinya menatap wajah manis Cia. Bi Salma adalah seorang pembantu wanita yang bisa dibilang umurnya sudah memasuki usia lanjut. Bi Salma sudah bekerja di kediaman Carlosta selama lebih dari 10 tahun lamanya.
"Baik tuan muda" jawab Harrol lagi. Ia pun segera menjalankan perintah dari atasan nya itu.
"Manisss.... Kenapa kau pingsan lama sekali? Apa kau tidak lelah menutup matamu?" ucap Darren sambil mengelus-elus pipi Cia pelan.
Namun, Cia sama sekali tak bergerak. Entah mengapa dengan kondisi Cia seperti ini Darren merasa sangat khawatir. Cia benar-benar pingsan seperti orang mati.
Tubuhnya lemas dan wajahnya juga sangat pucat. "Heiii manis...jika kau tak kunjung bangun, aku tak segan-segan tuk menciummu" ucap Darren kembali sambil sedikit terkekeh.
"Sebenarnya kau ini apa huh? Mengapa aku bisa tertarik padamu?" ucap Darren kembali. Ia terus mengajak Cia untuk mengobrol walaupun tidak ada respon dari Cia. Darren tak henti-hentinya menatap wajah Cia. Mulai dari atas kepala dan tatapannya berhenti di depan wajah Cia.
Tanpa sadar Darren mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Cia. Semakin dekat dan semakin dekat.
Tok... Tok.. Tok...
Namun tiba-tiba saja suara ketukan pintu menyadarkan Darren dari perbuatan yang sama sekali belum pernah ia lakukan.
"Ckk.. Siapa?" tanya Darren dengan wajah jengkelnya. Namun ia juga berterima kasih kepada orang yang mengetuk pintu. Pasalnya ia juga tidak ingin melakukan perbuatan yang belum pernah ia lakukan selama ini, yaitu berciuman, apalagi tanpa sepengetahuan Cia.
"Yooo temanku, ini aku Aland, bukankah kau memanggilku?" ucap seorang pria yang berada di seberang pintu kayu itu dengan nada yang gembira.
"Masuklah" jawab Darren singkat
"Ada apa kau memanggilku? Siapa yang harus aku periksa? Dan juga mengapa kau sampai mengancamku, jika aku tidak datang kau akan membuatku jadi pengemis huh?" ucap pria itu sambil tangannya menepuk-nepuk bahu kanan Darren.
__ADS_1
"Jangan banyak bicara... Cepat periksa keadaan gadis itu" ucap Darren mulai serius dan menghempaskan tangan pria yang ada di sebelahnya itu.
"Woww seorang gadis" ucap pria itu sedikit terkejut. "Heiii tunggu duluu... Bukankah dia gadis yang saat itu kau bawa kemari? Mengapa dia ada di sini lagi?" tanya pria itu kepada Darren
"Kenapa kau cerewet sekali? Kau ingin kehilangan pekerjaanmu sekarang?" ancam Darren yang sudah dibuat jengkel dengan pria itu.
"Emm tidak-tidak.. Baiklah aku akan memeriksanya" jawab singkat pria yang tak lain adalah seorang dokter itu.
Namun saat akan memeriksa kondisi Cia, dokter itupun menarik selimut yang Cia kenakan. Dan tentu saja itu membuat Darren salah paham.
"Apa yang kau lakukan?..... Berani-beraninya kau..." ucap Darren dengan nada tinggi dan segera menutup kembali tubuh Cia dengan selimut berwarna maroon itu. Pasalnya pakaian yang Cia kenakan sudah tak berbentuk karena ulah direktur bejat itu.
"Apa yang salah denganmu? Apa kau gila? Aku hanya ingin memeriksanya" ucap dokter itu yang tak kalah marahnya. Ia juga melontarkan kata-kata dengan nada tinggi
"Apakah harus memeriksa dengan membuka selimutnya?" tanya Darren lagi
"Ya Ampunn... Kau tau.. Aku hanya ingin memeriksa detak jantungnya dengan alat ini" ucap dokter itu dengan mengangkat stetoskopnya tepat di depan wajah Darren
"Sebenarnya apa yang kau pikirkan.. Bahkan kau mencurigai sahabatmu ini?" tanya dokter itu dengan gayanya yang sedikit berlebih-lebihan.
"Tidak ada.. Cepat lanjutkan" ucap Darren yang sedikit merasa malu dan berdehem untuk menetralkan suasana.
Setelah selesai memeriksa kondisi Cia, dokter itupun menjelaskan bagaimana kondisi Cia saat itu
"Bagaimana kau bisa bertemu dengannya lagi?" tanya dokter itu penasaran
"Tidak ada urusannya dengamu" jawab Darren dengan cepat.
"Tidak" jawab Darren dengan singkat dan jelas.
"Hahhhhhh... Yasudah terserah kau saja. Padahal aku berharap temanku ini segera meluruskan kisah asmara yang tidak pernah terukir di hatinya" ucap dokter itu dengan girang sambil mengukir sebuah senyuman ejekan yang ditunjukan kepada Darren.
"Sepertinya kau lebih cocok menjadi aktor daripada seorang dokter" ucap Darren dengan ketus.
"Heii aku kan sudah membantumu.... Apa kau tidak akan mengenalkan ku pada seorang gadis cantik hmm?" tanya dokter itu sambil mengemasi barang-barang yang ia bawa tadi.
"Tidak ada... Carilah gadis pujaanmu sendiri" jawab Darren dengan nada malasnya
"Jika tidak ada keperluan lagi kau boleh pergi dari sini" ucap Darren dengan cepat dan membukakan pintu untuk sahabatnya itu.
"Ya ampunn sahabatku tercinta mengusirku?Hatiku sangat sedih" jawab dokter itu dengan mimik wajah memperagakan orang yang sedang menangis
"Jika kau tak segera pergi, akan ku panggilkan orang untuk menyeretmu pergi dari sini" ucap Darren dengan nada dinginnya
"Astaga baiklahh.. Mengapa aku bisa memiliki seorang teman yang ridak punya hati seperti ini" ucap dokter itu mengomel saat hendak keluar dari ruangan. Namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti.
"Ohh iya.. Satu lagii.." ucap nya yang membuat Darren penasaran
"Apa?" tanya Darren singkat
__ADS_1
"Aku bertaruh padamu,, kau pasti akan jatuh cinta pada gadis itu" ucap dokter tampan itu dengan sangat serius. Namun Darren sama sekali tidak menanggapi perkataan sahabatnya itu.
"Baiklahh...aku pergi dulu...sampai jumpa teman ku yang tidak punya hati" ucap dokter tampan itu dengan gembira. Ekspresi nya sangat cepat berubah dari ekspresi serius menjadi ekspresi konyol.
Sedangkan Darren hanya diam dan kembali menatap Cia yang masih terbaring di ranjang mewah itu.
-------------------------------------------------------
Aland Ackerley..
Adalah seorang tuan muda dari keluarga terpandang yaitu keluarga Ackerley.
Aland berprofesi sebagai seorang dokter. Dan memang mayoritas profesi dari keluarga Ackerley adalah dokter.
Ibu dan ayah Aland juga seorang dokter. Aland merupakan anak satu-satunya. Walaupun merupakan anak tunggal, namun sedari kecil ia tak suka jika ayah dan ibunya memanjakannya.
Aland dan Darren merupakan teman masa kecil bahkan sampai sekarang. Walaupun mereka berdua tidak bersekolah di sekolah yang sama, namun terkadang ayah dan ibu Aland mengajak Aland mengunjungi rumah Darren begitupun sebaliknya.
Berbeda dengan Darren, Aland sedikit narsis dan juga konyol. Tapi jika ia sedang serius maka ia benar-benar serius dan tak akan main-main dengan ucapannya atau apapun itu.
Usia Darren dan Aland hanya beda satu tahun, Darren berusia 27 tahun sedangkan Aland berusia 26 tahun. Maka dari itu Darren sangat dekat dengan Aland bahkan sudah menganggapnya sebagai saudara dan begitu pun dengan Aland.
-----------------------------------------------------
Sementara di kantor OX tempat Cia dan Nia bekerja...
"Apaa?!!! Cia pingsan? Bagaimana bisa.. A..a..apa lagi yang terjadi padanya??" ucap Nia dengan nada tinggi saat Harol menemui Nia dikantornya untuk menginformasikan keadaan Cia.
"Nona sebaiknya kau...." belum sempat Harrol menyelesaikan ucapannya, Nia menarik kerah baju yang Harrol kenakan. Dan hal itu membuat Harrol sangat sangat terkejut
"Nona tenanglah du...." ucap Harrol mencoba menenangkan Nia yang berlinang air mata. Namun tetap saha Nia tak ingin mendengarkan penjelasan Harrol.
"Bagaimana aku bisa tenang! Sahabatku dalam bahaya, kemudian pingsan, dan bukan aku orang pertama tang mengetahuinya huh?!" ucap Nia kembali dengan nada tinggi.
Sementara pegawai kantor lainnya menatap Nia dengan penuh tanda tanya. Sedangkan beberapa karyawan wanita menatap sinis ke arah Nia.
"Bagaimana bisa gadis kampungan sepertinya berani menarik kerah baju laki-laki tampan itu. Jika itu aku, aku akan bersikap lembut pada pria itu" ucap salah satu karyawan wanita yang melihat kejadian saat Nia memaki-maki Harrol.
Namun tiba-tiba saja Harrol menarik tangan Nia dan mengajaknya bergegas pergi dari kerumunan orang yang melihat mereka di kantor.
"Heiii..kemana kau akan membawaku?" tanya Nia disela-sela perjalanan mereka menuju basement.
"Tenanglah nona, sahabat anda baik-baik saja dan sekarang tengah berada di kediaman tuan muda" jawab Harrol saat sudah tiba di basement. Harrol pun tersadar dan segera melepaskan genggaman tangannya dengan Nia tadi.
Sedangkan Nia sama sekali tidak memikirkan tentang Harrol yang tadi menarik dan menggenggam tangannya selama perjalanan menuju basement.
------------------------------------------------
Ingat ya.. Tinggalkan like, comment, vote and rate ya...
__ADS_1
Terima kasih para pembaca❤️🤗