ALICIA Is Mine

ALICIA Is Mine
Cia 5


__ADS_3

5 Tahun kemudian.....


"Heii... Cia cepatlah bangun kita mempunyai jadwal interview pagi ini" ucap Nia yang berusaha membangunkan Cia dengan menggoyang-goyangkan tubuh Cia. Jika tidur nya nyeyak sekali, Cia sangat sulit untuk dibangunkan.


"Anak ini kenapa susah sekali di dibangunnkan. Dia seperti **** akhir-akhir ini. Untungnya aku punya senjata khusus untuk membangunkannya. Hehehe" tawa licik Nia yang ia buat-buat. Nia segera pergi ke dapur mengambil senjata khusus yang ia maksud tadi. Dengan cepat ia keluar kamar menuju ke dapur lalu kembali lagi ke kamar Cia.


"Cia,,, bangunlahh **** malasku. Lihatlah apa yang ku bawa dan hirup lah aromanya yang wangi ini. Jika kau tak kunjung bangun, maka aku akan menghabiskan nya seorang diri" ucap Nia yang meletakkan senjata khusus yang ia sebut tadi di depan hidung Cia. Ia menggerakannya ke kiri dan ke kanan di depan hidung Cia.


"Emmm aroma enak, siapa yang membuat kentang goreng untukku" ucap Cia yang mulai membuka matanya perlahan serta menggosok-gosok kedua matanya. Ternyata senjata khusus yang Nia maksud adalah kentang goreng, makanan kesukaan Cia. Dan ternyata benar, Cia langsung terbangun setelah menghirup aroma kentang goreng yang menusuk hidungnya dan memanggilnya untuk segera bangun memakan kentang goreng tersebut.


"Kau sudah bangun sekarang?" tanya Nia yang masih membawa piring berisi kentang goreng di tangan kanannya yang ia angkat setinggi lehernya.


"Sudah sudah..aku sudah bangun jadi cepat berikan kentang goreng itu padaku" jawab Cia yang mengulurkan kedua tangannya dan menggerakkan tangannya seolah-olah meminta Nia untuk membawa piring berisi kentang goreng itu kepadanya.


"Akan ku berikan setalah kau selesai membersihkan diri" ucap Nia yang menarik selimut yang menutupi tubuh Cia. "Cepatlah,,, aku akan menunggumu di meja makan" ucapnya lagi yang membawa kentang goreng itu keluar dari kamar.


"Uhh...kentang gorengku pergi"ucap Cia yang masih berusaha untuk bangun dari rasa kantuk yang teramat sangat. Sebab, kemarin Nia dan Cia menonton film horor hingga larut malam. Sebenarnya Cia tidak suka film horor, namun ia juga tidak bisa menolak ajakan sahabat baiknya itu untuk menemaninya menonton film horor yang baru ia download di laptop nya. Dan Cia lebih menyukai film action dan film yang bercerita tentang sejarah yunani kuno dan juga firaun mesir.


Setelah meregangkan tubuhnya, Cia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai dan sudah berpakain dengan rapi ia bergegas turun untuk sarapan bersama Nia. Seperti biasa, sarapan mereka sederhana yaitu, roti dan selai kacang,tapi terkadang juga roti isi telur.


Setelah lulus SMA, Cia memutuskan untuk hidup mandiri tanpa orang tuanya. Awalnya kedua orang tuanya tidak setuju, namun Cia terus memaksa ingin hidup mandiri dan alhasil kedua orang tuanya mengijinkannya. Namun, Nia yang mendengar kabar itu pun memutuskan untuk ikut bersama Cia.


Ia juga meminta ijin oada ibu Cia dan juga ibunya, Bi Rina. Bi Rina mengijinkan nya dan berpesan agar Nia selalu berhati-hati dalam melakukan segala hal dan juga Nia harus menjaga Cia sebaik-baiknya, dan Nia pun mengiyakan nasihat ibunya.


Nia tau betul alasan Cia ingin hidup mandiri, dan tidak bergantung pada kedua orang tuanya. Alasan pertama karena Cia memang bukan tipe anak manja dan selalu berusaha dalam segala hal. Walaupun gagal sekali, ia tidak akan menyerah. Alasan kedua, karena ia ingin setelah ia sukses nanti, ia akan mengajak pergi ibunya untuk tinggl bersamanya dan jauh dari pantauan keluarga ayahnya. Dan alasan ketiga, karena Cia malas meilihat wajah kakak kembarnya yang selalu menunjukan tatapan sinis dan juga iri yang mendalam terhadap Cia.


Semenjak beranjak dewasa, Cia memang amat benci jika ia melihat wajah kakaknya, terlebih lagi wajah kakak pertamanya, Yvon. Yahh...walauoun dari kecil ibu Cia mendidiknya menjadi gadis yang baik, sabar dan juga tidak boleh membenci orang lai namun ia merasa benci dengan kakaknya itu. Hanya meilhat wajahnya saja ia muak apalagi harus makan satu meja dengannya.


Maka dari itu, Ia dan Nia memutuskan untuk pergi ke korea bersama dan menyewa apartemen bersama. Sebenarnya rumah nenek Cia atau Ibu dari Ibu Cia terdapat di korea, namun ia tidak ingin membuat neneknya repot karena dirinya. Tapi, terkadang ia akan berkunjung ke rumah neneknya bersama dengan Nia.

__ADS_1


"Kau tau...aku merasa heran dengan perusahaan yang menerima lamaran pekerjaan kita" ucap Nia yang masih saja dengan kebiasaan buruknya, yaitu berbicara dengan mulut yang berisi makanan.


"Telan dulu Nia" sahut Cia yang selalu menasihati temannya. "Memangnya kenapa?" tanya Cia penasaran


"Kita berdua hanya lulus S1 dan belum ada pengalaman kerja sama sekali bukan, tapi mengapa mereka ingin kita datang kesana?" tanyanya lagi


"Entahlah, mungkin saja karena tidak banyak yang melamar pekerjaan disana bukan?" ucap Cia yang sedikit cuek akan hal itu


"Ya mungkin saja. Tapi..... Brak...." ucapnya sambil memukul meja dengan keras dan membuat Cia kaget akan hal itu.


"Mengapa kau memukul meja? Kau membuatku terkejut" ucap Cia sedikit meninggikan suaranya.


"Aku pernah mencari informasi tentang perusahaan yang akan kita datangi ini di internet, kau tau...direktur disana terkenal cabul dan sering mengajak karyawan wanita yang masih muda untuk makan siang bersama dengan direktur cabul itu" ucap Nia yang tampak serius dengan gosip-gosip yang ia dengar dn juga ia cari di internet.


Dimanapun Nia berada,, ia pasti akan mendapatkan bahan gosip yang baru dan masih hangat tentunya. Karena bisa dibilang Nia mempunyai pendengaran yang tajam. Maka dari itu Cia sering memanggilnya dengan kuping gajah saat masih kecil dulu.


"Ya....mau bagaimana lagi, kita coba saja dulu kan. Jika memang seperti yang kau katakan maka ada baiknya jika kita mengundurkan diri. Lagipula kita belum interview, bagimana jika kita tidak lolos di interview?" tanya Cia kepada Nia yang membuat Nia yakin bahwa, mereka pasti lolos interview. Entah kenapa tapi perasaan nya mengatakan seperti itu.


"ya....mau bagaimana lagi, kita terima saja dulu, agar kita bisa membayar cicilan rumah ini ehheehh" ucap Cia yang sedikit terkekeh.


-------------------------------------------------------


3 minggu kemudian.......


Ternyata perkataan Nia menjadi kenyataan untuk mereka. Mereka berdua diterima kerja di perusahaan. Dan benar saja tentang berita di internet yang Nia katakan kepada Cia bahwa direktur perusahaan itu sangat cabul. Bahkan saat awal mereka bekerja pun direktur itu bersalaman dengan Cia sambil memegang dan mengelus lembut punggung tangan Cia.


Jadi tak heran jika karyawan disana mayoritas adalah seorang pria. Karena tak sedikit dari karyawan wanita yang bekerja disana tidak tahan dengan sikap sang direktur. Tetapi ada juga yang bertahan, dan tentu saja yang bertahan adalah wanita-wanita yang haus akan harta dan bersedia melakukan apa saja serta menjadi simpanan pria gendut dan cabul itu.


"Heii,,,,bukankah lebih baik kita juga mengundurkan diri dari perusahaan cabul itu?" tanya Nia kepada Cia yang sedang memainkan ponsel nya.

__ADS_1


"Aku juga berpikir seperti itu tapi...kemana lagi kita akan melamar pekerjaan??" jawab Cia yang seperti nya sudah mulai pasrah.


"Entahlahh....kita akan mencari nya bersama-sama" ucap Nia sambil tersenyum ke arah Cia


Beberapa menit kemudian........


Cia pergi ke toilet di cafe itu, tapi entah kenapa kepalanya sedikit sakit. Sebenarnya, semenjak pulang kerja tadi ia sudah merasakan sakit kepala. Ia berjalan ke toilet dengan langkah yang rapuh. Dan saat akan membuka pintu toilet,, ia terkejut karena tiba-tiba saja seorang pria tampan dengan rambut yang hitam pekat serta tubuh kekar yang dipadukan dengan jas biru tua yang terlihat sangat elegan. Aroma pria itu juga sangat enak.


"Ehhh mengapa ada pria tampan disini?" ucap Cia sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Apa aku salah masuk ya??.... Ahhh tidak-tidak" omel Cia lagi. Cia juga tidak tau, jika sakit kepalanya sangat parah,, Cia memang mengomel sendiri,, entah apa yang dia katakan.


"Heii....mengapa ada seorang gadis di dalam toilet pria" ucap pria itu sambil mengangkat wajah Cia dengan memegang dagunya.


"Benarkah?? Apa aku salah masuk? Aduhhh kepala ku sakit sekali" ucap nya lagi yang seperti nya sudah tidak tahan dengan sakit kepala nya. Pria itu pun menggendong Cia dan mendudukannya di washtafel toilet tersebut.


Cia tidak sadar jika pria di depannya menggendongnya, yang ia tau adalah kepala nya sangat sakit sampai ia tak tahan akan sakitnya. Baru kali ini, kepala nya terasa sangat sakit seperti ini.


"Heii kauuu....sadarlah. Apa kepala mu terasa sangat sakit?" tanya pria itu sambil menepuk pipi Cia. Cia pun tiba-tiba tersadar dan mendorong pria tersebut


"Siapa kau?? Berani-berani nya menyentuhku" ucapnya yang mulai menyilangkan tangannya di depan dada nya untuk melindungi diri.


"Kau terlihat sangat lemah tadi,, maka dari itu aku menggendong mu. Harusnya kau berterima kasih padaku. Apa kau tau....gadis manis,, kau salah masuk...ini adalah toilet pria" ucap pria itu berbisik di telinga Cia.


Mata Cia membulat mendengar hal itu. Ia segera turun dari washtafel, namun ia kehilangan keseimbangan dan tak sengaja memeluk pria yang berada didepannya itu.


"Ahhh maafkan aku...aku tidak sengaja....dan terima kasih banyak tuan...aku harus pergi" ucap nya lagi yang masih memegangi kepalanya


"Ihhhhh kepala ku sakit sekali,,, bagaimana aku akan mencari kerja bersama Nia" ucap Cia mengomel sendiri dan berusaha berjalan meninggalkan pria itu. Namun tiba-tiba saja pria tersebut menarik tangan Cia dan memeluk pinggangnya dengan sangat erat.


"Apa yang kau lakukan? Cepat lepaskan aku....temanku sedang menungguku,,, aku harus pergi mencari tempat baru untukku bekerja" Cia sudah tidak tahan,kepala nya sakit sekali. Ia pun mendorong dada pria itu kuat-kuat, namun pria itu sama sekali itu bergerak dan semakin memeluk erat pinggng ramping Cia.

__ADS_1


"Beritahu aku....namamu manis" bisik pria itu tepat di telinga kanan Cia


__ADS_2