Alva Livi Asila

Alva Livi Asila
Afan 'N Oktaniara


__ADS_3

karna ia menunggu waktu setelah pernikahan saja


dan ketika Livi sampai dirumah itu dan membuka pintu rumahnya, betapa terkejutnya Livi melihat seluruh ruang tamu sudah di dekorasi sangat cantik dengan sambutan tulisan "selamat datang" untuk Livi


"welcome to new home" teriak Novito


"ahh astaga, kapan kak, nyiapin semua?" tanya Livi senang


"ya yang pasti pas kamu gak tau"


"jujur ya, aku pun gak tau, kapan kak? kok aku gak tau?" tanya Mirza ke Novito


"ya ada deeeh" jawab Novito


Novito menjelaskan bahwa ia tidak sendiri menyiapkannya, dibantu sepupu sepupu ya dan tanpa sepengetahuan Mirza


Livi masuk dan duduk bersama keluarga Mirza disana


ada keluarga dari Oktan (ibu Mirza)


ada keluarga dari Afan (ayah Mirza)


dan saudara saudara jauh Mirza yang lainnya


hari yang melelahkan..


sore itu semua keluarga berpamitan dan meninggalkan Mirza bersama Livi dirumah itu termasuk keempat anak Mirza yang memang sengaja orangtua Mirza bawa agar memberikan waktu bagi pengantin baru menghabiskan waktu kebersamaannya malam itu


dihari yang sama..


untuk pertama kalinya Livi memiliki teman tidur dan menemani seorang lelaki tidur


sedangkan bagi Mirza memang bukan pertama kali ia ditemani tidur dan menemani tidur mengingat sebelumnya ia pernah menikah, tapi bagi Mirza baru ini ia akhirnya bisa menjadi gadis yang ia sukai menjadi miliknya selamanya


Seminggu berlalu..


Mirza Livi kedatangan tamu yaitu orangtua Mirza dengan tujuan mengantarkan dan mengembalikan empat anak Mirza untuk diurus oleh Livi


Livi menyambut kedatangan orangtua Mirza dan juga keempat anak Mirza dengan sangat senang seminggu sebelum kembalinya empat anak Mirza diantarkan orangtua Mirza kerumah itu


seminggu itu juga untuk Afan Oktan mencari tau tentang sosok Livi dari keempat anak anak Mirza yang sebelumnya sudah dekat terlebih dahulu dengan Livi


Afan Oktan saling mengorek dari keempat anak Mirza bagaimana sosok bernama Livi dimata mereka satu persatu Afan Oktan menanyai empat cucu mereka di empat hari yang berbeda di awali dari cucu bungsu yaitu Tirta


"Tirta, lagi apa?" sapa Oktan

__ADS_1


masuk kamarnya Tirta tidak menjawab namun menunjukkan sebuah buku yang ia coret coret


"oh lagi belajar menulis ya nak?" sapa Oktan


"bagus gak neni?" tanya Tirta


"bagus banget dong, siapa dulu yang nulis, cucunya keka" sambar Afan


neni adalah sebutan atau panggilan untuk seorang nenek


keka adalah sebutan atau panggilan untuk seorang kakek


tapi panggilan unik ini ada karna keluarga besar Mirza selalu akan memanggil kakek dan nenek dengan sebutan keka dan neni


Oktan dipanggil neni artinya nenek ibu Afan dipanggil keka artinya kakek ayah


Afan Oktan berbasa basi dulu dengan Tirta disana, belajar bersama, bercanda, mengobrol kecil


baru mulai mengorek tentang Livi pada Tirta sedikit demi sedikit dan dengan sabar mengorek karna bagaimana pun Tirta masih sangat kecil untuk di cari tau informasi tapi bagaimana lagi


ini misi dari Afan Oktan mencari tau Livi melalui cucu cucu mereka


maklum, Afan Oktan sebelumnya tidak pernah dekat dengan Livi, kenal pun masih terhitung baru, kalau tidak karna Mirza ya mungkin bisa saja Afan Oktan tidak pernah mengenal Livi


ketika Afan Oktan mulai membahas Livi, barulah Tirta mulai menjelaskan bagaimana Livi dimata nya


"Tirta.. Tirta sama onti Livi sering bareng?" tanya Oktan


"iya neni, sering banget, onti ivi selalu menemani aku dari pada dengan kakak kakak lain" jawab Tirta


onti ivi adalah sebutan atau panggilan kesayangan dari semua anak anak Mirza, tapi panggilan ini berlaku ketika sebelum Livi dan Mirza menikah karna setelah mereka resmi menikah


Mirza dan Livi sepakat untuk nanti menerapkan nama panggilan untuk Livi dengan sebutan "mamah Alva" dan pada Mirza tetap memanggil dengan sebutan "yayah Miza"


"terus apa lagi yang Tirta suka sama onti ivi?" tanya Afan


"menemani aku terus, kakak kakak kalau main, sibuk sendiri gak temani aku, onti ivi gak pernah ninggalin aku, selalu bersama aku" jawab Tirta


intinya Tirta menyatakan hal mengesankan dari Livi ya hanya karna ditemani bermain seperti yang kita sudah bahwa Livi itu bisa menjadi anak kecil dan bermain bak anak anak kecil


sementara anak kecil keinginannya hanya ingin dimengerti untuk masanya bermain dan bermain


dan Livi bisa memberikan seluruh waktunya ketika bersama Tirta hanya untuk bermain


mendengar semua itu membuat hati Afan Oktan merasa sangat gagal menjadi kakek dan nenek yang harus nya bisa menjadi pengganti ayah dan ibu karna sekedar menemani bermain saja, Afan Oktan memang tidak pernah melakukan untuk Tirta

__ADS_1


padahal harus nya mereka tau kalau seumuran Tirta baru menginjak baru dua tahun, ya masa masanya bermain bebas dan bersenang senang


Afan Oktan pun berpamitan keluar dari kamar Oktan dan duduk berdua didepan televisi


mereka duduk dan sama sama terdiam sampai tak sadar jika ternyata anak pertama mereka datang


"maaaa.. astaga mama, papa, kalian kenapa?" tanya Novito


"Vito, kamu?" sapa Oktan


"ya ini Vito, mama papa kok diam? mikirin masalah apa?"


"disini duduk dulu, ada waktu kan sekarang? papa mau bahas soal Livi" kata Afan


Novito pun duduk disamping Afan dan mereka bertiga mulai membahas Livi


"Livi pa?" tanya Vito dan melirik kearah Oktan


"iya, Livi, istrinya adikmu" kata Afan


"ada apa ya pa? sama Livi?"


"kamu seberapa jauh sih, kenal Livi itu?" tanya Afan


"aku gak jauh kok pa, kenal Livi itu, sama kaya kalian kenal Livi, ya tau nya deket deket sebelum Mirza menikahinya" jawab Novito


"masak? kamu gak perna nyari tau gitu?" tanya Oktan


"lah buat apa ma, kan Mirza juga udah yakin, ya berarti nih anak cocok sama Mirza"


"siapa tau" jawab Oktan


"kalau dari Mirza mungkin, cerita kekamu tentang Livi itu tentang apa nya?" tanya Afan "


dibilang banyak sih enggak ya pa, tapi ya lumayan lah ya"


"apa itu?"


Novito menjelaskan tentang beberapa hal terkait ia dengar dari curhatan sang adik yang Novito ambil garis besarnya dari semua yang Mirza curhatkan ke dirinya yaitu..


Livi gadis yang lembut, mengobrol juga asik, dan selalu mendengarkan dulu dari awal sampai selesai ketika ada orang curhat ke dirinya Livi menyukai anak kecil, menyukai bermain dan mainan bak anak anak kecil


"itu cocok dengan anak seusia Tirta kan?" ucap Novito


mendengar ini membuat Afan Oktan akhirnya menanyakan bagaimana menurut Novito terkait perasaan Tirta kepada Livi

__ADS_1


__ADS_2