Alva Livi Asila

Alva Livi Asila
Fakta Terungkap


__ADS_3

"iya, Livi selalu dirumah, sekarang nganter adiknya tadi, soalnya tadi beli bensin ke saya"


"oh.. eh iya pak, dirumah itu, Livi tinggal sama siapa saja?"


"adiknya itu, sama ibuknya, bertiga"


"oh, bapaknya Livi?"


"udah cerai, Lenita, ibunya Livi, egois sama suami, mana ada yang betah lakik sama cewek egois, menangnya sendiri"


"oh gitu? bapak kenal sama orang orang sebelah?"


"kenal lah, saya sama Lenita masih satu nenek"


"oh astaga aduh maaf pak Sudar, saya gak tau"


"iya, eh kamu kok tanya tanya dia?"


"iya, soalnya saya kan belum kenalan sama ibunya Livi itu"


"oh gitu, kenalan dulu lah, sama tetangga kan"


setelah banyak informasi dari Sudar, Mirza akan balik kerumahnya namun ia melihat ada penjual sayur keliling, ia mampir mau beli sayur niatnya memang, tidak ada niat menanyakan Livi dan keluarganya lagi


karna dia kan baru disini, dia juga tidak banyak kenal orang sana


setelah membeli sayuran, ia membayar, akan pergi, ia tak sengaja mendengar beberapa orang yang ada disana membicarakan Lenita


seketika Mirza mengingat jika nama Lenita itu adalah nama dari ibu Livi, jadi Mirza sedikit lama lagi disana melihat lihat sayuran yang lain


ternyata obrolan tentang bagaimana sikap Lenita kepada Livi yang begitu buruk


Lenita kerap menjelekkan Livi,


menghina Livi


membandingkan Livi dengan adik Livi


bahkan dengan kedua kakak perempuannya


Livi juga selalu salah dalam segala hal


tidak pernah sekalipun Livi benar dimata Lenita


hal yang tidak sepantasnya seorang ibu dilakukan kepada anaknya, Lenita melakukannya semua dan itu hanya pada Livi


karna seberapapun kesalahan anak anaknya yang lain, Lenita akan membela bahkan menutupi, tapi ketika Livi yang salah, dunia seakan akan balik ke masa perang dunia


setelah obrolan selesai antara ibu ibu itu..


Mirza membuka pembicaraan..

__ADS_1


"bu, bu Lenita yang rumahnya didepan rumah saya itu?" tanya Mirza


"eh, kamu yang beli rumah dibelakang rumah bu Leni itu ya?"


mereka (ibu ibu) membahas ulang semuanya didepan Mirza, mengatakan semua hal yang mereka tau dari sikap Lenita kepada Livi bagaimana selama ini


"eh iya, kamu toh pemilik barunya sekarang? muda ya, katanya bapak bapak?" kata salah satu ibu ibu


"iya, katanya punya anak empat?" kata ibu lainnya


"hehe iya bu.. saya cerai sama mantan istri, dan meninggalkan empat anak" jawab Mirza


"waaa.. pas itu sama anaknya bu Leni"


"iya bener bener, pas banget itu, sama Livi, kenal kan Livi? anaknya bu Leni, ya yang rumahnya depan rumah yang kamu baru beli itu"


"memangnya kenapa sama dia?" tanya Mirza


"ohh, Livi tuh suka sama lelaki yang duda bahkan kalau bisa ada anak"


"iya bener, udah banyak yang tau disini semua Livi bilang itu kriteria utamanya"


"memangnya kenapa begitu alasannya apa?" tanya Mirza


"bilangnya sih karna gak mau ditarget cepat punya anak"


"ah enggak juga sih, menurutku karna Livi kan suka anak anak kecil dia itu"


semua tak menyapa dan menyambut Mirza, bahkan Mirza mendapatkan info tentang kriteria lelaki yang Livi inginkan adalah sama dengan status nya sekarang


dan tak hanya itu, yang membuat Mirza salah fokus, ternyata semua warga sudah kenal nama Mirza dan mengetahui dirinya adalah ayah dari empat orang anak, alias bapak bapak


ini adalah salah satu hal yang ia tutupi dan ia tidak ceritakan kepada Livi karna ia takut Livi tidak mau dengannya ketika tau dirinya duda dan memiliki empat orang anak


dan baru ini lah Mirza tau bagaimana sikap Lenita kepada Livi sangat sangat tidak baik, memperlakukan anak bak bukan anak kandung, Mirza kaget, ia tidak percaya karna sebelumnya Livi tidak pernah mengatakan apapun tentang ini


yaa.. sama dengannya yang menutupi satu hal dari Livi yaitu tentang dirinya duda empat anak, ternyata Livi juga menyembunyikan bagaimana sikap buruk keluarganya terutama ibunya


bukannya ilfeel mendengar itu, malah Mirza merasa jauh lebih yakin kalau ia harus bisa mengangkat derajat Livi agar disegani oleh keluarganya dan menunjukkan kepada ibu Livi kalau Livi anak yang bisa di banggakan


Mirza pulang..


dan sejak hari itu, Mirza mulai memperhatikan dari kejauhan terkait Livi dengan hubungannya bersama ibunya, bersama adiknya dan bersama kakak kakaknya


tapi banyak fakta terkait Livi yang didapat malah membuat Mirza makin merasa Livi benar jodoh yang telah dipertemukan padanya


mengapa?


karna yang ia dengar dari banyak orang, jika Livi memang selalu menyatakan diri kalau ia mencari single father atau duda yang memiliki anak


alasan Livi karna agar ia tidak terlalu menargetkan diri sendiri untuk memiliki momongan lebih cepat

__ADS_1


semakin yakin lah Mirza memperjuangkan Livi untuk hidup bersama


malam rutin tiba..


Mirza menelfon Livi dan mengobrol seperti biasanya hingga diakhir telfon


Mirza memancing obrolan dulu pada Livi (dalam obrolan telfon)...


"oh ya, Livi, aku mau bilang sesuatu boleh gak?" tanya Mirza


"boleh dong, ada apa kak?" tanya Livi balik


"aku besok malam main ya ketumah kamu"


"besok malem? mendadak kak?"


"iya memang mendadak, kan aku mau ketemu ibu kamu, adik kamu"


"hah? ngapain?"


"ya kenalan lah, kan selama aku pindahan juga belum kenal mereka tau, aku dekat sama kamu juga gak ketemu sama mereka sama sekali"


"ehh, kok.."


"bisa lah, memang ada masalah ya? ada masalah sama keluarga kamu? kok kayaknya gak mau aku datengin? niat aku baik loh, silahturahmi"


"iya gak papa sih, yaudah kalau itu mau kamu, tapi aku boleh gak minta satu hal?" tanya Livi


"apa?"


"anggap kita gak kenal ya"


"hah? kok gitu? kamu mau anggap kita gak kenal gitu pas aku main kesana?"


"iya, anggap kita kenal baru ini.. emm baru kamu datang ini kerumah gitu ya"


"kok gitu?"


"ayolah, kalau gitu aku gak akan temui kamu pas besok datang kerumah, aku bakal izin aja kerumah tante ku atau kemana"


"eh iya iya, okeh, anggap kita gak kenal dan baru berkenalan besok ini, pas aku kesana"


"janji loh, bener"


"iya, aku boleh tanya satu hal?" tanya Mirza


"apa?"


Mirza menanyakan satu hal yang tadi pagi Mirza baru ketahui semua dari Sudar dan dari beberapa ibu ibu di pedagang sayur keliling itu


"ada yang kamu tutupi ya dari hubungan kamu sama keluarga kamu?" tanya Mirza

__ADS_1


"emm? enggak kok, aku memang nutupi apa?" tanya Livi balik


__ADS_2