Alva Livi Asila

Alva Livi Asila
Kehilangan Livi


__ADS_3

mendengar anaknya yakin dan bulat tekad, Lenita bisa apa?


"yasudah" kata Lenita berdiri


"ma, doain ya" kata Livi ikut berdiri


"doa terbaik mama untuk kamu, kapan pun, dimana pun, dengan siapa pun dan bagaimana pun"


Livi memeluk Lenita untuk pertama kalinya..


yaa.. pertama kalinya, karna sejak Livi ada didunia bahkan dari bayi, Lenita tidak pernah mau memeluk Livi dan dipeluk Livi


jangankan Livi, Lenita dengan Adis saja hampir tidak pernah berpelukan


anak emas bagi nya (Adis) saja, jarang memeluknya balik ketika Lenita memeluk Adis


apalagi Aqni dan Avni, sejak mereka menikah sudah tidak serumah dan sibuk urusan masing masing


jadi kali ini pelukan itu (antara Lenita Livi) begitu mengharukan sampai sampai membuat Lenita menangis


yaa.. bagaimana pun sikap Lenita kepada Livi, Lenita tetaplah seorang ibu untuk seorang anak yang akan tetap memberikan kasih sayangnya sepenuh dan setulus hati


tapi ketika kenyataan itu didepan matanya, Lenita menunjukkan sikap egois nya, dimana ia biasa saja ketika Livi akan menikah dan akan meninggalkannya, seolah olah dirinya bahkan merasa lega karna bebannya sudah tidak ada


yaa.. karna bagi Lenita, bebannya hanya satu yaitu Livi, jadi ketika Livi menikah ya bebannya sudah pergi bukan?


tiga hari itu tiba..


akad nikah dimulai..


berjalan lancar segalanya..


Mirza Livi resmi suami istri..


keluarga Mirza dan keluarga Livi sudah menjadi satu keluarga besar..


Alva Livi Asila sudah resmi menjadi istri dari seorang pria tampan, gagah, kaya raya namun duda dengan empat anak laki laki, ia bernama Mirza Pradipa Reza


selepas dari pesta pernikahan mereka, Livi yang sudah resmi tinggal dirumah utama Mirza (bukan rumah yang ada dibelakang rumah Lenita)


sementara itu.. ibu dan ketiga saudara Livi kembali kerumah lama Livi tanpa membawa Livi pulang bersama mereka


*sedikit membahas tentang keluarga Livi, sebelum masuk kembali ke cerita utama kita..


Lenita sampai dirumahnya bersama ketiga anaknya, dua menantunya dan beberapa cucunya


Lenita duduk di sofa ruang tamu untuk beristirahat karna baru saja menyelesaikan acara pernikahan anaknya

__ADS_1


Aqni dan Avni meminta agar suami mereka membawa anak anak mereka masuk kamar membiarkan Aqni dan Avni duduk mengobrol disana bersama adik dan ibu mereka


tinggallah berempat mereka disana, Aqni, Avni, Adis, Lenita


"ma.. kenapa?" tanya Avni


"gak, mama hanya capek" kata Lenita


"mama bukan kepikiran pernikahan ini kan?" tanya Avni lagi


"tidak kepikiran bagaimana? ini pernikahan Livi, Livi itu siapa? dia anakku!" kata Lenita


"ya tapi Livi menikah itu juga sudah waktunya kan ma, dia sudah diusia pas untuk menjalani pernikahan seperti aku dan Avni" kata Aqni


"inipun pernikahan Livi terbilang terlambat dibandingkan dengan pernikahan ku dulu, aku menikah diusiaku 27 tahun" kata Avni


"lah aku dulu, diusia ku 25 tahun, diusia itu sudah cukup untuk menikah, apalagi seusia Livi" jawab Aqni


"aku juga merasakan ini kok saat kalian menikah, sedih pasti, ibu mana melihat anaknya menikah tidak sedih, meski sedih bahagia" kata Lenita


"aku tidak melihat itu saat kak Aqni menikah" kata Adis


"tidak semuanya mama tunjukkan padamu" kata Lenita


"lalu apa beratnya Livi sampai begini ketika kak Livi menikah?" tanya Adis Lenita tidak berkata lagi, ia berdiri dan berjalan kearah dalam kamarnya sementara itu Aqni dan Avni bersama Adis saja


"Adis, tunggu dulu, duduk dulu sini" kata Aqni


"kenapa kak?" tanya Adis


"kamu tau kenapa sama mama?" tanya Aqni


"gak tau, capek saja kali kak"


"itu kan hanya alasan dia, kita pun juga capek, habis acara pernikahan itu gak mudah" kata Aqni


"aku yakin ada hubungannya kan sama Livi dan pernikahannya?" kata Avni


"aku tadi mikir gitu kak, tapi dipikir lagi ya mungkin benar benar karna capek aja, kan mama udah tua kak, usia nya saja sudah berapa, kita yang muda kan habis acara ya capek" jelas adis


"mikir gitu apa memang kamu maksudnya?" tanya Avni


"ya kalau mama itu berat atas pernikahannya kak Livi"


"jadi bener?" tanya Avni


"gak tau kak, itu pikiran Adis saja sih"

__ADS_1


"ya memang kenapa mikirnya kesana kamu? ada dong alasannya?" tanya Aqni


"Adis mengakui kak, anak yang sebenarnya bisa dihandalkan itu ya kak Livi"


"lalu kami tidak begitu?" tanya Avni


"bukan gitu, kan kalian sudah menikah, sudah ngurus rumah masing masing, lah ngurus rumah mama kan ya kak Livi"


"memang kamu tidak?" tanya Aqni


"ya mama selalu melarangku mengurus rumah"


"kamu nya saja malas dasarnya" jawab Aqni


"kok kakak jadi nyalahin aku? salahin mama kak, kan mama yang selalu percaya urusan kerjaan rumah ke kak Livi"


"eh udah ya, malah ribut" sambar Avni


Adis kesal pun pergi meninggalkan kedua kakak nya disini Aqni Avni tinggal berdua..


mereka mengobrol empat mata dan sama sama bertukar pikiran mereka sama sama yakin jika galau nya Lenita saat ini ya karna Livi menikah


karna Livi sudah tidak bagian dari rumah ini, sementara yang bisa mengurus urusan rumah ini ya hanya Livi Adis bukan anak yang bisa dihandalkan membersihkan rumah atau membantu keuangan karna terbiasa dimanjakan


sementara mereka berdua sama sama memgakui jika mereka sudah memiliki kebutuhan dan urusan masing masing sejak menikah, jadi tidak bisa lagi membantu Lenita mengurus rumah seiring berjalannya waktu..


semua orang melihat bagaimana perubahan Lenita dan rumahnya sejak ditinggalkan Livi


yaa.. rumah lama Livi yang kini hanya ditinggali oleh ibu dan anak bungsu, sama sekali tidak terawat rumah berpenghuni itu terkesan menjadi rumah tidak layak ditinggali lagi


kotoran dimana mana, debu dimana mana, kaca jendela usang, banyak sekali sampah dilatar, terkesan seperti rumah kosong


Lalu kemana Lenita?


kemana Adis?


mereka ada, tapi mereka tidak menggantikan diri menjadi pengganti Livi dahulu yang rajin mengurus rumah Adis yang sama sekali tidak bisa mengurus dan membersihkan rumah


sementara Lenita yang usianya terus bertambah tua, juga sudah tidak akan mampu mengurus rumah seperti dulu lagi


Lenita kini benar benar merasakan kehilangan yang mendalam ketika Livi menikah, bahkan lebih kehilangan Livi ketimbang kedua anaknya yang lebih dulu menikah sebelum Livi


sementara itu..


cerita kembali menuju pada kehidupan Livi yang baru selepas acara pernikahannya


Livi langsung menuju kerumah barunya yaitu rumah pribadi Mirza

__ADS_1


Livi datang hanya membawa beberapa baju saja, karna ia sudah membawa beberapa bajunya kerumah Mirza sebelum pernikahan itu dilaksanakan sementara barang barang pribadi Livi dan beberapa baju lainnya belum sempat dibawa


__ADS_2