
Arkais, penyebutan air di zaman kuno.
Banyu, penyebutan air di pulau jawa.
Hajar, nama yang berpengaruh dalam penemuan air di islam.
Tirta, nama lain dari air itu sendiri.
sementara nama belakang masing masing terdapat bulan kelahiran masing masing anak, karna di keluarga besar Mirza, selalu menggunakan nama bulan di nama lengkap mereka
keempatnya agak sulit berkenalan dengan orang baru, jadi sejak hari itu Mirza terus membawa keempat anaknya menginap dirumah barunya yang ada dibelakang rumah Livi agar bisa membuat keempat anaknya dekat dengan Livi
jadi ketika meminta izin pada anaknya untuk lebih serius dengan Livi, tidak ada hambatan
karna bagi seorang duda dan ber.anak, tentu lah ke-nyaman-an anak dulu, baru restu orang tua
dan usahanya tidak sia sia, karna Mirza mampu membuat anak anaknya dengan Livi
dimulai dari anak yang terakhir, anak keempat hingga satu persatu mulai dekat dengan Livi, dan terbiasa bermain dengan Livi
mengingat Livi memang suka anak kecil dan sering bermain bak anak kecil, jadi seperti teman untuk anak anak Mirza
bahkan usaha Mirza mendekatkan Livi dengan mereka (anak anaknya) sangat berbuah manis karna anak anak mereka sendiri lah yang mengatakan kalau mereka ingin Livi menjadi ibu mereka
"yah.. yayah gak mau nikah sama tante Livi?" tanya Arkais
"iya, menikah aja yah, biar kami ada ibu" sambar Hajar
"kalau ada ibu baru kan kami gak sepi, ada yang membantu mengurus, apalagi itu tante Livi" tambah Banyu
tak hanya Mirza yang mendengar keempat anaknya itu, tapi mereka bilang juga bahkan didepan Livi langsung
"si bungsu ku juga masih membutuhkan seorang ibu" kata Mirza memberi kode pada Livi
Livi mencubit kecil lengan Mirza karna malu..
restu anak anak Mirza (lampu hijau)
tinggal restu orangtua Mirza
sebelum ke orangtuanya, Mirza membawa Livi bertemu dengan Novito atau Vito, kakak kandung dari Mirza, yang sangat sangat dekat dengan Mirza
__ADS_1
"ini kakak aku" kata Mirza
"salam kenal kak, manggil apa nih? kakak ya?" tanya Livi
"apa saja lah, kamu suka suka haha" jawab Novito
"haha, salam kenal kak" kata Livi lagi
"iya, Livi kan namamu?"
"iya"
pertemuan pertama ini membuat Novito yakin atas hubungan adiknya, entah dari mana datangnya, bahkan Novito sendiri baru mengenal dan bahkan beru bertemu dengan Livi
tapi Novito yakin jika Livi orang yang akan bisa menerima sang adik dan jodoh sebenarnya dari adiknya, ada point tersendiri dalam diri Livi yang membuat Novito yakin atas itu
dan seiring berjalan nya waktu, Novito mulai mengenal jauh tentang Livi, baik dari cerita sang adik ataupun melihatnya sendiri dengan mata kepalanya tentang bagaimana sosok Livi
Novito juga tidak meninggalkan momen antara Livi dengan keempat anak Mirza, Novito melihat sendiri dengan matanya, bagaimana Livi dekat dengan keempat ponakannya dan benar benar seperti sudah mengenal sangat lama
padahal mereka (empat anak Mirza) juga sama dengan Novito yang baru kenal Livi
tapi meskipun begitu, Novito sudah cukup banyak tau tentang Livi, membuatnya makin yakin kalau Livi pantas untuk adiknya
karna sebenarnya tipe wanita yang disukai Novito dikatakan nyaris sama dengan tipe wanita yang disukai Mirza, macam mirip Livi yang baik, lembut, polos, dan tidak malu untuk menjadi apa adanya
sedikit tentang Novito..
ia juga seorang duda, ia bercerai dengan istrinya karna tidak lagi satu arah dan tujuan, dan mereka bercerai sebelum mereka diberikan kepercayaan (seorang bayi) untuk mereka rawat
berbeda dengan adiknya (Mirza) yang diusia pernikahan sama dengan kakaknya, Mirza sudah dipercaya memiliki empat anak bersama mantan istrinya
Novito sendiri sosok yang seletif, baik pekerjaan, keuangan, percintaan, dan semua hal lainnya
ditambah ketika ia mengalami kegagalan menikah, membuatnya makin selektif lagi dan fokus untuk diri sendiri, untuk itu mengapa Novito tidak juga mencari pengganti mantan istrinya
tapi disituasi Novito yang seperti ini, Livi mampu membuat seorang Novito percaya bahkan dari awal pertemuan dan perkenalan mereka
setelah perkenalan dengan Novito, barulah di waktu yang tepat, Mirza mempertemukan dan mengenalkan Livi kepada orangtuanya sekaligus meminta izin untuk menikahi Livi
Mirza membawa Livi kerumah orangtua nya, memperkenalkan Livi dan bahkan mengatakan jika ingin serius dengan Livi
__ADS_1
Afan (ayah) dan Oktaniara (ibu), awalnya tidak mau (menolak) pada Livi, bukan karna mereka fisik atau face dan sebagainya, karna Afan Oktan bukan tipe orangtua yang menilai luarnya saja
mereka berdua hanya takut jika Livi tidak akan bisa menerima empat cucu mereka dengan tulus, maklum.. karna memang diluar sana, image ibu tiri sangatlah buruk
pikiran Afan Oktan, takut jika Livi hanya menerima empat cucu nya karna ingin bersama Mirza, ditambah anak mereka itu (Mirza) memiliki kekayaan yang sangat melintir
takut jika hanya ambil manfaat pada anaknya dan tidak sepenuh hati pada cucu cucunya saja membuat cucunya terlantar lebih parah ditimbang ketika mereka bersama mantan menantunya
tapi karna Mirza terus kekeh atas keputusannya untuk serius dengan Livi, mereka bisa apa?
dan dalam hal ini, Novito sama sekali tidak membantu Mirza, membantu menjelaskan atau membuat orangtua nya merestui Livi
bukan karna Novito tidak suka ketika tau adiknya akan menikah kedua kalinya dan menikah dengan gadis yang ia inginkan kriterianya juga, tapi untuk kali ini Novito membiarkan itu jadi urusan Mirza bersama Livi
tapi tetap, Novito memberikan masukan dan saran untuk kedua orangtuanya terkait hubungan Mirza dengan gadis barunya itu
orangtua Mirza (contreng)
kakak Mirza (contreng)
tinggal siapa?
keluarga Livi tentunya!
Mirza mencoba meyakinkan Livi untuk ia melamar Livi pada Lenita bahkan pada saudara dan keluarga besar Livi
"kamu masih mikir apa? anak anakku sudah, orangtua ku sudah, kakak ku sudah" kata Mirza
"aku gak tau, aku berada pada situasi cemas, takut, dan ragu, aku bingung harus bagaimana" kata Livi menunduk
"ada aku, percaya aku, ibumu akan langsung menerimaku, percaya aku!" kata Mirza memegang kedua pipi Livi
dan tiba saat nya untuk Livi mempertemukan Mirza kepada Lenita
untuk ia membahas "pernikahan"
Mirza Livi menyepakati untuk pertemuan itu sekaligus ketika kedua kakak Livi datang bersama suami dan anak anak mereka, jadi biar sekali bicara dan menjelaskan
"maa.. emm nanti siang kakak kakak jadi datang?" tanya Livi
"iya jadi, nanti siang pada datang, ini sms mama" jawab Lenita
__ADS_1
"emm, adik pas dirumah juga?"