
"mestinya tau, kan teman teman Mirza dan teman teman Natly banyak yang samaan, mereka satu pertemanan kan" jawab Novito
"memang apa hubungannya?" tanya Afan
"oh bener, berarti karna Natly tau jika Mirza nikah lagi makanya dia ambil anaknya" gerutu Novito
"memang apa hubungannya?" tanya Afan lagi
"iya, kan bagus justru dia ngambil anak anaknya, gak banyak merepotkan Livi" kata Oktan
"ya masak mama papa gak paham maksudnya? mama papa kan jauh lebih berpengalaman dari Vito?"
"ya tapi kami gak pengalaman bermasalah sama pasangan kan" jawab Afan
seketika Novito terdiam, Afan benar..
mungkin lebih berpengalaman Afan Oktan dalam kehidupan, tapi mereka tidak pernah merasakan perceraian dan perpisahan, sementara Novito pernah
"ya memang kenapa? ada apa? cerita lah, kamu bilang terbuka semua soal Livi?" kata Oktan
"kan Livi, ini bukan soal Livi, kalau soal Mirza dan Natly, aku bener tidak tau, sorry ma, sorry pa, jangankan soal Mirza dan Natly, soal Mirza dan Livi pun aku tidak tau apapun, tapi kalau soal pribadi Livi ya aku tau" jawab Novito
"terus gimana menurut kamu soal Tirta dibawa Natly ini?" tanya Oktan
"soal Natly mau bawa Tirta lagi? coba tanya sama Mirza"
"Mirza bilang kasih aja, karna hak asuh juga ditangan dia" jawab Oktan
"lah ya udah, apalagi mau di pikirkan mama papa?"
"kamu gak kasihan, lihat empat anak anak itu selalu bareng, terus si bungsu terpisah?" tanya Oktan
"eh tunggu, satu? Tirta aja gitu?" tanya Novito
"iya, yang diminta itu, Tirta saja mau dibawa"
"kenapa gak semua? atau setengahnya (dua anak)"
"mana mama tau, itu pun yang diminta Natly tadi"
"hemm, yaudah lah mau bagaimana lagi, Vito gak tau lah ma, Vito gak mau pikir pusing, masalah Vito pun banyak" kata Novito
"jadi kamu gak bisa kasih masukan mama papa soal ini?" tanya Oktan
"setidaknya bilang yang tadi kamu maksud, kalau kamu tau ada niat apa dibalik Natly mengambil anaknya dan hanya Tirta saja" kata Afan
"okeh, aku jelasin, ini berdasarkan firasatku ya ma, pa, tidak tau benar terjadi atau tidak tapi feelingku ini alasannya" kata Novito
Novito menjelaskan jika firasatnya tentang Natly membawa Tirta saja
pertama, karna Natly tau Mirza menikah lagi
__ADS_1
kedua, karna cemburu atas move on nya Mirza jadi membawa kabur anaknya yang paling mirip dengan Mirza
ketiga, karna Natly akan menjadikan Tirta sumber keuangannya, memeras Mirza
"serius kamu?" tanya Oktan
"maa.. itu firasatku, kan ku bilang"
"memang kamu pernah mengetahui satu dari tiga itu pernah terjadi?" tanya Afan
"sangat, terutama nomot tiga, menjadikan anak anak mesin uang" jawab Novito
mereka bertiga hening sejenak..
Novito berdiri dan pergi dan tidak mau ikut campur lebih jauh
esoknya...
pagi hari selepas Afan Oktan bermain bersama cucu bungsu mereka, karna yang lain kan masih sekolah disini Afan Oktan mencoba bicara sama Tirta
yaa walaupun ia tau tidak akan ada respon yang diharapkan tapi setidak nya mereka tau bagaimana reaksi Tirta
"Tirta, besok Tirta ikut bubuh ya, tinggal dirumah bubuh lagi, mau?" tanya Oktan
bubuh adalah nama panggilan empat anak Mirza kepada ibu mereka
jadi panggilan orangtua empat anak tersebut yaitu yayah Miza dan bubuh Na
"kok tanya gitu? bukan gitu, ada step nya, jangan langsung nembak" kata Afan
"Tirta, Tirta kemarin ketemu bubuh kan, bicara apa saja?" tanya Afan
"banyak, makan nya aku, mainan aku, banyak keka" jawab Tirta
"terus bubuh bilang tidak, kalau mau ajak Tirta pergi dan tinggal sama bubuh?" tanya Afan lagi
"iya, bilang" jawab Tirta
"terus Tirta mau?" tanya Afan
"iya mau" jawab Tirta lagi
yaa.. jawaban yang tidak sesuai harapan mereka berdua tapi mereka bisa apa?
sekali lagi, bagaimana pun Natly, ia adalah ibu kandung Tirta, jadi keputusan Tirta mau ikut Natly tidak akan salah, toh Natly ibu kandungnya
siangnya..
saat semua anak anak Mirza datang sekolah, kecuali Tirta karna masih dua tahun
Afan Oktan mencoba menjelaskan..
__ADS_1
mereka sedih jika berpisah padahal mereka baru saja bahagia karna tau akan tinggal bersama ibu baru yaitu Livi
Hajar mulai resah karna adik satu satunya mau dibawa ibu mereka, rasanya ingin Hajar ikut dengan Tirta tinggal bersama ibu mereka lagi
sementara Banyu tidak bisa menerima itu, jika nantinya Tirta ikut dengan Natly membuatnya terpisah dengan sang adik
tapi berbeda dengan Arkais, ia bingung mau bagaimana menyikapi, jika membiarkan adiknya pergi dengan ibunya, berarti mereka akan terpisah tapi jika melarangnya, kan Tirta memang masih kecil dan butuh seorang ibu, apalagi sosok ibu kandung
jadi ketiga kakak Tirta memutuskan diam dan memberikan semua keputusan pada keka dan neni mereka
hari kedatangan dirumah pengantin baru..
melihat kedatangan ayah ibu Mirza, Livi menyambutnya, ia tak sabar akan tinggal bersama empat anak Mirza, sayang ia tidak tau jika ada satu anak Mirza yang tidak ikut hadir saat itu
dan mengetahui ada yang kurang, Livi berbisik dan menanyakan keberadaan Tirta, Mirza menjelaskan semua kepada Livi didepan orangtua Mirza juga Livi dengan berat hati mendengarkan itu dan harus menerima
tapi Livi segera melupakan itu agar ketiga anak Mirza lainnya tidak ikut bersedih
setelah seharian dirumah itu, barulah Afan Oktan berpamitan, mereka meninggalkan Arkais, Banyu dan Hajar disana
ini adalah momen dimulainya kehidupan Livi selepas menikah dengan duda
Livi mengurus ketiga anak anak Mirza dengan sepenuh hati seperti terlihat bukan ibu tiri kepada ketiga anak itu
sebulan berlalu..
kehidupan Livi Mirza dan ketiga anak mereka berjalan lancar, tapi godaan dari mantan istri Mirza datang lagi
Mirza sebelumnya sudah menceritakan semua hal terkait Natly dan hubungan mereka dulu, tanpa ada celah atau menutup nutupi, Mirza membahas semua terkait mantan istrinya kepada istri barunya
dilain hari..
ketika Mirza mendapatkan telfon dari Natly kalau ia meminta uang untuk membelikan mainan Tirta
setelah menelfon..
Mirza terdiam..
"siapa telfon sayang?" sapa Livi
"emm, Netta"
"oh, kenapa?"
Mirza menjelaskan semua yang tadi ia obrolkan dengan Netta
siapa Netta?
bernama asli Netta Natalie, ia adalah adik perempuan Natly, Netta adalah orang penengah antara Natly dan Mirza
jika Mirza butuh sesuatu pada Natly, begitu sebaliknya Natly butuh sesuatu pada Mirza, terkait anak anak mereka, ya Netta yang akan menguruskan
__ADS_1
termasuk ketika Natly memeras uang Mirza meski dengan alasan Tirta
tapi disini malah yang dipikiran Mirza, ia takut jika Livi akan cemburu atau bahkan marah tapi tidak...