
justru jawaban Livi membuat Mirza kaget
"ya aku tau, uang sebanyak itu mau beli mainan Tirta seberapa banyak sih? mainan termahal pun tidak akan sebesar itu uangnya" kata Mirza
"loh ya terus masalah nya?" tanya Livi lagi
"sayang, ini akan dipakai Natly urusan pribadi, bukan untuk Tirta, aku yakin dia membohongi Tirta dengan membelikan mainan murah dan sisanya untuk Natly jajan"
"kan hanya 10 juta? uang segitu tidak menguras hartamu kok sayang" kata Livi
"loh ya justru kalau karna cuma segitu, dia sekali dikasih, terus akan minta minta lagi"
"sekarang gini, dia ibu Tirta, dia yang melahirkan Tirta, berapa pertahuran nyawa dia melahirkan anak kamu, sebanding dengan 10 juta? enggak sayang, gak sebanding berapa pun harganya, apalagi Tirta sekarang diasuh dia" jelas Livi yang terus meminta agar Mirza memberikan saja uang kepada Natly
toh alasan Natly untuk Tirta, kalaupun dipakainya pribadi juga tidak membuat Mirza rugi, mengingat Natly yang melahirkan anak itu
akhirnya Mirza memberikan apa yang Natly minta, dan seperti dugaan Mirza, Natly terus memerasnya untuk mendapatkan uang rutin dan itu berjalan hingga enam bulan kedepan dengan alasan yang sama yaitu untuk kebutuhan Tirta
waktu terus berlalu...
tidak terasa anak anak Mirza semakin bertambah usia, satu persatu Livi merayakan ulangtahun anak anak Mirza, menggantikan Afan Oktan yang sebelumnya merayakan ulang tahun anak anak Mirza
Arkais naik kekelas 6, tahun depan akan masuk SMP
Banyu naik kekelas 5, tahun depan akan naik kelas 6 lalu masuk SMP
Hajar naik tingkat, tinggal setahun lagi sebelum masuk SD
tapi sayangnya, setahun berlalu sejak pernikahan Livi Mirza, dimana selama itu juga tidak ada Tirta ditengah mereka
tiba tiba mereka dapat kabar kalau Natly mengembalikan Tirta kepada Afan Oktan
ketika mendengar kabar itu, Livi meminta agar Mirza membawanya segera kerumah Afan Oktan untuk menjemput Tirta
rasa rindunya sudah tidak terbendung lagi, dan tak sabar untuk memeluk Tirta setelah sampai dirumah Afan Oktan
__ADS_1
dan itu terjadi, Livi bertemu lagi dengan Tirta, fokus Livi tidak lagi pada siapapun kecuali hanya pada Tirta, saking rindunya dia
tadinya Tirta sedikit lupa, bahkan nyaris lupa total, sikap Tirta sudah mulai hilang kepada Livi dan tidak mengenali Livi, yaa.. namanya anak kecil, setahun pula gak ketemu, pastilah akan lupa lupa ingat pada orang yang dulu pernah ditemuinya
tapi karna sikap manis Livi kepada Tirta, sikap sabar juga mengingatkan Tirta akan dirinya, sampai akhirnya membuat Tirta jadi luluh dan mulai ingat lagi kebersamaan mereka dulu
"onti ivi" teriak Tirta memeluk balik Livi
disini hanya Tirta yang masih memanggil Livi sebutan onti ivi, padahal ketiga kakak Tirta sudah memanggil Livi sebutan mamah Alva
"sayang, kabar kamu baik? kamu datang sama bubuh kemarin ya? maaf ya mamah sama yayah baru sampai hari ini" tanya Livi
"iya onti, gak papa onti ivi, aku senang bertemu sama onti ivi lagi"
mereka kembali bertemu, menghabiskan waktu untuk rindu, sekaligus memberikan waktu untuk Mirza mengobrol dengan orangtuanya
setelah bermain dengan anak anak, melihat Livi duduk sendirian, Mirza memanggilbya untuk mengobrol dengab orangtuanya
"loh, silahkan kamu ngobrol sama orangtua" kata Livi
disini Mirza menanyakan apa yang terjadi dan Afan Oktan menjelaskan semuanya, bagaimana awal kedatangan Natly yang membawa Tirta ternyata mengembalikan Tirta
Afan Oktan menjelaskan jika Natly mengatakan dirinya tidak sanggup lagi mengurus Tirta, Tirta menangis sepanjang hari, rewel setiap waktu, dan terus diam dalam kamar tidak mau beraktifitas
awalnya dibiarkan lah oleh Natly karna ia memang membawa Tirta butuh memeras Mirza, tapi hati seorang ibu ternyata terasa ketika rewel nya Tirta berdampak pada kesehatannya yang menurun
Tirta jadi sering tiba tiba pingsang, sering panas dingin, sering demam, bahkan keluar masuk klinik
karna merasa dirinya memang bukan orangtua yang bisa mengurus anak, ditambah apa yang ia butuhkan dari Mirza sudah cukup, ditambah juga karna Natly sudah memiliki pacar baru
jadi Natly memutuskan mengembalikan Tirta pada Afan Oktan
"oh, ini gak bisa, dia mulai berani melakukan ini, dia pikir orangtua ku apa? dia pikir anak ku apa? dipermainkannya mereka!" gerutu Mirza
"gak usah pakai otot, mengalah lah, percuma kamu mau marah dan melawan Natly, apa kamu sampai hati melawan perempuan?" tanya Afan
__ADS_1
"tapi dia kurang ajar!" bentak Mirza
itu membuat Mirza marah, ia tidak terima ayah ibu nya dan anaknya diperlakukan sebegitunya
tapi ada Livi, Livi adalah penenang bagi Mirza
"kok bentak papa sih" kata Livi pada Mirza
"gak bentak, nada ku saja tinggi, aku kesal"
"papa benar, percuma, aku sudah bilang, bagaimana pun dia (Natly) adalah ibu kandung Tirta, toh sudah kembali kepada kita kan anak itu" kata Livi
disini membuat Afan Oktan melihat bagaimana sikap dan sifat Livi secara langsung dikedua mata mereka
bagaimana Livi mentreatmen anaknya agar meredam api emosianya padahal ia juga tengah mengurus cucu mereka, dilakukan Livi dalam satu waktu nyaris bersamaan dan disini membuat Afan Oktan akhirnya dengan selapang lapangnya hati dan pikiran
mereka menerima sepenuhnya Livi sebagai istri baru dari anaknya, ibu sambung bagi cucunya dan terutama menantu baru untuk mereka
lalu apa Afan Oktan memberikan kepercayaannya 100% setelah sebelumnya baru mereka berikan 80% ? jawabannya tidak!
karna setelah kejadian didepan mata kepada mereka hari ini, mereka hanya memberikan 10% kepercayaan jadi total didapat Livi 90% lalu sisa 10% kemana kalau Afan Oktan memberikan kepercayaan tidak 100%?
meski mereka memberikan seluruh hati dan pikiran untuk sepenuhnya kepada Livi mereka sengaja tidak memberikan sisa 10%, karna mereka tidak mau lagi memberikan kepercayaan sepenuhnya pada siapapun mengingat kedua anaknya selalu gagal dalam pernikahan, jadi biarkan yang wajar wajar saja mereka menyayangi menantu
setelah hari itu..
Livi membawa pulang Tirta kerumahnya bersama Mirza, dan Tirta berkumpul lagi dengan ketiga kakaknya
tentu lah sambutan baik dan meriah diterima Tirta dari ketiga kakaknya . . .
lengkap sudah mpat anak Mirza berkumpul dan tinggal bersama Livi
mereka hidup bersama sang ayah kandung yang baru menikah dengan istri barunya yang sudah seperti ibu kandung untuk mereka
siapa lagi kalau bukan Livi..
__ADS_1
yaa... memang benar kata orang diluar sana bahwa mengurus anak itu tidak lah mudah, apalagi bukan akan kandung tapi anak tiri, dan yang mengurus adalah ibu sambung yang sama sekali belum berpengalaman baik dari segi pernikahan atau dari segi kepengurusan anak