Alva Livi Asila

Alva Livi Asila
Survey Menantu


__ADS_3

"tapi Livi malah menjawab jika ia tidak akan mengusik uang Mirza dan tidak meminta diganti, Livi menjawab ini murni pemberian darinya kepada Hajar" tambah Novito


"oh, kita kira justru Livi mau membelikan makanan itu karna disuruh Mirza untuk membelikan agar dapat restu Tirta" jawab Oktan


"gak ma, aku tau betul, percaya sama aku" kata Novito


"eh tapi apa itu yang dimaksud, maksudnya itu choco peanut?" tanya Oktan


"itu satu dari beberapa makanan yang tidak pernah dimakan Hajar tapi Livi memberikan, dan Mirza tidak pernah membelikan untuk Hajar tapi Livi membelikan"


"kalau soal choco peanut itu?" tanya Oktan


"mama tau dari siapa? Hajar?"


"iya Hajar cerita"


"nah.. cerita tentang coklat itu, memang gak mahal sih makanan itu, memang enak kok, dan aman pula buat anak anak dari usia setahun, tapi Hajar bisa memakan makanan itu sejak mengenal Livi" jelas Novito


"memang kira kira menurutmu, kenapa Mirza gak kasih makan itu ke Hajar?" tanya Afan


"lumayan mahal, sayang duitnya, kan aku bilang kalau coklat itu enak juga aman buat anak kecil, kalau buat kita ya relatif harganya tapi tau kan Mirza orang yang pelit, apalagi pada anak, dia dasarnya gak bisa menjadi bapak yang baik apalagi sejak cerai dengan Natly"


setelah membahas ini dengan Novito, mulai terbuka lagi hatinya bertambah 10% yang artinya sudah masuk 15% mereka (Afan Oktan) menerima Livi


masuk hari ketiga..


kali ini misi berikutnya kepada Banyu.. anak kedua dari Mirza, atau cucu kedua mereka dan situasinya Banyu tengah mengerjakan PR nya


Banyu duduk dibangku kelas empat sekolah dasar, berarti umurnya sekitar 10tahunan ketika Afan Oktan masuk dan membahas banyak tentang sekolah dan tugas Banyu yaaa setelah berbasa basi lah ya..


membantu mengerjakan tugas, bahas bahas lainnya dulu, barulah masuk misinya


"Banyu.. memang Banyu sama onti Livi sering bareng?" tanya Oktan


"iya, sering neni, baik banget onti ivi itu, selalu ngajarin aku tugas tugas sekolahku"


"tugas sekolah gimana?"


"tugas sekolah seperti PR, persiapan ujian besok, atau sekolah harianku, banyak diajari oleh onti ivi"

__ADS_1


"kan setiap hari kamu belajar juga" kata Afan


"iya sendirian, sejak yayah sama onti ivi dekat jadinya aku ada teman belajar barengnya"


"memangnya ngapain harus ada teman? kan belajar enak sendirian?" tanya Afan


"enak sendirian karna sepi, gak ada yang ganggu, kan onti ivi gak ganggu"


"terus kalau ada onti ivi enak nya dari apanya?" tanya Oktan


"bisa ngerjain tugas bareng jadi ada temen, kalau ada yang gak ngerti ya diajari, sampek bener bener bisa, pokoknya onti ivi ktu pinter buat ngajarin tugas tugas" jelas Banyu


mendengar itu Afan Oktan saling bertatap, yaa.. mereka baru sadar kalau cucunya membutuhkan hal sesederhana ditemani ketika belajar, dibantu ketika mengerjakan tugas, sementara mereka berdua tidak perna melakukan itu karna sibuk masing masing, apalagi Mirza sebagai ayah dari Banyu


"terus apa lagi yang Banyu tau dari onti ivi?" tanya Afan


"onti ivi pokoknya selalu membantu aku belajar dan hasilnya nilai nilai aku disekolah adalah paling bagus" jawab Banyu


mendengar itu Afan Oktan baru merasa menjadi orangtua kedua bagi Banyu yang tidak berguna karna hal sesederhana itu yang tidak mengusik atau mengurangi uang mereka


tapi mereka tidak pernah melakukan bahkan untuk mengurus nilai nilai dari sekolah saja mereka tidak pernah tau bagaimana perkembangan atau penurunan nilai dan sebagainya


malamnya..


"gimana? sudah tanya sama Banyu soal Livi lagi? apa kata dia?" tanya Novito


"kamu sudah tau?" tanya Afan


"sudah pasti tau, kan kalian bicara sendiri sama aku kemarin, aku bakal tau hari ini bicara sama Banyu dan besok pasti sama Kais" jawab Novito


"iya, sudah sama Banyu" jawab Afan


Oktan menjelaskan semuanya bagaimana yang Banyu katakan, dan Novito tidak kaget atau merasa asing, karna ia tau apa yang terjadi


"sepengaruh itu memang buat Banyu?" tanya Oktan


"ya dong, buktinya nilai nilai Banyu lihat perbandingannya, di semester satu rata rata lima dan itu maksimalnya, sekarang? semester dua ini tak jarang dia mendapatkan nilai seratus, paling kecil malah tujuh, nilai lima saja sama sekali tidak ia dapat sekarang sekarang ini" kata Novito


"iya kah?" tanya Afan

__ADS_1


"iya sih, mama tau Banyu nilai nilainya membaik, bahkan jauh lebih baik" kata Oktan


"ya udah, apa lagi diragukan sama Banyu buat nerima Livi?" tanya Novito


dan dari sini Afan Oktan memberikan 15% lagi untuk Livi sebagai menantu barunya karna membuat perubahan nilai nilai Banyu berarti sudah 30% sudah diberikan untuk Livi kepercayaan dan menerima Livi menjadi menantubmereka


lanjut ke hari berikutnya..


yaitu misi terakhir mereka menanyakan kepada Arkais, anak Mirza yang pertama


anak Mirza kali ini duduk dibangku kelas lima sekolah dasar, yang artinya tahun depan sudah akan naik kekelas enam, lalu lulus dan masuk sekolah menengah pertama atau SMP


Afan Oktan masuk kedalam kamar itu dan menyapa Arkais


"Kais, lagi ngapain?"


"lagi duduk saja neni, sambil baca komik juga, ada apa neni sama keka kesini?" tanya Arkais


"lihat Kais lagi ngapain" jawab Oktan


"lagi baca komik" kata Arkais


Afan Oktan masuk dan duduk kasur ranjang tidur Arkais, mereka berbasa basi dulu


tanya tanya soal tugas sekolah, soal teman teman main, soal lain lainnya yang dijalani Arkais


baru mereka mulai masuk ke topik rencana mereka, dan ini penentu untuk mereka, seberapa banyak mereka bisa memberikan point baru untuk Livi mereka terima menjadi menantu nya


"oh yaa.. Kais, sama tante Livi kenal aja atau deket aja?" tanya Oktan


"gak dua duanya" jawab Arkais


"lah, kok gak dua duanya? berarti Kais gak suka tante Livi sama yayah Miza?" tanya Oktan lagi


"enggak" kata Arkais yang sibuk membaca novel ditangannya


mendengar itu tentu membuat Afan dan Oktan menjadi se-frekuensi pemikiran, mereka mengira Arkais menolak hubungan Livi dan Mirza karna mereka (Afan Oktan) taunya kan Arkais lumayan besar dari ketiga cucunya yang lain, jadi bisa lebih mengerti dari adik adiknya tentang hubungan bapaknya


Tapi semua salah.. karna jawaban Arkais sebenarnya adalah anak yang paling mendukung hubungan ayahnya dengan wanita baru pengganti ibunya nanti

__ADS_1


"berarti Kais gak setuju ya sama pernikahan yayah Miza sama tante Livi?" tanya Afan


"enggak bilang gitu keka, kapan Kais bilang gitu ya?" tanya Arkais


__ADS_2