
Mirza mengatakan semua yang sudah ia dapatkan informasinya, mulai dari sikap Lenita hingga lelaki kriteria yang Livi inginkan
"emm, enggak" jawab Livi mengelak
"gini, jujur saja, bilang saja apa ada nya, aku sudah tau semua, okeh gak usah kamu jawab dan nyangkal lagi, aku gak butuh kamu bilang enggak, karna aku udah yakin perkataanku benar kan" kata Mirza
"ehh.. terus?"
"sekarang aku yang mau jujur sama kamu, sebelum kamu tau dari orang lain dan marah padaku karna gak jujur dari awal"
"hah? apa?"
Mirza mengatakan sejujurnya siapa dirinya..
"aku sebenarnya duda, pernah nikah tapi cerai, dan aku punya empat anak sama mantan istriku"
"hah serius? kamu duda anak empat?"
"iyaa, aku duda anak empat, aku jujur banget, maafin aku soal itu aku tutupi, aku hanya takut kamu ilfeel"
"enggak kok, gak ilfeel, aku ilfeel kalau kamu gak jujur"
"ini kan udah aku jujur"
"iya, jadi gak ilfeel kok, aku suka anak kecil, terkadang aku kayak anak kecil"
"iya, aku tau itu"
"tau gimana?"
"tau aja intinya"
mereka kini sama sama terbuka dari satu hal yang sangat mereka berdua tutupi, kini tidak ada yang mereka tutupi lagi satu sama lain
esok malamnya..
benar saja Mirza datang kerumah Livi untuk bertamu, kebetulan kan dia juga belum berkenalan dengan Lenita (ibu Livi) dan Adis (adik Livi)
ketika Mirza sampai didepan rumah itu..
"permisi, pemilik rumahnya ada?" sapa Mirza pada Adis
kebetulan Adis ada diluar rumah lagi main hape dan santai, jadi ia menyapa Adis menanyakan Lenita
"oh, ibu saya, siapa ya?" sapa Adis
"oh iya, saya pemilik baru di rumah belakang rumah ini"
"oh astaga kamu?" sapa Lenita baru keluar dari rumahnya
"eh bu, iya bu"
"masuk, duduk diruang tamu dalam" ajak Lenita
"iya makasih bu" jawab Mirza
"waaah, jadi kamu pemilik rumah baru itu? iya saya tau dijual dan baru tau juga sudah laku" sapa Lenita
"hehe iya bu"
__ADS_1
"Adis, suruh dia bikin minum" kata Lenita pada Adis
dalam hati Mirza, yang disuruh itu pasti Livi, karna seperti kata Livi, dirumah itu hanya tinggal bertiga, Livi, ibunya dan adiknya
dalam hati Mirza.. kenapa tidak Adis saja? kan anak itu anak bungsu, harusnya anak bungsu yang disuruh suruh kakak, bukannya kebalik, dan DIA? kata dia itu untuk Livi? tidak bisa kah mengatakan nama? sampai harus mengucapkan dia untuk mengatakan sosok Livi
tak lama Adis balik lagi keruang tamu dan duduk mengobrol bersama Mirza
disusul Livi kearah ruang tamu membawakan segelas minuman
"terimakasih, loh ini siapa?" sapa Mirza
dalam hati Livi benar benar lega, Mirza menuruti permintaannya agar tidak mengenalinya sama sekali seolah olah baru hari ini bertemu
"oh ini juga anak ibu, namanya Livi" kata Lenita
"kok tadi gak disebut ya? kayaknya cuma memperkenalkan Adis ini saja, sama dua kakak Adis tadi saja"
"oh iya, lupa, kakak Adis ada tiga, nah ini kakak yang terakhir, kakak pertama dan kakak kedua sudah sama sama menikah"
"oh, iya, tadi ibu sudah bahas yang anak pertama dan kedua sudah menikah dan sukses, sama Livi yang calonnya sukses"
"iya, ini anak saya" jawab Lenita singkat
"Livi" sapa Livi menganggukkan kepala
"Mirza" sapa Mirza juga
Livi kembali kebelakang..
"dia gitu memang, kebiasaan, kalau ada ramu gak sopan, ditinggal masuk gitu, dasar anak bikin malu orangtua saja hidupnya" gerutu Lenita kepada Mirza
bahkan nyaris Livi tidak diakui anak dan seolah wajah Lenita seperti malu memperkenalkan Livi kepada Mirza sebagai anaknya
bahkan juga Lenita memaki maki Livi didepan mata kepala Mirza
"oh ya, besok kakak kakak saya datang yang dua, kak Aksa sama kak Avi, besok datang coba kesini, saya kenalin sama mereka ya" kata Adis
"memang kamu siapa, memperkenalkan aku pada keluargamu" dalam hati Mirza
"ah betul Adis, besok kesini ya Mirza, siang jam satu, makan siang bareng juga, besok biasanya Aksa sama Avi datang jam 12"
"waaah boleh, bisa bisa"
setelah mengobrol...
Mirza berpamitan pulang..
besoknya..
seperti janjian sebelumnya agar Mirza datang kerumah Lenita lagi, Mirza benar datang, kebetulan yang didepan rumah itu Livi yang baru selesai menyapu
"Livi, ada kah calon ibu mertuaku?" tanya Mirza menggodai Livi
"ssstt kamu ini apa apaan?" kata Livi pelan
"lah iya, dia calon mertua ku kan?"
"sama siapa? Adis?"
__ADS_1
"kok Adis? Adis anak kecil buat aku, ya kamu lah"
"assssh apaan sih"
tetiba Lenita meneriaki Livi karna melihat Livi seperti berbicara dengan orang
"Livi... bicara sama siapa kamu?" teriak Lenita
"eh, ini ada kak Mirza, bu" kata Livi
Lenita langsung berlari kecil menyapa Mirza
"eh nak Mirza, kataku siapa, ayo nak masuk" ajak Lenita
Lenita pun mengajak Mirza masuk disusul Livi yang juga ikut masuk, dan mereka makan siang disana
disinilah Lenita mengenalkan Aqni (kakak pertama Livi) dan Avni (kakak kedua Livi) kepada Mirza
mereka makan siang bersama, Lenita, Adis, Avni, Aqni, Livi dan Mirza juga
setelah makan, ngobrol, bersantai, sorenya Mirza berpamitan
Lenita mengantarkan Mirza sampai depan rumah lalu langsung masuk lagi, tinggallah Livi dengan Mirza disana
"lain kali bisa nih kamu yang ketemu sama orangtua aku dan kakak aku bahkan dengan anak anak aku" kata Mirza
"bisa, boleh, eh iys beneran kamu duda empat anak?"
"ya bener? memangnya dikira aku boong?"
"iya enggak, nanya aja, kan belum tanya langsung"
"lah ditelfon waktu itu kan bilangnya juga langsung ke aku"
"ya langsung gini, ketemu gini"
Mirza lega bisa bertemu dan berkenalan keluarga Livi, Mirza menagih lain waktu Livi yang mau bertemu dan berkenalan dengan keluarganya
seminggu kemudian, Mirza datang kerumah Livi, kebetulan hari itu hanya ada Livi dirumah
Mirza datang untuk membawa Livi kerumah nya yang ada dibelakang itu untuk memperkenalkan Livi pada empat anaknya
Livi mau, karna kebetulan ada kesempatan kan, ibunya tidak ada dirumah jadi Livi bebas apalagi cuma di belakang rumah
setelah Livi sampai dirumah yang ada dibelakang rumahnya, Mirza memperkenalkan Livi keempat anak lelakinya
Mini bio anak-anak Mirza..
Arkais P. Febra - Kais
Banyu P. Januar - Banyu
Hajar P. Mareta - Hajar
Tirta P. Agustoro - Tirta
(P \= Pradipa) *nama tengah ayahnya
dan kalau kalian cermat, semua nama tersebut adalah nama yang bersangkutan dengan "air"
__ADS_1