
"oh satu lagi, sama Tirta dia sedekat itu hanya karna bermain, padahal itu hal receh" kata Oktan
"hemmm, hal receh menurut mama sama papa, tapi buat Tirta tidak loh ya"
"terlihatnya memang begitu, sepertinya bagi Tirta sangatlah berkesan, tapi maksudnya gimana? memang apa yang terjadi? cuma ditemani bermain?" tanya Afan
"tapi nyatanya, kalian gak pernah bisa melakukan itu kan? jangankan kalian hanya kakek dan neneknya saja, lihatlah Mirza dan Natly sebagai ayah ibu kandungnya" tanya Novito
Natly adalah mantan istri Mirza, ibu kandung dari empat anak Mirza
Novito menjelaskan bagaimana sosok Livi men-treatment ponakannya yang bungsu dan itu dilakukan Livi setiap hari yang tidak pernah dilakukan siapapun baik Mirza, Novito atau Afan dan Oktan
"bahkan moment itu benar terlihat dimata kepalaku, bagaimana Livi melupakan dan mengesampingkan segala urusan demi sekedar bermain dengan Tirta" jelas Novito
dari obrolannya dengan Novito ini, Afan Oktan mulai membuka hati untuk Livi dan memberikan 5% untuk restu dan menerima Livi
hingga tiba di hari berikutnya..
untuk mereka mencoba menanyakan tentang Livi kepada Hajar, cucu ketiga mereka sama dengan cara ketika mereka masuk dan mulai mengobrol dengan Tirta sebelumnya
mereka lakukan ulang kepada Hajar..
yaa kali ini mereka menanyakan pada anak ketiga dari Mirza
Hajar kebetulan tengah bermain di kamarnya sendirian
"Hajar, belum tidur?" tanya Afan masuk kamarnya
"masih sore keka, masih mau mainan" jawab Hajar
"buat sekolah besok sudah disiapin?"
"sudah, ini keka, buku buku nya sama yang mau dibawa besok sekolah"
"oh iya, rapi yaa, bagus deh, pinter" kata Oktan
sama juga mereka dengan Hajar berbasa basi dulu, membahas sekolah Hajar Hajar baru masuk sekolah TK, sekolah yang sebelum masuk SD, dua tahun lagi ya Hajar masuk SD, berarti usia Hajar sekarang sekitar lima tahunan Afan Oktan mulai membahas Livi , menanyakan Livi, dan jawaban Hajar adalah...
"onti ivi selalu kasih aku makanan yang aku sukai keka, yang yayah gak pernah kasih buat aku, dan yayah selalu gak bolehin aku makan tapi onti ivi kasih" jelas Hajar
__ADS_1
"memangnya makanan apa sama yayah Miza gak dikasih?" tanya Oktan
"choco peanut"
choco peanut adalah coklat batangan dengan toping peanut didalam batangnya, merk coklat yang lumayan mahal tapi aman untuk anak anak
mendengar itu, Afan Oktan saling bertatapan, mereka baru tau jika makanan coklat itu adalah makanan kesukaan cucunya namun Mirza tidak pernah membelikan sementara Hajar juga tidak pernah minta sama kakek neneknya
karna Hajar berpikir, oleh ayahnya sendiri saja sudah tidak diberikan izin makan coklat itu, apalagi oleh kakek neneknya
padahal jika Hajar meminta itu pada Afan atau Oktan, mereka bisa membelikan bahkan satu toko
"terus memangnya kamu tidak dikasih makan itu sama yayah karna apa?" tanya Afan pada Hajar
"kata yayah, makanan coklat itu mahal" jawab Hajar dengan polosnya
seketika itu pula membuat Afan dan Oktan saling bertatapan lalu menggelengkan kepala mereka tak habis pikir ternyata Mirza pribadi yang pelit pada anaknya selama ini
mengapa pelit?
karna bagi seorang Mirza, membelikan choco peanut pada sang anak secara rutin bahkan tiap hari, tidak akan membuat uangnya habis juga
"itu saja neni, yang buat aku sayang sama onti ivi, baik banget kasih aku makanan makanan yang enak enak lainnya"
jadi selama masa pendekatan dengan Mirza, Livi memang sering membelikan makanan makanan kepada Hajar
karna Livi mampu nya membelikan makanan dengan harga relatif murah, jadi ia membelikan camilan camilan saja
tapi sebenarnya justru itulah yang membuat anak ketiga Mirza ini menjadi tersentuh, karna bagi Hajar sangat jarang bahkan hampir tidak pernah diberikan camilan camilan dan makanan ringan
yaa.. memang Hajar lahir dari ayah yang super tajir melintir, kakek neneknya juga sangat kaya raya, mau beli apapun juga buat cucunya, mereka mampu berkali lipat membelikannya tapi karna mereka tajir inilah, mereka tidak memberikan makanan ringan atau camilan murah meski rasanya enak dianggapnya ya murahan padahal itu lah yang disukai Hajar
setelah mendengarkan itu dari Hajar, mereka keluar dan duduk lagi di depan televisi
Afan menyuruh Oktan menelfon anak pertama mereka lagi untuk menanyakan malam ini akan pulang kerumah itu atau tidak tak lama Novito benar datang..
ia menyapa Afan dan Oktan lalu duduk disamping Afan
"kenapa ya pa, ma?" tanya Novito
__ADS_1
Afan Oktan menjelaskan jika mereka tadi ganti menanyai tentang Livi lagi, dan kali ini kepada Hajar mereka menjelaskan semuanya yang mereka bahas dan yang Hajar katakan
"jadi mama sama papa tanya lagi sama Hajar soal Livi?" tanya Novito
"iya, kan mencari tau soal Livi ke anak anak" kata Oktan
"ini masih belum kami mencari tau dari Banyu (anak kedua Mirza) dan Kais (Arkais, anak pertama Mirza)" sambar Afan
"kenapa? mama sama papa belum setuju sama pernikahan Mirza yang kedua ini?" tanya Novito
"setuju setuju saja, tapi kan kamu tau, kami tidak kenal betul siapa Livi, beda ketika dengan Natly, yang dari awal pacaran hingga nikah ya kami kenal betul" kata Oktan
"ya Livi pacaran dulu kok sama Mirza"
"ya tapi baru dikasih tau kami ketika baru akan menikah" kata Oktan
"memangnya kamu banyak tau dia (Livi)?" tanya Afan
"enggak banyak tapi lumayan kok, tapi beberapa hal terkait Livi dengan anak anak Mirza, aku banyak tau"
"terus gimana menurutmu soal Livi dan Hajar?" tanya Afan
"kenapa? Hajar mengatakan apa memang?" tanya Novito balik
"yang tadi kan sudah mama jelaskan" kata Oktan
"oh, Hajar terkesan dan bisa menerima Livi karna hanya di makanan makanan, camilan dan lain?" tanya Novito
"masak hanya karna makanan ringan, camilan camilan, jajan gitu, sedangkan yang Hajar makan kan makanan mahal mahal, kalau camilan juga yang berkelas" kata Oktan
"nyatanya gak hanya makanan mahal dan camilan berkelas saja kan yang anak anak sukai?" kata Novito
"ingat ma, Hajar anak normal, dia belum mengenal uang bahkan kekayaan, untuk makanan camilan camilan gitu bakal membuat Hajar suka" tambah Novito
"lalu maksud Livi apa membelikannya? disuruh Mirza gitu? buat ambil hati anak Mirza gitu?" tanya Oktan
"salah, mama salah soal itu"
"maksudnya salah? moment apa kamu tau memang?" tanya Afan
__ADS_1
"aku punya moment di depan mata kepala ku sendiri ketika Mirza benar benar tidak mau membelikan yang Hajar inginkan, dan Mirza melarang Livi membelikan makanan itu terus menerus"