
Mianhae yeorobun.
castnya aku pake member KPop aja.
SATRIA PUTRA AMBARAWA (V).
RAKA AKSARA MAHARDIKA(JIMIN).
JAYANDA KAMA SAGUNA(SUGA).
...***...
(BUAT YG NANYA CAST MEMBER LAIN, TUNGGU AJA BAB SELANJUTNYA.)
Sepulangnya Ambar dari rumah Naura, dia langsung pergi mencari kedua copet cilik, yang tak lain adalah Raka dan Jaka.
"Ishhh, kenapa gue harus ceroboh"ucap Ambar menyesali keteledorannya.
Sedikit info. dulu Ambar juga pernah nitipin dompetnya di Raka, tapi besok pas dikembaliin ke Ambar, ehh uangnya dari 6 lembar seratus ribuan, jadi 1 lembar lima puluh ribuan.
"Shitt!!, kalau aja uang di dompet gue habis, gue jamin mereka berdua bakal gue basmi pake Baygon"ujar Ambar sambil mengacak rambutnya frustasi.
Karena tak kunjung ketemu, akhirnya Ambar memutuskan untuk meminta dompetnya kembali besok di sekolah.
Demi apa, sekarang Ambar sedang kesal setengah mati, kejadian kaya gini udah belasan bahkan puluhan kali terjadi.
"Gue sumpahin kalian berdua nyusruk besok dikantin"geram Ambar, menghempas badannya ke ranjang, lalu menutup mata.
tok tok tok
"Bang Ambar, bangun"teriak Amira dari balik pintu, sambil terus menggedor kuat pintu kamar Ambar.
"Ohh shittt!!, kenapa setiap gue mau hibernasi, selalu aja ada human yang ganggu"geram Ambar.
"Bang am-"
tukkk
"Aduhh"
"Ehhh maaf kak, Amira gak sengaja"ucap Amira seraya menekan luka yang terjadi karna ulahnya.
"Aishh, ya..jangan ditekan juga Mira"protes Ambar.
"Ihhh, abisnya kak Ambar dibangunin sulit banget. udah kaya manekin aja gak bangun-bangun"cibir Amira.
"Ohh.., jadi lo doa'in gue biar jadi manekin"protes Ambar dengan wajah menahan sakit.
"Idihh. enggak lah, tapi bantu doa'in aja kak. kalau terkabul kan mama sama papa gak repot ngurus kakak, yang kerjaannya marah-marah gak jelas"jawab Amira lalu berlari kencang menuju ruang keluarga.
"Sshh, dasar adik lacknat. untung aja gue sayang sama lo, coba kalau nggak, udah gue buang lo ke jembatan Ancol"guman Ambar yang memandang kesal punggung Amira.
Dorrr!!
"Ahhh gak terkejut"sesal Samira sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ininih, tindakan yang gak perlu dicontoh. abis Amira yang menderita virus bobrok, ehh sekarang malah nyebar ke Samira"guman Ambar sambil memasang wajah juteknya.
"Ihhh kak Ambar, coba dong terkejut"kesal Samira.
__ADS_1
"Astaga...terkejut gue"ucap Ambar pura-pura terkejut.
Samira hanya mendengus, bukan berarti dia senang kalau Ambar pura-pura terkejut. melainkan dia jadi punya kesempatan dibentak terus nangis, dan pada endingnya dia meras uang si ambar sampai ketitik negatif.
"Udah ahhh, mending mira beli makan"ujar Samira, lalu ia meninggalkan Ambar.
Ambar Meringis melihat kelakuan kedua adiknya itu, andai saja Amara tidak di rumah nenek, pasti kalau mereka kumpul sudah auto konser dadakan.
"Dosa apa gue punya adek kaya mereka"guman Ambar sambil berbalik badan.
Ambar bergegas menutup pintu dan ia langsung tidur.
......~~~......
Pagi harinya keluarga Ambar sedang berjejer duduk di meja makan, untuk sarapan pagi. tetapi sarapan kali ini terasa berbeda karna tidak ada Amara, kata Amira.
"Kak Ambar, bentar anterin Amira sama Samira ke sekolah yahh"pinta Amira dengan mencangkupkan kedua tangannya.
"Bodo ahh, gue mau berangkat duluan"jawab Ambar dan langsung melongos pergi.
Sebenarnya Ambar mau saja mengantarkan mereka berdua, tapi karna kondisi ia harus mengambil dompetnya, dari duo tuyul.
"Udah kalian sama gue"solot samara dengan pandangan tajam.
"NGGAK!!"teriak mereka berdua serempak. sehingga putra yang matanya dari tadi ada di tulisan melihat mereka berdua, Srita yang tadinya sedang mencuci piring menjadi terhenti, samara yang tersedak air, sampai langkah Ambar yang terhenti.
uhhuk uhhuk
"Kalian kenapa?"tanya samara sambil menetralkan batuknya.
"Kerasukan setan kamar mandi kali"sahut gambar dari luar, dan langsung terdengar di rumah mobil yang melesat keluar gerbang .
"Bodo ah, yang penting kita berdua nggak mau sama kak Samara, kalau bawa mobil itu kayak ngajak mati"ucap Amira diangguki Samira.
...***...
"Pokoknya gue bakal jadi hakim sekarang"ujar Ambar setelah turun dari mobilnya, lalu ia menuju ke kelasnya yang sudah terlihat duo tuyul disana.
"Ehhh Ambar udah dateng"ucap Raka dengan cengiran tanpa dosanya.
"Tumben dateng pagi,biasanya siangan dikit"kini Jaka yang berbicara.
"Iya...,gue dateng pagi supaya, uang gue balik"jawab Ambar sehingga mereka berdua menegang.
"Emang duit lo hilang?"tanya Jaka, sehingga Raka menabok lengannya dengan buku yang dia pegang.
"Kan elo, yang ambil kemaren"cibir Raka sambil berbisik.
"Tapi elo yang make"tuduh Jaka dengan wajah serius.
Ambar yang melihat perdebatan dikedua orang ini, hanya bisa menghembuskan nafas sabar. demi apa sekarang kesabaran Ambar sudah diuji dari mereka.
"Siapa yang ambil dompet gue?"tanya Ambar dengan ketus, sehingga perdebatan Raka dan Jaka berhenti.
"Dia"kini mereka berdua saling menunjuk. ambar kembali menghembuskan nafas sabarnya, lalu ia memasang tampang seram.
"Wishhh, mbar kita minta maaf. sebenarnnya yang bawa dompet lo si Jaka tuh"ujar Raka dengan seenak jidatnya menuduh jaka. tapi emang benar sihh.
"Ehhh, gue udah bilang mbar, jangan percaya sama ni tuyul. emang gue yang ambil, tapi duitnya dibawa Raka"jawab Jaka dengan jujur.
"Astaga, pusing gue lama-lama debat sama kalian"ucap Ambar seraya memijat pangkal hidungnya.
"Mau buatin kopi?"tawar Raka, yang membuat Ambar menatapnya tajam.
"Gue gak suka kopi"jawab Ambar dengan ketus.
__ADS_1
Jaka dan Raka saling menoleh lalu tersenyum.bmereka melihat diluar jendela ada seorang gadis yang mengangkat jempolnya.
"hihihi, rasain tuhh bang. makanya jangan macem-macem sama aku"batin gadis itu
...----...
Setelah bel istirahat berbunyi. Ambar, Jaka, dan Raka berjalan dengan cook ke arah kantin.
"Tumben gak ada yang teriak, biasanya tiap hari kita denger suara kaca pecah"ucap Jaka sambil memasukkan tangannya ke saku celana.
"ho'oh, mungkin mereka kepincut sama murid baru itu"ucapan Raka tadi membuat Ambar memberhentikan langkahnya.
"Murid baru?"beo Ambar sambil menengok ke arah Raka.
"Lo nggak tau?"tanya Raka yang dibalas gelengan oleh Ambar.
"cewek gak?"tanya Jaka, yang langsung dibalas gelengan oleh Raka. sementara Ambar hanya memperhatikan Raka yang segera memulai berbicara.
"Muridnya cowok, ganteng lagi, ughhh"ucap Raka seraya bertingkah alay.
"Jijay gua"guman Jaka.
"Bukan temen gue"ucap Ambar sambil geleng-geleng.
Saat mereka mengambil tempat duduk dan memesan.tiba-tiba, ada seseorang yang datang.
"Gue boleh gabung?."
Mereka bertiga menengok ke sumber suara, lalu....
"Lo mubar itu kan?"tanya Raka yang dibalas anggukan oleh orang itu.
"Ohh. gue Raka, nihh si bocah tengil namanya Jaka, and ini si boss kita namanya Ambar"ujar Raka memperkenalkan dirinya, juga Ambar, dan Jaka.
"Hahaha. komedian"ucapnya sambil duduk.
"Nama lo siapa?"kini Ambar yang bertanya.
"Nama gue?"tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri, dan dibalas anggukan oleh ketiganya.
"Nama gue, ARIO PUTRA SATRIAWAN, panggil aja Rio"ujar Rio sambil tersenyum.
"Keren juga nama lo"puji jaka
"Yaiya lah, kaya orangnya. ya nggak?"
"Gue kira ini orang gak ikutan gila kaya mereka berdua"batin Ambar sambil memandang ketiga wajah yang ada didepannya.
ARIO PUTRA SATRIAWAN (JUNGKOOK)
Haiii semua.
Gimana kabarnya?.
Udah ada yang sekolah kah?.
//sekedar basa-basi.
Gimana chap kali ini?.
Hemm mungkin kurang asik yahh.
Hehe maklum baru belajar**.
__ADS_1