
*A*ku tak sanggup kehilanganmu~ambar
Setelah beberapa bulan kepergian Laura,inilah Ambara yang sebenarnya, seseorang yang memiliki sikap dingin bahkan dengan keluarganya sendiri.
Tak peduli dengan perhatian yang diberikan begitu juga kasih sayang.
"Ra, hanya kamu yang bisa bikin aku senyum.tapi kenapa kamu pergi?"batin Ambar setiap melihat foto Laura yang di pajang di dinding kamarnya.
Setelah itu dia mulai keluar dari kamarnya dan langsung melenggang pergi tanpa melihat keluarganya yang memandang Ambar dengan tatapan sedih.
"Kapan anak itu akan berubah?"tanya putra ayah dari Ambar.
"Mungkin waktu yang bisa merubahnya"jawab Srita istrinya, sementara ketiga anak perempuannya hanya diam dan saling memandang satu sama lain.
"Mending mama sama papa ngejodohin kak Ambar sama orang lain?"ucap Amira si bungsu yang membuat semua mata tertuju padanya.
"Bener juga usulan Amira, Amara sih setuju, tapi gatau kalau kak Samara dan kak Samira.
Samara dan Samira adalah adik kembar dari Ambar yang umurnya hanya terpaut 1 tahun.
Namum sifat samara dan Samira bertolak belakang, Samara yang terkesan cuek sedangkan Samira adalah gadis periang, selalu ceria, membawa kebahagiaan, tapi lolanya luar biasa.
"Samara setuju kok"jawab Samara sambil melirik kedua orang tuanya lalu pandangannya beralih pada Samira.
"Mmm, Samira setuju aja sih. tapi mau jodohin sama siapa?, kak Ambar orangnya cuek gitu, emangnya ada yang mau sama dia?"ucap dengan cepat Samira yang membuat semua orang yang menatapnya dengan tajam.
"Ya itu kan bisa belakangan Kak, ini beneran lola,atau apaan sih? ini tuh baru rencana sayang"cerocos Amira sambil menatap geram pada kakaknya.
"Ohhh, gimana kalau kita jodohin Kak Ambar sama Kak Naura aja?, lumayan kan kata Laura sama Naura cuma beda tipis. L sama N doang"ucap Samira lagi hingga mereka semua menyetujui ucapannya tanpa ragu sedikitpun.
"Pa Amira sama Amara takut, kalau nanti penyelidikannya itu nemu buktinya. terus kita dipenjara dong"ujar Amara dan Amira barengan.
"Semua barang bukti udah aman sama papa, jadi nggak usah takut sayang dan jangan sampai, jangan ceroboh"ucap Putra sambil merangkul Srita lalu pergi keluar rumah begitu saja.
__ADS_1
"Amira bener bener gak nyangka kejadiannya kayak gini, kalau tau begini Amira nggak bakal ikut-ikutan, Amira gak berani, Amira takut kalau kak Ambar tahu terus dia benci sama Amira, Amira nggak mau itu terjadi kak"ucap Amira sambil menangis.
"Lo enggak kok bisa diam sih?,kalau kak Ambar tau, pasti kita yang bakal disalahin. intinya lu diam kalau semua udah sama papa nggak bakal ada masalah yang akan datang ke kita"bentak Samara pada Amira.
"Udah kak kasihan Amira dia masih kecil"Bela Samira.
"Terserah elo intinya gue nggak ikutan, dan lo..."sambil menunjuk Amira lalu melanjutkan ucapannya"jangan pernah buka mulut atas semua kejadian bulan lalu"ancam semarah pada Amira yang melihatnya dengan tatapan takut.
"NGERTI GAK?!"tekan Samara.
"Ngerti kak"jawab Amira gugup.
...***...
Di kampus Ambar hanya bisa menatap nanar sebuah taman yang dulunya adalah tempat mereka berdua bersama. namun sekarang ia hanya sendiri, tak ada lagi Laura, tak ada lagi tawa riangnya, tak ada lagi wajah cemberutnya, tak ada lagi wajah Beby facenya, dan tak ada lagi nasi goreng buatan tangannya.
"Aku bakal selalu kenang kamu Laura, meskipun kamu udah nggak ada tapi aku bisa merasakan kalau kamu tidak ada disisi aku"batin Ambar sambil duduk diatas kursi.
Tak lama kemudian datang seorang gadis seumuran dengan Ambar. yang tingginya sama dengan Laura namun sifatnya sangat berbeda, jika Laura yang terkesan dewasa, namun gadis itu terkesan kekanak-kanakan.
"Naura"panggil Ambar sehingga Naura berbalik badan dan melihat kearah Ambar sambil melambaikan tangannya.
"Iya Kak, ada perlu apa?"sahut Naura sambil bertanya kepada Ambar sementara Ambar hanya menggeleng lalu mulai merangkul pundak Naura dan berjalan santai.
"*A*mbar kesambet apa sih nggak takut apa lihat Laura cemburu"batin Naura sambil menggeleng.
"Kak emang Kak Laura nggak cemburu ya?"tanya Naura dengan santai yang membuat Ammar menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah Naura.
"Kenapa lo nanya cewek gue?".
Matilah sekarang Naura.
Tatapan tajam elang itu menatap dalam mata Naura, hingga Naura tak berani berkutik sekalipun. bahkan matanya juga tak berani menatap mata elang milik Ambar.
__ADS_1
"Ma-maaf kak"gugup Naura yang takut melihat tatapan Ambar.
"Hmm."
Sepertinya Ambar mulai jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gadis yang bernama Naura ini.
Sahabat masa kecil Ambar dulu, cewek yang dulunya seperti orang dewasa namun sekarang seperti anak-anak.
Sebenarnya Ambar ingat masa kecilnya dengan Naura namun lain halnya dengan Naura. dulu saat SMA dia mengalami kecelakaan. yang menyebabkan nya lupa ingatan. Ambar sangat terpuruk dengan hal itu, dan entah kenapa dia jadi berpaling dari Naura dan melirik kearah Laura.
Ambar POV on
Aku tahu Naura, sebenarnya kamu mengingatku. namun, kau hanya ragu untuk menentukannya. apakah aku memang benar sahabat kecilmu dulu atau hanya sekedar pacar dari temanmu Laura.
Banyak hal sebenarnya aku ingin katakan padamu, namun karena kecelakaan itu harus mengalami lupa ingatan dan melupakan ku.
Aku sudah menganggapmu layaknya saudara sendiri, tapi kenapa rasa ini begitu berbeda semenjak beberapa bulan lalu aku bertemu kamu, setelah di pemakaman Laura.
Secepat itukah aku berpaling dari Laura gadis yang sangat amat aku cintai?.
Apakah aku bisa menahan rasa ini atau tidak? dan secepatnya aku akan mengungkapkan ini padamu. namun, aku harus butuh waktu, aku akan melindungimu dari segalanya, aku tak akan membiarkan mereka menyentuh mu, walaupun menatap mu, kau hanya milikku Naura, hanya milikku, hanya milik Satria Putra Ambara.
Ambar POV end
Jika Ambar sudah menentukan apakah ada yang mengganggu gugat? keputusan Ambar adalah keputusan mutlak yang berasal dari dirinya sendiri, tidak pernah dicampuri oleh siapapun termasuk orang tuanya, sekali dia digugat maka dia akan menggugat kembali orang itu, walaupun dengan cara kekerasan baik badan, rohani, maupun dengan kata-kata pedasnya.
Sebenarnya Ambar bisa saja mencari gadis kecuali Naura, namun ia tidak mementingkan wajah dari seorang gadis.
Yang dia pikirkan adalah, hatinya baik atau tidak?, rakus akan kekuasaan atau tidak?, pingin tenar atau tidak?, ataukah suka membully.
Sepertinya perempuan tipe Ambar sangat sederhana, hanya seperti Naura ya Naura, berbeda dengan Laura, biarpun Laura lebih cantik daripada Naura, tapi Naura lebih mengerti sikap Ambar tapi entah kenapa Ambar memilih Laura.
Sungguh kisah cinta yang rumit Ambar.
__ADS_1
Senyum Ambar mulai mengembang seraya melihat Naura yang tertawa bersama sahabatnya yaitu Raka dan Jaka.
Sepertinya Ambar dilanda cemburu dengan melihat adegan dimana Raka dan Jaka mencubit pipi Naura dengan gemas.