AMBARAWA

AMBARAWA
kisah cinta Ambar


__ADS_3

Ambar POV on


Hai semua,


Nama gue Ambar. lebih tepatnya lagi Satria Putra Ambarawa. mau tau tentang diri gue dan kisah cinta gue?, lanjut aja bacanya karena ini akan seru sekali.


Dari dulu gue memang hidup di naungan orang berada. ayah gue seorang pengusaha yang terkenal, dan ibu gue mempunyai butik di mana-mana.


Di keluarga gue hanya gue keturunan laki-laki, sedangkan semua orang memiliki keturunan perempuan. ya kecuali ayah, paman, dan kakek gue.


Gue anak pertama dari empat bersaudara. sebenarnya dari tiga bersaudara, karena adik bungsu gue yaitu Amira adalah bukan anak kandung dari ayah gue.


Adik perempuan pertama gue namanya Samara. Samara Putri Wiranti, yang memiliki sifat cuek, dingin, keras kepala, sulit diatur.


Dia juga memiliki kembaran, namanya Samira. Samira Putri Wiranti sifatnya itu sedikit Lola, pembawa kebahagiaan, kadang-kadang juga ngeselin, si ceria nggak pernah bersedih kecuali kalau mengenang almarhum mama gue.


Dan adik gue yang ketiga adalah Amara. Amara putri Wiranti, sifatnya menurun dari sifat gue, Samara, dan Samira. sifat yang bisa dipadukan menjadi satu. Amara juga orangnya pandai menjaga rahasia namun di orangnya agak penakut.


Terakhir dia adik tiri gue, namanya Amira. Amira putri Wiranti, umurnya nggak beda dari Amara cuman beda 2 tahun. kalau Amara kelas 2 SMA berarti Amira baru kelas 9 SMP, namun sekarang Amira duduk di kelas 1 SMA karena dia mendahului sekolah.


Dan nama gue termasuk kisah ini, akan gue ceritakan mulai dari sini.


...***...


Dari gue kecil,gue mempunyai sahabat, namanya Naura. lebih tepatnya Naura Ambrella. seperti bahasa Inggris payung bukan?, tapi nama itu memang sengaja diberikan, karena kata mamanya Naura dia hampir lahir di bawah payung saat berteduh.


Naura juga dulunya adalah seorang yang dewasa. padahal umurnya itu baru menginjak 6 tahun. gue kenal sama dia sejak umur 5 tahun dan dia juga 5 tahun.


Gue sama dia cuma beda beberapa bulan doang. kalau gue lahir di bulan Februari, sedangkan Naura lahir di bulan September. gue dan Naura menjalin persahabatan dari kecil bukan karena apa-apa, namun kata Naura dia nggak pernah punya temen, jadi gue berinisiatif buat berteman sama dia.


Satu kata yang bisa mendeskripsikan Naura adalah 'cantik' . satu kata yang pas dan pantas diberikan kepadanya. persahabatan gue dan Naura hanya bisa bertahan sampai beberapa tahun aja. saat gue berumur 16 tahun, dia mengalami kecelakaan dan mengalami lupa ingatan. mungkin dia sekarang sudah lupa sama gue tapi, gue nggak akan pernah lupa sama dia.


Akhirnya saat SMA gue sama naura memutuskan untuk mengulangi pertemanan kita yang dulu. namun, saat kita menginjak kelas 12 Naura memperkenalkan gue dengan Laura.

__ADS_1


Sahabatnya yang katanya suka sama gue. jadi gue mencoba untuk buka hati gue buat dia. lalu akhirnya gue sama Laura jadian, dan gue seakan-akan merupakan Naura yang jelas-jelas teman kecil gue.


Sekian kita bahas Naura, sekarang kita bahas Laura.


Laura. dia cewek gue yang sangat amat gue sayangi sampai sekarang. gue sama dia jadian waktu ujian akhir tahun, sebelum meninggalkan masa putih abu-abu.


Laura memang gadis yang tidak mempunyai apa-apa, tapi gue yakin sama dia kalau dia itu cewek baik-baik.


Karena gue dulu pernah mendengar percakapan ayah gue dengan kakak gue, yaitu keturunannya katanya tidak boleh menikah dengan orang miskin. jadi gue terpaksa menyembunyikan hubungan gue dengan Laura sampai keadaan benar-benar membaik.


Namun, itu salah besar yang pernah gue lakuin seumur hidup. saat Laura ingin diperkenalkan keluarga gue, gue menolak, karena apa?, karena gue nggak mau dia jadi bahan cacian atau Bulian dari keluarga gue.


"Mbar,kamu kok nggak pernah mau ngenalin aku ke keluarga kamu?"tanya Laura sambil memandang ke arah gue.


"Lau, maafin aku ya belum bisa ngenalin kamu ke keluarga aku, karena lagi ada masalah sedikit"chat gue dengan beralasan.


"Tapi mbar, setiap aku pengen ketemu sama keluarga kamu, pasti selalu aja ada alasannya selalu ada urusan, ada masalah, keluarga aku nggak ada di rumah, besok apalagi alasan kamu supaya aku nggak pernah dikenalin sama keluarga kamu?"protes Laura hingga Ambar merengut kesal.


"Iya deh maaf"ucap Laura sambil memeluk Ambar dan dibalas pelukan oleh Ambar.


"Udah ya marahnya. mending kita jalan"ajak gue pada Laura.


"Yuk"ujar Laura bersemangat sambil menggandeng tangan gue.


Saat gue keluar dari area kampus, gue ngeliat laut Naura yang lagi nunggu jemputan.


Sebenarnya gue pengen banget nganter dia, karena 2 tahun belakangan ini gue sama dia enggak pernah berhubungan. semenjak gue jadian sama Laura.


Gue kira Naura bakal marah, tapi kayaknya nggak sih, tapi menurut gue dia kayak nggak kenal sama gue, apa dia lupa ingatan lagi?.


Gue bingung sih, tapi ya mau gimana lagi, cewek gue sekarang Laura, dan gue harus bisa ngejaga perasaan Laura. gak boleh ada yang lain lagi.


Naura itu cuma sahabat gue, dan gue cuma nganggep dia sahabat nggak lebih.

__ADS_1


Tapi secinta-cintanya gue sama Laura. gue lebih cinta sama mama gue. entah kenapa itu, mungkin karena dia ibu gue maybe.


Tapi emang bener, karena surga ada ditelapak kaki ibu, jadi gue harus menghormati ibu, gue mencintai ibu gue, dan gue harus mengutamakan ibu gue daripada pacar gue.


Ambar POV of


Hari libur adalah hari yang paling ditunggu mahasiswa. karena hari itu mereka bisa bersenang-senang tanpa adanya gangguan tugas, ya mungkin kalau nggak tugas-tugas yang datang dengan mendadak dan harus dikumpulkan segera.


Lain halnya dengan Ambar, Jaka, dan Raka. mereka memilih berkumpul di rumah Raka yang lagi sepi sepi nya karena orang tua raka sedang liburan.


"Bisa lu ceritain gih kisah cinta lu sama Laura" suruh Jaka pada Ambar yang berakhir mendapat tabokan dari Raka.


"Lo gimana sih, udah tahu orang lagi berduka masa ditanyain begituan dasar sahabat enggak guna"cibir Raka pada jaka yang cengengesan.


"Iyo-iyo. santai Mbak, santai"ujar Jaka.


"Harus yah?"tanya Ambar sambil memandang malas kedua sahabatnya.


"Lah kenapa lo liat gue?, yang nyuruh kan si Jaka itu, ngapain lo lihat abang Raka yang ganteng ini?. naksir lo?"cerosos Raka hingga Ambar dan Jaka memutar bola matanya malas.


"*B*ukan temen gue"batin Jaka dan Ambar barengan, tanpa mereka ketahui.


"Oke gue bakal ceritain, tapi kalian harus rahasiain ini dari kedua orang tua gue, termasuk keluarga gue, ingat!!".


"Siap"setuju Raka dan Jaka.


"Jadi dulu itu, gw sahabatan sama Naura"ucap Ambar mendahului cerita.


"Lah kenapa jadi bawa Naura?, bukannya kita nunggu cerita lo sama Laura"Ambar harus menahan rasa kesal dan marahnya untuk kedua sahabatnya ini.


Sungguh, sungguh, sungguh, dan sungguh Ambar ingin melempar mereka berdua ke teluk Alaska, kemudian beralih ke segitiga Bermuda.


"Ya makanya dengerin dulu"ujar Ambar dengan tampang, judesnya, dinginnya, juteknya, kesalnya, marahnya, dan jangan lupa wajah datarnya.

__ADS_1


__ADS_2