
Katakanlah jika Ambar itu masih kesal dengan kedua sahabatnya.
Yang benar saja,mereka selalu memotong ucapan Ambar ditengah jalan. namun apa boleh buat, Ambar harus extra sabar menghadapi sikap kepo mereka.
"Lanjut aja mbar"ujar Raka sambil membekap mulut Jaka.
"Oke,gue lanjut tapi kalian harus tutup mulut"balas Ambar dengan tatapan kesalnya.
"Oke"jawab Raka dan Jaka. mungkin kecuali Jaka yang hanya menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya membentuk tanda 'oke'.
"Jadi dulu kaya gini...".
Mengalirlah dimana kisah Ambar dan Naura bertemu. sampai Naura kecelakaan, hingga bertemu Laura, dan tragedi yang menimpa Laura.
flashback on
*Ambar & Naura
12 tahun yang lalu
Di sebuah rumah yang amat indah bak istana sedang merayakan syukuran atas lahirnya seorang anak perempuan, yang bernama Maura. adik dari Naura yang terpaut tujuh tahun dari Naura.
Saat itu, Naura sedang bermain di taman belakang seorang diri. namun, sentuhan seseorang mengagetkannya.
"Ehh,kamu siapa?"tanya Naura kecil kepada Ambar kecil yang tadi menyentuhnya.
"Aku Ambar"jawab Ambar sambil tersenyum.
"Owh, Ambar"ujar Naura. sementara Ambar mengangguk.
"aku Naura"kini giliran Naura yang memperkenalkan diri.
"Aku udah tau kok"jawab Ambar, hingga Naura menatap Ambar seperti orang yang sedang mengintimidasi.
"Kamu tau dari mana?"tanya Naura.
"Tadi, ibu kamu yang kasi tau. makanya aku nebak kamu Naura"jawab Ambar sambil mencubit hidung mungil Naura.
"Ihhhh Ambar, sakit tau"ringis Naura sambil memegang hidungnya.
"Hehehehe, ya maaf. gak sengaja, abisnya kamu gemesin"kekeh Ambar sambil melihat wajah kesal Naura.
"Yaudah. kalau gitu, aku ngambek sama Ambar"ujar Naura sambil, menyilangkan kedua tangannya.
"Iihh, ja-"sebelum Ambar berbicara, teriakan mamanya sudah memotong ucapannya.
"Ambar"teriak Srita mencari putra nakalnya.
"Ya, ma"sahut Ambar.
"Nah ketemu. kamu ngapain disini sama Naura?"tanya Srita pada Ambar yang masih melirik Naura yang cemberut.
"Cuma main ma"jawab Ambar, namun sekali lagi pandangannya tak lepas dari Naura.
"Naura kenapa?"tanya Srita pada putranya.
"Naura lagi kesel sama Ambar ma, soalnya tadi Ambar cubit hidungnya"jawab Ambar yang membuat Srita terkekeh.
"Kamu ini. minta maaf sana"ujar Srita sambil tersenyum melihat putranya yang mudah bergaul.
"Nau"panggil Ambar. namun Naura tak menoleh.
"Naur"untuk kedua kalinya Ambar memanggil. namun, namun asih tetap tak dijawab.
"Naura"panggil Ambar untuk ketiga kalinya namun tak dijawab juga,sampai ide jahil muncul di otaknya.
Chupp.
__ADS_1
Plakk.
"AMBAR!"teriak Naura sambil menampar Ambar yang memasang cengiran tanpa dosa.
"Pipi Naura udah gak suci, huaaa mama"tangis Naura pecah, namun Ambar hanya tertawa terbahak-bahak.
"Ada apa ini?"tanya Maya, mama dari Naura.
"Mama"panggil Naura dengan mata yang berkaca-kaca.
"Astaga,sayang kamu kenapa?"tanya Maya sambil melihat anaknya yang menangis.
"Ambar nyium Naura tadi. huaaa"jawab Naura lalu kembali menangis.
"Srit,anakmu ituloh main nyosor aja"kekeh Maya yang disambut kekehan Srita.
"Jiplakan papanya"jawab Srita.
"Mama gak mau hukum Ambar?"tanya Naura yang masih setia menangis.
"Naura gak asik"ucap Ambar yang dari tadi diam.
"Apa!"teriak Naura. lalu, berjalan kearah Ambar dan mencium pipi Ambar.
Chupp.
"Impas kan"girang Naura sambil memeluk Ambar.
"Astaga"kejut putra dan Adi saat melihat kelakuan anaknya.
"Jiplakan elo di"ucap putra namun dibalas tatapan tajam oleh Adi.
"Jiplakan elo lah. si Ambar kaya elo. play boy cap larutan"sinis Adi.
"Yaelah bercanda bro"ujar putra sambil merangkul Adi.
"Gitu dong "ucap Ambar sambil membalas pelukan Naura.
...^^^***^^^...
*masa SMP.
"Ambar balikin bando Naura"teriak Naura pada Ambar, yang setia berlari sambil membawa bando milik naura.
"Makanya kejar kalau mau Ambar balikin"teriak Ambar balik.
"Ihhh, Ambar, mau diaduin sama Tante Srita?."
"Ehh, jangan dong"ucam Ambar sambil menghentikan langkahnya, lalu berbalik menghadap Naura.
"Makanya balikin"ucap Naura sambil memasang wajah kesal
"Kesal lagi?"tanya Ambar.
"Bodo..amat"jawab Naura tak jelas.
"Aku teh pengennya seblak"cibir Ambar yang membuat Naura tak percaya. soalnya kata-kata yang Ambar lontarkan tadi, itu adalah gumanan Naura saat mimpi.
"Ambar"panggil Naura.
"Apa?"ketus Ambar.
Plakk.
"Ishhh,sadis banget"ringis Ambar sambil melihat ke arah Naura.
"Siapa yang kasih tau?"tanya Naura dengan suara berbisik.
__ADS_1
"Apa?"tanya Ambar balik, pura-pura tidak mendengar.
"Siapa yang kasih tau?"geram Naura sehingga Ambar tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahaha. kan pas kamu nginap di rumah aku, and tidur sekamar. jadinya aku denger semua"jawab Ambar sambil tertawa puas.
"Kyaaa,Ambar jangan disebarin"teriak Naura sambil mengguncang lengan Ambar.
"Woy mbar. lo apain anak orang?"tanya Raka dari belakang, yang baru saja datang bersama Jaka.
"Hahaha, ini mphh-"sebelum Ambar menjawab, mulutnya sudah dibekap oleh Naura.
"Ehh enggak kok. nih ya, bilangin temen kalian ini. kalau mau ke kamar mandi, jangan kekamar mandi cewek"ucap Naura sambil memasang wajah kesalnya, agar Raka dan Jaka percaya.
"Waduhhh, keterlaluan nih anaknya om putra"ucap Jaka hingga Ambar melototinya.
"Ho'oh. masa iya mau ke kamar mandi cewek"ucap Raka.
"Lo-."
Z**onk.
Naura sudah berlari sejak Jaka berbicara.
"Hahahaha"tawa Jaka dan Raka pecah sambil melihat wajah Ambar yang memerah marah.
"Kalian.."Ambar menjeda sebentar
"Gak akan gue traktir selama 2 bulan".
J**lebb.
"Aishhh,Ambar gak boleh gitu dong"teriak Jaka dan Raka barengan lalu berlari menyusul Ambar.
_D**ikelas naura_.
"Ishhh, kesel banget sama Ambar"guman Naura yang masih bisa didengar teman sekelasnya.
"Berantem lagi?"tanya endwin. si ketua kelas yang bisa di bilang mphh tampan.
"Huaaaa, iya. abis dia ngeselin"teriak Naura, sehingga semua fokus sama Naura.
"Jangan sering kesel Ra, ntar PMS baru tau rasa"ledek Ara. teman sebangku Naura.
"Ihh,kalian ngejek Naura?"teriak Naura sambil bertanya, sementara temannya hanya bisa menutup telinga.
"Jahat"cibir Naura.
"Yahh, ngambek lagi"dengus mereka sambil menatap malas ke arah Naura.
"Awas aja. ntar Naura gak kasi nyontek"ancam Naura sehingga mereka membulatkan matanya.
"Jangan dong nau"bujuk Aldi.
"Iya. tau nih, tadikan cuma bercanda"ucap Edwin.
"Kita setuju sama Edwin"sahut anak seluruh kelas.
"Kok gak setuju sama gua?"tanya Aldi.
"Soalnya lo bukan aja nyontek ke Naura, melainkan nyontek ke semua orang"cibir Ayana sehingga Aldi mendengus.
"Pokoknya, kalian bantu Naura ngerjain Ambar"pinta Naura dengan memaksa.
"Ngerjain?"beo gina sehingga Naura berfikir.
"Adadeh pokoknya, kalian mau bantu gak?"tanya Naura sambil menoleh semua temannya.
__ADS_1
"Ok"sahut mereka terpaksa. karena demi ulangan IPA besok, mereka harus menyetujui semua ini.
Sementara Naura hanya tersenyum.