
Demi apa sekarang perut Ambar sudah lapar setengah mati. Ia langsung turun kebawah menuju dapur.
"Sial, tumben banget gue laper sampai kaya gini," umpat Ambar sambil memegang perutnya.
Saat Ambar menuruni tangga, ia melihat adiknya sedang makan.sendiri.tanpa mengajak Ambar.
"Ohh,jadi kamu makan tanpa kakak?"ucap Ambar sambil duduk dihadapan Samara
"Buat apa?,toh gak guna" jawab Samara cuek, Ambar hanya bisa menghela nafas.
"Gak usah sok dingin lo"balas Ambar dengan nada datar.
"Terus?"tanya Samara dengan malas.lalu melangkahkan kakinya menuju kamar.
Ia sudah muak dengan semua drama disini. Namun Ambar?, ia malah menikmati. Entah apa yang akan terjadi kedepannya.
"Hhh, emang copyan gue"guman Ambar dengan nada pd.
"Siapa copyan elo bang?"tanya seseorang dari Belakang, sehingga Ambar membalik badannya.
"SETAN!!"teriak Ambar sambil menaik meja makan.
"Hahahaha, kak Ambar takut setan toh"Amara tertawa sambil meledek Ambar yang masih setia diam diatas meja.
"Diem lo, lagian pake topeng udah kaya monyet aja"ujar Ambar yang langsung mendapat pelototan dari Amara.
"WHATT!!, kakak bilang apa?, topeng?. inituh namanya masker kak. M-A-S-K-E-R"ujar Amara tak terima sambil menekan kata masker.
"Gue juga tau kali, biar parabola dikit"ketus Ambar sambil melangkahkan kakinya turun.
"Sumpah. andai aja aku bawa hp, bisa-bisa aku foto kau kak Ambar"ujar Amara sambil tertawa kencang.
"Sampai itu kejadian,"Ambar menjeda sebentar"gua gak bakal mau ngaku pacar elo kalau jemput di sekolah"lanjut Ambar yang membuat Amara diam tak bergeming.
^^^deghh.^^^
"Jangan dong kak"pinta Amara dengan memelas.
"Siapa suruh"sinis Ambar. Setelah itu dia pergi dan mengambil kunci sepeda motor.
"Lah mau kemana?"tanya Amara.
"Ke hutan"jawab Ambar ngasal.sehingga Amara kesal dibuatnya.
"Yaudah, jangan pulang-pulang sekalian"cuek Amara, lalu ia meninggalkan Ambar yang berdiri dengan tampang tengilnya.
"Rasain. siapa suruh mau ngelawan gue"guman Ambar.
__ADS_1
...***...
Ternyata Ambar pergi keluar hanya untuk menemui kedua sahabatnya. Mereka mungkin sudah berencana untuk pergi.
"Mbar, lo sebenernya ganteng dari sisi mana sih?"tanya Raka sambil mengecek seluruh bagian wajah Ambar.
"Lah, pertanyaan yang nggak bermutu gitu lo tanyain ke gue"ujar Ambar dengan cuek.
"Ayo mbar, pasti ada masalah nih"selidik Jaka.lalu ia memandang Jaka dengan tatapan tajam.
"*A*stagaaa,takut gue takut"batin Jaka saat Ambar menatapnya.
"Sumpah. kenapa kalian jadi ngelantur banget pernyataannya?"tanya Ambar, dan tanpa sadar mulutnya agak kepeleset dikit.
"Pertanyaan cinta"ucap Raka dan Jaka membenarkan kalimat Ambar.
"Terserahlah apa itu, intinya gue gak bakal jawab"ucap Ambar sambil memalingkan wajahnya.
Saat Ambar memalingkan wajahnya, dia melihat seorang gadis yang sangat dia kenal.
"Naura,"guman Ambar. lalu ia berdiri dan berlari kecil menghampiri gadis yang ia sangka Naura.
Ambar terus berlari kecil untuk menghampiri gadis itu, dan meninggalkan kedua temannya yang sadari tadi sudah meneriaki namanya.
"AMBAR!"teriak Jaka memanggil Ambar dari belakang.namun tak dibalas oleh Ambar
"Dihh, sok imut banget tu mulut dimonyongin"ledek Raka yang langsung mendapat tamparan dari Jaka.
"Tega kamu mas"ujar Jaka menirukan adegan di suara hati istri.
"Udah deh, gak usah drama lo. hidup udah penuh drama malah mau nambah drama"cibir Raka. sementara Jaka hanya menghembuskan nafas kesal. bukannya memang hidupnya penuh drama, tapi itu emang kata-kata sindiran khas dari seorang Raka, untuk seorang Jaka.
Sedangkan ditempat lain, Ambar sudah memegang pundak gadis itu. mungkin karna berasa ada yang menyentuh pundaknya, gadis itu berbalik badan dan mereka berdua sama-sama terkejut.
"AMBAR/NAURA"teriak mereka berbarengan.
"Ngapain kamu kesini?"tanya Naura ketus, sehingga Ambar hanya terkekeh.
"Ada masalah?"tanya Ambar, namun Naura menggeleng.
"Bener nih?"selidik Ambar sambil menggoda Naura.
"Gak juga sih"guman Naura yang masih dapat ditangkap oleh pendengaran Ambar.
"Nah itu mau jujur, cepetan cerita"ujar Ambar dengan semangat 45.
"Ishhh, sebenarnya kelinci kesayangan Naura itu dijual sama Maura"kesal Naura sambil mengguncang tubuh Ambar, namun sang mpu hanya mampu terkekeh. tapi Naura sangat kesal karena Ambar hanya terkekeh.
__ADS_1
Bayangkan, hewan atau barang kesayangan kalian dijual begitu saja, atau dikasih ke orang secara percuma.bagaimana perasaan kalian?
"Pliss deh Ambar, Naura lagi kesel. ajak jalan-jalan kek"ucap Naura dengan cemberut.
"Yaudah kita jalan disini aja"ujar Ambar sambil tersenyum.
"Makasih mbar, kamu emang temen aku yang terbaik"ucap Naura sambil memeluk Ambar.
"*T*ernyata lo nganggep gue temen nau, padahal gue udah anggap lo kaya adik gue sendiri"batin Ambar sambil membalas pelukan Naura.
"Yaudah, kita jalan"ajak Ambar lalu menggandeng tangan mungil Naura.
Mereka berjalan mengelilingi taman hingga hari sudah mulai sore. Ambar sangat senang saat Naura tersenyum seperti sekarang.
Kata Ambar:
kalau Naura senyum,rasanya matahari nggak pernah tenggelam.
"Ambar"Panggilin Naura sehingga ia menoleh.
"Kenapa?"tanya Ambar.
"Naura mau pulang"ucap Naura seketika membuat Ambar sadar kalau ini sudah mulai malam.
"Kok gak bilang kalau malem?"tanya Ambar sambil mencari sahabatnya.
"Lahh, kan tadi Ambar diem aja"jawab Naura apa-adanya.
"Yaudah, sekarang kita pulang"ajak Ambar lalu menaikkan motornya.
Sesampainya dirumah Naura, Ambar tidak mampir dulu. karena dia ada keperluan mendadak.
Apakah keperluan mendadak Ambar?
keperluannya adalah, mencari Jaka dan Raka untuk meminta mengembalikan dompetnya yang ketinggalan.
Ini sudah sering terjadi. Ambar selalu pelupa dan Jaka juga Raka yang selalu mendata pemasukan yang mereka dapat dari dompet ambar.
**awww.
tinggalkan jejak guys.
besok aku kasi cast pemerannya.
tapi maaf kalau pake ullzang,karena aku emang suka ullzang.
hehehe mianhae**.
__ADS_1