AMBARAWA

AMBARAWA
Sekolah tanpa Naura


__ADS_3


Dapat salam dari Ambar


...***...


Ambar kini berjalan di koridor sekolah seorang diri. biasanya disamping atau didepannya sudah ada Naura yang berjalan maupun yang memanggil.


Memang sekolah rasanya sepi tanpa Naura, kejahilan yang dia lakukan ke siswa lain sangat dirindukan oleh semua orang. termasuk dari Elma yang suka membully sangat merasa kehilangan saat mengetahui bahwa Naura sedang koma, pikirannya adalah, tak akan ada yang mengganggu dia lagi, karna hanya Naura yang berani kepadanya.


Kabar Naura koma sudah menyebar diseatero sekolah, bahkan banyak yang menyayangkan hal itu. Naura si gadis yang humble, gemesin, suka bikin rusuh sana-sini, si cewek yang selalu nempel dengan Ambar, sekarang tak ada.


"Woi!!"panggil Rio dari arah belakang, sambil menepuk bahu Ambar dengan keras, namun Ambar tak membalasnya.


"Hemm, gue tau. lo pasti bosen gak ada cewek gila itu yah?"tebak Rio dengan santai namun Ambar tetap tidak peduli.


"Yaelah, bentar gue bantu doa'in deh supaya Naura sembuh"ujar Rio lagi hingga Ambar menatapnya tajam.


"*B*uset, sorot matanya kaya macan aja"batin Rio, sambil meneguk air liurnya.


"Ck, bisa gak elo itu diem sehari?!"tanya Ambar ketus, sambil menatap Rio.


"Gak bisa, hehe"jawab Rio sambil terkekeh melihat wajah Ambar yang kesal.


"AMBAR, RIO, TUNGGUIN KITA"


Kini datanglah dua curut yang akan menambah kesan kegilaan disini.


"Weshhh, gimana kabarnya bro?"sapa Rio sambil mengulurkan tangannya.


"Lo nanya kabar apa ngajak kenalan"tanya Jaka sambil menaikkan alisnya.


"Elah, gak ngerti kode lo. gue ngajak elo jabat tangan aja ogeb"jawab Rio sambil menjitak kepala Jaka.


"Shhh, gw jatuhin elo ke Palung Mariana mau?"kata Jaka sambil meringis, sambil mengelus bekas jitakan Rio.


"Tapi paling Mariana rumah gue"jawab Rio hingga Jaka melotot, bukan hanya Jaka. Raka dan Ambar juga ikut melotot.


"Yang bener aja lo?, jadi duyung diem disana?"tanya Raka sambil menggeser sedikit tubuh Jaka.


"Yeee, otak kalian kok dawn semua sih?. justru rumah gue ada di jalan palung Mariana"jawab Rio dengan tampang watadosnya, hingga Ambar menggeplak kepala Rio.


Plakk


"Emak, lindungi anakmu ini"ujar Raka dramatis sambil tertawa melihat Rio yang memegang kepalanya karna Ambar.


"Gak lagi deh mbar, maaf tadi gue emang sengaja"inilah Rio, kalau ngomong atau menjawab suka ngawur atau ngelantur.


Pernah dulu pas dia masih SMP. Rio gak tau jalan rumahnya, pas dia dianter sama gurunya pulang, bukannya ngasi alamat rumah, ehh malah ngasi jalan ke MCD. katanya laper, pengen beli makan, tapi ibuk yang bayarin.


"Dasar lo!. udah tau orang lagi patah hati ehh malah dibikin emosi"cibir Raka sehingga Rio hanya nyengir kuda.


"Astaga, demi apa gue punya sahabat kaya kalian bertiga?!"ujar Ambar sambil mengacak rambutnya frustasi.

__ADS_1


"Sabar mbar, ini namanya ujian. kalau gak ada kita, lo gak mungkin bisa sesetres ini"ujar Jaka sambil menepuk pundak Ambar.


Sementara Ambar hanya menggeleng, dia sedang berkhayal bahwa didepannya ada Naura.


"Udah woi, gak denger itu bel masuk"ujar Raka sambil menyeret Ambar bersama Jaka yang ditemani oleh Rio.


......***......


Dikelas Ambar yahh gitu-gitu aja, sepi banget, padahal gurunya lagi gak masuk.


"Mbar keadaan Naura gimana?"tanya Mira.


"Pasti udah tau jawabannya kan?"tanya Ambar balik sehingga Anjani menjadi mengurungkan niatnya untuk bertanya.


"Gue gak abis pikir, cewek segila Naura bisa koma"kini Marvel yang bicara.


"Bener vel, padahal gue pengen liat Naura yang terus ngerjain Ambar"ucap Candra yang duduk dengan Marvel.


"Banyak yang ngerasa kehilangan. padahal Naura itu hanya koma"kini Intan yang ikut nimbrung.


Merekapun ribut kembali, namun dengan topik Naura. Ambar yang ditanya hanya menjawab apa adanya.


"Mbar, gak capek tuh mulut ngejawab mulu?"tanya Raka pada Ambar.


"Capek sih capek, tapi mulut kalian juga yang ga capek buat ngoceh"jawab Ambar sambil menyenderkan kepalanya di bahu Raka.


"Mbar sabar mbar, jangan sampai karna Naura Lo jadi homo kayak gini"ini ucapan Raka sambil mendorong kepala Ambar agar tidak menyender lagi.


"Yang bilang gue homo siapa?!, kepala gue pusing mau tidur!"ketus Ambar lalu menelungkup kepalanya.


"YAIYALAH TIDUR, MASA IYA DIA NUTUP MATA"teriak Jaka yang membuat sebuah sepatu melayang di kepalanya.


"Aduhh, buset si Ambar udah kaya emak-emak pms"keluh Jaka yang memegang kepalanya. kenapa harus kepalanya yang terus jadi sasaran?,


"Emang lu pernah liat emak pms?"tanya Anjani dari belakang.


"Sering malahan, setiap emak gue PMS. beuhhh bawaannya empat hari, empat malam, ngoceh kaya reporter"jawab Jaka dengan membawa nama emaknya.


"Kan emak lu emang reporter anjirr!"kini Kanaya yang menggeplak kepala Jaka.


"Fiks, kepala gue pasti banyak yang mau"ujar Jaka lalu menyusui Ambar ke alam mimpi.


...***...


Sementara dikelas Naura, ana sedang mengomeli Rio karna ketahuan mengambil pulpen milik ana, padahal Rio hanya ingin mengambil pulpen ana yang jatuh lalu menyimpannya. sama aja sih.


"RIO DEMGER YAH, SEKALI LAGI LO KETAHUAN NYOLONG PULPEN GUE, ABIS LU GUE BUAT!"teriak ana sambil mengancam Rio.


"Aelah na, tega banget lo biarin cowok tampan yang mirip Jungkook ini ternistai"ujar Rio yang membuat ana dan begitu juga siswa lainnya bergindik jijik.


"Sumpah demi apa, gue pengen masukin elo ke lubang buaya"murka Aldi sambil membejek kedua tangannya.


"Fanboy lu?"tanya Rio santai, lalu mengalihkan pandangannya dari Aldi kearah bangku kosong tempat Naura duduk.

__ADS_1


"Yaiya lah, titisan Chanyeol EXO"ujar Alda sambil menyunggarkan rambutnya.


"Gue kangen Naura"ujar Lala si gadis Lola yang biasanya berdebat dengan Naura didalam kelas.


"Gue kira lo gak bisa kangen sama orang"sinis Edwin sambil melanjutkan kegiatan menulisnya.


Tapi yahh, kasian Edwin. masa dia disuruh buat daftar yang ikut Pramuka?, padahal dia anak sispala.


"Ehh Edwin yang namanya mirip sama artis tiktok, Lala juga kangen kali sama Naura"sewot Lala sehingga Edwin salah menuliskan nama. nama yang seharusnya Namira diubah menjadi Naura.


"Mending lo diem la, gue jadi salah tulis nih!"bentak Edwin pada Lala, namun Lala sih bodo amat.


"Edwin pengen Lala pukul?"tanya Lala sambil memperlihatkan kepalan tangannya.


"Bodo!"ketus Edwin lalu berjalan keluar kelas.


"Guys, gimana kalau kita jenguk Naura nanti sore?"usul Edwin sebelum menghilang dari balik pintu.


"SETUJU"sahut anak-anak kelas sambil merapikan buku mereka yang membuat Edwin bingung.


"Ngapain kalian rapiin buku?"tanya Edwin yang bingung melihat teman-temannya.


"Dwin, mending kita bolos sekarang dari pada nunggu pulang sekolah. kalau dikasih pulang sih bagus, tapi gak inget katanya pulang sekolah ada sosialisasi?"tanya Aldi dibalas anggukan oleh warga kelas.


"Kalau gitu ayolah"ujar Edwin mendahului teman-temannya.


Kelas Naura, IPS 2. berjalan menuju gerbang sekolah dengan bergerombol, mereka tak memperdulikan ucapan guru, tapi yang mereka perdulikan adalah bagaimana caranya agar mereka cepat sampai di rumah sakit.


"Woy Ambar!"panggil Jaka sambil melempar pulpennya ke kepala Ambar.


"Ishh, dasar sianida. ganggu amat lo!"ketus Ambar lalu kembali ke posisi semula.


"Gue cuma mau bilang kalau, anak IPS 2 bolos buat kerumah sakit jengukin Naura"ujar Jaka yang membuat Ambar bangun dari duduknya.


"Demi apa?"tanya Ambar lalu mengambil tasnya dan berlari keluar.


"WOY AMBAR TUNGGUIN KITA"teriak Jaka sambil mengguncang tubuh Raka yang terlelap, setelah Jaka dan Ambar.


"Anak setan bangun woi!, kita jengukin Naura"panggil Jaka terus sampai ide jahil muncul dikepalanya.


Mulailah Jaka bersiap untuk mendorong Raka dari samping, dan...


Brakk


"******!"umpat Jaka yang terkusruk akibat dorongan Raka.


"Lo kira gue gak denger!"ketus Raka dengan wajah khas baru bangunnya.


"Gue kira lo mati"cibir Jaka lalu berlari menyusul Ambar dan disusul Raka yang menyusul Ambar juga, sambil mengejar Jaka.


ASTAGA AKU CUMA BISA UP SAMPAI SINI.


SOALNYA TUGAS BANYAK BANGET.

__ADS_1


HEHE HARUSNYA BISA 2000 KATA, TAPI KARNA TUGAS AYUS BANYAK JADI 1236 KATA.


__ADS_2