
Dapat salam dari Ambar jiguu💜
Bel masuk kedalam kelas akhirnya berbunyi. Ambar,Jaka,Raka,dan Rio akhirnya memasuki kelas mereka masing-masing.
"Fiks, temen gue yang gila nambah lagi"batin Ambar sambil geleng-geleng.
"Kenapa lo mbar?"tanya Jaka yang dari tadi melihat Ambar yang geleng-geleng kepala.
"Duit gue mana?"tanya Ambar.
"Kalau itu, tanyain aja ke Samira"ceplos Jaka, hingga Raka menamparnya.
"Astaga, kenapa gua asal ceplos"gugup Jaka.
Ambar yang mendengar jawaban dari Jaka pun hanya mendengus kesal, pasalnya dia sangat ingin menjadikan kedunya ini sebagai tumbal.
"Udah ah. gak usah dibahas lagi, toh uangnya gak bakalan kembali"ucap Jaka dengan tenang.
"LO BILANG TENANG!!"teriak Ambar dengan suara naik oktaf.
"Ehhh, maaf mbar, abisnya Samira yang nyuruh, kan jadi gak tega buat nolaknya"ujar Jaka sambil nyengir.
"Duit apaan sih?"akhirnya cewek yang duduk di belakang Jaka buka bicara.
"Gini. dua hari yang lalu, gue, Raka, sama Jaka joging di taman deket komplek rumah elo. nahh gue liat ada Naura disitu, jadinya gue nitipin dompet gue di mereka berdua ini, terus nyamperin Naura."jelas Ambar sambil menarik nafas.
"Terus, pas gue balik dua curut ini ga ada"lanjut Ambar sambil menjitak satu persatu kepala temannya.
"Ishh, mungkin udah takdir mbar, lagian yang nyuruh nyamperin Naura siapa juga"ucap Raka sambil meringis, seketika detik itu juga ia langsung mendapat tabokan.
"Hahaha, double kill"tawa anak kelas pecah. memang dari tadi mereka melihat aksi debat perdana mereka.
Ini memang kebiasaan anak-anak dikelas Ambar. mereka sering sekali melihat teman mereka yang bertengkar, main drama dadakanlah, konser, sampai-sampai ada yang rela bawa layar tancap agar mereka bisa nonton.
"Kompak kalian ngetawain gue"ujar Raka dengan tampang kesalnya. menurut Raka, reputasinya sudah hancur gara-gara Ambar, malukan jadinya.
"Ehh, kalian tau gak anak baru itu?"tanya salsa yang entah dari kapan duduk di bangku guru.
"Tau"jawab mereka serempak termasuk Ambar, Jaka, dan Raka.
"Nahhhh, ternyata dia ganteng banget!!!. mirip Jungkook yang ada di BTS"ujar salsa sambil menggebrak-gebrak meja.
"Heh sal!, asal lo tau, yang namanya Jongkok itu gak seganteng gue"ucap Raka dengan pd-nya, sehingga salsa menghampiri Raka dan....
Bughh
Tonjokan mulus mengarah dipipi Raka, tentu Raka meringis. pasalnya salsa anak tekwondo, sementara Raka cuma anak basket, kan jauh jadinya.
"Lo bilang apa tadi?, jongkok?, namanya Jungkook Raka"cerocos salsa sambil memukul-mukul kepala Raka.
"Duh, duh, duh, duh. sakit sal, ampun, gue gak sengaja"ujar Raka yang meringis saat dipukul.
"Makanya, jangan pernah lo salah omong kalau tentang KPop"peringat salsa pada Raka.
"Iya sal iya, ampun, sakit banget tonjokan elo"jawab Raka sambil memegang wajah tampannya yang sedikit bonyok.
"Awas!"ujar salsa ketus pada Jaka, hingga Jaka meringis takut dan menyingkir.
"Gue baru tau si salsa anaknya tragis banget kalau nyerang"batin Ambar sambil bergindik ngeri.
Sebenarnya Ambar tidak takut. tapi, Ambar hanya takut kalau sasarannya seperti Raka tadi, nanti kena wajahnya kan bisa berabe. wajah tampan yang dia rawat selama 17 tahun ini menjadi bonyok hanya gara-gara salsa yang notabene seorang anak tekwondo.
......***......
__ADS_1
Sementara dikelas Naura sedang terjadi aksi menahan nafas. pasalnya guru yang mengajar dikelas Naura itu ganteng gak ketulungan.
"Nau"bisik Ara dari samping hingga Naura menatap kearah Ara.
"Kenapa?"tanya Naura sambil menahan nafas.
"Pak jingga ganteng banget"bisik Ara sambil mengibaskan kedua tangannya.
"Iya Ar, lebih ganteng dari si Rio yang notabennya murid baru"ujar Siska dari belakang.
"Apanih kalian bawa nama-nama gue?"ujar Rio tak terima. masa pak jingga lebih ganteng dari Rio?, nggak ada kamus yang berucap seperti itu Ferguso.
"Heh!, iri bilang bos"sindir Anjani yang duduk disebelah Rio.
"Gue gak iri, justru gue gak suka ketampanan gue dikalahkan sama orang"ujar Rio sambil memasang gaya paling cool.
"IHHH, JIJAY!"teriak kaum hawa sambil menyoraki Rio.
"Ada apa?"tanya pak jingga sambil melihat ke anak muridnya yang dari tadi ribut.
"Mmhh, ini pak si Rio ribut"jawab Kanaya sambil tarik nafas.
"Ohhh, bapak kira apa tadi"ujar pak jingga sambil terus melirik Rio.
"Pak"panggil Edwin.
"Yaa Edwin, ada apa?"sahut pak jingga menghampiri Edwin.
"KYAAA!!, PAK DEMI APA BAPAK NYAMPERIN EDWIN"teriak Kanaya sambil meneteskan air mata.
"Kamu ngapain nangis?"tanya pak Edwin pada Kanaya.
"Dia abis terharu pak, ngelihat kegantengan saya"ujar Rio dengan pd sehingga Anjani yang duduk disebelahnya menyodorkan kaca.
"Biar lo ngaca, dan tau bahwa lo gak lebih ganteng dari pak jingga"jawab Anjani santai sehingga mengundang tawa satu kelas.
"Sumpah An, lo bikin gue malu"ringis Rio sambil memasang wajah kesal.
"Hhhh, gak papa Rio, tapi emang kenyataannya bapak emang ganteng"ujar pak jingga.
"Iyain"jawab Rio dengan kesal.
"Baiklah kalau begitu, sekarang nilai kamu bapak potong!"tegas pak jingga sehingga Rio melotot tak percaya.
"Lahh, maksud bapak motong nilai saya karna apa?"tanya Rio dengan wajah kesal.
"Karna kamu nggak mau mengakui bahwa, saya lebih ganteng daripada kamu"ucap pak jingga diiringi dengan tepuk tangan para kaum hawa lagi
"Pak jingga emang the best"
"Pak jingga emang kenyataan pak"
"Jangan ikutan marah pak"
"Huu Rio ngejlebbb"
"Rio kicep dia
Kurang lebih begitu cibiran kaum hawa.
"Udah-udah, kasian Rionya kesal"ucap pak jingga sambil menenangkan bisikan setan.
"Pak"kini Carissa yang memanggil pak jingga.
"Ya Carissa"jawab pak jingga, sehingga Carissa pingsan ditempat.
__ADS_1
"Sumpah, Carissa kok bisa pingsan?"tanya Rio pada Anjani.
"Yaa tau lah, orang alay kaya dia kalau disapa cowok ganteng emang selalu pingsan"jawab Anjani.
"Plisss pak, kasi nafas buatan"ujar Carissa yang tiba-tiba bangun.
"Heh!, kamu itu, masih kecil mau dikasih nafas buatan"ujar pak jingga hingga Carissa kicep seperti Rio.
Ini dia pak jingga (jin BTS)
...***...
Bell pulang sekolah sudah berbunyi. semua siswa sudah pulang kerumahnya. lain halnya dengan Naura yang menunggu jemputan.
"Ishhh, papa dimana sih?"guman Naura sambil menendang kecil batu kerikil.
"Sumpah, Naura bakal ngamuk tujuh hari tujuh malem kalau bukan papa yang jemput."ujar Naura sambil menendang kerikil kembali.
"Dorr!!"
"KYAA SETAN"latah Naura sambil berteriak, sementara Ambar yang mengagetkan Naura hanya tertawa.
"Mbar, jangan gitu ihh"peringat Naura
"Maaf nau, maaf,"pinta Ambar sambil tersenyum.
"Ambar tau nggak, kemarin Nau mau telfon Tante"ujar Naura sambil berkacak pinggang.
"Kenapa emang?"tanya Ambar bingung dengan ucapan Naura.
"kemarin Naura liat Ambar balapan"
'******!!'
"Ambar gak ada balapan"elak Ambar. tapi memang benar kemarin malam Ambar balapan sama tukang becak.
"Alah!, terus ngapain Ambar salip-salipan sama tukang becak?"ujar Naura sambil menarik hp dari sakunya.
"Karna Ambar mau pulang lah"jawab Ambar seadanya.
"Ambar gak bohong?"tanya Naura.
"Nggak lah, siapa juga yang mau bohongin Naura."goda Ambar sambil mencolek dagu Naura.
"Ishhh, Ambar kayak om-om aja"ledek Naura.
"Emang mirip?"tanya Ambar sambil memegang mukanya.
"Banget!"ketus Naura.
"Nau kok ketus?"tanya Ambar lagi, sehingga Naura menggeram marah.
"AMBAR DIEM DEH, NAU ITU LAGI PMS, JADI JANGAN GANGGU!, oke"kalimat naik oktaf yang diakhiri nada rendah membuat Ambar kicep.
"gue baru tau kalau cewek yang pms, bisa kaya dinosaurus"batin Ambar
hello jigu...
gimana kabarnya hari ini?
sehatkan?
semoga aja.
__ADS_1